Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
2165 research outputs found
Sort by
PRAKTEK PENYIMPANAN BENIH PADI LOKAL DAN NASIONAL DI KEPULAUAN BANGKA
Rice production in the Bangka Islands often fluctuates, which is thought to be because the quality of the seeds used in the Bangka Islands is still very low. One of the efforts that can be made to maintain the quality of seeds during storage is temperature and humidity. This experiment aims to determine the best storage of local red rice, varieties IR 64 and Inpari 42 in the Bangka Islands. This experiment was carried out at the Seed Technology Laboratory, Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Fisheries and Maritime Affairs, Bangka Belitung University. The experiment was carried out using a completely randomized design where the storage temperature was the factor, namely room temperature and refrigerator temperature and was repeated 4 times. The experimental results showed that local Red Ampai rice seeds, and IR64 and Inpari42 seeds stored at room temperature had better viability and vigor values than refrigerator temperatures. The type of packaging in the form of plastic also influences the storage of rice seeds.
Keywords : local accession, seed quality, storage period, temperatureProduksi padi di Kepulauan Bangka sering berfluktuasi yang diduga karena mutu benih yang digunakan di Kepulauana Bangka masih sangat rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga mutu benih selama penyimpanan adalah suhu dan kelembaban. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui panyimpanan terbaik padi lokal ampai merah, varietas IR 64 dan Inpari 42 di Kepulauan Bangka. Percobaan ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih, Program Study Agroteknologi, Fakultas Pertania, Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung. Percobaan dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap Dimana yang menjadi faktornya adalah suhu penyimpanan yaitu suhu ruang dan suhu kulkas dan diulang sebanyak 4 kali. Hasil percobaan menunujkkan bahwa benih padi lokal Ampai Merah, dan Benih IR64 serta Inpari42 yang disimpan pada suhu ruang memiliki nilai viabilitas dan vigor yang lebih baik dibandingkan suhu kulkas. Jenis kemasan berupa plastik juga berpengaruh terhadap penyimpanan benih padi.
Kata kunci : aksesi lokal, mutu benih, periode simpan, suh
PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP CITRA ”PASAR TRADISIONAL RATU TUNGGAL” DI KOTA PANGKALPINANG
This study aims to describe consumer perceptions of image in the market and describe the level of consumer perceptions of price, service, product quality and physical environment on consumer satisfaction in the Ratu Tunggal traditional market in Pangkalpinang city. The research method used is the survey method. The sampling method used is Accidental Sampling with a sample size of 100 consumers. The data analysis method uses descriptive qualitative using a Likert scale. The results showed that the price of the products offered varied, affordable, cheaper than modern markets with appropriate quality. The services provided are personal, polite, friendly and patient and provide a comfortable atmosphere so that consumers are comfortable shopping. The quality of the products is diverse, not inferior in quality to the modern market and the prices offered are comparable, has a parking lot, several parking attendants, public toilets, and has large buildings that can be rented out. Then the level of consumer perception of the satisfaction of prices, services, product quality and the physical environment in Pasar Ratu Tunggal is very satisfiedPenelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan persepsi konsumen terhadap citra di Pasar dan Mendeskripsikan tingkat persepsi konsumen terhadap harga, pelayanan, kualitas produk dan lingkungan fisik terhadap kepuasan konsumen di pasar tradisional Ratu Tunggal kota Pangkalpinang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah Accidental Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 konsumen. Metode analisis data menggunakan deskriptif kualitataif menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harga produk yang ditawarkan bervariasi, terjangkau, lebih murah dari pasar modern dengan kualitas yang sesuai. Pelayanan yang diberikan secara pribadi, sopan, ramah dan sabar dan memberikan suasana yang nyaman sehingga konsumen nyaman berbelanja. Kualitas produk yang beraneka ragam, tidak kalah berkualitas dengan pasar modern dan harga yang ditawarkan sebanding, Memiliki tempat parkir, beberapa juru parkir, toilet umum, dan memiliki bangunan-bangunan besar yang dapat disewakan. Lalu tingkat persepsi konsumen terhadap puasnya harga, pelayanan, kualitas produk dan ,lingkungan fisik yang ada di Pasar Ratu Tunggal adalah sangat pua
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA DI PULAU SEMUJUR KABUPATEN BANGKA TENGAH
The uniqueness of Semujur Island tourism can be used as a forum for regional economic development that involves the roleof human resources and sustainable concepts. The aim of this research is to analyze appropriate strategies for developingtourism on Semujur Island. This research was carried out in November 2023 on Semujur Island, Central Bangka Regency.The method used is a descriptive survey with data obtained from primary data and secondary data, then a SWOT analysis iscarried out. The research results show that the priority strategy for tourism development on Semujur Island, Central BangkaRegency according to Iadran III (Self Improvement Strategy) is 1) Develop village regulations to emphasize the domicile ofresidents living on the island so that tourism awareness groups (pokdarwis) can be formed as the first step in developmentSemujur Island tour. 2) Carry out community empowerment for local residents to increase interest and awareness indeveloping tourism potential which can become a business opportunity in the economy. 3) Carry out repairs to neglectedpublic facilities and carry out regular maintenance and upkeep of these facilities by paying fees to visitors or the localcommunity.Keunikan pariwisata Pulau Semujur dapat digunakan sebagai forum untuk pengembangan ekonomi daerah yang melibatkan peran sumber daya manusia dan konsep berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi yang tepat untuk mengembangkan pariwisata di Pulau Semujur. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2023 di Pulau Semujur, Kabupaten Bangka Tengah. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif dengan data yang diperoleh dari data primer dan data sekunder, kemudian dilakukan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi prioritas untuk pengembangan pariwisata di Pulau Semujur, Kabupaten Bangka Tengah menurut Iadran III (Strategi Peningkatan Diri) adalah 1) Mengembangkan peraturan desa untuk menekankan domisili penduduk yang tinggal di pulau agar kelompok sadar wisata (pokdarwis) dapat dibentuk sebagai langkah awal dalam pengembangan wisata Pulau Semujur. 2) Melaksanakan pemberdayaan masyarakat bagi penduduk setempat untuk meningkatkan minat dan kesadaran dalam mengembangkan potensi pariwisata yang dapat menjadi peluang usaha dalam perekonomian. 3) Melakukan perbaikan fasilitas umum yang terbengkalai dan melakukan pemeliharaan serta perawatan rutin terhadap fasilitas tersebut dengan membayar biaya kepada pengunjung atau masyarakat setempat
The Effect of Stiffness Degradation of Compressive Diagonal Member on the Performance of a Steel Truss Bridge with a Span of 60m.
Jembatan adalah prasarana yang dibangun secara kokoh dan aman dalam melayani kegiatan masyarakat. Pada perkembangannya terdapat beberapa kegagalan jembatan rangka baja yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan salah satu elemen mengalami degradasi (seperti kehilangan salah satu batang). Kehilangan salah satu batang akan merubah struktur dari kondisi stabil menjadi tidak stabil jika asumsi sambungannya (joint) berupa pinned. Hal ini akan berbeda apabila kondisi sambungannya (joint) berupa fixed, sehingga apabila kehilangan salah satu elemen, struktur akan berperilaku sebagai frame. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh degradasi kekakuan pada batang diagonal tekan terhadap kinerja jembatan rangka baja bentang 60 m. Untuk melihat pengaruh degradasi, maka diambil salah satu produk jembatan rangka baja bentang 60 m kelas A yang diproduksi oleh PT. Wiratama Globalindo Jaya. Jembatan tersebut dimodelkan menggunakan aplikasi SAP 2000 V.18 dengan dua perilaku yakni sambungan pinned dan sambungan fixed. Masing-masing perilaku dilakukan perubahan kekakuan (degradasi) pada 3 batang diagonal tekan yakni batang nomor 3, 7, dan 11 dengan variasi Non, 20%, 40%, 60%, dan 80%. Berdasarkan variasi yang dilakukan memperlihatkan bahwa batang 3 menjadi elemen yang paling krusial, dengan hasil kenaikan lendutan mencapai 4.307% dan tegangan yang terjadi hanya sebesar 8.65% pada sambungan pinned. Kemudian pada sambungan fixed memberikan hasil untuk lendutan sebesar 4.230% dan tegangan sebesar 17.87%. Hasil ini menunjukan sambungan fixed memberikan lendutan yang lebih kecil dibandingkan dengan sambungan pinned dan sebaliknya tegangan pada sambungan fixed lebih besar dari sambungan pinned.A bridge is an infrastructure built solidly and safely to serve community activities well. In the course of its development, some steel truss bridges suffer a problem which is often caused by a traffic accident, resulting in a degradation of a bridge element. The missing of member can change the structure that will lead to the instability of a bridge if the assumption of joint used is pinned. In contrast, the bridge structure will function as a frame even when an element is missing if the assumption of joint used fixed. This research aimed to find out the effect of stiffness degradation of compressive diagonal member on the performance of a steel truss bridge. To find out the effect , Class A steel truss bridge with a span of 60m constructed by PT. Wiratama GlobalIndo Jaya was selected. The bridge was designed using the SAP 2000 V.18 application with two treatments, namely the pinned the fixed joint. There were three compressive diagonal members that changed its stiffness degradation of 20%, 40%, 60%, and 80% including non-degradation as control. Findings reveal that member number 3 was the most crucial element that reached 4.307% of deflection and 8.65% of stress in the pinned joint. Furthermore, the results showed that the member obtained 4.230% of deflection and 17.87% of stress in the fixed joint. These results signified that the fixed joint provided a lower deflection than the pinned joint. Conversely, the stress on the fixed joint was greater than on the pinned join
KAJIAN IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK) PADA KONTRAKTOR DI KOTA BANDAR LAMPUNG
Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) memiliki peran penting dalam mengurangi kecelakaan kerja di industri konstruksi. Untuk mengetahui sejauh mana perusahaan jasa konstruksi menerapkan SMKK, sehingga dapat memberikan gambaran umum tentang implementasi pada kontraktor kecil dan menengah di Kota Bandar Lampung. Untuk itu penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan kuisioner agar dapat diolah secara statistik dan mendapatkan persentase penerapan SMKK, serta metode kualitatif dengan cara pengkajian berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun 2021, peraturan lain, dan penelitiaan-penelitian yang terkait. Pada SMKK terdapat indikator yang terdiri dari kepemimpinan dan partisipasi tenaga kerja, perencanaan keselamatan konstruksi, dukungan keselamatan konstruksi, operasi keselamatan konstruksi, dan evaluasi kinerja. Dari evaluasi implementasi SMKK pada kontraktor kecil dan menengah di Kota Bandar Lampung, menunjukkan rata-rata 49,1% seluruh indikator belum diterapkan dengan baik dan jarang dilakukan pada kontraktor kecil. Sedangkan pada kontraktor menengah, rata-rata 61,7% menunjukkan keseluruhan indikator telah diterapkan dengan baik dan sering dilakukan. Maka kontraktor kecil dan menengah dianjurkan mengikuti sosialisasi pelatihan agar dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan atau kompetensi dari pekerja, dan mengimplementasikannya di lapangan.The Construction Safety Management System (SMKK) reduces work accident rates in the construction industry. Data grouping on construction companies implementing SMKK can provide information regarding its implementation to small and medium contractors in Bandar Lampung. This research uses a quantitative method through a questionnaire. It is statistically processed to obtain the percentage of SMKK implementation and a qualitative method by reviewing based on the Ministerial Regulation of Public Works and Housing Number 10 of 2021, other regulations, and previous research. SMKK contains several indicators: leadership and labor participation, construction safety planning, construction safety support, construction safety operations, and performance evaluation. Evaluation of the implementation of SMKK for small and medium contractors in Bandar Lampung shows that, on average, 49.1% of all indicators still need to be adequately implemented for small contractors. Meanwhile, an average of 61.7% for medium-sized contractors indicates that all indicators have been appropriately implemented. The outcome of this study was concluded with the recommendation that small and medium contractors should conduct SMKK training socialization to increase workers's knowledge, skills, and competencies in implementing SMKK in the construction field
Kajian Kesesuaian Habitat Restocking Siput Gonggong (Laevistrombus sp.) di Teluk Kelabat Pulau Bangka
The Dog conch is an important marine biota for ecology; besides that, it has economic value with high nutritional content. The purpose of this study was to analyze the density of the dog conch, to determine the appropriate environmental parameters for gonggong snails restocking, and to analyze the suitability of the location for the dog conchrestocking in Kelabat Bay, Bangka Island. This research was conducted from March to April 2021. The data collection of the dog conchand sea grasses used purposive sampling method. The highest density of the dog conchwas at station 7 with a density of 2000 (Ind/ha), while the lowest densities of the dog conchwere at stations 1, 4, 5 and 9 because dog conch was not founded. The results of the suitability of aquatic environmental parameters are categorized as still suitable for the life of gonggong snails. The suitability index values for the location of the the dog conch restocking at stations 6, 7, 8, 9 and 10 had values above 84-89 which is categorized as very suitable, while at stations 1, 2, 3, 4, 5 with values above 75-78 were categorized as appropriate. The results of the study indicate that the waters of Kelabat Bay have certain areas that are ideal to be used as a location for the dog conch restocking, so the recommended location for Dog Conch restocking is in the outer Kelabat Bay while still paying attention to sustainable fishing efforts.
Siput Gonggong (Laevistrombus sp) merupakan hewan laut kelas gastropoda yang memiliki peran penting secara ekologis dan ekonomis. Secara ekonomi spesies ini di konsumsi dengan kandungan gizi yang tinggi sehingga sering diburu masyarakat yang berdapampak pada penurunan ukuran populasi di alam. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya restocking untuk pemulihannya di alam. Tujuan penelitian yaitu menganalisis kepadatan siput gonggong, menganalisis parameter lingkungan, serta menganalisis kesesuaian lokasi restocking siput gonggong di Teluk Kelabat Pulau Bangka. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan April 2021. Penentuan titik lokasi penelitian menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan data di lapangan terdiri dari kepadatan Siput Gonggong, tutupan lamun, klorofil-a, dan parameter fisika kimia perairan. Data dari lapangan dianalisis indeks kesesuaian restocking siput gonggong. Hasil penelitian kepadatan rata-rata Siput Gonggong yaitu 390 Ind/ha. Kesesuaian lokasi restocking (IKR) berkisar 75 sampai dengan 89,91 yang dikategorikan sesuai sampai dengan sangat sesuai. Lokasi yang sangat sesuai untuk restocking Siput Gonggong yaitu stasiun 6, 7, 8, 9, dan 10 dengan nilai IKR berkisar antara 84 sampai dengan 89. Sedangkan lokasi yang sesuai yaitu di stasiun 1, 2, 3, 4, dan 5 nilai IKR berkisar antara 75 sampai dengan 82. Hasil penelitian memberikan indikasi bahwa perairan Teluk Klabat terdapat wilayah-wilayah tertentu yang ideal untuk dijadikan lokasi restocking siput gonggong. Lokasi yang direkomendasikan untuk restocking Siput Gonggong terdapat pada Teluk Kelabat bagian luar
Kelimpahan Dan Keanekaragaman Moluska (Gastropoda Dan Bivalvia) Di Kawasan Pesisir Desa Rebo Kabupaten Bangka
The Coastal Area is an aquatic ecosystem that has high productivity and is able to support the survival of various aquatic biota and is often used as a place for various daily life activities by residents including fishing activities, tourism activities and mining activities. The aims of this study were to analyze the density, diversity, uniformity and dominance of molluscs (gastropods and bivalves) and to analyze the relationship between the density of mollusks (gastropods and bivalves) and environmental factors. The sampling technique used the 1x1m² Quadratic Transect method. The results obtained at all observation stations were 13 types of gastropods and 9 types of bivalves. Diversity is in the low to medium category which ranges from 0.8760 to 2.1655. The uniformity of gastropods and bivalves was moderate to high which ranged from 0.5291-0.8715, and was dominated by Pinerella cingulata gastropods. The results of principal component analysis (PCA) showed that the density of gastropods showed the parameters of depth, silt and clay, and the density of bivalves showed the parameters of brightness, salinity and sand which had a high affinity with density which was a limiting factor for the distribution or abundance of gastropods and bivalves.Kawasan Pesisir merupakan ekosistem perairan yang memiliki produktivitas yang tinggi dan mampu mendukung kelangsungan hidup beragam biota akuatik dan sering digunakan sebagai tempat dilakukannya berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari oleh penduduk diantaranya kegiatan perikanan, kegiatan wisata dan kegiatan pertambangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kepadatan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi moluska (gastropoda dan bivalvia) serta menganalisis hubungan kepadatan moluska (gastropoda dan bivalvia) dengan faktor lingkungan. Teknik sampling menggunakan metode Transek Kuadrat ukuran 1x1m². Hasil yang didapat pada seluruh stasiun pengamatan yaitu gastropoda sebanyak 13 jenis dan bivalvia sebanyak 9 jenis. Keanekaragaman dalam kategori rendah sampai sedang yang berkisar 0,8760-2,1655. Keseragaman gastropoda dan bivalvia kategori sedang sampai tinggi yang berkisar antara 0,5291-0,8715, dan didominasi oleh jenis gastropoda Pinerella cingulata. Hasil analisis komponen utama (PCA) didapatkan Kepadatan gastropoda menunjukan parameter kedalaman, debu dan liat dan kepadatan bivalvia menunjukan parameter kecerahan, salinitas dan pasir yang memiliki kedekatan tinggi dengan kepadatan yang menjadi faktor pembatas penyebaran atau kelimpahan gastropoda dan bivalvia
Removal Co(II) Ions in Aqueous Solution using Fe-MCM-41
The removal of Co(II) ions using Fe-MCM-41 adsorbent was studied. Fe-MCM-41 was synthesized by the sonochemical method and then interacted with solutions containing Co(II) ions at various concentrations. The Langmuir equation indicated monolayer adsorption could be well-fitted for the adsorption isotherms. The maximum adsorption capacity of Co(II) ions on Fe-MCM-41 was 62.89 mg/g. Therefore, it could be conclude that the concentration of Co(II) ions in an aqueous solution can be reduced by using Fe-MCM-41 adsorbent
Analisis b-value Gempabumi Menggunakan Metode Gutenberg-Richter Berdasarkan Estimasi Maximum Likelihood Di Daerah Sulawesi Utara
Sulawesi is an area prone to earthquakes. This is because the Sulawesi region is flanked by three main plates, namely the Pacific Ocean plate moving westward, the Australian Continental Plate moving northward, and the Eurasian Plate moving south-southeast. This situation causes a high level of seismicity in the Sulawesi region. The Sulawesi region has a fairly complex tectonic setting so that the activity of earthquakes in the Sulawesi region is also interesting to study. The level of seismicity depends on the degree of fragility of the rock (b-value) and the distribution of earthquakes in the region. This research was conducted to determine the b-value of earthquakes in the North Sulawesi region. The method used for this research is the Gutenberg-Richter method based on the Maximum Likelihood estimation. Maximum Likelihood Estimation is a method used to statistically calculate earthquake activity parameters. The software used are ArcGIS and Microsoft Excel. The research was conducted in North Sulawesi with coordinates 118° East - 125° East 1° North Latitude - 6° South Latitude. The data used is earthquake catalog data obtained from BMKG with earthquake data for a period of 10 years (2012-2021). Based on the results of the analysis of the distribution of seismicity based on magnitude, it is more towards the Sulawesi Sea and the distribution of seismicity based on depth is shallow. The result of calculating the b-value is 0.3537 and the a-value is 3.0932. It can be concluded that the North Sulawesi region has a fairly large chance of an earthquake occurrin
TEKNIK DAN ANALISA USAHA PEMBENIHAN IKAN KOI (Cyprinus rubrofuscus) DI UPT BALAI PERIKANAN BUDIDAYA, DINAS PERIKANAN KABUPATEN BELITUNG TIMUR
Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) termasuk spesies ikan hias air tawar yang memiliki nilai jual tinggi baik pasar lokal maupun global. Budidaya Ikan Koi, khususnya segmen pembenihan menjadi bisnis yang menarik. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai pembenihan Koi, maka dilakukan praktik kerja lapang di Balai Perikanan Budidaya, Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Timur. Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan ini bertujuan untuk mengetahui proses pembenihan ikan Koi, serta problematika dan solusinya. Teknik pembenihan ikan Koi di Balai Perikanan Mempaya, Belitung Timur meliputi pemeliharaan induk, pemilihan induk, seleksi induk, pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva dan pembesaran. Pembenihan Ikan Koi semi buatan di Balai Perikanan Mempaya, Belitung Timur menghasilkan FR sebesar 71%, HR 65% dan SR 62%. Analisis usaha budidaya Ikan Koi termasuk layak karena mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 52.867.000/tahun dan R/C ratio yaitu 2,383