Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
    2165 research outputs found

    LEVEL OF WELFARE OF RICE FARMING FAMILIES IN SEWON DISTRICT BANTUL REGENCY

    Get PDF
    Salah satu indikator yang dapat menggambarkan taraf hidup masyarakat secara umum adalah kemiskinan. Kesenjangan sosial dan kemiskinan merupakan masalah yang dihadapi oleh sebagian masyarakat. Di Kabupaten Bantul persentase penduduk miskin dari tahun 2019-2021 terus mengalami peningkatan. Masih banyak rumah tangga petani padi yang memiliki pengeluaran cukup besar. Besarnya pengeluaran ini dikarenakan jumlah anggota keluarga. Dengan tingkat pendapatan yang sama, keluarga petani yang mempunyai jumlah anggota keluarga yang relatif lebih banyak ada kemungkinan tingkat kesejahteraannya lebih rendah dibanding tingkat kesejahteraan keluarga petani dengan jumlah anggota keluarga yang lebih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan keluarga petani padi di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapat sebanyak 44,90 % termasuk dalam Keluarga Sejahtera III Plus, 8,16% termasuk dalam Keluarga Sejahtera III, 8,16% termasuk Keluarga Sejahtera II, 10,20% termasuk Keluarga Sejahtera I, dan 28,57% termasuk Keluarga Pra Sejahtera.One indicator that can describe the general standard of living of society is poverty. Social inequality and poverty are problems faced by some communities. In Bantul Regency, the percentage of poor people from 2019-2021 continues to increase. There are still many rice farming households that have quite large expenses. The amount of this expenditure is due to the number of family members. With the same level of income, a farming family that has a relatively large number of family members is likely to have a lower welfare level than the welfare level of a farming family with a smaller number of family members. This research aims to analyze the level of welfare of rice farming families in Sewon District, Bantul Regency. The method in this research is quantitative descriptive. Based on the research results, it was found that 44.90% were included in the Prosperous Family III Plus, 8.16% were included in the Prosperous Family III, 8.16% were included in the Prosperous Family II, 10.20% were included in the Prosperous Family I, and 28.57% were included Pre-Prosperous Family

    A Profil Endoparasit yang Menginfeksi Ikan Lele di Balai Benih Ikan Lokal Air Mawar Kota PangkalPinang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil endoparasit  yang menginfeksi ikan lele di Balai Benih Ikan Lokal (BBIL) Air Mawar Kota Pangkalpinang. Pengambilan 30 ikan sampel dilakukan secara acak. Pengamatan endoparasit meliputi bagian dalam ikan lele yaitu daging, hati, usus dan lambung. Data penelitian dianalisis secara deskriptif serta disajikan dalam tabel dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis endoparasit yang menginfeksi organ ikan sampel antara lain Ascaris Lumbricoides, Trichuris trichiura, Strongyloides stercoralis, Capillaria sp, dan Anisakis sp. Tingkat prevalensi parasit yang menginfeksi ikan lele di BBIL yaitu 90% dengan kategori hampir selalu dan keterangan infeksi parah. Intensitas endoparasit tertinggi yang menyerang ikan lele yaitu oleh parasit Trichuris Trichiura dengan nilai intensitas 6,23 individu per ekor dengan kategori sedang, sedangkan untuk nilai intensitas terendah yaitu  oleh parasit Anisakis sp  dengan nilai intensitas 1,57 individu per ekor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil endoparasit yang menginfeksi ikan lele di Balai Benih Ikan Lokal (BBIL) Air Mawar Kota Pangkalpinang. Pengambilan 30 ikan sampel dilakukan secara acak. Pengamatan endoparasit meliputi bagian dalam ikan lele yaitu daging, hati, usus dan lambung. Data penelitian dianalisis secara deskriptif serta disajikan dalam tabel dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis endoparasit yang menginfeksi organ ikan sampel antara lain Ascaris Lumbricoides, Trichuris trichiura, Strongyloides stercoralis, Capillaria sp, dan Anisakis sp. Tingkat prevalensi parasit yang menginfeksi ikan lele di BBIL yaitu 90% dengan kategori hampir selalu dan keterangan infeksi parah. Intensitas endoparasit tertinggi yang menyerang ikan lele yaitu oleh parasit Trichuris Trichiura dengan nilai intensitas 6,23 individu per ekor dengan kategori sedang, sedangkan untuk nilai intensitas terendah yaitu oleh parasit Anisakis sp dengan nilai intensitas 1,57 individu per ekor

    Dinamika Hukum Agraria dan Urbanisasi: Pengelolaan Hak Guna Ruang Bawah Tanah di Kota-Kota Besar Indonesia

    Get PDF
    This study addresses the main legal issue concerning the management of underground space in major cities in Indonesia amid rapid urbanization. The current regulations, such as the Basic Agrarian Law, do not provide clear provisions regarding the right to use underground space, leading to legal uncertainty and potential conflicts of interest. The position of this research is to analyze existing regulations through a normative juridical approach and propose legal solutions that are more adaptive to the needs of urban modernization. This paper examines the limitations of current regulations and suggests the need for more comprehensive, specific legislation governing underground space rights. The main findings of this study reveal the inadequacy of the existing legal framework in accommodating the management of underground space fairly and sustainably, and the urgency for regulatory reforms that are more responsive to Indonesia’s urbanization developments.Penelitian ini membahas isu hukum utama terkait dengan pengelolaan ruang bawah tanah di kota-kota besar Indonesia dalam konteks urbanisasi yang pesat. Regulasi yang ada saat ini, seperti Undang-Undang Pokok Agraria, tidak memberikan aturan yang jelas mengenai hak guna ruang bawah tanah, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum dan potensi konflik kepentingan. Posisi penelitian ini adalah menganalisis regulasi yang ada melalui pendekatan yuridis normatif dan menawarkan solusi hukum yang lebih adaptif terhadap kebutuhan modernisasi perkotaan. Tulisan ini mengkaji keterbatasan regulasi saat ini, serta mengusulkan perlunya regulasi khusus yang lebih komprehensif untuk mengatur hak guna ruang bawah tanah. Temuan utama penelitian ini adalah ketidakcukupan kerangka hukum yang ada dalam mengakomodasi kebutuhan pengelolaan ruang bawah tanah secara adil dan berkelanjutan, serta urgensi reformasi regulasi yang lebih responsif terhadap perkembangan urbanisasi di Indonesia

    Hubungan Kerapatan Padang Lamun Dengan Kelimpahan Makrozoobentos Di Pulau Pramuka

    Get PDF
    Pramuka Island is one of the islands in the Seribu Islands which has a number of marine ecosystems such as seagrass and macrozoobenthos. The aim of this research is to determine the relationship between seagrass density and macrozoobenthos abundance. This research was carried out by applying the purposive sampling method to determine research locations at 3 stations and 3 plots with 50 m transect lines and Pearson Product Moment or simple correlation analysis to determine the relationship between seagrass density and macrozoobenthos abundance. The seagrass species found on Pramuka Island form mixed vegetation with 5 seagrass species and the highest density is Thalassia hemprichii. The macrozoobenthos found included the Holothuroidea, Bivalvia and Gastropod classes with the highest abundance being the Holothuroidea class. The relationship between seagrass density and macrozoobenthos abundance shows a strong relationship with a correlation value of 0.997 and shows a positive (+) linear direction, meaning that the higher the seagrass density value, the higher the macrozoobenthos abundance.  Pulau Pramuka merupakan salah satu pulau yang terdapat di Kepulauan Seribu yang memiliki sejumlah ekosistem laut seperti lamun dan makrozoobentos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kerapatan lamun dan kelimpahan makrozoobentos. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode purpossive sampling untuk menentukan lokasi penelitian pada 3 stasiun dan 3 plot dengan garis transek 50 m dan Product Moment Pearson atau analisis korelasi sederhana untuk menentukan hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan makrozoobentos. Spesies lamun yang ditemukan di Pulau Pramuka membentuk vegetasi campuran dengan 5 spesies lamun dan kerapatan tertinggi adalah Thalassia hemprichii. Makrozoobentos yang ditemukan meliputi kelas Holothuroidea, Bivalvia, dan Gastropoda dengan kelimpahan tertinggi adalah kelas Holothuroidea. Hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan makrozoobentos menunjukkan hubungan yang kuat dengan nilai korelasi 0,997 dan menunjukkan arah garis linier yang positif (+), artinya semakin tinggi nilai kerapatan lamun maka kelimpahan makrozoobentos juga akan semakin tinggi

    Analysis of the Ethyl Acetate Fraction of Cumin Leaves (Plectranthus amboinicus) as an Antimicrobial against Staphylococcus aureus using LC-MS

    Get PDF
    The research investigates the antibacterial potential of cumin leaves due to their rich composition of flavonoid compounds, alkaloids, saponins, and tannins. The study's objectives encompass assessing the antibacterial efficacy of cumin leaf's ethyl acetate fraction against Staphylococcus aureus bacteria, identifying the concentration of this fraction yielding the most substantial inhibition zone, and characterizing the compound composition within the fractionated cumin leaf extract. Extraction involved maceration using 96% ethanol and fractionation through water, n-hexane, and ethyl acetate solvents. The ethyl acetate fraction's phytochemical screening affirmed the presence of flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins. Liquid chromatography-mass spectrometer (LC-MS) analysis pinpointed the top two peaks as flavonoid compounds. Antibacterial assessments, executed via paper disc diffusion method, employed concentrations of 15%, 20%, and 25% of the ethyl acetate cumin leaf extract against Staphylococcus aureus, each repeated thrice. The 20% concentration exhibited the most substantial inhibition zone, averaging 23.1mm, compared to 16.8mm for 15% and 19.6mm for 25%, indicating its optimal efficacy against S. aureus growth. Statistical analysis employing ANOVA testing underscored the significance of the ethyl acetate cumin leaf fraction's concentration variations on S. aureus, as evidenced by a p-value of 0.00 (below the significance threshold of 0.05). This underscores the impact of the ethyl acetate cumin leaf fraction's concentrations on inhibiting S. aureus growth. The findings shed light on the potential of cumin leaves as a source of antimicrobial agents, with the 20% ethyl acetate fraction exhibiting notable effectiveness, opening avenues for further exploration and applications in antibacterial research.The research investigates the antibacterial potential of cumin leaves due to their rich composition of flavonoid compounds, alkaloids, saponins, and tannins. The study's objectives encompass assessing the antibacterial efficacy of cumin leaf's ethyl acetate fraction against Staphylococcus aureus bacteria, identifying the concentration of this fraction yielding the most substantial inhibition zone, and characterizing the compound composition within the fractionated cumin leaf extract. Extraction involved maceration using 96% ethanol and fractionation through water, n-hexane, and ethyl acetate solvents. The ethyl acetate fraction's phytochemical screening affirmed the presence of flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins. Liquid chromatography-mass spectrometer (LC-MS) analysis pinpointed the top two peaks as flavonoid compounds. Antibacterial assessments, executed via paper disc diffusion method, employed concentrations of 15%, 20%, and 25% of the ethyl acetate cumin leaf extract against Staphylococcus aureus, each repeated thrice. The 20% concentration exhibited the most substantial inhibition zone, averaging 23.1mm, compared to 16.8mm for 15% and 19.6mm for 25%, indicating its optimal efficacy against S. aureus growth. Statistical analysis employing ANOVA testing underscored the significance of the ethyl acetate cumin leaf fraction's concentration variations on S. aureus, as evidenced by a p-value of 0.00 (below the significance threshold of 0.05). This underscores the impact of the ethyl acetate cumin leaf fraction's concentrations on inhibiting S. aureus growth. The findings shed light on the potential of cumin leaves as a source of antimicrobial agents, with the 20% ethyl acetate fraction exhibiting notable effectiveness, opening avenues for further exploration and applications in antibacterial research

    Utilization of Iron (Stainless Steel) Waste for Making Prussian Blue Pigment

    No full text
    The increasing use of household materials made of stainless steel also causes more metal waste to be produced. Stainless waste is considered dangerous because it contains several heavy metal compounds such as Ci, Pb, Ni, Fe, and others, so it is necessary to treat stainless waste. Stainless slag and stainless dust can be processed into products with high selling value such as pigments or dyes. In this research, Prussian Blue pigment was synthesized from Fe waste obtained from iron fiber waste. Apart from knowing the yield of the Prussian Blue synthesis, the effect of adding TiO2 on the intensity of the resulting color was observed. This study used a hydrometallurgical method using acid leaching to produce Prussian blue color pigments. The Prussian blue pigment conversion value produced in experiment 1 was 79.63%, experiment 2 was 80.36%, experiment 3 was 83.63%, and experiment 4 was 82.40%. The yield value of Prussian blue pigment in experiment 1 was 1.230 gram Prussian blue/gram iron, experiment 2 was 1.142 gram Prussian blue/gram iron, experiment 3 was 1.305 gram prussian blue/gram iron, and experiment 4 was 1.807 gram prussian blue/gram iron. Overall this method can process waste iron (stainless steel) into Prussian blue color pigment

    PEMBESARAN LOBSTER PASIR (Panulirus Homarus) DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT, LAMPUNG

    Get PDF
    Lobster merupakan komoditas perikanan yang masuk kedalam jenis udang , tekstur daging lobster ini lembut dan cita rasanya yang khas membuatnya sangat dihargai dalam industri kuliner. Dari segi potensi, sumberdaya lobster memang bukan yang tertinggi, namun dari segi nilai pasar, lobster merupakan sumberdaya perikanan yang bernilai ekonomis tinggi. Seiring berjalan waktu kebutuhan lobster per tahun makin meningkat, untuk menjaga sumber daya perikanan yang keberlanjutan dalam menyediakan ketersedian lobster yaitu dengan mengembangkan budidaya lobster. Hasil dari praktek kerja lapangan dalam pembesaran lobster pasir , pertumbuhan banjang lobster mencapai 1.34 cm selama 30 hari dengan SGR nya 0,13% dan FCR 18,75

    PEMBENIHAN IKAN LEMON (Labidochromis caeruleus) DI BALAI BENIH IKAN NITIKAN, KOTA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Ikan Lemon atau Electric Yellow Cichlid (Labidochromis caeruleus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar introduksi di Indonesia dengan pasar lokal dan global yang tinggi sebagai ikan hias. Pasar yang tinggi membuka peluang dikembangkan di Bangka Belitung. Salah satu tantangan dalam pembenihan ikan Lemon adalah tingginya tingkat kematian pada fase awal, terutama pada tahap larva. Untuk itu perlu dilakukan praktik kerja lapang tentang pembenihan Ikan Lemon. Kegiatan Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan di  Balai  Benih  Ikan  (BBI)  Nitikan, Kota Yogyakarta. Proses pembenihan Ikan Lemon di BBI Nitikan Yogyakarta terdiri atas persiapan wadah induk, seleksi induk, pemijahan induk, pemanenan benih, dan pemeliharaan benih. Aspek teknis produksi pembenihan sudah baik karena berhasil mencapai Survival Rate 74%,  rata – rata fekunditas 5.897 butir telur dalam satu kali pemijahan,  rata-rata Fertizilation Rate sebesar 79%, dan Hatching Rate sebesar 83%

    PENINGKATAN DAYA SAING USAHA EKONOMI PRODUKTIF (UEP) MELALUI RENCANA PENGEMBANGAN APLIKASI ECOMMERS JUAL-BELI PERTAMA TALUY-JO DI KOTA KOTAMOBAGU

    Get PDF
    This community service activity aims to analyze the improvement of the competitiveness of Productive Economic Enterprises (UEP) through the development plan of Taluy-Jo's first buy-and-sell E-commerce application in Kotamobagu City. UEP is social assistance from the Ministry of Social Affairs of the Republic of Indonesia provided to joint business groups to increase family income and social welfare. By integrating e-commerce technology, this community service activity aims to improve efficiency and market access for UEP with the planned use of the Taluy-Jo application. The research methods used include qualitative analysis with literature studies, surveys, and interviews with UEP owners and potential application users. This community service activity is expected to provide an in-depth understanding of the impact of e-commerce technology implementation on UEPs and provide strategic recommendations to improve their competitiveness. Thus, this research will make a positive contribution to local economic development, UEP growth, and e-commerce application development in Kotamobagu City area.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisisKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisispeningkatan daya saing Usaha Ekonomi Produktif (UEP) melalui rencanapengembangan aplikasi e-commerce jual-beli pertama Taluy-Jo di KotaKotamobagu. UEP adalah bantuan social dari Kementerian Sosial RepublikIndonesia yang diberikan kepada kelompok usaha bersama untukmeningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sosial keluarga. Denganmengintegrasikan teknologi e-commerce, Kegiatan pengabdian kepadamasyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akses pasar bagiUEP dengan rencana penggunaan aplikasi Taluy-Jo. Metode penelitian yangdigunakan meliputi analisis kualitatif dengan studi literatur, survei, danwawancara dengan pemilik UEP serta calon pengguna aplikasi. Kegiatanpengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikanpemahaman mendalam tentang dampak implementasi teknologi ecommerce pada UEP dan memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan daya saing mereka. Dengan demikian, Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ekonomi lokal, pertumbuhan UEP, dan pengembangan aplikasi e-commerce di daerah Kota Kotamobagu.&nbsp

    WORKSHOP GOOGLE GEMINI UNTUK MEMBUAT ARTIKEL DENGAN TEKNIK SEO BAGI ANGGOTA KOPERASI MAHASISWA UIN K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN

    Get PDF
    The rapid development of Information Technology has had a major impact on various aspects of life, especially in education and business. Information technology is a type of technology that helps humans process and obtain information; an example is Artificial Intelligence (AI). Google Gemini is Google's most advanced AI and can be used for various things, such as creating articles that comply with SEO (Search Engine Optimization) techniques. UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Student Cooperative (KOPMA UIN Gusdur) is a cooperative that was founded on November 10 1998. To realize its vision, KOPMA UIN Gusdur held training activities for its members regarding creating articles using SEO techniques so that the managed website gets many visitors. Community Service (PKM) activities were carried out in response to this need by holding a Google Gemini workshop to create articles using SEO techniques. The workshop's main objective is to improve the ability of KOPMA UIN Gusdur members to create articles using SEO techniques with Google Gemini to produce interesting articles that can appear on the first page of search engines. The workshop was carried out using presentation methods and direct practice via the website www.gemini.google.com and was attended by 24 participants from members of KOPMA UIN Gusdur. Pre-Test and Post-Test are given to workshop participants to assess their initial and final abilities regarding the material provided. The result of this activity is an increase in participants' ability to use Google Gemini to create articles using SEO techniques. The increase in participants' abilities can be seen from the results of the Pre-Test and Post-Test questionnaires where overall, from the 6 questions given, there was an average increase of 9.33 participants or 68.28% of participants who previously answered that they could not use Google Gemini to do a work, but then he could use it after following the workshop. The advice given to workshop participants was to be able to utilize Google Gemini to support their business development.Perkembangan Teknologi Informasi yang sangat pesat berdampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan, terutama di bidang pendidikan dan bisnis. Teknologi informasi adalah jenis teknologi yang membantu manusia dalam mengolah dan memperoleh informasi, contohnya adalah Artificial Intelligence (AI). Google Gemini adalah AI dari Google yang paling canggih dan dapat digunakan untuk berbagai hal semisal membuat artikel yang sesuai dengan teknik SEO. Koperasi Mahasiswa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (KOPMA UIN Gusdur) adalah koperasi yang didirikan sejak tanggal 10 November 1998. Untuk mewujudkan visinya, KOPMA UIN Gusdur mengadakan kegiatan pelatihan kepada anggotanya terkait pembuatan artikel yang seuai dengan teknik SEO (Search Engine Optimization) agar website yang dikelola mendapat banyak pengunjung. Sebagai respons terhadap kebutuhan ini, dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan menyelenggarakan workshop Google Gemini untuk membuat artikel dengan teknik SEO. Tujuan utama workshop adalah meningkatkan kemampuan anggota KOPMA UIN Gusdur dalam membuat artikel dengan teknik SEO menggunakan Google Gemini sehingga mampu menghasilkan artikel yang menarik dan dapat tampil di halaman pertama mesin pencarian. Workshop dilakukan dengan metode presentasi serta praktik langsung melalui halaman website www.gemini.google.com dan diikuti oleh 24 peserta yang berasal dari anggota KOPMA UIN Gusdur. Pre-Test dan Post-Test diberikan kepada peserta workshop untuk menilai kemampuan awal dan akhir mereka terkait materi yang diberikan. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan peserta dalam menggunakan Google Gemini untuk membuat artikel dengan teknik SEO. Meningkatnya kemampuan peserta bisa dilihat dari hasil kuesioner Pre-Test dan Post-Test di mana secara keseluruhan dari 6 pertanyaan yang diberikan rata-rata terjadi peningkatan sebanyak 9,33 peserta atau 68,28% peserta yang awalnya menjawab tidak bisa menggunakan Google Gemini untuk mengerjakan sebuah pekerjaan menjadi bisa menggunakannya setelah mengikuti workshop. Saran yang diberikan kepada peserta workshop adalah agar dapat memanfaatkan Google Gemini untuk mendukung pengembangan usaha mereka

    1,978

    full texts

    2,165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Bangka Belitung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇