EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani
Not a member yet
171 research outputs found
Sort by
Tinjauan Sosio Kultur tentang Posisi Anak dalam Keluarga Israel Kuno
The strong ties of kinship that are built provide clues to the social processes that occur in early Israeli society. This includes education as a social process. The Israelites want children, especially boys, this is intended to perpetuate family lines and wealth, and to preserve ancestral heritage. Since the name defines or indicates the existence or essence means expressing the character and purpose carried. The name expresses hope. Boys are growing up to adulthood, so they are entrusted to their father. One of the most sacred duties of a father is to teach his children about the teachings of true religion.AbstrakKuatnya ikatan kekerabatan yang dibangun memberikan petunjuk pada proses sosial yang terjadi dalam masyarakat Israel. Termasuk di dalamnya pendidikan sebagai salah satu proses sosial. Bangsa Israel menginginkan anak terutama anak laki-laki, ini dimaksudkan untuk mengabadikan garis ke-luarga, dan untuk melestarikan warisan leluhur. Nama mendefinisikan atau menunjukkan keberadaan atau esensinya; nama mengungkapkan karakter dan tujuan yang diusung; nama mengekspresikan harapan. Anak laki-laki da-lam masa pertumbuhan untuk dewasa, dipercayakan kepada ayahnya. Salah satu tugas yang paling sakral dari seorang ayah adalah mengajar anaknya ten-tang ajaran agama yang bena
Agama dan Pelestarian Budaya: Sebuah kajian Alkitab terhadap Praktik Aluk Rambu Solo’ dalam Upacara Kematian orang Kristen Toraja
Acara Rambu Solo’ merupakan bagian dari upacara kematian Aluk Todolo atau agama para leluhur orang Toraja. Sampai saat ini pelaksanaan Rambu Solo’ masih tetap dilaksanakan dan telah menjadi identitas orang toraja pada umumnya yang sulit untuk ditinggalkan, meskipun orang Toraja itu sendiri telah memiliki keyakinan sebagai agama Kristen. Bagi orang Kristen Toraja, dalam melaksanakan upacara Rambu Solo’ mereka tidak melakukan agama Aluk Todolo melainkan hanya melaksanakan Adat Toraja dan berpartisipasi untuk melestarikan budaya. Penelitian ini mengunakan metode Kualitatif  dengan tehnik penulisan adalah melalui observasi literatur kepustakaan. Setelah meneliti dan membahasan tentang pelaksanaan acara Rambu Solo’ dalam kehidupan orang Kristen Toraja, maka dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan acara Rambu Solo’ yang dilakukan orang Kristen Toraja masih diwarnai oleh unsur Aluk Todolo. Sudah saatnya gereja hadir untuk tidak selalu bersikap kritis terhadap suatu budaya, akan tetapi memberikan solusi melalui pemberian pola-pola baru dengan makna kekristenan terhadap praktik acara rambu solo’ yang dianggap tidak sesuai dengan iman Kristen. Dengan cara inilah, maka pelestarian budaya akan dapat terus dilakukan oleh orang Kristen toraja tanpa harus mengaburkan iman kekristenan mereka
Tinjauan Teologis tentang Tanah Menurut Kehidupan Atoni Pah Meto
The land crisis has begun amid rampant deforestation. The condition of the soil began to be arid and did not produce maximum results. The land is seen as an area that must be controlled and utilized as much as possible for prosperity. The land is often a source of dispute between humans. However, humans ignore environmental sustainability. The purpose of writing is to describe Atoni Pah Meto's life attitude, preserving nature by respecting local wisdom. The purpose of this research is to explore the meaning of land according to the life of Atoin Pah Meto. The method used is qualitative. The research approach is a literature review. Atoin Pah Meto is very concerned about everyday life. The values built are a brotherhood, love for the environment, and care. Second, the farming method is how Atoni Pah Meto behaves. Third: personality emerges from challenging working conditions. Personality strives well to achieve a decent life
Pola Asuh Orang tua Berdasarkan Perkembangan Usia Anak Menurut Pemikiran Erik Erikson di Persekutuan Doa CEB Ministry
Mendidik dan mengasuh anak merupakan tugas mulia setiap orangtua. Cara orangtua dalam mengasuh dan mendidik anak sangat memengaruhi perkembangan anaknya. Namun, acapkali ditemukan orangtua mengalami kesulitan untuk menemukan pola asuh yang tepat dalam mengasuh dan mendidik anak sesuai dengan tahap perkembangan anaknya. Persoalan ini terjadi karena orangtua sendiri tidak memiliki pengetahuan mengenai tahap perkembangan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah agar orangtua dapat memilih pola asuh yang tepat dan mampu menganalisa kebutuhan anak sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pola asuh yang tepat berdasarkan tahap perkembangan anak berdampak positif dalam perkembangan dan kehidupan anak. Dengan kata lain, pola asuh berdasarkan tahap perkembangan anak menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan dengan baik, orangtua senang, keluarga Bahagia
Memahami Karya Allah melalui Penyandang Disabilitas dengan Menggunakan Kritik Tanggapan Pembaca terhadap Yohanes 9:2-3
Disability is an imbalance of interactions between biological conditions and the surrounding social environment. Disability is never separated from understanding normality. However, a normality that results in normal can harm the personal lives of people with disabilities. Likewise with theology and Christianity tends to ignore the reality of persons with disabilities with biased interpretations of the Bible. John 9: 1-40 gives another dimension, Jesus healed and even defended people with disabilities. This text gives hope for the good treatment of Jesus for persons with disabilities. However, the reality in this life is not like that. For this reason, this study deals with the text of John 9: 1-40 using a critique of the reader's response to finding out, first, the response of persons with disabilities to the text, and secondly the meaning of God's work through persons with disabilities. This research focuses on diverse groups of people with disabilities at the Yayasan Cergas, Maluku.AbstrakDisabilitas merupakan ketidakseimbangan interaksi antara kondisi biologis dan lingkungan sosial sekitar. Disabilitas memang tidak pernah terlepas dari pemahaman normalitas. Akan tetapi, normalitas yang menghasilkan norma-lisme dapat memberikan dampak negatif bagi kehidupan pribadi penyandang disabilitas. Begitu juga dengan teologi dan kekristenan yang cenderung mengabaikan realitas penyandang disabilitas dengan berbagai penafsiran Alkitab yang bias. Yohanes 9:2-3 memberikan dimensi lain, Yesus menyem-buhkan, bahkan membela kaum disabilitas. Teks ini memberikan pengha-rapan akan perlakuan yang baik dari Yesus bagi penyandang disabilitas. Namun, kenyataan dalam kehidupan sekarang tidak seperti demikian. Untuk itu, studi ini menggumuli teks Yohanes 9:2-3 menggunakan suatu kritik tanggapan pembaca untuk mengetahui, pertama, respon penyandang disabi-litas terhadap teks tersebut, dan kedua, pemaknaan karya Allah melalui diri penyandang disabilitas. Penelitian ini berfokus pada kelompok penyandang disabilitas yang beragam pada Yayasan Cergas, Maluk
Berteologi Global dan Bermisi dalam Konteks: Sebuah Usulan Kontekstualisasi Kekristenan Masa Kini
This article shows that globalization has had a direct impact on Christiani-ty. Changes in the current context should encourage the church to see and think, realize and act according to its theological context. By being wisely aware of the current context of the church, this article invites the Church not to give up the values passed on by previous generations. Change in context remains biblical in theology. Nowadays theologies from different areas are able to form local theologies that have an openness to complement each other. By acknowledging that theology is an attempt at contextualization that has occurred since its inception. The thesis of this article is that globalization changes the way the church thinks about a contextual mission, which is to think glocally. Now is a potential momentum for the church to re-formulate its theologies by looking at the global context and biblical principles. The mission of the church will be effective and steadfast by studying faithfully the thoughts of every age while still adhering to biblical teachings..AbstrakArtikel ini menunjukkan bahwa globalisasi memiliki dampak langsung ter-hadap kekristenan. Perubahan konteks saat ini sepantasnya mendorong gereja untuk melihat dan memikiran, menyadari dan bertindak sesuai konteks ber-teologinya. Dengan menyadari konteks gereja saat ini dengan bijaksana, arti-kel ini mengajak Gereja untuk tidak melepaskan nilai-nilai yang diwariskan oleh generasi sebelumnya. Berubah dalam konteks tetap biblikal dalam ber-teologi. Saat ini teologi dari berbagai wilayah yang berbeda namun mampu membentuk teologi lokal yang memiliki keterbukaan untuk saling melengka-pi, dengan mengakui bahwa berteologi adalah usaha kontekstualisasi yang telah terjadi sejak awalnya. Tesis dari artikel ini adalah globalisasi merubah cara berpikir gereja tentang misi yang kontekstual, yaitu berpikir secara glo-bal. Saat ini menjadi sebuah momentum yang potensial bagi gereja untuk merumuskan kembali teologinya dengan melihat kepada konteks global dan prinsip biblikal. Misi gereja akan efektif dan teguh dengan mempelajari setia pemikiran setiap zaman namun tetap memegang teguh aja-ran alkitabiah
Memaknai Janji Pemulihan Yoel 2:18-27 di tengah Pandemi Covid-19
This article is an attempt to find the deepest meaning of the text of Joel 2:18-27 for the life of Israel in the post-exilic period and which will be implemented in the present life. Unlike the prophetic texts in general which tend to contrast religious rituals with the crisis of social awareness of the nation of Israel, the text in this passage is actually a consolation and hope for a nation that has fallen as a result of commitment to undergo a new life order. Right life and right worship. The approach used to interpret the text is the Historical-Apocalyptic Hermeneutics to get God's message in the message of Joel. God apparently did not allow the survival of life on earth to be threatened, God listened to lamentations and noticed changes in the pattern of Israel's life so that it promised a peaceful future. The same promise would certainly be the consolation and hope of God's people today in the shock of Covid-19
Tanggung Jawab Gereja Membangun Gerakan Eco-literacy di Kaldera Toba UNESCO Global Geopark
Penetapan kawasan Danau Toba menjadi Kaldera Toba UNESCO Global Geopark (Kaldera Toba UGG), tidak hanya memberikan kebanggan tersendiri, tetapi juga harapan baru dalam mewujudkan kawasan Danau Toba menjadi destinasi wisata super prioritas. Ironisnya, kerusakan ekologis di kawasan Kaldera Toba masih terus berlangsung, seperti: perambahan hutan secara massif, pencemaran air Danau melalui keramba jaring apung. Kerusakan ekologis berhubungan dengan moralitas dan praktek ketidakadilan. Gereja dipanggil melakukan diakonia transformatif secara holistik untuk menyelamatkan kawasan Kaldera Toba UGG melalui gerakan eco-literacy atau melek ekologi. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana tanggungjawab gereja sebagai komunitas ekologis untuk mewujudkan gerakan eco-literacy yang berorientasi terhadap penyelamatan Kaldera Toba UGG sebagai warisan dunia? Gereja diharapkan melakuka upaya rancang bangun transformasi ekologis (eco-transformation design) menuju eco-literacy dan mempromosikannya kepada jemaat. Adapun thesis statement penelitian adalah gereja terpanggil untuk melakukan penyelamatan bumi di kawasan Danau Toba sebagai tanggungjawab iman di tengah realitas sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Upaya gereja dalam membangun gerakan eco-literacy yang dapat berkontribusi untuk menjaga komunitas berkelanjutan di kawasan Danau Toba
Allah dalam Ruang, Waktu, dan Bahasa Manusia: Refleksi Empati Allah Terhadap Manusia
God is an essence that cannot be limited and understood by humans because God is outside of space and time, and he understanding of human brain. Everything that God does is regardedas a mystery and difficult to understand. How can God be recognized and understood becomes something urgent in human life. By examining and comparing existing literacies, this research present that way God works in time and space. So it can be seen that God is even involved in human space, time and language in His work. God manifests his work as a form of empathy for human suffering. So that humans and the chuch must also imitate the way God works in the world
Analisis Dasar Teologi terhadap Pelaksanaan Ibadah Online Pascapandemi Covid-19
The development of digital technology has made the world change, forcing the church to also change the pattern of its ministry, coupled with the Covid-19 pandemic conditions, the church has changed services that require physical meetings to become online services. This raises pros and cons because it does not yet have an adequate theological foundation, so this research is conducted to analyze and explore the principles of Worship theology, in particular, to answer what is the theological basis of the implementation of online worship. The method used is the literature review method in order to get theological writing. Based on this research, it was found that online worship has a theological basis and can still be carried out after the Covid-19 pandemic ends. This is important so that the church is not left behind and left behind by the progress of the times.AbstrakPerkembangan teknologi digital telah membuat dunia berubah sehingga memaksa gereja juga harus ikut mengubah pola pelayanannya, ditambah dengan kondisi Pandemi Covid-19 membuat gereja mengubah pelayanan yang mengharuskan pertemuan fisik menjadi pelayanan secara online. Hal ini menimbulkan pro dan kontra karena belum memiliki landasan teologis yang memadai, sehingga penelitian ini dilakukan untuk menganalisa dan menggali prinsip teologi Ibadah khususnya menjawab apa dasar teologis dari pelaksanaan Ibadah online. Metode yang digunakan adalah metode tinjauan literatur guna mendapatkan tulisan yang bersifat teologis. Berdasarkan penelitian ini ditemukan bahwa ibadah online memiliki dasar teologis dan tetap boleh dilaksanakan setelah pandemi Covid-19 berakhir. Hal ini penting supaya gereja  tidak ketingalan dan ditinggal oleh kemajuan zaman