EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani
Not a member yet
171 research outputs found
Sort by
Implikasi Kepemimpinan Kristen Berdasarkan Kitab Hakim-Hakim 19:1-30
Leadership in the Bible is essential, and the election seems based on character and morals. This is also a fundamental problem in Judges 19:1-30 where there is a problem with the character and immorality of the Israelite leader. This article aims to explain Judges 19:1-30 and provide implications for Christian leadership. The method used is a historical criticism of the study of biblical theology analysis. The results of this study are a Christian leader who serves with a heart, recognizes the need for service, is spiritually sound, oriented to the congregation, has education for servants, and education for the congregation.AbstrakKepemimpinan dalam Alkitab sangat penting dan agaknya pemilihan itu didasarkan kepada karakter dan moral. Hal ini juga menjadi permasalahan tersirat di Hakim-Hakim 19:1-30 dimana muncul permasalahan karakter dan amoral dari pemimpin Israel. Artikel ini bertujuan menjelaskan Hakim-Hakim 19:1-30 dan memberikan implikasi pada kepemimpinan Kristen. Metode yang digunakan adalah historis kritis pada kajian analisis teologi biblika. Hasil penelitian ini adalah seorang pemimpin Kristen memiliki melayani dengan hati, mengenali kebutuhan pelayanan, spiritual yang baik, berorientasi pada jemaat, pendidikan bagi para pelayan, dan pendidikan bagi jemaat
Agama dan Nilai-nilai Kemanusiaan dalam Ajaran Yesus
Religion should reflect human values. However, in practice, religion often becomes a tool to advance the interests of certain groups, as happened in the phenomenon of identity politics some time ago, which often neglects human values. This article aims to show that as a religion, Christianity teaches and highly upholds human values; this is expressed in the law of love: loving God and others. By using the thematic descriptive method and literature analysis on sacred texts, narratives are obtained that affirm religious attitudes that uphold human values. In conclusion, Christianity is rooted in the teachings of Jesus that emphasize human values.AbstrakAgama sejatinya harus merefleksikan nilai-nilai kemanusiaan. Namun, pada praktiknya seringkali agama menjadi alat untuk meloloskan kepentingan kelompok tertentu, seperti halnya yang terjadi dalam fenomena politik identitas beberapa waktu lalu, sehingga tidak jarang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa sebagai sebuah agama, Kekristenan mengajarkan dan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan; hal tersebut diekspresikan dalam hukum kasih: mengasihi Allah dan sesama. Dengan menggunakan metode deskriptif tematik dan analisis literatur pada teks-teks kitab suci, diperoleh narasi-narasi yang menegaskan sikap beragama dengan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai simpulan, Kekristenan berakar pada ajaran Yesus yang menegaskan nilai-nilai kemanusiaan
Pentingnya Kesadaran Komunio dan Partisipasi Umat dalam Ibadat Sabda Komunitas Basis
The issue of the community’s awareness of community participation is a very important element in the worship of the basic community's word. This study aims to determine, analyze and interpret the community’s awareness of the participation of the people in basic community worship. The specific target achieved was to find out the role of community awareness and participation of the people in worship of the word. The method used is the qualitative method. The results of this study indicate that communion awareness influences people's participation in the worship of the word, which is equal to 7.4 %. The awareness of communion and participation of the people becomes an important basis when people listen to the Word of God in the worship of the words of the basic community. True worship of the word requires a strong spirit of communion and active and conscious participation of the people.AbstrakMasalah kesadaran komunio terhadap tingkat partisipasi umat merupakan unsur sangat penting dalam ibadat sabda komunitas basis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan menginterpretasikan tentang pentingya kesadaran komunio terhadap partisipasi umat dalam ibadat sabda komunitas basis. Target khusus yang dicapai yakni menemukan sejauh mana kesadaran komunio umat terhadap partisipasi umat dalam ibadat sabda. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ibadat sabda merupakan perayaan iman, di mana Allah bersabda kepada umatNya, dan umat mendengarkan Sabda Allah serta melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena itulah, maka kesadaran komunio dan partisipasi umat menjadi dasar penting saat umat mendengarkan Sabda Allah dalam ibadat sabda komunitas basis. Ibadat sabda yang sejati membutuhkan semangat persekutuan (komunio) yang kokoh dan partisipasi umat secara aktif dan sada
Peran Tongkonan Tallu dalam Kehidupan Bergereja Sebagai Institusi Sosial
This study aims to describe that the Tongkonan is one of the important elements in the life of the Toraja people. Tongkonan not only functions as a traditional house but is also referred to as a social institution because in it there are patterns of organization, power, and leadership. Seeing its function, Tongkonan as a culture can shape human behavior for the better. This research was conducted in the Marintang Simbuang area, Mengkendek sub-district, Tana Toraja district. The theoretical studies used are culture and social institutions. As one of the cultures, Tongkonan Tallu has contributed to passing down the basics of life, both in society and in church life. Therefore, the role of Tongkonan Tallu as a culture can direct how humans behave towards life, work, time, nature, and human relationships with each other. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahwa tongkonan merupakan salah satu elemen penting dalam kehidupan masyarakat Toraja. Tongkonan tidak hanya berfungsi sebagai rumah adat tetapi juga disebut sebagai salah satu institusi sosial, sebab di dalamnya terdapat pola organisasi, kekuasaan, dan kepemimpinan. Melihat fungsinya, tongkonan sebagai salah satu kebudayaan dapat membentuk perilaku manusia menjadi lebih baik. Penelitian ini dilakukan di daerah Marintang Simbuang, kecamatan Mengken-dek, kabupaten Tana Toraja. Adapun kajian teori yang digunakan ialah kebu-dayaan dan institusi sosial. Sebagai salah satu budaya, Tongkonan Tallu telah berkontirubusi dalam mewariskan dasar-dasar dalam kehidupan, baik dalam masyarakat maupun kehidupan bergereja. Oleh karenanya, peran Tongkonan Tallu sebagai suatu kebudayaan dapat mengarahkan bagaimana manusia berperilaku terhadap hidup, karya, waktu, alam, dan hubungan manusia dengan sesamanya
Penglihatan Binokular Pneumatologi: Kajian Socio-Historis Perspektif Mesopotamia dan Ibrani Kuno
The Hebrew scriptures contain rich material on pneumatology. Cultural context greatly influenced the construction of dogmatics in biblical times, but the study of pneumatology from a social and historical point of view received less attention. This study aims to explore the social context of the meaning of spirits in the ancient Mesopotamian and Hebrew eras. Through a socio-historical approach, the pneumatology construction plot of the ancient Hebrews can be known, where its development also influences the construction of New Testament theology and can be used as a reference for the development of dogmatics at the end of time. Methods This research uses a qualitative descriptive approach. The mingling of the ancient Hebrews with the Mesopotamians influenced the ancient Hebrews' presuppositions for the articulation of pneumatology and its everyday use. The widespread and transcendental use of pneumatology occurred as a result of the initial conceptual fragility and articulation that developed from the Mesopotamians, thus influencing the perspective of ancient Hebrew pneumatology on daily implementation. The diversity of pneumatological articulations in ancient Hebrew literature is not a contradiction but a multiplicity of words that emerges from the socio-historical aspect.AbstrakKitab suci Ibrani berisi materi yang kaya tentang pneumatologi. Konteks budaya sangat mempengaruhi konstruksi dogmatika di zaman Alkitab, namun kajian pneumatologi dari sudut pandang sosial dan sejarah kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konteks sosial pemaknaan roh di era Mesopotamia dan Ibrani kuno. Melalui pendekatan socio-historis, alur konstruksi pneumatologi bangsa Ibrani kuno dapat diketahui, di mana perkembangannya turut mempengaruhi konstruksi teologi Perjanjian Baru dan dapat dijadikan acuan pengembangan dogmatika di akhir zaman. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Berbaurnya bangsa Ibrani kuno dengan bangsa Mesopotamia mempengaruhi presuposisi orang Ibrani kuno terhadap artikulasi pneumatologi serta penggunaannya sehari-hari. Penggunaan pneumatologi yang luas dan transcendental terjadi akibat rempuhan konseptual awal serta artikulasi yang berkembang dari bangsa Mesopotamia sehingga mempengaruhi perspektif pneumatologi orang Ibrani kuno terhadap implementasi sehari-hari. Diversitas artikulasi pneumatologi dalam literatur Ibrani kuno bukan merupakan kontradiksi melainkan multiplisitas kata yang mencuat dari aspek socio-historis
Melayani Dunia tanpa Menjadi Duniawi
The task of a servant of God is to carry out two divine mandates at once, the spiritual mandate of salvation and the social mandate of development. Based on the initial study, there were many problems faced by God's servants in service, related to economic, emotional, and spiritual formation, which are serious problems faced by the world community as a result of the Covid-19 pandemic. The church as an institution, or God's servants as implementers of the divine mandate, is required to reformulate the service model that is relevant to the pandemic situation, during or after it. This study aims to examine how to serve the world without being "worldly". The method used is a qualitative approach (qualitative research), in which research results are presented in the form of descriptive data processed from data sets (written, oral, and behavioral observa-tions). The big dilemma above has been studied correctly and deeply through a spiritual approach without neglecting physical needs. So that God's servants can be a source of blessings in their field of service.Abstrak.Tugas seorang hamba Tuhan adalah mengemban dua mandat ilahi sekaligus, mandat spiritual penyelamatan dan mandat sosial pembangunan. Berdasarkan kajian awal, ditemui banyak permasalahan yang dihadapi oleh hamba Tuhan dalam pelayanan, terkait ekonomi, emosional, dan spiritual formation, yang merupakan persoalan serius yang dihadapi masyarakat dunia sebagai dampak pandemi Covid-19. Gereja sebagai institusi, atau para hamba Tuhan sebagai pelaksana mandat illahi, dituntut dapat merumuskan kembali model pelayanan yang relevan dengan situasi pandemi, selama atau sesudahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana cara melayani dunia tanpa menjadi “duniawiâ€. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif (qualitative research), di mana hasil penelitian disajikan dalam bentuk data deskriptif yang diolah dari himpunan data (tulisan, lisan, serta observasi perilaku). Dilema besar di atas telah dikaji secara benar dan mendalam melalui pendekatan rohani tanpa mengabaikan kebutuhan jasmani. Sehingga para hamba Tuhan dapat menjadi sumber berkat di ladang pelayanannya
Pandangan Etika Kristen terhadap Tindakan Eutanasia pada Pasien Tahap Terminal
This article is to show that Christian ethics have a role in the act of euthanasia in someone who is terminally ill. This decision-making is closely related to the human spirit in the realm of eternity. Suicide or murder is against the sixth commandment of the Torah. Mistakes in making decisions will result in fatal mistakes related to Heaven and Hell. The Lord Jesus is an example for humans in the face of suffering. The light sufferings of the world work out eternal glory above all that is greater. Euthanasia has pros and cons; therefore, Christians must return to the Bible as a basis for making decisions about euthanasia in terminally ill patients.Artikel ini untuk menunjukkan bahwa etika Kristen memiliki peranan terhadap tindakan  eutanasia pada seorang yang mengalami sakit tahap terminal. Pengambilan keputusan ini sangat berhubungan dengan roh manusia dialam kekekalan. Bunuh diri atau membunuh bertentangan dengan hukum ke enam dalam Hukum Taurat. Kesalahan dalam mengambil keputusan akan mengakibatkan kesalahan fatal yang berhubungan dengan Surga dan Neraka. Tuhan Yesus adalah teladan bagi manusia dalam menghadapi penderitaan. Penderitaan ringan dalam dunia mengerjakan kemuliaan kekal melebihi segala-galanya yang lebih besar. Eutanasia menjadi pro dan kontra, oleh sebab itu orang Kristen harus kembali kepada Alkitab sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dalam tindakan eutanasia pada pasien tahap terminal
Paradoks Keutamaan Kristus menurut Kolose 1:15-19 dan Peran Leluhur Memberi Berkah dalam Konteks Budaya Toraja
This article describes the supremacy of Christ, a theological foundation built by Paul in Colossians 1:15-19 which became the basis of teaching for believers in Colossae who were growing in faith in Christ. Various false teachings shake the congregation's faith, affecting their belief in Christ. The presence of Paul's letter is an answer to the problems faced. Inspired by Paul's efforts to counter the influence of heresy in the Colossian church, the author explains the theological foundation of the supremacy of Christ in this paper. What was built by Paul is also a solid basis to counter the influence of animism, which still animates Christian believers in living life as a Toraja tribal community. Paul's theological foundation can also be a solid foundation for the existence of other local churches in Indonesia, which are often confronted with the animism that local people in Indonesia have lived.AbstrakArtikel ini memaparkan mengenai keutamaan Kristus, sebuah landasan teologi yang dibangun oleh Paulus di dalam Kolose 1:15-19 yang menjadi dasar pengajaran bagi orang-orang percaya di Kolose yang baru bertumbuh di dalam iman kepada Kristus.Konteks kehidupan yang heterogen di Kolose memicu timbulnya beragam ajaran sesat yang menggoyahkan iman jemaat sehingga berpengaruh pada kepercayaan mereka terhadap Kristus. Kehadiran surat Paulus ini adalah jawaban atas persoalan yang dihadapi.Terinspirasi dari upaya Paulus mengonter pengaruh pengajaran sesat di dalam jemaat Kolose, di dalam tulisan ini penulis memaparkan bahwa landasan teologi mengenai keutamaan Kristus yang dibangun oleh Paulus juga adalah sebuah dasar yang kokoh untuk mengonter pengaruh animisme yang masih menjiwai orang percaya Kristen di dalam menjalani kehidupan sebagai masyarakat suku Toraja. Landasan teologi dari Paulus ini juga dapat menjadi dasar yang kokoh bagi keberadaan gereja lokal lainnya di Indonesia yang seringkali diperhadapkan pada paham animisme yang pernah dihidupi oleh masyarakat lokal di Indonesia
Kepemimpinan Pelayan dalam Membangun Lifestyle Spiritual Generasi Digital
The virtual world affects the growth of the spiritual lifestyle of the digital generation. The digital era is in a different quality of church leadership. A breakthrough in servant leadership by looking at Jesus' leadership is very significant. This article raises servant leadership as a solution to building a digital generation lifestyle. The question is; what is Servant Leadership in the Bible? How is the practice? And what strategies are used in developing a digital generation lifestyle? The objectives of the research are [1] to describe the biblical notion of servant leadership, [2] to explain the practice of leadership, and [3] to formulate strategies for developing a digital generation lifestyle. The research method is descriptive and qualitative. Servant leadership is [1] based on empathy, communication, and adaptability in small groups. [2] Passionate non-judgmental spirituality, and good verbal communication. [3] The strategy of forming a digital generation lifestyle with the capacity of the gift of the Holy Spirit, actions to become a beloved leader, and building high integrity. Research contributions; [1] pastoral team in serving the digital generation, [2] reference sources in the practice of spiritual ministry,[3] for prospective pastors and students from theological schools who are prepared to become church leaders.AbstrakDunia virtual telah mempengaruhi pertumbuhan lifestyle rohani gene-rasi digital. Generasi digital berada dalam kualitas kepemimpinan gereja yang berbeda.Terobosan baru dalam kepemimpinan pelayan dengan melihat model kepemimpinan Yesus sangat penting. Artikel ini mengangkat kepemimpinan pelayan sebagai solusi membangun lifestyle generasi digital. Pertanyaannya; apakah yang dimaksud Kepemimpinan Pelayan dalam Injil? Bagaimana praktik-nya? Serta strategi apakah yang digunakan dalam membangun lifestyle generasi digital? Tujuan dari penelitian [1] Menjabarkan pengertian kepemimpinan pela-yan yang Alkitabiah, [2] Menjelaskan praktek dalam kepemimpinan tersebut, [3] Merumuskan strategi dalam pembangunan lifestyle generasi digital. Metode pe-nelitian dengan kualitatif deskriptif. Hasil nya kepemimpinan pelayan[1] menda-sarkan atas empati, komunikasi dan adaptif dalam kelompok kecil. [2] Spiritua-litas bergairah tanpa menghakimi, dan komunikasi verbal yang baik. [3] Strategi pembentukan lifestyle generasi digital dengan kapasitas karunia Roh Kudus, tindakan untuk menjadi pemimpin dicintai, serta membangun integritas tinggi. Kontribusi penelitian; [1] team penggembalaan dalam melayani generasi digital, [2] Sumber referensi dalam praktek pelayanan rohani,[3] untuk calon pendeta dan mahasiswa dari sekolah teologi yang dipersiapkan menjadi pemimpin gerej
Dosa Anak Lembu Emas dan Citra Diri Harun: Refleksi Kajian Biblis Keluaran 32:1-35 tentang Kepemimpinan Kristiani
Aaron's contribution to building the statue of the golden calf set a bad precedent for Christian leadership. Aaron had the gift of experience, opportunity, and ability to save the Israelites from mortal sin, but he did not. This article aims to explore the meaning of Harun's actions in the event of the statue of the calf, provide an analysis of it, and a reflective description of the event of Christian leadership today. The research method uses a qualitative approach through a literature study approach about Aaron's leadership and his reflection on the narrative of Exodus 32:1-35. The conclusion was found that Harun's error was caused because leadership motivation was based on self-image which led to a compromising attitude towards the truth or not having the courage to oppose untruth so that it is reflective for Christian leadership to be able to stand on the truth of God's word with full trust in God and keep away selfishness and greed and unfavorable motivations. And Christian leaders are required to clean their leadership motivation from self-image and replace it with pure motivation in all service to God and others.AbstrakKontribusi Harun dalam membangun patung tuangan anak lembu emas menjadi preseden buruk bagi kepemimpinan Kristen. Harun memiliki anugerah pengalaman, kesempatan dan kemampuan untuk menghindarkan bangsa Israel dari dosa besar, namun dia tidak melakukannya. Artikel ini bertujuan mendalami makna tindakan Harun dalam peristiwa patung tuangan anak lembu, memberi-kan analisis terhadapnya dan deskripsi reflektif peristiwa tersebut terhadap kepe-mimpinan Kristen saat ini. Metode penelitian menggunakan kualitatif melalui sebuah pendekatan studi literatur tentang kepemimpinan Harun dan refleksinya pada narasi Keluaran 32:1-35. Hasil simpulan ditemukan bahwa kesalahan Harun diakibatkan karena motivasi kepemimpinan didasarkan kepada citra diri yang berujung pada sikap kompromi terhadap kebenaran atau tidak memiliki kebera-nian dalam menentang ketidakbenaran, sehingga reflektif bagi kepemimpinann Kristen harus dapat berdiri diatas kebenaran firman Tuhan dengan penuh percaya kepada Tuhan dan menjauhkan egois dan keserakahan serta motivasi yang tidak berkenan. Dan para pemimpin Kristen disyaratkan untuk membersihkan motivasi kepemimpinannya dari citra diri dan menggantikannya dengan motivasi murni dalam segala pelayanan kepada Tuhan dan sesama