EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani
Not a member yet
171 research outputs found
Sort by
Memaknai Penderitaan Yesus dalam Konsekuensi Pastoral
The article is a philosophical-theological reflection on an epidemic that is currently endemic throughout the world including in Indonesia, namely the Covid-19 Pandemic. This plague is considered a trigger for suffering everywhere and covers all aspects of human life. By using a qualitative literature approach and descriptive method, the article aims to present a pastoral reflection through the meaning of Jesus' suffering as a way of responding to pandemic events in a Christian context as a whole. In conclusion, reflection on the meaning of Jesus' suffering, including through the Easter celebration, provides positive energy in the life of Christian faith in responding to various difficult situations including the Covid-19 pandemic. AbstrakArtikel merupakan sebuah refleksi filosofis atas sebuah wabah yang se-dang mewabah di seluruh dunia termasuk di Indonesia, yakni Pandemi Covid-19. Wabah ini dianggap sebagai pemicu terjadinya penderitaan di mana-mana, dan mencakup seluruh aspek hidup manusia. Dengan meng-gunakan pendekatan kualitatif literatur dan metode deskriptif, artikel ber-tujuan menghadirkan sebuah refleksi pastoral melalui pemaknaan pende-ritaan Yesus sebagai cara merespon peristiwa pandemik dalam konteks orang Kristen secara menyeluruh. Kesimpulannya, refleksi atas pemakna-an penderitaan Yesus termasuk melalui perayaan Paskah memberikan energi positif dalam hidup beriman orang Kristen dalam merespon berba-gai situasi menyulitkan termasuk pandemi Covid-19
Konstruksi Teologis Gereja Digital: Sebuah Refleksi Biblis Ibadah Online di Masa Pandemi Covid-19
The internet has in fact become one with today's life. Not only has his presence changed many things in the fabric of social life, but it has also changed religious behavior. The worship behavior that has been limited by time and space, and that has become a standard for one's faith, is no longer the case. Not only related to the space and time of worship, even more than that the liturgy of the church that has been sacred has also changed. The output of writing this article is to find a formulation of the digital church. This study applies a qualitative method with phenomenological analysis. With this method, the scattered data can then be constructed in a more meaningful and easily understood theme. This research was conducted through 4 processes, namely: first describing facts based on data, second conducting an analysis of the facts found, third conducting a study of the topic from the standpoint of Christianity, and fourth finding its relevance in digital worship patterns.AbstrakInternet pada faktanya telah menyatu dengan kehidupan masa kini. Keha-dirannya tidak saja telah mengubah banyak hal dalam tatanan kehidupan sosial, tetapi juga telah mengubah perilaku keagamaan. Perilaku ibadah yang selama ini terbatasi oleh ruang dan waktu, dan itu telah dijadikan standar baku keimanan seseorang, sekarang tidak lagi demikian. Bukan saja terkait dengan ruang serta waktu peribadatan, bahkan lebih dari itu liturgi gereja yang selama ini disakralkan pun juga ikut berubah. Luaran dari penulisan artikel ini adalah untuk menemukan sebuah formulasi ten-tang gereja digital. Penelitian ini menerapkan metode kualtatif dengan analisis fenomenologi. Dengan metode ini akan dapat ditemukan data-data yang terserak selanjutnya dikonstruksikan dalam satu tema yang lebih bermakna dan mudah dipahami. Penelitian ini dilakukan melalui 4 proses, yaitu: pertama mendiskripsikan fakta berdasarkan data, kedua me-lakukan analisis terhadap fakta yang ditemukan, ketiga melakukan kajian terhadap topik dari sudut pandang ajaran Kekristeenan, dan keempat me-nemukan relevansinya pada pola peribadatan secara digital
Hubungan Karakter Kepemimpinan dan Kepemimpinan Visioner Gembala dengan Pertumbuhan Gereja
Church growth is associated with many factors, but the most essential factor affecting church growth is the influence of church leaders. GPdI in Jayapura often experience leadership fluctuations related to the character of the leader and the vision of the leader, which of course ultimately has an impact on the slow development of local churches and certain areas in Jayapura. The purpose of this study was to determine how the influence of the visionary leadership and lead character of pastors on the growth of the Pentecostal Church in Indonesia in Jayapura. The research method used in this research is quantitative using multiple linear regression analysis techniques through hypothesis development tests, namely the F test and the t-test. The results showed that the lead character and visionary leadership of the shepherds proved to have a significant effect on the growth of the GPdI church in Jayapura.AbstrakPertumbuhan gereja dikaitkan dengan banyak faktor, namun faktor yang paling esensial mempengaruhi pertumbuhan gereja adalah dari pengaruh pemimpin gereja. GPdI di kota Jayapura sering mengalami gejolak kepemimpinan yang berkaitan dengan karakter pemimpin dan visi pemimpin, yang tentu saja akhirnya berdampak pada lambannya gereja-gereja lokal berkembang dan daerah-daerah tertentu di Jayapura. Adapun tujuan peneliti-an ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh kepemimpinan visioner dan karakter kepemimpinan para gembala terhadap pertumbuhan Gereja Pantekosta di Indonesia di kota Jayapura. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis regresi linier berganda melalui uji pengembangan hipotesis yakni uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kepemimpinan dan kepe-mimpinan visioner para gembala secara bersama-sama terbukti berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan gereja GPdI di kota Jayapura
Menerapkan Makna Ibadah Menurut 1 Timotius di Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Hosana Keerom Barat
Worship is not just liturgy. More than that, worship has a close relationship between God and humans and humans with each other. In worship, it has an impact on the Christian life. The Apostle Paul in his writings outlines the importance of worship from the viewpoint of the church and the servant of God. The purpose of this study is to describe the meaning of worship according to 1 Timothy and how the congregation applies the meaning of worship. This article is a qualitative study of the meaning of worship according to Chapter 1 Timothy. By approaching the descriptive analysis method so as to get a clear picture through data obtained from the church of GPdI Keerom Barat.AbstrakIbadah bukan hanya sekedar sebuah liturgi. Lebih dari pada itu, ibadah memiliki hubungan yang erat relasi antara Allah dengan manusia dan manusia dengan sesama. Di dalam beribadatan mengandung dampak bagi kehidupan kekristenan. Rasul Paulus di dalam tulisannya menguraikan pentingnya ibadah dari sudut pandang jemaat dan pelayan Tuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan makna ibadah menurut 1 Timotius dan bagaiaman jemaat mengaplikasikan makna ibadah tersebut. Artikel ini merupakan penelitian kualitatif tentang makna ibadah menurut Surat 1 Timotius. Dengan pendekeatan metode deskriptif analisis sehing-ga mendapatkan gambaran yang jelas melalui data yang diperoleh dari jemaat GPdI Keerom Barat
Pengembangan Spiritualitas Pelayan Mimbar melalui Konseling Pastoral
The acceleration of the world and Christianity is so rapid that disruption, innovation, and pluralism have spread to the world of church ministers. Quantity is like a blanket that covers quality. The moral and spiritual quality of pulpit ministers is often surprising because of the shallow depth of quality. Through pastoral counseling service strategies, it is believed to be a solution to developing the moral and spiritual qualities of church ministers. The research used was non-observational, descriptive qualitative research to examine the appropriate strategy for overcoming the problem gap in pulpit ministers' moral and spiritual development. The research results found that several strategies are considered to be able to overcome the inequality problem discussed.AbstrakAkselerasi dunia dan kekristenan begitu pesat, disrupsi, inovasi dan kemaje-mukan merambah sampai ke dunia pelayan-pelayan gereja. Kuantitas seperti sebuah selimut yang menutupi kualitas. Kualitas moral dan spiritual para pelayan mimbar seringkali mengejutkan karena dangkalnya kedalaman kua-litas, lewat strategi pelayanan konseling pastoral diyakini bisa menjadi solusi untuk mengembangkan kualitas moral dan spiritual para pelayan gereja. Penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif deskriptif non-observasi dengan maksud meneliti apa strategi yang tepat dalam mengatasi gap masalah pada pengembangan moral dan spiritual pelayan mimbar. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat beberapa strategi yang dianggap bisa menjadi yang mengatasi masalah kesenjangan yang dibahas
Tanggung Jawab Orang tua Kristen dalam Mendidikan Anak Menyikapi Pandemi Covid-19
Family is the smallest organization formed by God. Family is the seed of varieties values and life skills, including how to deal with crises creatively. Whatever children learn in their families and communities will be brought to the community. One of the impactful events experienced by families nowadays is the Covid-19 pandemic. The Covid-19 pandemic has an impact on the world economy, education, changes in the character of society, and many more setbacks due to this global crisis, including family. The global crisis requires radical changes in various aspects including education both in general and spiritually. Parents are responsible for fulfilling that role so that their children receive instruction and guidance that will be a principal for them to live their lives now and in the future. The purpose of this scientific article is: make parents aware of their duties and responsibilities as Christian educators in the family so their children are able to respond to the global crisis due to the Covid-19 pandemic well and gain experience from the event. So, parents need to know their personal qualifications, teaching methods, and how to teach children in the family. Â AbstrakKeluarga merupakan organisasi terkecil yang dibentuk oleh Allah. Keluarga merupakan benih persemaian berbagai nilai dan ketrampilan kehidupan termasuk bagaimana menghadapi krisis secara kreatif. Apa yang dipelajari anak di dalam keluarga dan komunitasnya akan dibawa ke tengah masyarakat. Salah satu peristiwa berdampak yang dialami keluarga saat ini adalah pandemi Covid-19. Peristiwa pandemi Covid-19 membawa dampak bagi ekonomi di dunia, bagi pendidikan, perubahan karakter masyarakat, dan masih banyak lagi yang akan mengalami penurunan karena ini merupakan krisis global, termasuk keluarga. Krisis global menghendaki perubahan radikal dalam berbagai aspek termasuk pendidikan baik secara umum maupun rohani. Orang tua bertanggung jawab memenuhi peran itu, sehingga anak mendapat pengajaran dan bimbingan yang akan menjadi modal bagi mereka menjalani kehidupan sekarang dan yang akan datang. Tujuan dari artikel ilmiah ini ialah: menyadarkan para orang tua akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik Kristen dalam keluarga bagi anak-anak supaya anak-anak mampu menyikapi krisis global akibat pandemi Covid-19 dengan baik dan mendapatkan pengalaman dari peristiwa tersebut. Jadi, orang tua perlu mengetahui kualifikasi pribadi, pengajaran dan metode bagaimana mengajar anak di dalam keluarga.
Teologi Tongkonan: Berteologi dalam Konteks Budaya Toraja
Theology in Indonesia Context, especially in Toraja culture is a necessity. This paper shows how to conduct theology in the context of Toraja culture. Where with the correct understanding of Christ and his work as true God and true human with theological and cultural positions. So that criticism is a preparation step towards theological reflection. This study provides a response from the Bible's point of view of the position of believers in the middle of culture. To obtain data in accordance with the problems that have been described previously, the authors conducted research with qualitative descriptive research. In general, the approach used is to create a difference between the Gospel and Culture. But theology and the attitude of believers develop thoughts that transform culture. The Gospel and Culture constantly dialogue in finding values that are capable of transforming humans who embrace the culture. The most important thing in establishing a culture and the gospel is to produce peace or hospitality for the people. AbstrakBerteologi Dalam Konteks di Indonesia, terutama dalam budaya Toraja adalah sebuah keniscayaan. Tulisan ini menunjukkan bagaimana berteologi dalam konteks dalam budaya Toraja. Di mana dengan pemahaman yang benar tentang Kristus dan karya-Nya sebagai Allah sejati dan manusia sejati dengan posisi teologi dan budaya. Sehingga kritik adalah langkah persiapan kearah refleksi teologis. Penelitian ini memberikan tanggapan dari sudut pandang Alkitab bagaimana posisi sebagai orang percaya yang ada ditengah kebudayaan.Untuk mendapatkan data sesuai dengan permasalahan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka penulis melakukan penelitian dengan jenis penelitian deskritif kualitatif. Pada umumnya pendekatan yang digunakan adalah menciptakan perbedaan antara Injil dan Kebudayaan. Namun Teologi dan sikap orang percaya mengembangkan pemikiran yang mentransformasi budaya. Injil dan Kebudayaan terus-menerus berdialog dalam menemukan nilai yang mampu mengubahkan manusia yang menganut kebudayaan. Hal yang sangat penting dalam menjalin kebudayaan dan injil adalah menghasilkan kedamaian atau hospitalitas bagi umat
Peranan Koperasi dalam Membangun Kemandirian Ekonomi Warga Gereja: Studi Kiprah Koperasi Serba Usaha (KSU) Lidia di Gereja Kristen Jawa Manahan, Surakarta
This study aims to describe the work of Koperasi Serba Usaha (KSU) Lidia Manahan Surakarta Christian Church in its role in building the economic independence of the church’s people. The method used in problem-solving is interview, observation, and document. From the results of the study, it was found that the Multipurpose Cooperative had a vital role in building the economic independence of citizens with the support of human resources and residents of the Manahan Javanese Christian Church in Surakarta.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kiprah Koperasi Serba Usaha (KSU) Lidia Gereja Kristen Jawa Manahan Surakarta dalam peranannya membangun kemandirian ekonomi warga. Metode yang digunakan dalam pemecahan masalah adalah wawancara, observasi dan dokumen. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa KSU memiliki peranan yang vital dalam membangun kemandirian ekonomi warga dengan dukungan sumber daya manusia dan warga Gereja Kristen Jawa Manahan Surakarta
Telaah Kritis Konstruktif Struktur dan Isi Pemahaman Bersama Iman Kristen dalam Perspektif Lutheran
The Common Understanding of the Christian Faith is the second of Documents on Church Unity, published by the resource department of Indonesia Church Communion. Since this document was published as a document of together in Indonesia in 1984 in Ambon, for churches have good awareness to get a theology for together in understanding. Nowadays, Indonesia has many problems about how to manage many persons with many different religions. For goal by doing a constructive analysis in Lutherans perspective for this document is very important to prepare this document to be relevant in many situations especially in multicultural, ethnic and religious context in Indonesia.AbstrakPemahaman Bersama Iman Kristen (PBIK) adalah dokumen kedua dari empat bagian Dokumen Keesaan Gereja (DKG), yang diterbitkan oleh Litbang Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia. Dokumen ini terdiri dari 7 bab. Bab I, memuat tentang Allah, dan bab terakhir yakni bab 7, memuat tentang Alkitab. Sejak ditetapkan sebagai Pengakuan Iman Bersama di Indonesia tahun 1984 di Ambon, bagi gereja-gereja makin tumbuh kesadaran akan pentingnya satu teologi yang dapat dipahami bersama sehingga aksi oikumenis dapat dilakukan dalam kehidupan beragama di Indonesia. Telaah kritis konstruktif dari perspektif Lutheran atas dokumen ini dilakukan terutama untuk mempersiapkan agar dokumen ini tetap relevan menghadapi berbagai persoalan sosial dan kecenderungan di tengah-tengah masyarakat yang multikultural dalam konteks Indonesia
A Theological Implication of ‘Humility’ in Mark 10: 13-16 from the Perspective of the Parable of the Kingdom of God
The parable of the Kingdom of God brings the seriousness of studying about the meaning of what the Lord Jesus Christ wants to say. There are many arguments to say about the meaning of the Kingdom of God, while a new approach of the twentieth century appears. The study of historical Jesus by N. T Wright gives the idea of Jesus, Israel, and the Cross. If the parable of the Kingdom of God is retelling the story of Israel, then the new concept of the Kingdom of God should be different from the old Israel. The concept of humility should be seen as the way out of the Kingdom of God. Mark 10: 13 – 16 where the Lord Jesus Christ uses the concept of the little children, it apparently shows the helplessness and humility concepts as the way out for the Kingdom of God. However, the concept of humility should be seen as the proclamation of the Kingdom of God in the perspective of a mission to the people. Finally, the concept of humility also should not beyond the limitation of the Gospel. It should be in the line of the meaning of the Gospel itself. We are encouraged not to repeat what history happens, but rather to learn from the history of Liberation Theology. Â