Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
2165 research outputs found
Sort by
Kajian Etnobotani Pohon Jambu Dersono (Syzygium malaccense) Di Punden Nyai Cipluk Wandan Sari sebagai Tempat Tradisi Sedekah Bumi Di Desa Gembong
Tanaman jambu biji Dersono (Syzygium malaccense) dapat digunakan sebagai obat alami yang berperan dalam meningkatkan imunitas tubuh dan melindungi tubuh dari infeksi mikroba. Selain itu, jamu Dersono diyakini oleh masyarakat Gembong sebagai tanaman bersejarah di masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pohon jambu biji Dersono di punden Nyai Cipluk sebagai tempat tradisi sedekah bumi di desa Gembong agar dapat mengenal budaya yang ada pada zaman dahulu. Penelitian ini digunakan untuk memahami sejarah tanaman jambu biji dan mengidentifikasi makna tradisi sedekah bumi yang dilakukan di punden Nyai Cipluk. Sumber data dalam penelitian ini adalah Pak Modin dan seseorang yang tahu tentang sejarah punden Nyai Cipluk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pengumpulan data diperoleh melalui beberapa tahap, antara lain observasi langsung dengan Nyai Cipluk, wawancara dengan Bapak Modin, dan terakhir dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, diharapkan dapat membantu mengenalkan sejarah jambu dersono dan Nyai Cipluk punden di desa Gembong serta dapat memahami makna sedekah bumi.Tanaman jambu dersono (Syzygium malaccense) dapat digunakan sebagai obat alami yang berperan dalam meningkatkan kekebalan tubuh serta melindungi tubuh dari infeksi mikroba. Selain itu, jamu dersono ini dipercayai oleh masyarakat Gembong sebagai tanaman yang bersejarah pada dulunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pohon jambu dersono yang berada di punden Nyai Cipluk sebagai tempat tradisi sedekah bumi di desa Gembong agar dapat mengenal budaya yang telah ada pada zaman dahulu. Penelitian ini digunakan untuk mengatahui sejarah tanaman jambu serta mengidentifikasi makna tradisi sedekah bumi yang dilakukan di punden Nyai Cipluk. Sumber data dalam penelitian ini yaitu Bapak Modin sekaligus orang yang tahu mengenai sejarah dari punden Nyai Cipluk. Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif dan pengumpulan data diperoleh melalui beberapa tahap yaitu diantaranya melakukan observasi secara langsung ke punden Nyai Cipluk, wawancara dengan Bapak Modin, dan yang terakhir yaitu dokumentasi. Berdasarkan hasil dari penelitian yang diperoleh diharapkan dapat membantu untuk mengenalkan sejarah yang jambu dersono serta punden Nyai Cipluk yang berada didesa Gembong dan dapat memahami mengenai makna dari sedekah bum
Analisis Tingkat Kesejahteraan Petani Plasma Kelapa Sawit di Kecamatan Abab
The palm oil is one of Indonesia's main export commodities. The statistic data of a premier national estate of 2021-2023 shows palm oil plantations in the provinces of Indonesia. One of the principal producers of the Sumatra palm is the Province of Southern Sumatra. The data for the productivity of palm plantations in the province of southern Sumatra, particularly in Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) regency shows significant potential. In 2022, the palm palm productivity in the pali regency was showing good results, especially in Abab district that became a major production. The aim of the study is to determinate the proportion food and non-food expenditures of palm oil and evaluate the welfare rate of palm oil farmers in Abad district Penukal Abab Lematang Ilir Regency. Research methode used is the survey method for collecting primary data from plasma farmers. Secondary data comes from a variety of sources, including statistical central agency, agricultural and palm company services in the region. Research shows that spending on food consumption is likely to be higher than non-food consumption expenses indicating that welfare levels are still not optimal.
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas ekspor utama Indonesia. Data statistic Perkebunan Unggulan Nasional 2021-2023 menunjukkan sebaran perkebunan kelapa sawit di berbagai provinsi di Indonesia. Salah satu penghasil utama kelapa sawit di Pulau Sumatera adalah Provinsi Sumatera Selatan. Data produktivitas perkebunan kelapa sawit di Provinsi Sumatera Selatan, khususnya di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) menunjukkan potensi yang signifikan. Pada tahun 2022, produktivitas kelapa sawit di Kabupaten Pali menunjukkan hasil yang baik, terutama di Kecamatan Abab yang menjadi produksi utama. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeterminasi proporsi pengeluaran pangan dan non pangan rumah tangga petani plasma kelapa sawit dan menganalisis tingkat kesejahteraan petani plasma kelapa sawit di Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. Medote penelitian yang digunakan adalah metode survei untuk mengumpulkan data primer dari petani plasma. Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber, termasuk Badan Pusat Statistik, Dinas Pertanian dan perusahaan sawit di daerah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran untuk konsumsi pangan cenderung lebih tinggi dari pada pengeluaran konsumsi non-pangan yang menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masih belum optimal
Model Strategi Agribisnis Pisang Cavendish melalui Pendekatan Analisis SWOT di Sumatera Selatan Indonesia
The purpose of scientific work is to identify internal-external factors and recommended strategies for increasing Cavendish banana production in South Sumatra Province. The research was conducted in Jayapura District as the center of East Cavendish OKU banana production in March 2022. The sampling method used an unbalanced layered random method. Based on several related articles about Cavendish bananas, there are no articles that discuss strategies to increase Cavendish banana production using the SWOT analysis in Jayapura District, OKU Timur Regency. The results of the analysis show that the recommended strategies for increasing Cavendish banana production are strategies to increase the role of local governments as facilitators and price stabilization, partnership patterns with the private sector in terms of marketing Cavendish bananas, the need for technology utilization starting from input, process and output, intensive development of Department of Food Crops and Horticulture, and human resource development through Cavendish banana cultivation assistance. The conclusion of the study shows that it is necessary to implement strategies that can be recommended to increase Cavendish banana production, including the need for partnerships for Cavendish banana farmers and continuing to increase production standards so that East OKU Cavendish bananas can compete with imported Cavendish bananas.Tujuan karya ilmiah ini adalah untuk mengidentifikasi faktor internal-eksternal dan merekomendasikan strategi peningkatan produksi pisang Cavendish di Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan di Kabupaten Jayapura sebagai sentra produksi pisang Cavendish OKU Timur pada bulan Maret 2022. Metode pengambilan sampel menggunakan metode acak berlapis tidak seimbang. Berdasarkan beberapa artikel terkait mengenai pisang Cavendish, belum terdapat artikel yang membahas tentang strategi peningkatan produksi pisang Cavendish dengan menggunakan analisis SWOT di Distrik Jayapura Kabupaten OKU Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi peningkatan produksi pisang Cavendish yang direkomendasikan adalah strategi peningkatan peran pemerintah daerah sebagai fasilitator dan stabilisasi harga, pola kemitraan dengan pihak swasta dalam hal pemasaran pisang Cavendish, perlunya pemanfaatan teknologi dimulai dari input, proses dan output, pengembangan intensif Departemen Tanaman Pangan dan Hortikultura, dan pengembangan sumber daya manusia melalui pendampingan budidaya pisang Cavendish. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa perlu dilakukan penerapan strategi yang dapat direkomendasikan untuk meningkatkan produksi pisang Cavendish, antara lain perlunya kemitraan bagi petani pisang Cavendish dan terus meningkatkan standar produksi agar pisang Cavendish OKU Timur dapat bersaing dengan pisang Cavendish impor
The KARAKTERISTIK FISIK PATI GEMBILI (Dioscorea esculenta L.) DAN TALAS (Colocasia esculenta L.) TERMODIFIKASI ALKOHOL-BASA
Modification of Dioscorea esculenta and Colocasia esculenta starch through NaOH-Etanol was conducted to improve and expand the use of this starch in instant product, especially as binding agent of laksa instant. This study aimed to determine the effect of varying amounts of NaOH on physical characteristics of lesser yam and taro starch. The research was conducted at Agricultural Product Chemical Laboratory, Agricultural Technology Department, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University. This study used a Split Plot Design with two treatment factors were the types of starch (lesser yam and taro) and varying amounts of NaOH 3 M (0, 3, 6, 9 g). The parameters observed included whiteness level, water solubility, water absorption index, solubility index, and swelling power. The results showed that the type of starch had significantly affected on water absorption index, water solubility, swelling power, solubility index of modified starch. The amount of NaOH had significantly affected on whiteness level, water absorption index. water solubility, swelling power, solubility inde of modified starch. Moreover, the interaction between types of starch and the amount of NaOH had significantly affected on water absorption index, solubility in water, solubility index of modified starch. The best treatment was lesser yam starch with the addition 3 g of NaOH 3M as binding agent.Modifikasi pati garut dan talas dengan metode alkohol-basa diperlukan untuk meningkatkan penggunaan pati dalam pengolahan produk instant, terutama sebagai binding agent pada pembuatan laksa instant. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah NaOH terhadap karakteristik fisik pati gembili dan talas termodifikasi. Dilaksanakan di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya. Metode Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPB) dengan dua faktor perlakuan yaitu jenis pati (gembili dan talas) dan variasi jumlah NaOH 3 M (0, 3, 6, 9 g). Parameter yang diamati meliputi derajat putih, indeks absorbsi air, kelarutan dalam air, indeks kelarutan dan swelling power. Hasil penelitian menunjukkan jenis pati berpengaruh nyata terhadap indeks absorbsi air, kelarutan dalam air, indeks kelarutan, dan swelling power. Jumlah NaOH berpengaruh nyata terhadap derajat putih, indeks absorbsi air, kelarutan dalam air, indeks kelarutan, dan swelling power. Lebih lanjut, interaksi perlakuan diantara jenis pati dan jumlah NaOH berpengaruh nyata terhadap indeks absorbsi air, kelarutan dalam air, indeks kelarutan, dan kadar abu. Penggunaan pati gembili yang dimodifikasi dengan penambahan 3 g NaOH 3 M merupakan perlakuan terbaik sebagai binding agent
Analisis CPUE dan Pola Musim Penangkapan Ikan Tenggiri (Scomberomorus spp.) yang Didaratkan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kurau Kabupaten Bangka Tengah
Tenggiri adalah salah satu jenis ikan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan banyak digemari oleh Masyarakat sebagai bahan baku untuk produk olahan perikanan serta sebagai komoditas ekspor. Kegiatan pemanfaatan perikanan terjadi di pelabuhan, seperti Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kurau Kabupaten Bangka Tengah. Namun, kegiatan pemanfaatan yang tidak tepat dapat membahayakan stok tenggiri di masa mendatang, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai CPUE, pola musim penangkapan, ukuran layak tangkap dan daerah penangkapan tenggiri dengan pancing ulur yang didaratkan di PPI Kurau Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2024. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan survei dan observasi. Pengumpulan data dengan metode survei dilakukan dengan wawancara nelayan dan dokumentasi data tahun 2019-2023 dari PPI Kurau, sedangkan pengumpulan data observasi dilakukan dengan mengukur panjang tenggiri secara langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CPUE tenggiri tahun 2019-2023 mengalami fluktuasi dengan nilai CPUE berkisar 17,18-30,24 kg/trip. Trend CPUE sedikit meningkat (naik) yang menandakan tingkat eksploitasi masih ditahap berkembang, dengan persamaan y = 0,0009x + 21,23 dan R2 = 0,0367. Musim puncak penangkapannya cenderung terjadi antara bulan November-April. Mayoritas tenggiri yang didaratkan memiliki panjang <65 cm, menandakan bahwa tenggiri yang ditangkap masih belum mencapai ukuran layak tangkap. Daerah penangkapan tenggiri berdasarkan hasil wawancara adalah sekitar Laut Natuna Utara dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711, seperti Pulau Bebuar, Mugung, Malang, Lemadang, Karang Ular, Karang Kering, Karang Sembilan, Tuing, dan Pulau Gelasa.
Kata Kunci : CPUE, Musim Penangkapan, Pancing Ulur, Tenggir
Alternatif Penyelesaian Sengketa Larangan Ekspor Nikel Indonesia Di WTO
Indonesia has been sued by the European Union for the nickel ore ban form 1 January 2020. That Export Prohibition has done because Indonesia want to downsteraming the nickel by not exporting nickel ore as raw material, but as electrical car battery. European Union feel being aggrieved by that policy. Indonesia has been defeated in the Panel investigation process and appealing to the WTO Appellate Body. WTO is a world trade organization that is actually created to smooth the interests of developed countries, but developing countries WTO members also make various efforts so that the WTO system also provides justice for developing countries so that there is a tug-of-war between developed and developing countries in the WTO. Indonesia's case against the European Union in the nickel export ban dispute is an example of a conflict of interest between developed countries and developing countries within the WTO. WTO rules decides if the Appeal result has been reported mean the result should be obeyed, that mean if Indonesia lose Appeal Indonesia should export nickel ore as raw material again. There is still a chance for Indonesia to win this dispute, but to avoid defeat in order to avoiding defeat Indonesia can choose ways in the WTO Dispute Settlement System. Those ways are Mutually Agreed Solutions, Good Offices, Conciliation, Mediation, and Arbitratio in Pursuant to the Article 25.1 of the DSU.Indonesia telah digugat oleh Uni Eropa berkaitan dengan adanya pelarangan ekspor bijih nikel mulai 1 Januari 2020. Pelarangan ekspor itu dilakukan karena Indonesia akan melakukan hilirisasi nikel, dengan tidak mengekspor bijih nikel sebagai bahan mentah, namun menggolahnya menjadi baterai mobil listrik. Uni Eropa merasa dirugikan oleh kebijakan tersebut. Indonesia telah kalah pada tahapan pemeriksaan panel dan mengajukan banding ke Appellate Body WTO. WTO adalah organisasi perdagangan dunia yang sebenarnya dibuat untuk memuluskan kepentingan negara-negara maju, namun negara-negara berkembang anggota WTO juga melakukan berbagai upaya agar sistem WTO juga memberikan keadilan bagi negara berkembang sehingga terjadi tarik ulur antara negara maju dan negara berkembang di dalam WTO. Kasus Indonesia melawan Uni Eropa dalam sengketa pelarangan ekspor nikel adalah contoh konflik kepentingan antara negara maju melawan negara berkembang di dalam WTO. Menurut peraturan WTO jika hasil banding sudah diadopsi oleh Panel, maka harus ditaati, artinya apabila Indonesia kalah, maka Indonesia harus mengizinkan kembali ekspor bijih nikel sebagai bahan mentah. Masih terdapat peluang bagi Indonesia untuk memenangkan sengketa ini, namun untuk menghindari kekalahan, Indonesia dapat memilih cara lain yang ada di dalam mekanisme penyelesaian sengketa WTO. Cara-cara tersebut adalah Mutually agreed solutions, Good Offices, Conciliation, Mediation, serta Arbitration sesuai Pasal 25.1 DSU
Perjanjian Terapeutik: Problematika dan Pelaksanaan di Rumah Sakit Umum Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
A therapeutic agreement is a contractual relationship between a doctor and a patient. As a legal act, a therapeutic agreement carries legal consequences when the parties neglect or do not perform their obligations. In practice, often civil lawsuit cases are filed by a patient against a doctor as a result of non-performance of the therapeutic agreement. This study aims to identify and determine the legal problems in the implementation of therapeutic agreements between doctors and patients at Ir. Soekarno Hospital, Bangka Belitung. Based on these objectives, academically the results of this research are expected to be used as a starting point in legal research related to the implementation of therapeutic agreements between doctors and patients, and practically the results of this research are expected to be used as input in legal research on the implementation of therapeutic agreements between doctors and patients. This research uses socio legal research method
Dinamika Perubahan Garis Pantai Di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat Pada Tahun 2011-2021
Shoreline change can be an increase (accretion) or decrease (abrasion) of land on the coast due to human activities. This research aims to determine shoreline change occurs at Muara Gembong in 2011-2021 using coastline extracted from Landsat satellite imagery with band ratio and composite RGB methods. Shoreline changes were analyzed with Digital Shoreline Analysis (DSAS) using Net Shoreline Movement (NSM), End Point Rate (EPR), and Linear Regression Rate (LRR) statistical methods, to identify distance and rate of coastline change. Muara Gembong area is divided into Zone A located in the south and Zone B located in the north which is directly exposed to the Java Sea. Shoreline change for 10 years showed a tendency to accrete as far as 6.81 m. Rate of shoreline change value 0.18 m/year with accretion rate 12.24 m/year and abrasion rate -7.68 m/year. The total area of abrasion in 10 years comes to 805,562.41 m2 and the area of accretion is 881,897.24 m2. The direction of sediment transport in Zone A leads to the south or to the left of estuary, while in Zone B heading east or right of estuary. It is influenced by the greatest contribution of wave energy that propagates from the northwest.
Perubahan garis pantai dapat berupa bertambahnya (akresi) atau berkurangnya (abrasi) daratan di wilayah pesisir salah satunya akibat aktivitas manusia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perubahan garis pantai berupa abrasi dan akresi yang terjadi di Muara Gembong tahun 2011-2021 menggunakan garis pantai hasil ekstraksi dari citra satelit Landsat dengan metode band ratio dan composite RGB. Analisis perubahan garis pantai dengan Digital Shoreline Analysis (DSAS) menggunakan metode statistika Net Shoreline Movement (NSM), End Point Rate (EPR) dan Linear Regression Rate (LRR) untuk mengindentifikasi jarak dan laju perubahan garis pantai. Area Muara Gembong dibagi menjadi Zona A yang terletak di selatan dan Zona B yang terletak di utara berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Perubahan garis pantai yang terjadi selama 10 tahun menunjukkan kecenderungan akresi sejauh 6,81 m. Laju perubahan garis pantai menunjukan nilai 0,18 m/tahun dengan laju akresi 12,24 m/tahun dan laju abrasi -7.68 m/tahun. Selain itu total luas abrasi selama 10 tahun pada seluruh zona yaitu 805.562,41 m2 dan total luas akresi 881.897,24 m2. Arah transpor sedimen pada Zona A mengarah ke selatan atau ke kiri dari muara sungai, sedangkan pada Zona B mengarah ke timur atau kanan dari muara sungai. Hal ini dipengaruhi oleh kontribusi terbesar energi gelombang yang menjalar dari arah barat laut
Surveilans WSSV Pada Carrier Dan Perairan Di Pesisir Anyer Dan Carita, Banten
Wilayah pesisir Anyer dan Carita lebih dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Provinsi Banten, namun di kawasan tersebut juga terdapat panti benih (hatchery) dan tambak udang udang vaname. Keberadaan tambak udang tersebut dapat menurunkan kualitas air dan menjadi sumber penyebaran penyakit udang, seperti white spot syndrome virus (WSSV) yang dapat menularkan ke panti benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan white spot syndrome virus (WSSV) pada lingkungan perairan dan carrier yang terdapat di perairan sekitar tambak udang di wilayah pesisir Anyer dan Carita. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2022 yang berlokasi di perairan sekitar tambak udang wilayah pesisir Anyer dan Carita, Provinsi Banten dengan menggunakan metode deteksi real time-polymerase chain reaction (RT-PCR). Hasil penelitian menunjukkan 4 sampel terdeteksi WSSV dari 70 sampel yang terambil dengan nilai Ct 36,67(1), 35,99(2), 21,14(3) dan 35,61(4). Sampel yang terdeteksi WSSV berlokasi di stasiun 2 dan stasiun 5. Sampel positif ini terdeteksi pada perairan (air laut) dan carrier (teritip dan kelomang).The coastal areas of Anyer and Carita are better known as one of the leading tourist destinations in Banten Province, but in this area there are also hatcheries and vaname shrimp ponds. The existence of shrimp ponds can reduce water quality and become a source of spread of shrimp diseases, such as white spot syndrome virus (WSSV) which can transmit to hacthery. This research aimed to identify the presence of white spot syndrome virus (WSSV) in the aquatic environment and carriers found in the waters around shrimp ponds at the coastal areas of Anyer and Carita. This research was carried out from August to September 2022, located at the waters around shrimp ponds in the coastal areas of Anyer and Carita, Banten Province using the real time-polymerase chain reaction (RT-PCR) detection method. The results showed that 4 samples were detected by WSSV out of 70 samples taken with Ct values of 36.67(1), 35.99(2), 21.14(3) and 35.61(4). The samples detected by WSSV were located at station 2 and station 5. These positive samples were detected in waters (sea water) and carriers (barnacles and hermit crabs)
Pirdot Leaves Extract (Saurauia vulcani Korth) As Natural Antioxidant to Inhibit Oxidation Reaction of Crude Palm Oil (CPO)
The Pirdot plant (Saurauia vulcani Korth) is a wild plant that grows abundantly in tropical regions such as in North Sumatra. The active compounds found in Pirdot plant leaves are known to have good antioxidant activity. The aim of this research is to evaluate the n-hexane and methanol extracts of Pirdot plant leaves in inhibiting oxidation in crude palm oil (CPO). In this study, the Pirdot plant leaves were extracted using n-hexane (EHP) and methanol (EMP) solvents. The effectiveness of adding both extracts to the quality of CPO was tested for eight days using the parameters of free fatty acid content and peroxide value. The results of the effectiveness test for adding both extracts to CPO showed a good inhibitory effect on the oxidation reaction in CPO. The EMP extract at a concentration of 5000 ppm was more effective in maintaining the quality of CPO for 8 days, with a free fatty acid content of 3.09% and a peroxide value of 14.03 meq O2/kg