Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
    2165 research outputs found

    FARMERS' PREFERENCES IN THE USE OF DIGITAL MARKETING AS A MEANS OF MARKETING

    Get PDF
    Perkembangan teknologi dan informasi di bidang pemasaran produk menjadi suatu tantangan bagi seluruh pelaku usaha khususnya petani dalam melakukan pemasaran produk-produk mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana preferensi petani dalam pemanfaatan digital marketing sebagai sarana pemasaran. Sudi kasus Koperasi Pemasaran Okiagaru. Sampel diambil sebanyak 50 responden yang tergabung dalam kelompok Okiagaru. Metode analisis menggunakan conjoint analysis. Hasil analisis menunjukkan pemanfaatan digital marketing lebih disukai petani dengan tingkat kepentingan memiliki target luas dan spesifik sebesar 31.31%. Petani juga sependapat bahwa media promosi dengan media digital lebih baik dibanding yang menggunakan bilboard/spandak dengan tingkat kepentingan 25.15%. Media pemasaran lebih disukai menggunakan website dan sosial media dibandingkan dengan market place dengan tingkat kepentingan sebesar 15.82%. Petani lebih prefer menggunakan handphone atau tablet dibandingkan dengan desktop dengan tingkat kepentingan sebesar 4.70%. Untuk meningkat target pasar, strategi yang diperlukan adalah (1) pengembangan aplikasi digital marketing baik berbasis pada website atau sosial media, (2) peningaktan SDM seperti transfer knowledge teknologi kepada Koperasi Pemasaran Okiagaru.The development of technology and information in the field of product marketing has become a challenge for all business actors, especially farmers, in marketing their products. This research aims to find out farmers' preferences in using digital marketing as a marketing tool. Study the case of the Okiagaru Marketing Cooperative. The sample was taken from 50 respondents who were members of the Okiagaru group. The analysis method uses Conjoint analysis. The results of the analysis show that the use of Digital Marketing is preferred by farmers with a level of interest in having broad and specific targets of 31.31%. Farmers also agree that promotional media using digital media is better than using Billboard/Spandak with an importance level of 25.15%. Marketing media is preferred using WEB sites and social media compared to market places with an importance level of 15.82%. Farmers prefer using cellphones or tablets compared to desktops with an interest level of 4.70%. To increase the target market, the strategies needed are (1) developing digital marketing applications based either on websites or social media, (2) increasing human resources such as transferring technological knowledge to the Okiagaru Marketing Cooperativ

    A MARKETING STRATEGY FOR HYDROPONIC VEGETABLES

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan menentukan strategi dalam mengembangkan pemasaran sayuran hidroponik di CV. Ichira Hydro Farm, Rumah Hidroponik Bialo dan Rumah Hidroponik Pallangga. Penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif. Analsisis data yang digunakan untuk merumuskan dan menentukan strategi dalam memasarkan sayuran hidroponik menggunakan analisis Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE) dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tujuh strategi yang digunakan dalam memasarkan sayuran hidroponik, yaitu: (1) meningkatkan kualitas produk agar kepercayaan serta minat konsumen semakin meningkat, (2) meningkatkan kualitas layanan bagi konsumen dalam kegiatan pemasaran baik dalam transaksi jual beli maupun  dalam  hal  pembayaran, (3) meningkatkan kualitas kemasan dengan menggunakan kemasan ramah linkungan yang dilengkapi dengan logo dan merek produk untuk membentuk image di mata konsumen, (4) memperluas jaringan pemasaran produk dengan mengoptimalkan penggunaan sosial media sebagai sarana promosi dan pemasaran, (5) memperbanyak kerjasama pemasaran dengan perusahaan sejenis, (6) harga jual bersaing dan sesuai dengan kualitas produk sayuran yang dihasilkan, dan (7) meningkatkan jumlah volume ketersediaan produk sayuran hidroponik. Kata Kunci : strategi, pemasaran, sayuran hidroponikThis study intends to design and determine a marketing strategy for hydroponic vegetable at CV. Ichira Hydro Farm, Bialo Hydroponic House, and Pallangga Hydroponic House. This study employs quantitative methods. Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), and SWOT analysis are three methods of data analysis used to develop and decide on marketing strategy for hydroponic vegetable. The study's findings indicate that seven techniques are employed to sell hydroponically grown crops, including :  (1) improve product quality so that consumer trust and interest increases, (2) improve the quality of service for consumers in marketing activities both in buying and selling transactions and in terms of payments, (3) enhance the quality of packaging by employing eco-friendly packaging that is branded and features product logos to establish a perception in the minds of customers, (4)expanding the product marketing network by optimizing the use of social media as a means of promotion and marketing, (5) increase marketing collaboration with similar companies, (6) Selling prices are competitive and in accordance with the quality of the vegetable products produced, and (7) increasing the volume of availability hydroponic vegetable products. Keywords: strategy, marketing, hydroponic vegetable

    UPAYA PENERAPAN PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI PENERAPAN KONSEP ZERO WASTE DI LAHAN PASCA TAMBANG TIMAH

    Get PDF
    Kepulauan Bangka Belitung khususnya Kota Pangkalpinang setiap tahunnya terjadi peningkatan lahan degradasi akibat penambangan timah. Dampak negatif kegiatan ini berupa kerusakan lingkungan juga merusak sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Kerusakan lingkungan di Pangkalpinang tidak hanya karena penambangan timah tetapi juga permasalahan limbah. Limbah yang mendominasi merupakan hasil dari limbah rumah tangga. Salah satu cara untuk memperbaiki kerusakan lahan pasca tambang dan permasalahan limbah yaitu melalui mandiri pangan dengan mengalihfungsikan lahan pasca tambang menjadi lahan pertanian dengan konsep zero weste. Kemandirian pangan dengan konsep zero weste yang dimaksud adalah penggunaan pupuk organik yang diaplikasikan pada lahan pasca tambang. Kemandirian pangan ini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas pangan sebagai sumber gizi. Karya tulis ini bertujuan untuk mencapai kemandirian pangan dengan memanfaatkan konsep zero waste guna memperbaki sifat lahan pasca tambang dalam meningkatkan produktivitas lahan pasca tambang pada budidaya tanaman menuju keberlanjutan pertanian di kota Pangkalpinang. Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini yaitu dengan metode studi pustaka dari berbagai pustaka yang telah terbukti kebenarannya. Kesimpulan yang diperoleh yaitu konsep zero weste mampu menyelesaikan permasalahan limbah, perbaikan lahan pasca tambang sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman sebagai sumber pangan, melalui pemberdayaan masyarakat dalam pengelolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik. Harapannya penggunaan pupuk organik limbah rumah tangga dengan pengaplikasian di lahan pasca tambang mampu meningkatkan produktivitas hasil budidaya menuju mandiri pangan dan keberlanjutan pertanian di Kota Pangkalpinan

    ANALISIS SALURAN PEMASARAN LADA PUTIH DI DESA AIR GEGAS KECAMATAN AIR GEGAS KABUPATEN BANGKA SELATAN

    Get PDF
    This research aims to: (1) determine pepper marketing channels (2) calculate pepper marketing margin (3) calculate pepper farmer share (4) analyze pepper marketing efficiency in Air Gegas Village. The research method used in this research is the survey method. The sampling technique used snowball sampling and the number of samples was 10 farmers and 2 trader collectors. The data collection methods used were interviews, observation and questionnaires. The data analysis method uses qualitative analysis, marketing margin analysis, farmer share analysis and marketing efficiency analysis. The research results show that 1) the marketing channels for pepper in Air Gegas Village are indirect selling and collecting traders as intermediaries. 2). The average marketing margin for pepper in Air Gegas Village is Rp. 4,500/kg. 3). The average farmer share of pepper in Air Gegas Village is 96.4%. 4). The average pepper marketing efficiency in Air Gegas Village is 1.83%

    Dinamika Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 Tentang Persyaratan Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden

    Get PDF
    Putusan Mahkamah Konstitusi No. 90/PUU-XXI/2023 telah memicu perdebatan mengenai peran dan kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam menciptakan norma baru yang berkaitan dengan pemilihan umum. Putusan ini mengemukakan bahwa seorang calon presiden atau wakil presiden harus berusia minimal 40 tahun atau pernah/sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum, termasuk pemilihan kepala daerah. Hal ini seakan-akan memberikan kesan bahwa Mahkamah Konstitusi mencampuri wilayah dan fungsi legislasi yang seharusnya menjadi kewenangan legislatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih jauh terkait dinamika Putusan Mahkamah Konstitusi No. 90/PUU-XXI/2023 tentang persyaratan usia calon Presiden dan Wakil Presiden. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa terdapat enam perkara yang diajukan untuk menguji keabsahan Pasal 169 huruf q UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Mahkamah Konstitusi mengambil keputusan berdasarkan permohonan yang diajukan oleh para pemohon, dengan beberapa perkara yang diterima dan beberapa lainnya yang ditolak. Kenyataannya, pemohon pada perkara No. 90/PUU-XXI/2023 memiliki legal standing yang lemah, namun permohonannya dikabulkan sebagian. Hal ini menimbulkan dugaan adanya konflik kepentingan yang mempengaruhi inkonsistensi putusan Mahkamah Konstitusi

    Phytochemical Analysis and Study of Molecular Docking of Leucaena leucocephala Leave Extract as Anticancer

    Get PDF
    Cancer is a disease caused by unnatural cell growth in the body. It has become a disease with a high mortality rate in the world. Several therapies have been developed for cancer treatment, one of which is the exploration of the bioactivity of compounds contained in potentially medicinal plants. One of the potential medicinal plants that grows in Central Kalimantan province is L. leucocephala. In this study, the potential of L. leucocephala leaf extract was explored through phytochemical tests and molecular docking approaches. Based on the phytochemical test, it was found that L. leucocephala leaf extract contains flavonoids, terpenoids, and steroids. Based on the test results, a literature study was conducted on the flavonoids and terpenoids content in L. leucocepala leaf extract and molecular docking studies were conducted. Seven dominant compounds of L. leucocephala consisting of flavonoids and terpenoids were tested for their potential as inhibitors of receptor tyrosine kinase. The molecular docking results showed that flavonoid ligands (1-6) had more negative binding affinity values compared to the drug sunitinib, a common drug for cancer therapy, while terpenoid ligand (7) had less favorable binding energy. Based on the Lipinski rule of five test, ligands 1, 2, 4, and 5 fulfill all the criteria given as drug candidates, while ligands 3, 6, and 7 only fulfill 3 out of 5 criteria. Based on Lipinski rule of five and molecular docking, ligand 1,2,4, and 5 has potential to be anticancer

    Analisis Kesesuaian Dan Daya Dukung Kawasan Wisata Kategori Berenang Pantai Tanjung Langka Kelurahan Padang Mulia Kabupaten Bangka Tengah

    Get PDF
    Central Bangka Regency is a regency that has many islands and beaches, making Central Bangka visited by many tourists for vacation. Padang Mulia Village has beautiful beaches, one of which is Tanjung Langka Beach. This research is to analyze the suitability and carrying capacity of swimming category beach tourism. Data collection was carried out in May 2024. Data analysis is based on a matrix of beach tourism suitability and carrying capacity of the area. The results of the research index value of the suitability of beach tourism swimming category at Stations 1 and 2 is 31.48% category S3 (conditionally suitable) and at Station 3 is 25.93% category S3 (conditionally suitable). The requirements that must be met so that the suitability of tourism becomes S2 (suitable), namely by building public toilets to meet the availability of fresh water. The study of the carrying capacity of the area on Tanjung Langka Beach is with a unit area utilized of 5200 m2, a unit area for the swimming category of 25 m2, the time provided is 6 hours, and the time utilized for swimming activities is 2 hours. The carrying capacity value obtained is 624 people in one day.  Kabupaten Bangka Tengah merupakan Kabupaten yang banyak memiliki pulau dan pantai sehingga membuat Bangka Tengah banyak dikunjungi wisatawan untuk berlibur. Kelurahan Padang Mulia memiliki pantai yang indah salah satunya Pantai Tanjung Langka. Penelitian ini untuk menganalisis kesesuaian dan daya dukung wisata pantai kategori berenang. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei tahun 2024. Analisis data didasarkan pada matriks kesesuaian wisata pantai dan daya dukung kawasan. Hasil penelitian nilai indeks kesesuaian wisata pantai kategori berenang pada Stasiun 1 dan 2 yaitu 31,48% kategori S3 (sesuai bersyarat) dan pada Stasiun 3 yaitu 25,93% kategori S3 (sesuai bersyarat). Syarat yang harus dipenuhi agar kesesuaian wisata menjadi S2 (sesuai) yaitu dengan membangun toilet umum untuk memenuhi ketersediaan air tawar. Kajian daya dukung kawasan pada Pantai Tanjung Langka yaitu dengan luas unit area yang dimanfaatkan 5200 m2, unit area untuk kategori berenang 25 m2, waktu yang disediakan yaitu 6 jam, dan waktu yang dimanfaatkan untuk aktivitas berenang yaitu 2 jam. Nilai daya dukung yang didapatkan yaitu 624 orang dalam satu hari

    MODERNISASI PENGOLAHAN PAKAN BEBEK DENGAN MESIN PENGADUK DI PETERNAKAN TARET JAYA DESA AIR ANYIR KABUPATEN BANGKA

    Get PDF
    Breeding ducks has several advantages, including: 1) the stages of raising ducks are easier; growth period; 2) duck growth is much faster, need 40 days to harvest; 3) marketing of meat and egg crops is easier; and 4) you can sell other parts to ducks, duck feathers for crafts and their droppings can be used as catfish feed. For laying ducks, their eggs can be harvested when they are 5 to 7 months old. Breeding ducks promises big enough profits that one of the livestock groups "Taret Jaya" has been raising broiler ducks since 2022. The community service partner is the Taret Jaya livestock group, located in Air Anyir village, Merawang sub-district, Bangka Regency. Based on the results of the survey to partner locations, there were several partner problems, including: manual counting of ingredients, limited knowledge of duck feed mixture ingredients, limited knowledge in making duck feed (fermentation process), and the mixing process in making feed was still manual. Currently, partners chop the feed ingredients using machetes and stir the feed ingredients using a hoe. The ingredients that have been stirred are then directly given to the ducks without going through a fermentation process. Through community service at this department level, the service team provides a solution that is offered in the form of a duck feed mixer machine. Mixing time with 50-60 kg of mixed material using a machine is 6 times faster than manually, namely around 5 minutes, compared to manual which takes 30 minutes. The service team has handed over to service partners, among other things: one unit of feed mixing machine, DOD duck seeds, feed making materials, and other supporting equipment for raising livestock. With this machine, partners can increase their livestock productivity.Beternak bebek memiliki beberapa kelebihan antara lain: 1) tahapan ternak bebek lebih mudah; masa pertumbuhan; 2) pertumbuhan bebek jauh lebih cepat, perlu 40 hari untuk dipanen; 3) pemasaran hasil panen daging dan telurnya lebih mudah; dan 4) dapat menjual bagian lainnya pada bebek, bulu bebek untuk kerajinan dan kotorannya dapat dijadikan pakan lele. Untuk bebek petelur dapat dipanen telurnya saat berusia mulai 5 sampai 7 bulan. Beternak bebek yang menjanjikan keuntungan yang cukup besar sehingga salah satu kelompok ternak “Taret Jaya” telah beternak bebek pedaging sejak tahun 2022 lalu. Mitra pengabdian kepada masyarakat yaitu kelompok ternak Taret Jaya” berlokasi di desa Air Anyir kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Berdasarkan hasil survei ke lokasi mitra, terdapat beberapa permasalahan mitra antara lain: pencacahan bahan masih secara manual, keterbatasan pengetahuan bahan campuran pakan bebek, keterbatasan pengetahuan dalam membuat pakan bebek (proses fermentasi), dan proses pengadukan dalam pembuatan pakan masih secara manual. Saat ini mitra mencacah bahan pakan dengan menggunakan parang dan pengadukan bahan pakan menggunakan cangkul. Bahan yang telah diaduk, selanjutnya langsung diberikan ke ternak bebek tanpa melalui proses fermentasi. Melalui Pengabdian kepada masyarakat tingkat jurusan ini, tim pengabdian memberikan solusi yang ditawarkan yaitu berupa mesin pengaduk pakan bebek. Waktu pengadukan dengan bahan adukan 50-60 kg menggunakan mesin 6 kali lebih cepat dibandingkan dengan manual yaitu sekitar 5 menit, dibandingkan dengan manual membutuhkan waktu 30 menit. Tim pengabdian telah menyerahkan ke mitra pengabdian antara lain: satu unit mesin pengaduk pakan, bibit bebek DOD, bahan pembuatan pakan, dan peralatan penunjang lainnya untuk bertenak. Dengan mesin ini, mitra dapat meningkatkan produktivitas peternakannya

    Analisis Konsumsi Bahan Bakar Alat Muat dan Angkut Pada Pengupasan Overburden di PT Putra Maga Nanditama Bengkulu Utara

    Get PDF
    The research was conducted at PT Putra Maga Nanditama site Gunung Selan, PT Putra Maga Nanditama is a company engaged in coal mining. The background to the research is that overburden production did not reach the company's target and fuel consumption for overburden loading and transport equipment exceeded the company's fuel target. The research method used is a quantitative method. Data collection consists of primary and secondary data. Primary data includes tool cycle time and work efficiency, actual fuel consumption as well as road geometry and distance to disposal. Secondary data in the form of regional performance maps, equipment specifications, rainfall data, equipment working hours data, drone maps for August 2023 and contours. Based on the results of research in the field, factors that influence fuel consumption such as road geometry, road conditions and distance to overburden disposal are still not in accordance with established standards. The productivity of the DX800LC Excavator is 279.59 BCM/hour, the Doosan DA45 ADT is 60.47 BCM/hour and the Volvo A40G ADT is 59.37 BCM/hour. For Doosan DX800LC Excavator fuel consumption is 48.21 liters/hour, ADT Doosan DA45 is 26.62 and ADT Volvo A40G is 23.72 liters/hour. The actual fuel comparison for the two haulers is that the ADT Volvo A40G is more efficient than the ADT Doosan DA45 both in terms of fuel consumption and fuel costs

    Pola Produksi Sayuran di Kota Pangkalpinang

    Get PDF
    Vegetable production in Pangkalpinang City is very limited because much of the land in Pangkalpinang City is allocated for housing and trade. Vegetable production is mostly carried out by KWT and farmer groups. The obstacles faced by KWT and Farmer Groups are limited land for vegetable farming and production patterns have not been planned properly. This research aims to examine vegetable production patterns in Pangkalpinang City. The descriptive analysis method is used to determine vegetable production patterns. The research results show that vegetable farming by KWT is carried out using soil and hydroponics. Meanwhile, the Farmer Group only uses soil as a medium. There are 17 patterns of vegetable production using soil media and 8 patterns of vegetable production using hydroponics. Setting vegetable planting patterns is useful for regulating the amount of production and variety of vegetables.Produksi sayuran di Kota Pangkalpinang sangat terbatas karena peruntukan lahan di Kota Pangkalpinang banyak dialokasikan untuk pemukiman dan perdagangan. Produksi sayuran banyak dilakukan oleh KWT dan kelompok tani. Kendala yang dihadapi KWT dan Kelompok Tani adalah lahan untuk melakukan usahatani sayuran terbatas dan pola produksi belum direncanakan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola produksi sayuran di Kota Pangkalpinang. Metode analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui pola produksi sayuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani sayuran oleh KWT dilakukan dengan media tanah dan hidroponik. Sedangkan Kelompok Tani hanya dengan media tanah. Terdapat 17 Pola produksi sayuran dengan media tanah dan 8 pola produksi sayuran secara hidroponik. Pengaturan Pola tanam sayuran bermanfaat untuk mengatur jumlah produksi dan variasi sayuran

    1,978

    full texts

    2,165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Bangka Belitung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇