Online Journal Universitas Bangka Belitung
Not a member yet
2165 research outputs found
Sort by
Penentuan Tingkat Resiko Gempabumi Berdasarkan Peak Ground Acceleration (PGA) di Daerah Istimewa Yogyakarta
Special Region of Yogyakarta is an areas with highest probability of earthquakes. This is caused by the movement of the Indo-Australian plate in the southern Java and the movement of local faults spread across in other area. Therefore, the Special Region of Yogyakarta is interesting to study. This study aims to determine intensity and Peak Ground Acceleration (PGA) value and then describe the potetntial impact due to future earthquakes.. Earthquake data was obtained from a database catalog of earthquake events recorded at the BMKG Geophysics Station Class I Sleman at years 2005-2015. The method used to determine the PGA is Gutenberg-Richter. The results in this study, PGA was applied by Gutenberg-Richter (PGA) value with the Gutenberg-Ritchter method has a value highest 147 gal (VII-IX MMI). The area with the potetntial impact due to future earthquake is Bantul regency
EMPOWERMENT OF SCHOLARS: IMPROVING THE COMPETENCE OF WRITING SCIENTIFIC PAPERS OF STUDENTS AT UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
This activity aims to improve the ability of students of Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau to publish scientific papers in reputable journals. This activity is the result of collaboration between the service team and the Research, Development, and Community Service Institute. The main problem that is the basis for this service activity is the low Sinta score of Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. This is caused by the low ability of students to publish scientific papers resulting from their collaboration with lecturers due to limited knowledge about reputable journals and standards for writing scientific articles in reputable journals. To overcome this problem, education was carried out on the use of the Sinta portal to obtain reputable journals that are relevant to the research topic, and education was also carried out on the standards for writing scientific articles in reputable journals. Based on the results of the evaluation carried out, there was an increase in participants' understanding of the use of Sinta as well as an increase in understanding of writing scientific articles in reputable journals. By increasing the two basic skills of publication in reputable journals, it is hoped that it can improve the quality of scientific papers of students at the Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, so that they can be published in reputable journals and have a positive impact on their Sinta scores.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampun mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau dalam mempublikasikan karya tulis ilmiah pada jurnal bereputasi. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara tim pengabdi dengan Lembaga Pengembangan Riset dan Pengabdian Masyarakat. Masalah utama yang merupakan dasar dilakukannya kegiatan pengabdian ini adalah rendahnya skor Sinta Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Ini disebabkan oleh rendahnya kemampuan mahasiswa dalam mempublikasikan karya tulis ilmiah hasil kolaborasinya dengan dosen karena keterbatasan pengetahuan mengenai jurnal bereputasi dan standar penulisan artikel ilmiah pada jurnal bereputasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukan edukasi penggunaan portal Sinta untuk memperoleh jurnal-jurnal bereputai yang relevan dengan topik penelitian serta dilakukan juga edukasi mengenai standar penulisan artikel ilmiah pada jurnal bereputasi. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, terdapat peningkatan pemahaman peserta mengenai penggunaan Sinta serta peningkatan pemahaman mengenai penulisan artikel ilmiah pada jurnal bereputasi. Dengan meningkatnya kedua kemampuan dasar publikasi pada jurnal bereputasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas karya tulis ilmiah mahasiswa Univeristas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau sehingga dapat dipublikasikan pada jurnal bereputasi dan berdampak positif terhadap skor Sinta yang dimiliki
PENGUJIAN CUTTER ENDMILL HSS DIAMETER 12 MM DENGAN PEMOTONGAN DEPT OF CUT TERHADAP BAJA AMUTIT DI MESIN MILLING LAGUN FU 100 (LFR 25)
This study aims to analyze the relationship between machining parameters and tool wear (flank wear) in the milling process of amutite steel (SKS3) using a 12 mm diameter High-Speed Steel (HSS) endmill cutter. The machining parameters studied included cutting speed (Vc = 14 m/min and 18 m/min), feed rate (F = 30 mm/min and 75 mm/min), and depth of cut (Doc = 0.5, 1, 1.5, 2 and 2.5 mm). The linear regression method was used to build a mathematical model relating these parameters to tool wear. Experimental data were obtained through a series of machining tests with predetermined parameter variations. The regression analysis results showed that tool wear or flank wear (Vb) was significantly affected by cutting speed (Vc), feed rate (F), and depth of cut (Doc), with constant and exponent values obtained through logarithmic transformation and regression analysis. The regression model obtained has a good level of accuracy in predicting tool wear, although there is a difference between the theoretical and actual Vb values. This discrepancy may be caused by factors not measured in the experiment, such as variations in workpiece material or environmental conditions. This research also provides that the 12 mm diameter HSS endmill cutter is proven to be capable of carrying out the depth-of-cutting process on amutite steel material in the Lagun FU 100 milling machine with the specified depth-of-cut.
 
Analisis Perubahan Batimetri Di Perairan Matras Kabupaten Bangka
Matras Beach is one of the beaches in the Bangka Belitung Islands which is used as a tourist spot. A bathymetric map is a spatial data that contains depth information (bathymetry information) for a water area. This study aims to determine changes in bathymetry in the 2015, 2019 and 2021 timeframes. The method used in this study is a descriptive method with a purposive sampling data collection technique including primary data and secondary data. The results showed that in 2015-2019 the total change in depth that occurred at the cross section line was an average of 0.805 m and an average total shallowing of 0.165 m. In 2019-2020 the total depth change that occurred was an average of 7.145 m and an average total shallowing of 0.492 m. This change causes the formation of crevices around the breakwater (area A) and around the sea (area B) caused by tin mining.Abstrak Pantai Matras merupakan salah satu pantai yang ada di Kepulauan Bangka Belitung yang di jadikan sebagai tempat wisata. Peta batimetri merupakan data spasial yang berisi informasi kedalaman (informasi batimetri) suatu wilayah perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan batimetri dalam rentang waktu tahun 2015, 2019 dan 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik pengambilan data purposive sampling meliputi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahun 2015-2019 total perubahan kedalaman yang terjadi pada garis cross section rata-rata sebesar 0,805 m dan total pendangkalan rata-rata sebesar 0,165 m. Pada tahun 2019-2020 total perubahan kedalaman yang terjadi rata-rata sebesar 7,145 m dan total pendangkalan rata-rata sebesar 0,492 m. Perubahan ini menyebabkan terbentuknya ceruk-ceruk disekitar breakwater (area A) dan disekitar arah laut (area B) yang disebabkan oleh penambangan timah
Keberadaan Logam Berat Pb Dan Cu Pada Bycatch Perikanan Bagan Tancap Di Perairan Banyuasin, Sumatera Selatan
Fish and some groups of shrimps and crabs are one of the economically important biota that live in the waters. Accumulation of heavy metals in fish can affect the economic value of marine fishery products. There are several types of fish that contain heavy metals and are harmful when consumed by humans. The purpose of this study was to determine the dominant bycatch fish species and the accumulation of heavy metals Pb and Cu in the bycatch of stationary lift net Pesisir Banyuasin. This study was conducted in November 2019 and the dominant bycatch included japuh fish (Dussumieria acuta), tembang fish (Sardinella fimbriata) and parang-parang fish (Chirocentrus dorab). Samples were taken from one stationary lift net then analysed using SSA (Atomic Absorption Spectrophotometry) with 3 repetitions. The results of the analysis found the average concentration of heavy metals Pb and Cu in japuh fish was 0.65 mg/kg Pb; 0.16 mg/kg Cu. In tembang fish 0.70 mg/kg Pb and 0.03 mg/kg Cu. The parang-parang fish was 0.50 mg/kg and 0.17 mg/kg Cu. Based on the quality standards of SNI, Directorate General of Food and Drug Administration and FAO, the Pb and Cu concentrations of the three types of by-catch fish are still below the quality standard threshold and safe for human consumption.Ikan dan beberapa kelompok udang dan kepiting merupakan salah satu biota yang bernilai ekonomis penting yang hidup di perairan. Akumulasi logam berat yang terjadi pada ikan dapat mempengaruhi nilai ekonomis produk perikanan laut tersebut. Terdapat beberapa jenis ikan yang mengandung logam berat dan berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia. Tujuan peneitian ini adalah untuk mengetahui jenis ikan hasil tangkapan sampingan yang dominan dan akumulasi logam berat Pb dan Cu dalam hasil tangkapan sampingan bagan tancap Pesisir Banyuasin. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2019 dan mendapat tangkapan sampingan yang dominan diantaranya ikan japuh (Dussumieria acuta), ikan tembang (Sardinella fimbriata) dan ikan parang-parang (Chirocentrus dorab). Pengambilan sampel dilakukan pada satu bagan tancap kemudian dianalisis menggunakan SSA (Spektrofotometri Serapan Atom) dengan 3 kali pengulangan. Hasil analisis menemukan konsentrasi rata-rata logam berat Pb dan Cu dalam ikan japuh sebesar 0,65 mg/kg Pb; 0,16 mg/kg Cu. Pada ikan tembang 0,70 mg/kg Pb dan 0,03 mg/kg Cu. Adapun pada ikan parang-parang sebesar 0,50 mg/kg dan 0,17 mg/kg Cu. Berdasarkan baku mutu SNI, Dirjen POM dan FAO, konsentrasi Pb dan Cu dari tiga jenis ikan hasil tangkapan sampingan masih dibawah ambang batas baku mutu dan aman dikonsumsi oleh manusia
PERTUMBUHAN TANAMAN PORANG (AMORPHOPHALLUS ONCOPHYLLUS PRAIN.) DENGAN PERLAKUAN WAKTU APLIKASI PUPUK N, P, DAN K DI LAHAN TAILING PASIR BUATAN
Tanaman porang dapat tumbuh baik pada tanah bertekstur ringan yaitu lempung berpasir, berstruktur gembur dan kaya unsur hara. Dengan kondisi tersebut, tanaman porang dapat dibudidayakan pada tailing pascatambang timah. Bangka Belitung mempunyai potensi lahan bekas penambangan timah untuk ditanami tanaman porang agar dapat membantu kegiatan reklamasi lahan dengan membantu menyuburkan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta mengetahui waktu pemberian pupuk N, P, dan K yang terbaik terhadap pertumbuhan tanaman porang pada lahan tailing pasir buatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 hingga Maret 2022 di Kebun Percobaan dan Penelitian Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) tunggal 1 faktor dengan taraf perlakuan W100, W550, W720, W522, W252, dan W270. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan waktu pemberian pupuk N, P dan K tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman porang pada lahan tailing pasir buatan. Perlakuan W522 dengan dosis 50% (1 BST), 25% (2 BST), serta 25% (3 BST) menghasilkan pertumbuhan tanaman porang yang cenderung lebih baik pada lahan tailing pasir buatan.Tanaman porang dapat tumbuh baik pada tanah bertekstur ringan yaitu lempung berpasir, berstruktur gembur dan kaya unsur hara. Dengan kondisi tersebut, tanaman porang dapat dibudidayakan pada tailing pascatambang timah. Bangka Belitung mempunyai potensi lahan bekas penambangan timah untuk ditanami tanaman porang agar dapat membantu kegiatan reklamasi lahan dengan membantu menyuburkan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta mengetahui waktu pemberian pupuk N, P, dan K yang terbaik terhadap pertumbuhan tanaman porang pada lahan tailing pasir buatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 hingga Maret 2022 di Kebun Percobaan dan Penelitian Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) tunggal 1 faktor dengan taraf perlakuan W100, W550, W720, W522, W252, dan W270. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan waktu pemberian pupuk N, P dan K tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman porang pada lahan tailing pasir buatan. Perlakuan W522 dengan dosis 50% (1 BST), 25% (2 BST), serta 25% (3 BST) menghasilkan pertumbuhan tanaman porang yang cenderung lebih baik pada lahan tailing pasir buatan
Pengaruh Konsentrasi H₂SO₄ pada Metode Hidrolisis Asam Sintesis Nanopartikel Selulosa Berbasis Limbah Kertas Konvensional
Limbah kertas pada dasarnya memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber selulosa dengan kandungan yang cukup tinggi sebesar 64,84%. Sintesis nanopartikel selulosa dapat dilakukan dengan proses hidrolisis asam dengan menambahkan larutan H2SO4 menghasilkan nanoselulosa berukuran 150-200×10-20 nm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik nanopartikel selulosa limbah kertas terhadap pengaruh dari perlakuan variasi konsentrasi H2SO4. Variasi sampel nanopartikel selulosa terbaik menjanjikan banyak manfaat dalam perkembangan teknologi material sebagai bahan ramah lingkungan. Selulosa diekstraksi menggunakan metode delignifikasi yang kemudian dilakukan proses hidrolisis asam dengan variasi konsentrasi H2SO4 1 M, 3 M, 5 M, dan 7 M untuk mengecilkan ukuran partikel selulosa menjadi nanopartikel selulosa. Variasi sampel diuji menggunakan FTIR, PSA dan SEM untuk mengetahui kandungan serta ukuran partikel termasuk morfologi sampel nanopartikel selulosa.Basically, paper waste has the potential to be used as a source of cellulose with a fairly high content of 64.84%. The synthesis of cellulose nanoparticles can be carried out using an acid hydrolysis process by adding H2SO4 solution to produce nanocellulose measuring 150-200×10-20 nm. This research aims to determine the characteristics of paper waste cellulose nanoparticles on the effect of varying H2SO4 concentration treatments. The best variety of cellulose nanoparticle samples promises many benefits in the development of material technology as an environmentally friendly material. Cellulose is extracted using the delignification method which is then carried out by an acid hydrolysis process with varying H2SO4 concentrations of 1 M, 3 M, 5 M, and 7 M to reduce the size of the cellulose particles into cellulose nanoparticles. Sample variations were tested using FTIR, PSA and SEM to determine the particle content and size including the morphology of the cellulose nanoparticle samples. Based on the results of this research, cellulose extraction based on paper waste using the delignification method achieved cellulose purity of up to 96.5%. Nanocellulose is synthesized using sulfuric acid (H2SO4) with a trend showing that the higher the acid concentration, the smaller the fiber particle size will be. The best paper waste nanocellulose samples were shown at varying 5M acid concentrations with nanocellulose particle sizes reaching 223.43 nm
MENINGKATAN KESADARAN KESEHATAN WARGA SEKITAR LINGKUNGAN KAMPUS: PROGRAM KERJA KKN SOSIALISASI CEK KESEHATAN GRATIS
The free health check outreach program which was held on August 19 2024 in the environment around campus aims to increase awareness and knowledge of the health of the surrounding community. The method used is Participatory Action Research (PAR), this program involves students and residents in the environment around Sunan Giri University Surabaya. The results of the outreach show that it has succeeded in increasing health awareness and knowledge among the community. The success of this program is supported by the use of clear and interactive communication techniques, and also indicates the need for adjustments in information delivery methods for various audience groups. These findings suggest the need for the development of more inclusive health intervention models and studies of the long-term impacts of such programs to strengthen positive outcomes on public health.Program sosialisasi cek kesehatan gratis yang dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2024 di lingkungan sekitar kampus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kesehatan masyarakat sekitar. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), program ini melibatkan mahasiswa dan warga di lingkungan sekitar Universitas Sunan Giri Surabaya. Hasil sosialisasi menunjukkan berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kesehatan di kalangan masyarakat. Keberhasilan program ini didukung oleh penggunaan teknik komunikasi yang jelas dan interaktif, dan juga mengindikasikan perlunya penyesuaian dalam metode penyampaian informasi untuk berbagai kelompok audiens. Temuan ini menyarankan perlunya pengembangan model intervensi kesehatan yang lebih inklusif dan studi tentang dampak jangka panjang dari program serupa untuk memperkuat hasil positif terhadap kesehatan masyarakat.
 
Study of Lineament and Tectonic Structure in the Tanjung Kurung Area, Kaur Regency, Bengkulu
Identifikasi dan interpretasi kelurusan bentangalam (lineament) dan pengukuran komponen struktur geologi pada singkapan batuan telah dilakukan dalam rangka mengungkapkan perkembangan deformasi sikuen batuan di daerah studi. Penelitian ini dilakukan di Desa Tanjung Kurung dan sekitarnya. Area observasi secara regional termasuk ke dalam Peta Geologi Lembar Manna Enggano (Amin,T,C. dkk, 1993), sedangkan secara tektonik terletak di cekungan Bengkulu yang oleh para peneliti terdahulu dikategorikan sebagai cekungan muka busur atau fore-arc basin (Sapiie dkk., 2015). Studi ini menggunakan dua pendekatan yaitu dengan analisis kelurusan atau lineament dengan interpretasi citra national digital elevation model (DEMNas) dan pemetaan geologi permukaan (surface geological mapping) dengan pengamatan singkapan batuan ataupun struktur. Citra DEMNas yang digunakan dalam penelitian ini telah diakses dari https://tanahair.indonesia.go.id/portal-web yang dimiliki oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). Struktur geologi Cekungan Bengkulu yang terbagi atas dua arah umum, yaitu arah Barat Laut-Tenggara dan Timur Laut-Barat Daya. Struktur yang berarah Barat Laut-Tenggara yaitu sesar Tanjung Sakti dan Sesar Ketaun. Sesar-sesar tersebut berhubungan langsung dengan pola Sesar Semangko dan pola Sesar Mentawai (Yulihanto dkk,. 1995).Identification and interpretation of landscape lineaments and measurements of geological structural components in rock outcrops have been carried out in order to reveal the development of rock sequence deformation in the study area. This research was conducted in Tanjung Kurung Village and its surroundings. The regional observation area is included in the Manna Enggano Sheet Geological Map (Amin, T, C. et al, 1993), while tectonically it is located in the Bengkulu basin which previous researchers categorized as a fore-arc basin (Sapiie et al ., 2015). This study uses two approaches, namely lineament analysis with national digital elevation model (DEMNas) image interpretation and surface geological mapping with observation of rock outcrops or structures. The DEMNas image used in this research has been accessed from https://tanahair.indonesia.go.id/portal-web which is owned by the Geospatial Information Agency (BIG). The geological structure of the Bengkulu Basin is divided into two general directions, namely the North-West-Southeast and North-East-Southwest directions. Structures that trend northwest-southeast are the Tanjung Sakti fault and the Ketaun fault. These faults are directly related to the Semangko Fault pattern and the Mentawai Fault pattern (Yulihanto et al., 1995)
PENGARUH PENDINGINAN PANEL SURYA TERHADAP EFISIENSI DAYA KELUARAN
Solusi pemenuhan energi listrik di daerah pedalaman dapat terselesaikan dengan menggunakan sumber energi terbarukan seperti panel surya yang dapat dibangun pada daerah terpencil dan minim infrastruktur. Penggunaan panel surya sendiri membutuhkan suhu optimal pada 25⁰C, sementara itu pada saat siang hari suhu pada panel surya bisa mencapai 45⁰C suhu optimal tersebut, dengan itu perlu adanya pengoptimalan suhu kerja pada panel surya dengan diberikan pendinginan untuk meningkatkan daya keluaran pada panel surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendinginan pada panel surya yang menggunakan variasi pendinginginan air pada suhu 25-70⁰C. Hasil dari penelitian didapatkan rerata efisiensi pada panel surya yang bersuhu air 60-70°C 11,42,% dengan rerata daya keluaran 19,58W, rerata efisiensi panel surya dengan air bersuhu 25-28°C adalah 12,40% rerata daya keluaran 21,26W dan rerata efisiensi panel surya tanpa air adalah 11,86% dengan rerata daya keluaran 20,34W. Dan untuk pengujian panel surya dengan penambahan pendinginan memberikan pengaruh terhadap daya keluaran dan efisiensi yang dihasilkan oleh panel surya