Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
    2165 research outputs found

    LOCAL GOVERNMENT’S STRATEGY IN DEVELOPMENT OF BIKANG PINEAPPLE COMODITIES IN TOBOALI DISTRICT

    Get PDF
    Tanaman hortikultura memegang peran strategis sebagai komponen utama pada tanaman pangan. Tanaman hortikultura khususnya tanaman buah menjadi paduan penting dalam keseharian masyarakat. Salah satu komoditi tanaman buah tersebut yakni tanaman nanas(Ananas comosus (L.). Di Kabupaten Bangka Selatan terkhusus Desa Bikang Kecamatan Toboali, Tanaman Nanas sudah menjadi tanaman yang dibudiayakan secara intensif oleh masyarakat. Nanas yang dibudidayakan merupakan Nanas Lokal (Nanas Bikang). Nanas Bikang ini sudah mulai dikembangkan sejak Tahun 1950. Nanas sangat berpotensi untuk dikembangkan di Kabupaten Bangka Selatan, masih banyaknya lahan tidur diberbagai lokasi menjadi area yang berpotensi untuk dikembangkan nanas. Dengan produksi nanas bikang yang melimpah dan bisa dikembangkan dengan melakukan inovasi produk olahan, maka potensi ekonomi nanas bikang semakin menjanjikan. Maka berdasarkan penjelasan tersebut tujuan dari penelitian ini yakni melihat bagaimana strategi pemerintah dalam mewujudkan Desa Bikang menjadi tempat pengembangan hilirisasi Nanas. Penelitian dilaksanakan di Desa Bikang Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan dengan pemilihan lokasi dilakukan dengan metode purposive pertimbangan Desa Bikang yang merupakan sentra produksi Nanas sekaligus nanas bikang yang sudah terdaftar sebagai Sumber Daya genetic lokal. Penelitian ini dikategorikan dalam penelitian kualitatif secara deskriptif dengan melakukan pengamatan terhadap tahapan-tahapan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah. Dari hasil pengamatan terhadap tahapan-tahapan yang telah dilakukan pemerintah dalam mewujudkan Desa Bikang menjadi tempat pengembangan hilirisasi nanas, disimpulkan bahwa pemerintah sudah melakukan langkah pasti dan bukti bahwa pemerintah daerah serius dalam mewujudkan Desa Bikang menjadi tempat pengembangan hilirisasi nanas adalah tahapan yang sudah berprogres lebih dari 50 % dan akan terus bertambah hingga taraf pelaksanaan menjadi 100 %.the pineapple plant (Ananas comosus (L.). In South Bangka Regency, especially in Bikang Village, Toboali District, pineapple has great potential to be developed , there is still a lot of unused land in various locations which is an area that has the potential to develop pineapple.With abundant production of bikang pineapple and it can be developed by innovating processed products, then the economic potential of the bikang pineapple is increasingly promising. So based on this explanation the purpose of this research is to see how the government's strategy is to make Bikang Village a place for downstream development of Pineapple. The research was carried out in Bikang Village, Toboali District, South Bangka Regency with the selection of locations carried out using the purposive method of considering Bikang Village which is a pineapple production center as well as bikang pineapple which has been registered as a local genetic resource. This research is categorized in descriptive qualitative research by observing the stages that have been carried out by the local government. From the results of observations of the stages that have been carried out by the government in making Bikang Village a place for pineapple downstream development, it is concluded that the government has taken definite steps and evidence that the local government is serious about making Bikang Village a place for pineapple downstream development is that the stages that have been implemented have progressed more than 50% and will continue to increase until the level of implementation becomes 100%

    Growth Rate Analysis of Mangrove Crab (Scylla Serrata) in Selindung River Fishermen's Catch Apartment

    Get PDF
    Kepiting bakau (Scylla serrata) dan (Scylla tranqueberica) merupakan spesies yang hidup di ekosistem mangrove .Ekosistem mangrove memiliki peranan yang sangat penting bagi kepiting bakau yaitu sebagai    habitat, tempat mencari makan dan tempat memijah. Kepiting   bakau dapat bertumbuh kembang di hutan mangrove karena terdapat organisme kecil yang menjadi makanannya. Budidaya kepiting bakau merupakan pembesaran kepiting bakau yang belum siap diproduksideengan menggunakan metode wadah. Metode wadah merupakan pemeliharaan dan pembesaran kepiting bakau dengan menggunakan wadah bertingkat, hal ini salah satunya agar mudah dalam mempermudah pengontrolan pertumbuhan kepiting bakauPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju pertumbuhan kepiting bakau (Scylla serrata) pada apartemen hasil tangkapan nelayan Sungai Selindung selama delapan minggu. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, lebar karapas mutlak, serta kualitas air seperti salinitas, suhu, pH, dan kadar oksigen terlarut. Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan berat mutlak kepiting jantan dan betina berbeda signifikan, dengan kepiting jantan memiliki rata-rata lebar karapas 104 mm dan kepiting betina 54 mm. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh proses moulting, di mana kepiting mengganti karapas lama dengan yang baru yang lebih besar. Penelitian menemukan bahwa frekuensi pemberian pakan sangat mempengaruhi pertumbuhan bobot dan lebar karapas. Specific Growth Rate (SGR) kepiting jantan tertinggi mencapai 1.14% per hari, sedangkan betina mencapai 0.75% per hari. Kepiting jantan menunjukkan laju pertumbuhan lebih cepat dibandingkan betina, disebabkan aktivitas metabolisme yang lebih tinggi. Tingkat kelulusan hidup kepiting bakau mencapai 100%, menunjukkan metode apartemen efektif dalam mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Selama penelitian, kualitas air tetap dalam kondisi optimal dengan salinitas 27-29‰, suhu 30-33℃, pH 6.1-6.8, dan DO 5.5-6.3 mg/L. Kesimpulannya, sistem apartemen untuk budidaya kepiting bakau efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup kepiting bakau di Sungai Selindung​Mangrove crabs (Scylla serrata) and (Scylla tranqueberica) are species that live in mangrove ecosystems. Mangrove ecosystems have a very important role for mangrove crabs, namely as habitat, foraging and spawning grounds. Mangrove crabs can grow and develop in mangrove forests because there are small organisms that become their food. Mangrove crab cultivation is the enlargement of mangrove crabs that are not ready for production using the container method. The container method is the maintenance and enlargement of mangrove crabs using multilevel containers, one of which is to make it easy to control the growth of mangrove crabs this study aims to analyze the growth rate of mangrove crabs (Scylla serrata) in the apartment caught by Selindung River fishermen for eight weeks. Parameters observed included absolute weight growth, absolute carapace width, and water quality such as salinity, temperature, pH, and dissolved oxygen levels. The results showed that the absolute weight growth of male and female crabs was significantly different, with male crabs having an average carapace width of 104 mm and female crabs 54 mm. This growth is influenced by the moulting process, where the crabs replace the old carapace with a new, larger one. The study found that feeding frequency greatly influenced the growth of carapace weight and width. Specific Growth Rate (SGR) of male crabs was highest at 1.14% per day, while females reached 0.75% per day. Male crabs showed a faster growth rate than females, due to higher metabolic activity. Mangrove crab survival rate reached 100%, indicating the apartment method was effective in supporting growth and survival. During the study, water quality remained in optimal condition with salinity of 27-29‰, temperature of 30-33℃, pH 6.1-6.8, and DO 5.5-6.3 mg/L. In conclusion, the apartment system for mangrove crab aquaculture is effective in improving the growth and survival of mangrove crabs in Selindung River

    SPATIAL MODEL OF SOIL VULNERABILITY OF BENGKULU COASTAL AREAS DUE TO LIQUEFACTION

    No full text
    Makalah ini menyajikan evaluasi potensi kerentanan tanah kawasan pesisir Kota Bengkulu terhadap bahaya likuifaksi. Evaluasi dilakukan dengan pendekatan probabilitas yang memasukkan kontribusi semua tingkat bahaya gempa yang berpotensi menimbulkan likuifaksi melalui interpretasi parameter magnitudo dan percepatan maksimum. Parameter tahanan tanah dikumpulkan dari 26 titik uji sondir yang tersebar di sepanjang kawasan pesisir Kota Bengkulu. Evaluasi ini menggunakan hasil analisis Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) Kota Bengkulu, dimana sumber gempa dominan adalah zona subduksi Pulau Sumatera. Hasil evaluasi yang berupa estimasi nilai faktor keamanan dan probabilitas di setiap periode ulang likuifaksi disajikan dalam bentuk model spasial. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada periode ulang 475 tahun, lapisan tanah hingga kedalaman 1 m berada dalam kondisi tidak aman terhadap bahaya liquifaksi (faktor keamanan kurang dari 1) dengan nilai probabilitas hampir mencapai 100%. Hal ini mengindikasikan bahwa tanah kawasan pesisir Kota Bengkulu sangat rentan mengalami likuifaksi saat gempa terjadi. Oleh karena itu, perencanaan struktur bangunan rumah dan jalan dengan kedalaman pondasi lebih dari 1 m perlu direkomendasikan untuk mengurangi potensi kerusakan akibat likuifaksi.This study evaluates the susceptibility of soil liquefaction in the coastal area of Bengkulu City. The evaluation was carried out using a probability approach that includes the contribution of all seismic hazard levels that potentially trigger liquefaction, interpreted by the magnitude and maximum acceleration parameters. The soil strength parameters were collected from 26 CPT points spread along the coastal area of Bengkulu City. This evaluation implements the results of the Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) for Bengkulu City, whereas the dominant earthquake source comes from the subduction zone of Sumatra Island. The factor of safety and the probability for each return period of liquefaction. The results of the evaluation in the form of a safety factor and probability in each return period of liquefaction are presented by a spatial model. The results show that in the return period of 475 years, the soil layer to a depth of 1 m is unsafe against liquefaction (the safety factor is less than 1) with a probability value of almost 100%. This indicates that the soil condition of the coastal area of Bengkulu City is very vulnerable to liquefaction during an earthquake. Therefore, planning the structure of houses and roads with a foundation depth of more than 1 m should be recommended to reduce potential damage due to liquefaction

    Flood Analysis Using GIS and HEC- RAS Applications in Batang Tapakis Padang Pariaman District

    Get PDF
    Kabupaten Padang Pariaman memiliki beberapa sungai besar salah satunya sungai Batang Tapakis. Penelitian mengenai Batang Tapakis sangat jarang diteliti. Berikut dokumentasi Batang Tapakis tepatnya di Jembatan Tiram, Jalan Syekh Burhanuddin, Nagari Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pada saat Rabu, 24 Januari 2023 terjadi banjir pada Korong Kasai Nagari Tapakis yang menyebabkan 1.200 KK mengungsi. Ketinggian banjir diperkirakan setinggi 80 cm. Oleh sebab itu dalam kajian ini penelitian menggunakan aplikasi HEC-RAS dan GIS untuk menampilkan sebaran banjir dan tinggi muka air banjir.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer, sekunder dan data DEM yang diunduh dari DEMNAS . Penggunaan aplikasi GIS yaitu Global Mapper berfungsi untuk mengubah data DEM yang berformat GeoTiff menjadi prj agar dapat diolah ke dalam HEC-RAS. Pada aplikasi HEC-RAS terdapat tools RAS Mapper yang berfungsi menggambarkan hasil sebaran banjir dan tinggi banjir. Dari hasil pemanfaatan data DEM menggunakan HEC-RAS dan GIS pada Batang Tapakis dapat menampilkan gambaran genangan pada Korong Tapakis dan tinggi banjir antara 70-80 cm yang sesuai dengan banjir yang terjadi pada tanggal 24 Januari 2023 setinggi 80 cm. &nbsp

    Lamun Oceana serrulata Di Perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

    Get PDF
    Lamun (seagrass) adalah salah satu tumbuhan yang memiliki peranan penting di perairan laut dangkal. Secara taksonomi, menurut World Register of Marine Spesies (WORMS), pada tahun 2021 penamaan spesies Cymodocea serrulata beralih menjadi Oceana serrulata (R.Brown) Byng & Christenh. Penelitian yang telah dilakukan di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung telah banyak dilakukan, tetapi peta sebaran spesies ini belum detil disajikan. Pengamatan lamun di lapangan memungkinkan salah identifikasi yang terjadi dengan lamun spesies lainnya. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi morfologi, persebaran spesies, dan melihat spesies lamun lain yang sering berasosiasi dengan Oceana serrulata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data, identifikasi dan pembuatan peta. Identifikasi morfologi spesies lamun mengacu pada beberapa sumber identifikasi. Peta sebaran Oceana serrulata disajikan dari pendataan lamun yang telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan data dengan waktu yang berbeda, data pertama diperoleh dari hasil penelitian di tahun 2011 dan data primer tahun 2022. Hasil penelitian menjelaskan identifikasi yang dilakukan terhadap Oceana serrulata memiliki ciri yang sama dengan literatur identifikasi. Kesamaan terlihat dari identifikasi morfologi daun yang melengkung seperti pita, urat daun sejajar dan seludang yang berbentuk segitiga. spesies lamun lain yang paling sering berasosiasi dengan Oceana serrulata adalah Halodule uninervis dan Enhalus acoroides. Peta sebaran spesies lamun Oceana serrulata terdapat pada Pulau Bangka, Belitung, Anak Air, Lepar, Ketawai, Semujur, Kalimambang, Kelayang, Kepayang, Ruk, dan Pulau Sebongkok.Taxonomically, according to the World Register of Marine Species (WORMS), in 2021 the naming of the species Cymodocea serrulata will change to Oceana serrulata (R. Brown) Byng & Christenh. Many studies have been carried out in the Province of the Bangka Belitung Islands, but this type of distribution map has not been presented in detail. Observation of seagrass in the field allows the identification of seagrasses with other types of seagrass. This study aimed to identify morphology, species distribution, and other types of seagrass often associated with seagrass species Oceana serrulata in the Province of the Bangka Belitung Islands. The methods in this study include data collection, identification, and map making. Morphological identification of seagrass species refers to several identification sources. The distribution map of Oceana serrulata is presented from the seagrass data collection that has been carried out. This research uses data from different times, the first was obtained from 2011 and 2022 as primary data. The results of the study explain the identification carried out on the Oceana serrulata has the same characteristics as identification literature. Similarities seen from the identification of leaf morphology which ribbon curved like, parallel leaf veins and triangular shaped sheaths. Other seagrass species that are most often associated with Oceana serrulata are Halodule uninervis and Enhalus acoroides. The map of the distribution of seagrass species Oceana serrulata is found on the islands of Bangka, Belitung, Anak Air, Lepar, Ketawai, Semujur, Kalimambang, Kelayang, Kepayang, Ruk, and Sebongkok islands

    Penerapan Konsep Blue Economy Pada Budidaya Udang Vaname Melalui Pemetaan Stakeholder Di Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk memetakan stakeholder yang terlibat dalam upaya penerapan konsep blue economy pada budidaya udang vaname di Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk memetakan stakeholder yang terlibat berdasarkan kepentingan dan pengaruhnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 21 stakeholder yang berperan terdiri dari pemerintah swasta, masyarakat dan akademisi. Stakeholder yang berperan sebagai players adalah Pemerintah Provinsi Lampung, Dinas Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, Dinas Perikanan Kabupaten Tulang Bawang, yang memiliki kepentingan dan pengaruh yang sangat kuat. Stakeholder yang berperan sebagai context setter yaitu Kementerian Kelautan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Komisi IV DPR RI, Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung,  Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Lembaga Sertifkasi INDOGAP, Supplier Benur, Buyer Udang, Perusahaan Pakan dan Obat-obatan, P3UWL, KPBD, Yagasu, PPNI, LPMUKP, Perguruan Tinggi memiliki pengaruh yang besar tetapi kepentingan yang rendah. Peran stakeholder dengan kategori subject dalah pembudidaya udang yang memiliki kepentingan yang tinggi, tetapi tidak memiliki pengaruh yang kuat. Stakeholder crowd terdiri dari Pemerintah Kecamatan Rawajitu Timur. Kerjasama lintas sektoral harus dilakukan, agar harapan dari pemerintah terhadap penerapan konsep blue economy atau budidaya udang berkelanjutan dapat diterapkan dalam menjaga lingkungan dengan tetap meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui pelatihan cara-cara pengolahan limbah sisa hasil budidaya yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, sehingga kegiatan budidaya udang vaname dapat zero waste.The purpose of this study was to map the stakeholders involved in efforts to implement the concept of blue economy in vaname shrimp farming in East Rawajitu District, Tulang Bawang Regency. Data were collected using a qualitative approach through in-depth interviews and documentation studies. Data analysis was carried out descriptively to map the stakeholders involved based on their importance and influence. The results showed 21 stakeholders played a role consisting of private government, community and academics. Stakeholders who play a role as players are the Lampung Provincial Government, the Maritime and Fisheries Service, the Tulang Bawang Regency Government, the Tulang Bawang Regency Fisheries Service, which has a very strong interest and influence. Stakeholders who act as context setters are the Ministry of Marine Affairs and Fisheries, Ministry of Environment and Forestry, Commission IV of the House of Representatives, Lampung Marine Aquaculture Center, Mesuji Sekampung River Basin, Fish Quarantine Center for Quality Control and Safety of Fishery Products, INDOGAP Certification Institute, Seed Supplier, Shrimp Buyer, Feed and Medicine Company, P3UWL, KPBD, Yagasu, PPNI, LPMUKP, Universities have a large influence but low importance. The role of stakeholders in the subject category is shrimp farmers, who have a high interest but do not have a strong influence. Crowd stakeholders consist of the East Rawajitu District Government. Cross-sectoral cooperation must be carried out, so that the government's expectations towards applying the concept of blue economy or sustainable shrimp farming can be applied in protecting the environment while still increasing economic growth

    Kajian Variasi Massa Karbon Aktif dan Waktu Kontak terhadap Kinetika Adsorpsi Ion Logam Besi (Fe) pada Limbah Cair Batik Cual

    Get PDF
    Cual batik liquid waste discharged directly into the environment can cause environmental problems due to containing various heavy metals such as iron metal (Fe). Adsorption method is one of the efforts to reduce heavy metal content in wastewater. This study utilises activated carbon from coconut shell waste to be used as a heavy metal adsorbent. The activated carbon used is the result of physical and chemical activation processes. Based on SEM results, activated carbon has pores with a pore diameter of 81.84 µm and a surface area of 0.2315 cc/g. The adsorption process was carried out using activated activated carbon with mass variations of 0.25 grams, 1.5 grams, and 1.75 grams. Meanwhile, the contact time variations used were 0, 40, 80, 120, and 160 minutes. The results showed that the most optimum mass variation of activated carbon to absorb Fe metal was 1.5 grams with a contact time of 80 minutes which left a residual Fe metal of 0.161 ppm. Cual batik liquid waste discharged directly into the environment can cause environmental problems due to containing various heavy metals such as iron metal (Fe). Adsorption method is one of the efforts to reduce heavy metal content in wastewater. This study utilises activated carbon from coconut shell waste to be used as a heavy metal adsorbent. The activated carbon used is the result of physical and chemical activation processes. Based on SEM results, activated carbon has pores with a pore diameter of 81.84 µm and a surface area of 0.2315 cc/g. The adsorption process was carried out using activated activated carbon with mass variations of 0.25 grams, 1.5 grams, and 1.75 grams. Meanwhile, the contact time variations used were 0, 40, 80, 120, and 160 minutes. The results showed that the most optimum mass variation of activated carbon to absorb Fe metal was 1.5 grams with a contact time of 80 minutes which left a residual Fe metal of 0.161 ppm.&nbsp

    PEMBENIHAN IKAN MAS KOKI (Carrasius auratus) DI BALAI BENIH IKAN (BBI) NITIKAN, YOGYAKARTA

    Get PDF
    Ikan Mas Koki (Carrasius auratus ) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak diminati karena memiliki variasi yang beragam. Masalah yang sering dihadapi dalam pembenihan ikan yaitu kematian pada fase larva. Perlu mahasiswa melakukan proses belajar dan melakukan Praktik Kerja Lapang (PKL) tentang pembenihan Ikan Mas Koki. Kegiatan praktik kerja lapangan dilaksanakan selama 1 bulan pada tanggal 03 Juli sampai 04 Agustus 2023 di Balai Benih Ikan (BBI) Nitikan, Yogyakarta. Tahapan pembenihan Ikan Mas Koki di BBI Nitikan adalah Persiapan wadah pemijahan, pemeliharaan induk, seleksi induk, pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan  larva, pemberian pakan larva dan manajemen kualitas air. Pembenihan dilakukan secara alami dengan perbandingan 3:3 dengan 3 jantan dan 3 betina pada wadah akuarium. Pemijahan alami ini menghasilkan nilai FR sebesar 82,14% dan HR sebesar 77,94%. Parameter kualitas air di akuariuk dan kolam induk adalah Suhu 29,6C dan 30,7C dan pH 7,3 dan 7,6

    UPAYA PENINGKATAN PEMASARAN UMKM DESA KOTA BANGUN PASCA PANDEMI COVID-19 MELALUI METODE PENDEKATAN MEDIA DAN TEKNOLOGI

    Get PDF
    Pandemi COVID-19 berdampak pada sektor ekonomi, termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Desa Kota Bangun, Kabupaten Kampar, Riau memiliki beberapa UMKM yang dapat menjadi potensi untuk menyokong perekonomian desa. UMKM tersebut diantaranya ialah UMKM tempe, tahu, donat, pengepul lidi sawit, serta Pujasera. Namun karena adanya pandemi Covid-19 semua UMKM tersebut mengalami penurunan jumlah konsumen dikarenakan mengikuti protokol dari pemerintah untuk melakukan social distancing, sehingga terkendala untuk melakukan jual beli secara langsung. Meskipun pandemi Covid-19 sudah mulai berakhir, dampak yang diberikannya terhadap UMKM masih dapat dirasakan hingga saat ini, beberapa UMKM di Desa Kota Bangun yang terkena imbas dari pandemi mengalami penurunan penjualan produk sehingga terjadinya penurunan pendapatan. Selain itu pemilik UMKM juga terlambat dalam mengikuti arus perekonomian modern karena kurangnya pengetahuan mengenai pemasaran secara online dengan media E-marketing. Dengan munculnya masalah tersebut pengabdian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pemasaran UMKM di Desa Kota Bangun yang dilakukan dengan memberikan pendampingan pembuatan media promosi usaha dan aktivitas promosi di media sosial. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan mendapatkan apresiasi dari UMKM yang menjadi mitra. Mitra sasaran merasakan manfaat berupa penambahan wawasan serta penambahan omzet dan jangkauan pemasaran. Promosi usaha melalui media sosial diharapkan dapat berkelanjutan agar jangkauan pemasaran UMKM tidak hanya di Desa Kota Bangun saja tetapi hingga dikenal di luar desa. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan serta perekonomian pemilik UMKM Desa Kota Bangun pasca pandemi Covid-19. &nbsp

    PROGRAM LITERASI MEMBACA DI ISBANBAN SEBAGAI IMPLEMENTASI PROYEK KEPEMIMPINAN II PPG PRAJABATAN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

    Get PDF
    The literacy program is part of the government's program to improve the quality of Indonesian human resources. The results of the preliminary study show that there is still a lack of facilities to support reading literacy activities at partner locations, namely ISBANBAN. The purpose of this service is to assist in increasing the quantity and quality of reading literacy support facilities, as an implementation of the Untirta PPG Leadership II project. Another goal of this service is to increase children's interest in reading through various reading literacy activities. The method used in this community service activity is through community education activities, namely assisting children in reading literacy activities. The result of this service activity is an increase in reading literacy facilities, such as: procurement of reading books, provision of literacy corners, ideal trees, and professional literacy activities. In addition, the results of this dedication show an increase in children's interest in reading.Program Literasi membaca menjadi bagian dari program pemerintah guna meningkatkan kulitas SDM Indonesia. Hasil studi pendahuluan menunjukan masih minimnya fasilitas guna mendukung kegiatan listerasi membaca di tempat mitra, yaitu ISBANBAN. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu dalam peningkatan kuantitas dan kualitas dari fasilitas pendukung literasi membaca, sebagai implementasi dari proyek Kepemimpinan II PPG prajabatan Untirta. Tujuan lain dari pengabdian ini adalah meningkatkannya minat baca anak-anak melalui berbagai kegiatan literasi membaca. Metode yang diginakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah melalui kegiatan pendidikan masyarakat, yaitu pendampingan pada anak-anak dalam kegitan literasi membaca. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya fasilitas literasi membaca, seperti: pengadaan buku bacaan, pengadaan pojok literasi, pohon cita-cita, dan kegiatan literasi profesi. Selain itu, hasil dari pengabdian ini menunjukan adanya penikatan minat baca anak-ana

    1,978

    full texts

    2,165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Universitas Bangka Belitung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇