Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
2165 research outputs found
Sort by
REKONSILIASI SEQUENCE PENAMBANGAN BERDASARKAN MINE PLAN DESIGN DI PIT 4 PADA BULAN OKTOBER TAHUN 2023 PT. DIZAMATRA POWERINDO
PT. Dizamatra Powerindo merupakan salah satu perusahaan nasional bergerak di bidang industri pertambangan batubara untuk berbagai industri lokal maupun pasar internasional sejak tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketercapaian rencana penambangan terhadap realisasi dilapangan, faktor penyebabnya, dampak, serta upaya yang dapat dilakukan agar rencana penambangan dapat terealisasi berdasarkan mine plan design. Data yang dibutuhkan pada penelitian adalah peta rencana penambangan, kemajuan, data schema dan quality. Pengolahan data menggunakan software tambang yang menghasilkan gambaran ketidaksesuaian (crosssection), rainbow contour dengan cara memberikan sayatan 2 dimensi yang menunjukkan daerah yang mengalami undercut, overcut, dan in off plan. Pada realisasinya didapat ketercapaian produksi aktual Bulan Oktober 2023 Pit 4 PT Dizamatra Powerindo sebesar 78,00% dari 841.406 BCM yaitu 656.299,09 BCM untuk overburden, 80,84% dari 237.674 Ton yaitu 192.142,94 Ton untuk batubara dan nilai stripping rasio yang direncanakan sebesar 3,54 dan aktual yang didapat menjadi 3,41. Penyebab terjadi ketidaktercapaian adalah Effectif Working Hours (EWH) yang lebih kecil dari rencana, produktivitas yang lebih rendah dari rencana dan kurangnya pengawasan. Ketidaktercapaian tersebut akan berpengaruh kepada nilai stripping ratio pada bulan berikutnya dan peningkatan beban produksi untuk kegiatan penambangan di bulan berikutnya. Adapun solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi adanya ketidaktercapaian tersebut adalah penambahan indicator loss time dalam laporan bulanan sebagai upaya peningkatan EWH dan dilakukan peningkatan pengawasan.PT. Dizamatra Powerindo merupakan salah satu perusahaan nasional bergerak di bidang industri pertambangan batubara untuk berbagai industri lokal maupun pasar internasional sejak tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketercapaian rencana penambangan terhadap realisasi dilapangan, faktor penyebabnya, dampak, serta upaya yang dapat dilakukan agar rencana penambangan dapat terealisasi berdasarkan mine plan design. Data yang dibutuhkan pada penelitian adalah peta rencana penambangan, kemajuan, data schema dan quality. Pengolahan data menggunakan software tambang yang menghasilkan gambaran ketidaksesuaian (crosssection), rainbow contour dengan cara memberikan sayatan 2 dimensi yang menunjukkan daerah yang mengalami undercut, overcut, dan in off plan. Pada realisasinya didapat ketercapaian produksi aktual Bulan Oktober 2023 Pit 4 PT Dizamatra Powerindo sebesar 78,00% dari 841.406 BCM yaitu 656.299,09 BCM untuk overburden, 80,84% dari 237.674 Ton yaitu 192.142,94 Ton untuk batubara dan nilai stripping rasio yang direncanakan sebesar 3,54 dan aktual yang didapat menjadi 3,41. Penyebab terjadi ketidaktercapaian adalah Effectif Working Hours (EWH) yang lebih kecil dari rencana, produktivitas yang lebih rendah dari rencana dan kurangnya pengawasan. Ketidaktercapaian tersebut akan berpengaruh kepada nilai stripping ratio pada bulan berikutnya dan peningkatan beban produksi untuk kegiatan penambangan di bulan berikutnya. Adapun solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi adanya ketidaktercapaian tersebut adalah penambahan indicator loss time dalam laporan bulanan sebagai upaya peningkatan EWH dan dilakukan peningkatan pengawasan
Optimalisasi Waktu Hambatan Excavator Untuk Mencapai Target Produksi Batubara Pit C CV Kutai Kumala Energy
The barriers on the activity causes losstime. The losstime of excavator that so high cause coal production targets not to be achieved. Therefore efforts are made to improve the losstime. The analysis of multiple linear regression multivariate is used as a problem solving approach, namely finding the maximum limit of idle time and delay time and formulating the optimal losstime. Based on observations of the idle time and delay time of two excavator units operating in the morning shift, the regression equation is obtained Y = 1832.782 – 95.134X1. The equation of optimal losstime is X2 = -0.8729X1 + 10.71. The simulation is carried out based on the average actual data, the maximum idle time limit of 6.67 hours and a delay time of 4.89 hours. For an idle time of 4.45 hours, it is expected that the delay time will not exceed 6.83 hours in order to achieve the production target. The causes of unfulfilled of production were include rain, landslides, breakdown units, slippery, operator needs and et cetera
Perancangan Perancangan Dan Penjadwalan Penambangan Tahun 2023 Di Pit 3 PT. Mutiara Fortuna Raya 180 Kabupaten Muaro Jambi
PT Mutiara Fortuna Raya's mining operations are currently guided by an annual mining design without detailed mining scheduling. However, variations in mining direction and sequence can lead to discrepancies in coal expose achievement, ultimately impacting coal production outcomes. High SR locations demand a more overburden volume and time. This research aims to evaluate various mining direction options to determine the most optimal approach. The research methodology uses a quantitative approach, comparing three mining scheduling scenarios: panel scenario, strip scenario, and block scenario. These scenarios are based on the 2023 reserve design results of 180,518 tons coal and 385,390 BCM of overburden. The outcomes of these three scenarios reveal varying stripping ratios across each period. Stripping ratio for the panel scenario: Quarter I SR 10.84, Quarter II SR 4.77, Quarter III SR 1.64, and Quarter IV SR 0.20. Stripping ratio for the strip scenario: Quarter I SR 5.11, Quarter II SR 2.40, Quarter III SR 1.67, and Quarter IV SR 0.53. Stripping ratio for the block scenario: Quarter I SR 8.93, Quarter II SR 3.10, Quarter III SR 1.74, and Quarter IV SR 0.21. Analysis of three scenarios indicates that block scenario presents the most favorable schedulling for implementation
DESAIN DAN ANALISA VELG MOBIL 15 INCH TIPE ALUMINIUM ALLOY 6061 MELALUI SIMULASI PENGUJIAN DYNAMIC CORNERING FATIGUE SESUAI STANDAR SAE J 328
The rim is the part of the wheel that gets the force and tension because of holding the vehicle's weight in a stationary or moving position. Wheels have a critical zone related to force and stress in the area called the spoke. This study aims to compare several wheel models that have been modified to find the minimum critical value. The wheels that were analyzed consisted of model 1 wheels with a spoke radius of 4 mm, model 2 wheels with a spoke radius of 8 mm and model 3 wheels with a spoke radius of 12 mm. The research method was carried out using a static structural analysis method with a reverse engineering approach. The research was carried out in several stages related to dynamic cornering fatigue testing and loading. The results of this test are compared with the standard of the Society of Automotive Engineers (SAE) J 328. Wheel design using Autodesk Inventor 2016 software and simulated using ANSYS Workbench R1 2022 software. The results of the simulation are the equivalent elastic strain, equivalent von misses, and fatigue life values of the three-wheel models. Model 1 alloy wheel design has an equivalent von misses value of 75.022 MPa, an equivalent elastic strain of 0.0016627 mm/mm and a fatigue life value of 1,000,000 rounds. The model 2 alloy wheel design has an equivalent von Misses value of 119.53 MPa, an equivalent elastic strain of 0.001862 mm/mm and a fatigue life value of 1,000,000 rounds. The model 3 alloy wheel design obtained an equivalent von misses value of 136.96 MPa, an equivalent elastic strain of 0.0019852 mm/mm and a fatigue life value of 841,040 rounds. Of all the wheel models, seen from the simulation results, they meet the SAE J 328 standardVelg adalah bagian roda yang mendapatkan gaya dan tegangan akibat dari menahan berat kendaraan pada posisi diam atau bergerak. Velg memiliki zona kritis terkait gaya dan tegangan pada daerah bernama spoke. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan beberapa model velg yang telah dimodifikasi guna mencari nilai kritis yang minimum. Velg yang dilakukan analisis terdiri dari model velg 1 dengan radius spoke 4 mm, velg model 2 radius spoke 8 mm serta velg model 3 radius spoke 12 mm. Metode penelitian dilakukan menggunakan metode static structural analysis dengan pendekatan reverse engineering. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahapan terkait pengujian dynamic cornering fatigue dan pemberian beban. Hasil dari pengujian ini dibandingkan dengan standar Society of Automotif Engineer (SAE) J 328. Desain velg menggunakan software Autodesk Inventor 2016 dan disimulasi memakai software ANSYS Workbench R1 2022. Hasil dari simulasi berupa nilai equivalent elastic strain, equivalent von misses, dan fatigue life dari ketiga model velg tersebut. Desain velg model 1 mempunyai nilai equivalent von misses 75,022 MPa, equivalent elastic strain 0,0016627 mm/mm dan nilai fatigue life 1.000.000 putaran. Desain velg model 2 mempunyai nilai equivalent von misses 119,53 MPa, equivalent elastic strain 0,001862 mm/mm serta nilai fatigue life 1.000.000 putaran. Desain velg model 3 didapatkan nilai equivalent von misses 136,96 MPa, equivalent elastic strain 0,0019852 mm/mm dan nilai fatigue life 841.040 putaran. Dari semua model velg dilihat dari hasil simulasi dinyatakan memenuhi standart SAE J 328
OPTIMASI KINCIR AIR TIPE UNDERSHOT: PENGARUH JUMLAH SUDU DAN KETINGGIAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN EKSPERIMENTAL
Electrical energy is the most needed energy today. Electrical energy has become the main thing in all aspects of human life, that's why meeting the needs of electrical energy is very important. The form of energy generation that uses renewable sources is the main thing to look for today. Several types of renewable energy can be used as renewable energy sources such as solar, wind, and water. Water energy is one of the renewable energy sources whose utilization does not have an impact on the surrounding environment. The use of waterwheels is one of the uses of water energy into microhydro power plants (PLTMH). However, not all waterwheels can be used at low heads and large discharges. Of the various types of waterwheels, the undershot waterwheel type has a simple construction, can be used at low heads and small discharges but has low efficiency. This study aimed to determine the best performance from the use of the number of blades, height, and use of the blade shape of the undershot waterwheel. From this study, it is known that the use of a semi-cylindrical blade shape can reduce the drag force of the water behind the blade which can reduce the thrust resulting from the collision of water with the front of the blade. From the study results, it was found that the best performance was achieved using the number of semi-cylindrical blade and the number of 16 blade, which was 2.19 %.Energi listrik merupakan energi yang paling dibutuhkan saat ini. Energi listrik sudah menjadi hal utama dalam seluruh segi kehidupan manusia karena itulah pemenuhan kebutuhan energi listrik menjadi sangat penting. Bentuk pembangkit energi yang menggunakan sumber terbaharukan menjadi hal utama yang dicari saat ini. Ada beberapa jenis energi terbaharukan yang dapat dijadikan sebagai sumber energi terbaharukan misalnya seperti energi surya, angin, dan air. Energi air merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang pemanfaatannya tidak menimbulkan dampak pada lingkungan sekitar. Penggunaan kincir air merupakan salah satu pemanfaatan energi air menjadi pembangkit listrik mikrohidro (PLTMH). Namun tidak semua kincir air dapat dimanfaatkan pada head rendah dan debit yang besar. Dari bermacam macam jenis kincir jenis kincir air undershot memiliki konstruksi sederhana, dapat dimanfaatkan pada head rendah dan debit kecil namun memiliki efisiensi yang rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui performa terbaik dari penggunaan jumlah sudu, ketinggian, dan penggunaan bentuk sudu dari kincir air undershot. Dari penelitian ini diketahui bahwa penggunaan bentuk sudu setengah silinder dapat mengurangi gaya hambat dari air yang ada di belakang sudu yang dapat mengurangi gaya dorong hasil tumbukan air dengan bagian depan sudu. Hasilnya didapatkan bahwa performa terbaik dicapai pada penggunaan jumlah sudu setengah silinder dan jumlah sudu 16 buah sudu yaitu sebesar 2,19 %
Analysis of Water Quality in Vaname Shrimp Pond CV. Putera Manggala Abadi, Pagarawan Village
Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dinilai sebagai varietas unggul, meskipun demikian mengetahui paramater kualitas air sangat dibutuhkan, sehingga peran air sangat penting untuk diperhatikan sesuai dengan kebutuhan udang Vaname. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis nilai parameter kualitas air pada kawasan budidaya udang Vaname yang meliputi suhu, Total Suspendid Solid (TSS), pH, salinitas, Dissolved Oxygen (DO), Biological Oxygen Demand (BOD) dan amonia di CV. Putera Manggala Abadi. Kegiatan analisa dilakukan pada tiga Stasiun yaitu Stasiun I (sungai Selindung), Stasiun II (tambak udang) dan Stasiun III (air limbah tambak). Metode penelitian ini menggunakan metode Storet dan daya tampung air limbah. Hasil pengukuran parameter pada kualitas air ketiga stasiun yang sesuai dengan baku mutu yaitu suhu, Total Suspendid Solid (TSS), salinitas, pH, Dissolved Oxygen (DO) dan Biological Oxygen Demand (BOD). Hasil pengukuran kualitas air yang tidak sesuai dengan baku mutu yaitu parameter amonia. Hasil perhitungan status mutu air sungai (Stasiun I) menggunakan metode Storet menunjukkan total skor sebesar -4. Hasil perhitungan status mutu air limbah menggunakan daya tampung beban pencemaran air menunjukkan pada BPA < BPM, dimana air limbah masih sesuai dengan baku mutu. Pengukuran parameter kualitas air secara berkala dapat memungkinkan mengatisipasi dampak terhadap udang Vaname berakibat terhadap tingkat produktivitas. Dalam mengatasi fluktuasi parameter lingkungan perlu dilakukan, pergantian air, penyiponan, dan pemberian probiotik secara berkala.Vaname shrimp (Litopenaeus vannamei) is valued as a superior variety, however, knowing the parameters of water quality is needed, so the role of water is very important to pay attention to according to the needs of Vaname shrimp. The purpose of this study is to analyze the value of water quality parameters in the Vaname shrimp farming area which includes temperature, Total Suspendid Solid (TSS), pH, salinity, Dissolved Oxygen (DO), Biological Oxygen Demand (BOD) and ammonia in CV. Prince of Manggala Abadi. Analysis activities were carried out at three stations, namely Station I (Selindung river), Station II (shrimp pond) and Station III (pond wastewater). This research method uses the Storet method and wastewater holding capacity. The results of parameter measurements on the water quality of the three stations are in accordance with quality standards, namely temperature, Total Suspendid Solid (TSS), salinity, pH, Dissolved Oxygen (DO) and Biological Oxygen Demand (BOD). The results of water quality measurements that are not in accordance with quality standards, namely ammonia parameters. The calculation of river water quality status (Station I) using the Storet method shows a total score of -4. The results of calculating the status of wastewater quality using the carrying capacity of water pollution loads show BPA < BPM, where wastewater is still in accordance with quality standards. Regular measurement of water quality parameters can allow anticipating the impact on Vaname shrimp resulting in productivity levels. In overcoming fluctuations in environmental parameters, it is necessary to change water, pony, and administer probiotics periodically
Pengaruh Karakteristik Agregat Terhadap Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi
The aggregate's quality, geology, geography, climatic conditions, and the technique used to manufacture aggregate all have an effect on the quality of high-strength concrete. In this study, the characteristics of the fine and coarse aggregate from the three sources the Jeneberang, Maros, and Pangkajene rivers—were examined, as well as their effects on the compressive strength of high-strength concrete. The research was conducted in stages, which included the testing of coarse and fine aggregate characteristics, composition of concrete, creat of concrete specimens, compressive strength test, and analysis of aggregate characteristics effect on the compressive strength of high-strength concrete.
The results showed that that the fine aggregate characteristics of the Jeneberang River as a whole are better than those of the Maros River and Pangkajene River. While the coarse aggregate properties of the main Lekopancing River are greater than the coarse aggregate characteristics of the Pangkajene River and Jeneberang River. The compressive strength varies based on the fine and coarse aggregates used. Results of the linear regression study of the correlation of aggregate features to fine aggregate compressive strength showed a considerable influence contribution; Organic content 99.6%, water content 86.7%, specific gravity 98.2%, volume weight 98%, absorption 98.8%, and fine modulus 90.3%. Sludge content has an approximate 7% impact. Similarly, the coarse aggregate of parameters showed effect: wear 99.8%, water content 99.8%, specific gravity 99.2%, volume weight 92.6%, and absorption 76.2%, with exception of sludge content, which is only 33.2% 33.2%, and fine modulus 29.8%.Kualitas beton mutu tinggi salah satunya dipengaruhi oleh kualitas agregat, kualitas agregat akan tergantung kondisi geologis, geografis, kondisi iklim dan proses dimana terbentuknya agregat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik agregat halus dan agregat kasar dari tiga sumber yaitu Sungai Jeneberang, Sungai Lekopancing dan Sungai Pangkajene, serta pengaruhnya terhadap kuat tekan beton mutu tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan; pengujian karakteristik agregat halus dan agregat kasar, perancangan komposisi campuran beton dan pembuatan benda uji beton, pengujian kuat tekan, serta analisis pengaruh karakteristik agregat terhadap kuat tekan beton mutu tinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik agregat halus dari Sungai Jeneberang secara keseluruhan lebih baik dibandingkan dengan agregat halus dari Sungai Maros dan Sungai Pangkajene. Sementara karakteristik agregat kasar dari Sungai Maros umumnya lebih baik dari pada karakteristik agregat kasar dari Sungai Jeneberang dan Sungai Pangkajene. Kuat tekan yang dihasilkan semakin tinggi linier dengan karakteristik agregat halus maupun agregat kasar. Hasil analisis regresi linier hubungan masing-masing karakteristik agregat halus dengan kuat tekan beton mutu tinggi menunjukkan pengaruh signifikan, yakni; kadar organik 99.6%, kadar air 86.7%, berat jenis 98.2%, berat isi 98%, absorpsi 98.8% dan MHB 90.3%, kecuali kadar lumpur hanya berpengaruh 7%. Demikian juga agregat kasar secara umum berpengaruh signifikan terhadap kuat tekan beton mutu tinggi, yakni keausan 99.8%, kadar air 99.8%, berat jenis 99.2%, berat isi 92.6%, dan absorpsi 76.2%, kecuali kadar lumpur yang hanya 33.2%, dan MHB 29.8%
Kelimpahan Ikan Chaetodontidae Dan Pomacentridae Di Ekosistem Terumbu Karang, Tanjung Labu
Tanjung Labu waters have a coral reef ecosystem and are rich in a variety of biota such as the Pomacentridae and Chaetodotidae families. This family is an indicator of the health of coral reefs and plays a role in maintaining ecosystem balance. The aim of the research is to calculate the abundance of the Chaetodontidae and Pomacentridae families and analyze the relationship between the abundance of Chaetodontidae and Pomacentridae fish and habitat characteristics in coral reef ecosystems. The research was carried out in March 2024 in the waters of Tanjung Labu. The method used is UPT (Underwater Photo Transect) for coral reefs and UVC (Underwater Visual Census) for coral reef fish and the PAST 4.03 application to determine the relationship. The research results showed that the average live coral cover was 51.15%, and the abundance of the Chaetodontidae and Pomacentridae families was 1/m2. The number of individuals and species of the Chaetodontidae family is 37 individuals and 3 species, while the Pomacentridae family is 386 individuals and 20 species. The Chaetodontiadae family relationship is positively correlated with basic substrate cover components such as abiotic and other fauna, as well as environmental parameters such as brightness and current speed, but is negatively correlated with live coral and the type of coral reef life form, while the Pomacentridae family relationship is positively correlated with the closure component. basic substrates such as coral reef life form and dead coral, as well as environmental parameters such as water depth.Perairan Tanjung Labu memiliki ekosistem terumbu karang dan kaya akan ragam biota seperti family Pomacentridae dan Chaetodotidae. Family ini sebagai indikator kesehatan terumbu karang dan berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Tujuan penelitian yaitu menghitung kelimpahan family Chaetodontidae dan Pomacentridae serta menganalisis hubungan antara kelimpahan ikan Chaetodontidae dan Pomacentridae dengan karakteristik habitat pada ekosistem terumbu karang. Penelitian dilaksanakan bulan Maret 2024 di perairan Tanjung Labu. Metode yang digunakan UPT (Underwater Photo Transek) untuk terumbu karang dan UVC (Underwater Visual Census) untuk ikan terumbu karang, dan Aplikasi PAST 4.03 untuk mengetahui hubungan. Hasil penelitian menunjukan tutupan karang hidup rata – rata sebesar 51,15%, Kelimpahan family Chaetodontidae dan Pomacentridae sebanyak 1 ind/m2. Jumlah individu dan spesies family Chaetodontidae sebanyak 37 individu dan 3 spesies sedangkan family pomacentridae sebanyak 386 individu dan 20 spesies. Hubungan family Chaetodontiadae berkorelasi positif dengan komponen penutupan substrat dasar seperti abiotik dan fauna lain, serta parameter lingkungan seperti kecerahan dan kecepatan arus, tetapi berkorelasi negatif dengan karang hidup dan jenis bentuk kehidupan (life form) terumbu karang sedangkan hubungan family Pomacentridae berkorelasi positif dengan komponen penutupan substrat dasar seperti bentuk kehidupan (life form) terumbu karang dan karang mati, serta parameter lingkungan seperti kedalaman air
Analysis of Diazo Quinolinone Complexes with Various Metal Ions
Quinolones are heterocyclic compounds that are important in medicine and materials for DSSCs or OLEDs. One thing that is rarely studied is the ability to detect metal ions. Diazo groups have an important role in forming complexes with metal ions. This research aims to obtain initial information regarding the metal detection capabilities of diazo quinolinone compounds. The compound 7-[(2,4-dihydroxyphenyl)diazenyl]-4-methyl-2-quinolinone is the test target. Tests were carried out with various metal ions in MeOH. Next, the wavelength of the complex was determined using a UV-Vis spectrophotometer. The results of complex analysis of Compound 2 with various metal ions show the potential to be an indication of the presence of metal ions
Sosialisasi Sistem Infomasi Penerangan Pasal Tindak Pidana Khusus pada Kantor Hukum HBA & Partner
Sosialisasi sistem informasi penerangan pasal tindak pidana khusus pada Kantor Hukum HBA & Partner bertujuan untuk meningkatkan pemahaman hukum masyarakat terhadap tindak pidana khusus yang meliputi kejahatan seperti korupsi, narkotika, dan kejahatan siber. Program ini menggunakan teknologi informasi untuk mendistribusikan informasi hukum secara luas dan efektif melalui platform digital, termasuk situs web, media sosial, dan aplikasi mobile. Selain itu, kegiatan edukatif seperti seminar, workshop, dan diskusi panel dengan pakar hukum juga diselenggarakan untuk memberikan pengetahuan yang lebih mendalam.The socialization of the information system on specific criminal law articles at HBA & Partner Law Office aims to enhance public understanding of special criminal acts, including crimes such as corruption, narcotics, and cybercrime. This program utilizes information technology to disseminate legal information widely and effectively through digital platforms, including websites, social media, and mobile applications. Additionally, educational activities such as seminars, workshops, and panel discussions with legal experts are conducted to provide deeper knowledge