Jurnal Abditani (Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu)
Not a member yet
201 research outputs found
Sort by
PELATIHAN BUDIDAYA SAYURAN MICROGREEN HIDROPONIK WICK SYSTEM DI SD N 2 KEDUNGRANDU KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMAS
Desa Kedungrandu merupakan sebuah Desa yang berada di wilayah Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Microgreens hidroponik wick system merupakan teknik budidaya tanaman dengan menumbuhkan benih tanaman sayuran berumur pendek menggunakan wick system. Upaya meningkatkan pengetahuan melalui edukasi pelatihan khususnya pada tanaman sayuran bayam. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkam ketrampilan dan mengedukasi siswa/siswi sekolah dasar tentang pertumbuhan dan perkembangan tanaman melalui pelatihan budidaya sayuran secara microgreens hidroponik system wick. Kegiatan ini di mulai dengan kegiatan (survei lokasi, permohonan ijin, pengurusan administrasi, persiapan alat dan bahan serta akomodasi) di SD N 2 Kedungrandu Kabupaten Banyumas pada tanggal 29 Agustus 2022 hingga pelaksanaan pelatihan (budidaya microgreens secara hidroponik wick system, sesi diskusi dan tanya jawab saat materi kepada siswa yang telah mempraktikan dan menumbuhkembangkan tanaman microgreens hidroponik wick system karena turut serta berpartisipasi aktif membangun ilmu pengetahuan dan edukasi untuk membangun karakter siswa yang telah disampaikan saat pelatihan) pada 13 September 2022. Pendampingan dan monitoring dilakukan 23 September 2022 dimana para siswa turut berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab setelah tanaman tumbuh dan dapat dipanen dengan baik. Kegiatan pelatihan berjalan lancar dan terlaksana dengan baik. Para peserta berperan akif dan antusias dan diharapkan tetap menjalin kerjasama serta mengadakan pelatihan untuk budidaya hidroponik dengan metode lainnya guna menambah ilmu pengetahuan dalam bidang sains dan pemanfaatan lahan sempit sebagai projek penguatan karakter profil pelajar pancasil
PEMANFAATAN TRICHODERMA LOKAL SEBAGAI BIOAKTIVATOR PEMBUATAN KOMPOS LIMBAH PERTANIAN DI DESA SIBEDI KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI
Mahal dan langkanya pupuk dan pestisida sintetis ditengah ketergantungan petani yang tinggi menyebabkan banyak petani di Desa Sibedi tinggal pasrah dan tak mengurus lahannya, bahkan banyak beralih mencari pekerjaan lain di luar sektor pertanian. Permasalahannya adalah masyarakat di Desa tersebut, khususnya kelompok tani Sinar Tani belum memanfaatkan dengan baik limbah pertanian, berbagai jenis gulma dan kotoran ternak yang cukup banyak tersedia di Desa Sibedi menjadi pupuk organik disebabkan rendahnya keterampilan mitra dalam mengolah potensi lokal tersebut. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada petani dalam memanfaatkan limbah pertanian, gulma dan kotoran ternak menjadi pupuk yang bernilai ekonomi dengan penambahan Trichoderma sebagai bioaktivator. Metode pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan PKM ini adalah berupa pelatihan dan bimbingan teknis serta pembuatan demplot untuk meningkatkan keterampilan membuat pupuk organik serta pembuatan formulasi Trichoderma. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan petani dalam pembuatan pupuk organik termasuk dalam hal pemasaran hasil pertanian dan kegiatan ini mendapat respon yang baik, terbukti dengan keaktifan mitra dalam mengikuti seluruh kegiatan PKM tersebut
PENINGKATAN KAPASITAS DAN PENGUATAN USAHA PEMASARAN IKAN DI KELOMPOK PENJUAL IKAN DI KOTA KUPANG
Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk membantu penjual ikan dalam menyediakan alat untuk menjual ikan yang memadai sehingga kelompok bisa berjualan dengan baik dan ketika selesai berjualan tidak merusak pemandangan dengan ketidakteraturan meja yang tidak memadai, menciptakan dan meningkatkan kualitas pemasaran ikan yang mereka pasaran sehingga hasil yang mereka dapat lebih meningkat serta membuat produk olahan selain ikan yang mereka pasaran sehingga apabila ikan mereka jual tidak laku bisa mereka olah sehingga dapat menambah hasil pendapatan dan kualitas ikan mereka tetap segar. Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) digunakan dalam kegiatan ini.Dengan pendekatan ini masyarakat memiliki peran yang besar dalam pelaksanaanya. Tahapan yang dilakukan adalah penyuluhan tentang pemetaan potensi dan rantai produksi hasil perikanan, Pelatihan pengolahan hasil perikanan serta pemasaran produk dan pemberian bantuan berupa meja untuk tempat berjualan ikan Peningkatan keberdayaan dan kapasitas dapat dilihat melalui meningkatnya jumlah ikan yang dijual. Produk olahan ikan dengan menggunakan jenis ikan yang kurang laku dan sudah tidak segar mampu meningkatkan nilai tambah ikan dan berpotensi menjadi produk olahan ikan unggulan di Kupang
DISEMINASI TEKNOLOGI BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH HIAS DAN SAYURAN KOMERSIL BERBASIS SUMBER DAYA ALAM LOKAL DI DESA KUTAAMPEL KEC. BATUJAYA, KAB. KARAWANG JAWA BARAT
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi adanya permasalahan lingkungan yang berasal dari limbah sekam padi, serabut kelapa, dan gulma eceng gondok yang belum dimanfaatkan secara optimal, pemanfaatan limbah sekam padi, serabut kelapa, dan ecenggondok dalam upaya pelestarian dan pengembangan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Karawang. Pemanfaatan sekam padi, serabut kelapa, dan eceng gondok tersebut bertujuan untuk mengurangi limbah pertanian , dimana Sistem pertanian berkelanjutan ditujukan untuk mengurangi kerusakan lingkungan, mempertahankan produktivitas pertanian, meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan stabilitas dan kualitas kehidupan masyarakat di pedesaan. Libah pertanian tersebut selain untuk subtitusi media tumbuh jamur merang juga dapat menjadi pupuk organik bagi tanaman sayuran. Hal ini sesuai dengan usaha tani yang dilakukan BUMDes dan Koperasi Desa Kutaampel yang dimana membina petani dalam usaha taninya. Pelatihan dilakukan melalui tutorial, simulasi, praktek dan pendampingan. Hasil yang diperoleh adalah Kegiatan PKM mampu memberikan perubahan Prilaku, Sikap dan Keterampilan para peserta yang berasal dari Desa Kutaampel Kec. Batujaya Kab. Karawang Provinsi Jawa Barat dalam memanfaatkan limbah pertanian (sekam padi, serabut kelapa, dan gulma eceng gondok), menjadi sumber pendapatan usaha Tani dan UMKMnya seperti WOGKA, Pupuk Organik TERCINTA dan MAGONIKA
PROSES PRODUKSI DAN PEMASARAN KULINER KIMBAB UNTUK PENGGEMAR KPOP DAN K-DRAMA
Production and Marketing Process of Kimbab for K-Pop and K-Drama Fans. The purpose of the Student Creativity and Entrepreneurship Program (PKM-K) is to encourage students to become entrepreneurs in the traditional Korean cuisine business of Kimbab. The implementation method of this program includes input, process (production), output, and evaluation. The program's results consist of conducting market surveys to determine the market conditions, interviewing five female students in the environment of Muhammadiyah Palopo University, conducting feasibility studies on the business to be carried out, and finally selecting the ingredients and providing the venue, equipment, and infrastructure to support the production process. The production process involves making Kimbab starting from preparing ingredients and tools until the Kimbab is marketed. The output is the ready-to-consume culinary product of Kimbab marketed to consumers. The final step is evaluation, which is carried out when the production of Kimbab products is complete. This step reviews any shortcomings that make consumers uncomfortable with our products. The conclusion of the PKM-K program for the Production and Marketing Process of Kimbab for K-Pop and K-Drama Fans can provide skills to students to remain innovative and creative in developing the traditional Korean cuisine business of Kimbab, provide opportunities for students to practice entrepreneurship with a comprehensive understanding of entrepreneurship concepts, and build the spirit of students to continue in business
PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA SMK TEKNOLOGI PERTANIAN TUGUSARI MELALUI HERBARIUM KERING DAN PERPUSTAKAAN MINI
Pengabdian masyarakat yang dilaksakanan di sekolah pedesaan merupakan salah satu program pemberdayaaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat pedesaan. Sekolah tingkat menengah kejuruan satu-satunya di Desa Tugusari adalah SMK Teknologi Pertanian Tugusari. Keterbatasan sarana kegiatan belajar siswa tentang literatur di bidang pertanian perlu ditunjang dengan adanya perpustakaan mini pertanian. Perpustakaan mini pertanian sangat diharapkan dapat membantu meningkatkan minat baca, menunjang pembelajaran dan menambah wawasan siswa-siswi SMK Teknologi Pertanian Tugusari. Keterbatasaan media pembelajaran juga sangat penting dikarenakan harga alat dan bahan untuk praktikum cukup mahal. Sebagai alternatif, media pembelajaran berbasis lingkungan menjadi solusi yang sangat membantu dan mudah untuk diterapkan. Media pembelajaran dengan teknik pengawetan tumbuhan disebut herbarium. Herbarium penting digunakan sebagai media pembelajaran bagi siswa dalam memahami struktur tanaman maupun identifikasi bagian-bagian tanaman secara umum maupun karakter khusus tanaman terutama untuk tanaman obat. Siswa-siswi SMK Teknologi Pertanian Tugusari meningkat pengetahuannya setelah mendapatkan materi dan praktikum tentang herbarium kering. Pemberian bantuan buku dan pendirian perpustakaan mini pertanian diharapkan dapat menunjang pembelajaran di bidang pertanian dan pengetahuan umum lainnya
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TANI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN PESTISIDA NABATI
Pemberdayaan masyarakat tani dengan sasaran petani di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas merupakan program pengabdian masyarakat yang didanai oleh LPPM Universitas Jenderal Soedirman melalui skema Program Penerapan IPTEKS. Tujuan jangka panjang dari pemberdayaan masyarakat tani ini agar petani dapat mengusahakan budidaya tanaman padi secara organik. Dengan budidaya padi secara organik, maka petani tidak saja diberdayakan untuk mendapatkan hasil produksi yang meningkat, namun aspek keberlanjutan usahatani, kemandirian petani, daya saing produk yang dihasilkan, daya tawar petani dan keramahan lingkungan akan dicapai. Namun dalam rangka mencapai tujuan jangka panjang tersebut, permasalahan awal yang dihadapi oleh petani yakni masih rendahnya tingkat ketrampilan petani (psikomotorik) dalam pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan Pestisida Nabati (Pesnab). Demi mengatasi permasalahan tersebut, Program Penerapan IPTEKS dilaksanakan dengan metode berupa pelatihan pembuatan pupuk organik cair dan pestisida nabati yang dilaksanakan di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Pupuk organik cair dan pestisida nabati dibuat dengan memanfaatkan sumberdaya alam sekitar, karena bahan baku yang dibutuhkan relatif banyak di lingkungan pedesaan. Dengan adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat tani ini, petani di Desa Dawuhan menjadi lebih terampil dan mampu dalam membuat pupuk organik cair dan pestisida nabati, sehingga dapat dimanfaatkan langsung untuk budidaya tanaman padi secara organi
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH PASAR SEBAGAI PUPUK ORGANIK
Permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok tani “Subur Makmur” yang berada di wilayah Kelurahan Boyaoge Kecamatan Tatanga, antara lain : Pemanfaatan pupuk organik yang langka akibat tidak adanya sumber pupuk organik (pupuk kandang dan kompos) yang dekat dari lokasi usaha. Serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang tinggi, karena jenis tanaman monokultur pada luasan yang sempit. Rendahnya nilai jual komoditas yang diusahakan, karena hasil panen hanya dijual di pasar tradisional. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani, antara lain : Pemanfaatan sampah pasar berupa sisa sisa sayuran dan buah buahan menjadi pupuk organik dengan memanfaatkan MOL. Penggunaan teknologi mulsa plastik untuk menekan pertumbuhan gulma. Menerapkan metode pengendalian hama secara terpadu. Membina petani dalam manajemen pengolahan hasil agar dapat memasarkan hasilnya di pasar modern (swalayan). Solusi yang akan dilaksanakan pada kegiatan ini adalah : Pendidikan dan penyuluhan tentang pemanfaatan pupuk organik dan pengendalian hama terpadu, pelatihan dan bimbingan teknis pembuatan MOL, teknik aplikasi di lapangan (praktek lapang) dan demonstrasi plot, penggunaan mulsa serta pengolahan dan pengemasan hasil, pembinaan dan monitoring. Luaran dihasilkan dalam program PKM ini meliputi : Adanya rakitan teknologi pembuatan pupuk organik cair MOL, dijadikan alternatif pemenuhan kebutuhan pupuk untuk lahan pertanian hortikultura. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok masyarakat sasaran (mitra), sehingga memiliki kemandirian dalam melaksanakan kegiatan usahataninya. Terciptanya usaha kecil produksi pupuk organik padat dan pupuk organik cair MOL untuk memenuhi memenuhi kebutuhan pupuk petani. Pemanfaatan mulsa plastik untuk menekan pertumbuhan gulma, sehingga mengurangi kompetisi dengan tanam utama dan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Petani (mitra) lebih bijak dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan menggunakan sistem PHT serta mitra memasarkan hasilnya di pasar modern dengan harga jual yang lebih tinggi
PEMANFAATAN BUAH KELAPA DARI LIMBAH UPACARA KEAGAMAAN MENJADI TANAMAN BONSAI DI DESA RENON
Ritual keagamaan banyak dilakukan oleh umat Hindu baik secara berkala maupun incidental. Kegiatan ini sayangnya kerap memunculkan adanya “limbah” upacara yang tidak diolah kembali oleh masyarakat. Masalah ini banyak dialami oleh desa-desa yang ada di Bali, termasuk Desa Renon. Di desa ini “limbah” upacara belum mampu dimanfaatkan kembali, salah satunya adalah buah kelapa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk mengenalkan kepada masyarakat di Desa Renon mengenai pemanfaatan buah kelapa dari “limbah” upacara keagamaan menjadi tanaman bonsai. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat mengurangi “limbah” yang dihasilkan agar tidak mencemari lingkungan dan dapat menjadi modal usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Renon. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah observasi permasalahan, melakukan survey, mempersiapkan alat dan bahan, dan membuat video campaign. Pada akhir kegiatan ini, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan yang baik mengenai pemanfaatan limbah upacara keagamaan menjadi tanaman bonsai serta mampu menerapkan kegiatan ini. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah (1) Bertambahnya pengetahuan masyarakat akan pemanfaatan limbah upacara keagamaan, dan (2) Masyarakat mengetahui proses dari pembuatan buah kelapa menjadi tanaman bonsai. Harapan dari pemanfaatan limbah upacara keagamaan ini agar dapat menjadi kegiatan yang dilanjutkan oleh masyarakat di Desa Renon guna mengurangi limbah yang menyebabkan pencemaran lingkungan
TINGKAT PENGETAHUAN BAHAYA ALAT PERANGKAP TIKUS DIALIRI LISTRIK DAN LANGKAH AMAN PENGENDALIAN TIKUS
Tikus merupakan hama utama pertanian karena sering merusak tanaman padi. Keberadaan tikus sangat mengganggu dan merugikan dalam bidang pertanian, ekonomi dan kesehatan. Tikus cukup sulit untuk dikendalikan karena memiliki indra penciuman yang cukup tajam, pergerakan cepat, dan cerdik. Permasalahan hasil panen yang kian menurun kerap dialami petani. Hal tersebut menjadi alasan beberapa warga menggunakan perangkap tikus dialiri listrik. Berdasarkan masalah tersebut maka kegiatan sosialisasi harus diberikan kepada warga desa Pucakwangi, karena perangkap tikus dialiri listrik sangat berbahaya bagi nyawa petani. Untuk mengukur tingkat pengetahuan warga terhadap bahaya perangkap tikus dialiri listrik maka dilakukan pretest dan postest. Hasil yang diperoleh selama kegiatan sosialisasi ini warga cukup paham dengan bahaya perangkap tersebut, tetapi masih digunakan karena dianggap efektif dalam mengendalikan tikus. Setelah dilaksanakan sosialisasi warga desa Pucakwangi akan mencoba menerapkan langkah pengendalian yang lebih aman dan menggunakan bahan alami sebagai pengusir tikus. Kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada petani tentang bahaya perangkap tikus dialiri listrik sehingga petani harus meninggalkan perangkap tersebut dan beralih pada pengendalian tikus yang lebih aman bagi petani dan lingkungan
Kata kunci: Tikus, Perangkap listrik, Pengendalian tikus, Bahan alami, Gropyokan.
ABSTRACT
Rat was the primary pest in agriculture because it often broke the rice crops. The existence of rat gave a harmful for agriculture, economic, and health. Rat was little hard to be controlled because it had a strong sense to smell, fast move, and clever. The farmer often faced a problem like the decrease of yields. That was the reason why villagers used mousetrap with electric in it. Based on that problem, a socialization should be given for villagers in Pucakwangi, because the mousetrap was so dangerous for farmers. In order to measure the knowledge of villagers about the danger of mousetrap, so pretest and post test are needed to be done. The results obtained during this socialization activity were that the villagers were quite aware of the dangers of the trap, but it was still used because it was considered effective in controlling rats. After the socialization, Pucakwangi villagers will try to implement safer control measures and use natural ingredients as rat repellent. This activity provides knowledge to farmers about the dangers of electrified rat traps, so that farmers must leave these traps and switch to rat control that is safer for farmers and the environment..
Keywords: Rat, Electric mousetrap, Rat control, Natural ingredients, Gropyokan