Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
    2165 research outputs found

    PEMBANGKIT LISTRIK RAMAH LINGKUNGAN BERTENAGA SURYA GUNA MEMENUHI KEBUTUHAN NELAYAN PANTAI MATRAS BANGKA

    Get PDF
    Natural resources in the form of solar heat, can be used as an alternative to electricity generation by using a power plant tool in the form of solar panels. In certain areas there are still many who need a supply of electric power, for example in the Turun Aban Sungailiat Beach area, Bangka Belitung Islands Province. At that location there is no electric power supply at all, the fishermen at the Turun Aban Beach location often carry out the process of transporting catches at night conditions. Therefore, to meet their needs, these fishermen can use alternative power plants in the form of solar panels. This research examines the process of analyzing the performance of solar-powered power plants. The solar panel produces 115.28 watts of power in 1 day. The time required for charging the battery is 5.81 hours/day and the battery endurance time is 4.65 hours in 1 day.Sumber daya alam berupa  panas matahari, dapat dijadikan sebagai alternatif pembangkit listrik dengan mengguakan suatu alat pembangkit listrik berupa panel surya. Di daerah-daerah tertentu masih banyak yang memerlukan pasokan daya listrik seperti contoh pada daerah Pantai Turun Aban Sungailiat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Di lokasi tersebut belum ada pasokan daya listrik sama sekali, para nelayan yang ada di lokasi Pantai Turun Aban sering melakukan proses pengangkutan hasil tangkapan pada kondisi malam hari. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan, para nelayan tersebut dapat menggunakan alternatif pembangkit listrik berupa panel surya. Penelitian ini mengkaji tentang proses analisis kinerja pembangkit listrik bertenaga surya. Panel surya menghasilkan daya sebesar 115,28 watt dalam 1 hari. Waktu yang dibutuhkan untuk pengisian daya pada aki adalah 5,81 jam/hari dan waktu ketahanan aki selama 4,65 jam dalam 1 hari

    Analisis Pengaruh Konsumsi Mi Instan dalam Strategi Penghematan Mahasiswa Kos di Sekolah Vokasi IPB University, Kota Bogor, Jawa Barat

    Get PDF
    Instant food, such as instant noodles, is highly favored as a substitute for rice. Instant noodles are especially popular among people, particularly students who live in boarding houses, as they save time, money, and are convenient to consume. This aligns well with students' busy lifestyles, as they often choose fast food when they are hungry; this habit has become common for boarding students in their daily lives. This study aims to analyze the influence of instant noodle consumption as a saving strategy for boarding students at the Vocational School of IPB University. A descriptive qualitative and quantitative method was used, with data collected through a survey of 100 boarding students at the Vocational School of IPB University. The study's results indicate that income and expenditure significantly influence the saving strategies of boarding students at the Vocational School of IPB University. Additionally, the questionnaire results were found to be valid and reliable, with Pearson Correlation values for income, expenditure, and savings variables showing an r-value between >0.5 and 0.8, compared to the r-table value of 0.196, and a Cronbach's alpha value of 0.7. Based on the discussion, it can be conclu  ded that the questionnaire is both valid and reliable.Makanan instan sangat digemari sebagai pengganti nasi, seperti mi instan. Mi instan sangat disukai oleh berbagai kalangan, terutama mahasiswa, khususnya yang tinggal di kos, karena menghemat waktu, biaya, dan praktis untuk dikonsumsi. Hal ini sangat cocok karena mahasiswa sering melakukan berbagai aktivitas yang membuat mereka lebih cenderung memilih makanan siap saji saat merasa lapar; kebiasaan ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bagi anak kos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi mi instan sebagai bagian dari strategi penghematan bagi mahasiswa kos di Sekolah Vokasi IPB. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, di mana pengumpulan data dilakukan menggunakan metode survei terhadap 100 mahasiswa kos di Sekolah Vokasi IPB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pendapatan dan pengeluaran secara signifikan mempengaruhi strategi penghematan mahasiswa kos di Sekolah Vokasi IPB. Selain itu, hasil kuesioner dinyatakan valid dan reliabel, dengan nilai korelasi (Pearson Correlation) untuk variabel pendapatan, pengeluaran, dan penghematan menunjukkan nilai r-hitung >0,5-0,8 dibandingkan r-tabel sebesar 0,196, serta nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,7. Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kuesioner dapat dinyatakan valid dan reliabel

    Sertifikasi Indikasi Geografis Kopi: Pendekatan Studi Bibliometrik

    Get PDF
    Geographical indication certification of coffee is growing due to the demand for "specialty" coffee based on geographic origin. According to coffee lovers, the taste of coffee varies, depending on where the coffee is produced. As demand for geographic indication certified coffee increased, the research that related to this topic also developed. To find out the extent of research that has been carried out regarding the topic, this bibliometic research was conducted. The purpose of this research is to map research on geographical indication certification of coffee based on keywords and research titles so that gaps and novelties related to the topic are obtained. The type of research used is a quantitative descriptive method. The analysis used is bibliometric analysis with the Vosviewers software tool. Based on the analysis results, it was obtained from the network visualization mapping that there were 6 clusters originating from 3032 terms with 50 keywords that appeared at least 10 times. In research on geographical indication certification, the 3 most keywords that appeared were coffee, Indonesia, geographical indications. From the mapping visualization results, it is known that the latest research topics studied are signs, Arabica coffee, coffee farmers, factors, indicators, Indonesian coffee, Robusta coffee, quality, and West Java. The average publication related to these items was published in 2020-2021. From the results of the visualization mapping, the density of research topics related to coffee items in cluster 1, Indonesian items in cluster 4, and geographical indication items in cluster 2 have been widely researched, while topics in clusters 3, 5 and 6 have not yet been widely researched. These items are signs, coffee farmers, indicators, value, quality, coffee farmers, Robusta coffee, quality, and West Java.Sertifikasi indikasi geografis kopi berkembang karena adanya permintaan kopi “speciality” berdasarkan asal geografis. Citarasa kopi menurut kalangan pecinta kopi berbeda, tergantung dimana asal kopi tersebut dihasilkan. Seiring dengan berkembangnya permintaan akan kopi sertifikasi indikasi geografis, penelitian terkait topik ini juga banyak dilakukan. Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan penelitian-penelitian maka dilakukanlah penelitian bibliometik ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan penelitian-penelitian sertifikasi indikasi geografis kopi berdasarkan kata kunci dan judul penelitian sehingga diperoleh gap dan novelty terkait topik. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis bibliometrik dengan alat bantu software Vosviewers. Berdasarkan hasil analisis diperoleh pemetaan visualisasi jaringan terdapat 6 cluster yang berasal dari 3032 term dengan 50 kata kunci yang minimal kemunculannya 10 kali. Dalam penelitian sertifikasi indikasi geografis 3 kata kunci  terbanyak yang muncul adalah kopi, Indonesia, indikasi geografis. Dari hasil pemetaan visualisasi hamparan diketahui topik penelitian terbaru yang diteliti yaitu tanda, kopi arabika, petani kopi, faktor, indikator, kopi Indonesia, kopi robusta, kualitas, dan Jawa Barat. Rata-rata publikasi yang berkaitan dengan item-item tersebut dipublikasi pada tahun 2020-2021. Dari hasil pemetaan visualisasi kepadatan, topik penelitian yang berkaitan dengan item kopi pada cluster 1, item Indonesia pada cluster 4, dan item indikasi geografis pada cluster 2 sudah banyak diteliti sedangkan topik-topik yang berada pada cluster 3, 5 dan 6 masih belum banyak diteliti. Adapun item-item tersebut adalah tanda, petani kopi, indikator, nilai, kualitas, petani kopi, kopi robusta, kualitas, dan Jawa Barat

    Strategi Pengelolaan Ikan Teri (Stelephorus Sp) di Pelabuhan Perikanan Batu Belubang Kabupaten Bangka Tengah

    Get PDF
    The Marine and Fisheries Sector plays a very important role in supporting national development as a workforceabsorber, starting from fishing activities, cultivation, processing and distribution to marketing of fishery products.Therefore, the development of the fisheries sector requires special attention from the government in various aspectsfrom upstream to downstream. The abundance of catches of fishermen in Batu Belubang Village is dominated byanchovies. Information from https://babeltoday.com/ dated September 28, 2024 makes it a blessing or a burden forfishermen? To support the process of accelerating fisheries' development from upstream to downstream by utilisingthe potential and availability of raw materials from the catches of Batu Belubang fishermen according to consumerdemand, a study or scientific paper is needed to find a strategy for managing anchovies (Stelephorus Sp) at the BatuBelubang Fishing Port. The research was conducted in Oktober 2024 at the Batu Belubang Fishing Port. ResearchMethods: The data for this research comes from primary data using interview methods with shipowners, fishprocessing business actors in Batu Belubang and the Head of the Batu Belubang Fishing Port. Secondary data fromliterature studies such as: journals, books, the internet and mass media. Analysis of Potential Resources andConstraints Using SWOT. The conclusion of this study is the development of fishery products based on anchovies, theneed for promotion and campaigning for the Movement to Socialise Eating Fish (GEMARIKAN) of Anchovies,training and coaching for anchovy processing with a touch of technology, increasing the length of the Batu BelubangFisheries Port Pier and quota fishing.The Marine and Fisheries Sector plays a very important role in supporting national development as a workforceabsorber, starting from fishing activities, cultivation, processing and distribution to marketing of fishery products.Therefore, the development of the fisheries sector requires special attention from the government in various aspectsfrom upstream to downstream. The abundance of catches of fishermen in Batu Belubang Village is dominated byanchovies. Information from https://babeltoday.com/ dated September 28, 2024 makes it a blessing or a burden forfishermen? To support the process of accelerating fisheries' development from upstream to downstream by utilisingthe potential and availability of raw materials from the catches of Batu Belubang fishermen according to consumerdemand, a study or scientific paper is needed to find a strategy for managing anchovies (Stelephorus Sp) at the BatuBelubang Fishing Port. The research was conducted in Oktober 2024 at the Batu Belubang Fishing Port. ResearchMethods: The data for this research comes from primary data using interview methods with shipowners, fishprocessing business actors in Batu Belubang and the Head of the Batu Belubang Fishing Port. Secondary data fromliterature studies such as: journals, books, the internet and mass media. Analysis of Potential Resources andConstraints Using SWOT. The conclusion of this study is the development of fishery products based on anchovies, theneed for promotion and campaigning for the Movement to Socialise Eating Fish (GEMARIKAN) of Anchovies,training and coaching for anchovy processing with a touch of technology, increasing the length of the Batu BelubangFisheries Port Pier and quota fishing

    PENGARUH PENGGUNAAN CANGKANG BIJI KARET DAN PASIR KUARSA TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN BAHAN TAMBAH ZAT ADDITIVE BESTMITTEL

    Get PDF
    Beton adalah salah satu bahan bangunan tercanggih, dengan tujuan menghasilkan beton dengan kuat tekan setinggi mungkin dari bahan yang tersedia. Salah satu bahan yang melimpah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah Cangkang Biji Karet dan Pasir kuarsa.  Penelitian ini bertujuan yaitu untuk menganalisis pengaruh campuran beton yang menggunakan cangkang biji karet dan pasir kuarsa serta zat additive besmittel terhadap kuat tekan beton. Metode pengujian beton yang dilakukan adalah memanfaatkan benda uji untuk mengukur kuat tekan beton silinder sebanyak 3 benda uji. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kuat tekan beton umur 28 hari dengan penggunaan cangkang biji karet dan pasir kuarsa dengan tambahan zat additive bestmittel menggunakan variasi 0% cangkang biji karet, 2,5% cangkang biji karet, 5% cangkang biji karet, 0% cangkang biji karet + pasir kuarsa + bestmittel, 2,5% cangkang biji karet + pasir kuarsa + bestmittel, 5% cangkang biji karet + pasir kuarsa + bestmittel pada umur 28 hari adalah 20,082 MPa, 11,886 MPa, 11,777 MPa, 23,305 MPa, 13,398 MPa, 13,102 MPa.Beton adalah salah satu bahan bangunan tercanggih, dengan tujuan menghasilkan beton dengan kuat tekan setinggi mungkin dari bahan yang tersedia. Salah satu bahan yang melimpah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah Cangkang Biji Karet dan Pasir kuarsa.  Penelitian ini bertujuan yaitu untuk menganalisis pengaruh campuran beton yang menggunakan cangkang biji karet dan pasir kuarsa serta zat additive besmittel terhadap kuat tekan beton. Metode pengujian beton yang dilakukan adalah memanfaatkan benda uji untuk mengukur kuat tekan beton silinder sebanyak 3 benda uji. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kuat tekan beton umur 28 hari dengan penggunaan cangkang biji karet dan pasir kuarsa dengan tambahan zat additive bestmittel menggunakan variasi 0% cangkang biji karet, 2,5% cangkang biji karet, 5% cangkang biji karet, 0% cangkang biji karet + pasir kuarsa + bestmittel, 2,5% cangkang biji karet + pasir kuarsa + bestmittel, 5% cangkang biji karet + pasir kuarsa + bestmittel pada umur 28 hari adalah 20,082 MPa, 11,886 MPa, 11,777 MPa, 23,305 MPa, 13,398 MPa, 13,102 MPa

    STUDI POLA DEFORMASI LATERAL DINDING PENAHAN TANAH TIPE COUNTERFORT MENGGUNAKAN METODE ANALITIK DAN PROGRAM PLAXIS (STUDI KASUS: SUNGAI PEDINDANG)

    Get PDF
    Dinding penahan tanah merupakan struktur yang dirancang untuk menahan tekanan tanah lateral yang ditimbulkan dari batu, tanah urug, tanah asli yang labil, ataupun material lainnya. Dinding penahan tanah (DPT) pada studi ini merupakan DPT tipe counterfort yang berfungsi memperbesar stabilitas lereng sungai dan melindungi struktur oprit jembatan dari pengaruh fluktuasi muka air Sungai Pedindang. Studi ini bertujuan untuk menganalisis nilai safety factor (SF) stabilitas, penurunan, dan pola deformasi lateral DPT eksisting dari tiga kondisi muka air sungai. Metode analisis yang digunakan adalah metode analitik dan program Plaxis 2D. Data yang digunakan adalah data primer berupa sampel tanah timbunan dan data sekunder berupa hasil sondir tanah dasar, gambar teknis, dan kedalaman sungai. Berdasarkan hasil metode analitik diperoleh nilai SF stabilitas terhadap geser 5,12  1,5 (aman), guling 7,37  2 (aman), keruntuhan kapasitas dukung tanah 23,41  3 (aman) dan nilai penurunan 0,00646 m < 0,012 m (aman) yaitu pada kondisi muka air kering. Kondisi muka air normal diperoleh nilai SF stabilitas terhadap geser 4,78  1,5 (aman), guling 5,39  2 (aman), keruntuhan kapasitas dukung tanah 20,43  3 (aman) dan nilai penurunan 0,00596 m < 0,012 m (aman). Kondisi muka air banjir diperoleh nilai SF stabilitas terhadap geser 3,70  1,5 (aman), guling 3,54  2 (aman), keruntuhan kapasitas dukung tanah 12,56  3 (aman) dan nilai penurunan 0,00504 m < 0,012 m (aman). Hasil menggunakan program Plaxis diperoleh nilai SF stabilitas pada kondisi muka air kering, normal, dan banjir berturut-turut 3,23  1 (aman), 3,17  1 (aman), dan 2,89  1 (aman). Nilai deformasi tertinggi pada kondisi muka air kering sebesar 7,18 m dan deformasi terendah pada kondisi muka air normal sebesar 5,62 m. Dapat disimpulkan stabilitas dan penurunanan DPT eksisting menunjukkan kategori aman berdasarkan syarat batas aman SNI 8460:2017.Dinding penahan tanah merupakan struktur yang dirancang untuk menahan tekanan tanah lateral yang ditimbulkan dari batu, tanah urug, tanah asli yang labil, ataupun material lainnya. Dinding penahan tanah (DPT) pada studi ini merupakan DPT tipe counterfort yang berfungsi memperbesar stabilitas lereng sungai dan melindungi struktur oprit jembatan dari pengaruh fluktuasi muka air Sungai Pedindang. Studi ini bertujuan untuk menganalisis nilai safety factor (SF) stabilitas, penurunan, dan pola deformasi lateral DPT eksisting dari tiga kondisi muka air sungai. Metode analisis yang digunakan adalah metode analitik dan program Plaxis 2D. Data yang digunakan adalah data primer berupa sampel tanah timbunan dan data sekunder berupa hasil sondir tanah dasar, gambar teknis, dan kedalaman sungai. Berdasarkan hasil metode analitik diperoleh nilai SF stabilitas terhadap geser 5,12  1,5 (aman), guling 7,37  2 (aman), keruntuhan kapasitas dukung tanah 23,41  3 (aman) dan nilai penurunan 0,00646 m < 0,012 m (aman) yaitu pada kondisi muka air kering. Kondisi muka air normal diperoleh nilai SF stabilitas terhadap geser 4,78  1,5 (aman), guling 5,39  2 (aman), keruntuhan kapasitas dukung tanah 20,43  3 (aman) dan nilai penurunan 0,00596 m < 0,012 m (aman). Kondisi muka air banjir diperoleh nilai SF stabilitas terhadap geser 3,70  1,5 (aman), guling 3,54  2 (aman), keruntuhan kapasitas dukung tanah 12,56  3 (aman) dan nilai penurunan 0,00504 m < 0,012 m (aman). Hasil menggunakan program Plaxis diperoleh nilai SF stabilitas pada kondisi muka air kering, normal, dan banjir berturut-turut 3,23  1 (aman), 3,17  1 (aman), dan 2,89  1 (aman). Nilai deformasi tertinggi pada kondisi muka air kering sebesar 7,18 m dan deformasi terendah pada kondisi muka air normal sebesar 5,62 m. Dapat disimpulkan stabilitas dan penurunanan DPT eksisting menunjukkan kategori aman berdasarkan syarat batas aman SNI 8460:2017

    EDUKASI PERAWATAN JENAZAH DENGAN METODE DEMONSTRASI DALAM UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN SYARIAT ISLAM

    Get PDF
    Caring for a corpse is an action that needs to be learned because in the Islamic religion it is obligatory if there is no one to carry it out. This community service aims to increase understanding about corpse care in theory and increase understanding about corpse care in practice at the Nurul Mushofa Islamic Boarding School, Tambak Lekok Village and Darun Najah MTs, Tampung Lekok Village, Pasuruan. Basic research on this service activity was carried out using the Participatory Action Research method. The results of this service show that students at the Nurul Mushofa Islamic Boarding School, Tambak Lekok Village and students at MTs Darun Najah, Tampung Lekok Village, Pasuruan have increased their understanding of theoretical and practical corpse care.Perawatan jenazah adalah tindakan yang perlu untuk dipelajari karena dalam agama islam hukumnya adalah wajib apabila tidak terdapat orang yang melaksanakan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang perawatan jenazah secara teori dan meningkatkan pemahaman tentang perawatan jenazah secara praktek di Pondok Pesantren Nurul Mushofa Desa Tambak Lekok dan MTs Darun Najah Desa Tampung Lekok Pasuruan. Riset dasar aktivitas pengabdian ini dilaksanakan menggunakan metode Participatory Action Research. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa santri di Pondok Pesantren Nurul Mushofa Desa Tambak Lekok dan siswa MTs Darun Najah Desa Tampung  Lekok Pasuruan meningkat pemahaman tentang perawatan jenazah teori serta praktek

    ANALISIS PENGARUH VARIASI AMPERE PENGELASAN FCAW ANTARA BAJA GRADE EH36 DENGAN GRADE A TERHADAP SIFAT MEKANIK

    Get PDF
    Industri maritim ditunjang oleh keberadaan galangan kapal sehingga teknologi pengelasan Flux Core Arc Wellding (FCAW) digunakan dalam pembangunan kapal pembangkit listrik terapung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dampak dari variasi ampere pada hasil pengelasan FCAW material Grade EH36 tebal 24 mm dengan material Grade A tebal 16 mm posisi flat (1G) pada main deck kapal. Dalam penelitian ini akan dianalisis pengaruh variasi ampere terhadap uji radiografi, struktur makro dan kuat tarik. Variasi ampere yang digunakan 160 A, 200 A dan 250 A. Pada hasil pengujian radiografi tidak ditemukan cacat pengelasan pada weld metal. Pada hasil pengamatan struktur makro tidak ditemukan cacat pengelasan. Hasil pengujian kuat tarik pada spesimen dengan variasi 160 A didapatkan nilai kekuatan luluh (yield strenght) 293,73 MPa dan nilai kekuatan tarik (ultimate strenght) 445,71 MPa, pada spesimen dengan variasi 200 A didapatkan nilai kekuatan luluh (yield strenght) 298,61 MPa dan nilai kekuatan tarik (ultimate strenght) 453,56 MPa sedangkan pada spesimen dengan variasi 250 A didapatkan nilai kekuatan luluh (yield strenght) 294,20 MPa dan nilai kekuatan tarik (ultimate strenght) 445,71 MP

    KAJI EKSPERIMEN PERBAIKAN CACAT RONGGA BENDA CORAN MATERIAL FC 250 MELALUI PROSES PENGELASAN BERBASIS ELEKTRODA NIKEL

    Get PDF
    Based on the case study in the field, it was found that the casting product had surface defects in the form of cavities and was then repaired using a nickel electrode-based welding method. This repair was carried out to close the cavity defects so that a perfect casting shape was obtained. The material that has been welded has a different hardness from the base material, making it difficult to machining. This study aims to analyze the effect of welding on the ability of gray cast iron material that has been welded in terms of cutting tool wear and chip formation. The sample used was made of gray cast iron with a weld bead on its surface. Welding used a CIN-1 nickel electrode with the SMAW (shielded metal arc welding) welding method. Cutting was carried out using a conventional milling process using an HSS dovetail cutter. Observations were made through hardness testing on the base material, PMZ (partially melted zone), and weld metal which was continued with microstructure testing, wear measurement and chips formed. Based on the results of observations of FC 250 material that was welded on the base material, the microstructure formed was pearlite with graphite in the form of thin and long flakes. The microstructure in PMZ is formed by martensite and carbide, while the microstructure in weld metal consists of an austenite matrix with even distribution of graphite particles. The microstructure formed affects the hardness value of the material. From the observation, the hardness between weld metal and base material is not much different, namely 219 HV and 224 HV. The hardness in PMZ is 385 HV.Berdasarkan studi kasus dilapangan ditemukan produk hasil pengecoran yang mengalami cacat permukaan berupa rongga dan kemudian dilakukan perbaikan dengan metoda pengelasan berbasis elektroda nikel. Perbaikan ini dilakukan untuk menutup cacat rongga sehingga didapatkan bentuk benda coran yang sempurna. Material yang telah dilakukan proses pengelasan memiliki kekerasan yang berbeda dengan base materialnya sehingga menyulitkan dalam proses pemesinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pengelasan terhadap kemampuan material besi tuang kelabu yang dilakukan pengelasan ditinjau dari aspek keausan cutting tools dan chip formation. Sampel yang digunakan berbahan besi tuang kelabu yang diberi kampuh las pada permukaannya. Pengelasan menggunakan elektroda nikel CIN-1 dengan metode pengelasan SMAW (shielded metal arc welding). Pemotongan dilakukan dengan proses milling konvensional menggunakan dovetail cutter HSS. Pengamatan dilakukan melalui pengujian kekerasan pada base material, PMZ (partially melted zone), dan weld metal yang dilanjutkan dengan pengujian struktur mikro, pengukuran keausan serta chip yang terbentuk. Berdasarkan hasil pengamatan material FC 250 yang dilakukan proses pengelasan pada based material terlihat struktur mikro yang terbentuk berupa perlit dengan grafit berupa flake (serpih) yang tipis dan panjang. Struktur mikro pada PMZ terbentuk martensit dan karbida, sedangkan struktur mikro pada weld metal terdiri dari matriks austenit dengan persebaran partikel grafit yang merata. Struktur mikro yang terbentuk mempengaruhi nilai kekerasan pada material. Dari pengamatan, kekerasan antara weld metal dan based material tidak jauh berbeda yaitu 219 HV dan 224 HV. Kekerasan pada PMZ sebesar 385 HV

    Analisis Pendapatan dan Biaya dalam Pengolahan Tembakau Berdasarkan Metode Penjualan di Nagari Baruah Gunuang, Kabupaten Limapuluh Kota

    Get PDF
    The area of tobacco land in West Sumatra Province, especially in Limapuluh Kota Regency, experienced a quite drastic decline, reaching 66.6% in the period 2022 and 2023. One of the causes declining land is related to prices and income. Low prices and income can be caused by different marketing methods between farmers. Therefore, the research aims to measure income and costs of tobacco processing based on marketing methods. The data analysis method in this research uses descriptive analysis and the Independent T Test. Descriptive analysis aims to describe the costs of processing chopped tobacco, obstacles and factors that influence farmers to sell chopped and spread tobacco. Meanwhile, the t test was carried out to see whether there was a difference in income between farmers who sold chopped and spread. The research results show that farmers' obstacles in processing chopped tobacco are dependence on sunlight, long processing time, and high processing costs. Meanwhile, the factors that influence farmers to sell expanse tobacco are that it is easy and practical, easy to sell, and requires money immediately. In terms of income, there is a significant difference between farmers who sell chopped and farmers who sell overlay. There is a difference in income of IDR 10,132,630/ha/planting season or 37%.Luas lahan tembakau di Provinsi Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Lima Puluh Kota, mengalami penurunan drastis sebesar 66,6% pada periode tahun 2022 hingga 2023. Salah satu penyebab penurunan ini berkaitan dengan harga dan pendapatan yang rendah, yang dapat dipengaruhi oleh perbedaan metode pemasaran yang digunakan oleh petani. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur pendapatan dan biaya pengolahan tembakau berdasarkan metode pemasaran. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan independent t-test. Analisis deskriptif bertujuan untuk menguraikan biaya pengolahan tembakau rajangan, kendala yang dihadapi petani, serta faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih menjual tembakau rajangan atau hamparan. Sementara itu, t-test digunakan untuk menguji apakah terdapat perbedaan pendapatan antara petani yang menjual tembakau rajangan dan tembakau hamparan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama yang dihadapi petani dalam mengolah tembakau rajangan meliputi ketergantungan pada sinar matahari, durasi pengolahan yang cukup lama, dan biaya pengolahan yang tinggi. Di sisi lain, faktor-faktor yang mendorong petani untuk menjual tembakau hamparan adalah kemudahan dan kepraktisan metode ini, peluang penjualan yang lebih cepat, serta kebutuhan akan uang tunai secara mendesak. Dari segi pendapatan, terdapat perbedaan yang signifikan antara petani yang menjual tembakau rajangan dan petani yang menjual tembakau hamparan, dengan selisih pendapatan sebesar Rp10.132.630 per hektar per musim tanam, atau sekitar 37%

    1,978

    full texts

    2,165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Bangka Belitung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇