Jurnal Abditani (Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu)
Not a member yet
201 research outputs found
Sort by
STRATEGI MEMBRANTAS HAMA TERHADAP TANAMAN PADI DENGAN PESTISIDA NABATI DI DESA SESANDAN WANASARI TABANAN
Padi merupakan tanaman pangan penduduk Indonesia. Tanaman padi perlu selalu ditingkatkan produktivitasnya untuk memenuhi kebutuhan pokok penduduk yang semakin meningkat. Pada tahap awal pengabdian kepada masyarakat ditemukan bahwa masalah tersebesar petani di desa Sesandan Wanasari Tabanan adalah mengenai cara membrantas hama pada tanaman padi yang ramah lingkungan. Berdasarkan hasil observasi maka metode kegiatan yang dilakukan yaitu melakukan sosialisasi secara offline dan online, melakukan wawancara terkait pelatihan edukasi pembuatan pestisida nabati, serta melakukan pengamatan selama kurang lebih 45 hari. Hasil kegiatan pelatihan pembuatan dan penyemprotan pestisida nabati memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman para petani dan manfaat yang dirasakan yaitu mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar, dapat membunuh hama dan menghasilkan padi dengan kualitas yang semakin baik,bahan yang digunakan untuk membuat pestisida juga relative lebih murah, dan dosis nya tidak beresiko pada tanaman padi.
 
PENINGKATAN KETAHANAN EKONOMI DIMASA PANDEMI MELALUI PENGOLAHAN PANGAN BERBASIS JAGUNG DI DESA SANUR KAUH
Desa sanur kauh merupakan komoditi jagung sebagai unggulannya, tetapi para petani jagung hanya mendistribusikan hasil panennya ke para pemasok dan pasar jarang dari para petani mengolah hasil panennya karena keterbatasan pengetahuan dalam pengolahan berbasis jagung. Melalui kegiataan KKN ini, jagung dapat dikembangkan menjadi produk olahan diversifikasi yang bernutrisi dan bernilai jual tinggi dibandingkan dengan bentuk segarnya. Misalnya diolah menjadi Lumpia jagung dan Es serut jagung. Selain itu, dengan adanya diversifikasi olahan jagung menjadi berbagai produk diharapkan akan menambah pendapatan hasil dari olahan jagung dan dapat meningkatkan konsumsi jagung untuk pangan. Produk olahan jagung yang dapat diterapkan di Desa Sanur Kauh ini diantaranya Lumpia Jagung dan Es Serut Jagung sehingga jagung tidak hanya dijual ke para pemasok dan di pasar sebagai mata pencaharian. Kegiatan KKN ini bertujuan meningkatkan pendapatan dan pengetahuan masyarakat khususnya para pelaku tani jagung di Desa Sanur Kauh agar mampu mengembangkan usahanya lebih maju lagi serta para petani jagung juga dapat melihat peran dan pentingnya diversifikasi produk dalam olahan makanan
SOSIALISASI POTENSI TANAMAN KUMIS KUCING SEBAGAI IMUNOSTIMULAN YANG DAPAT DIGUNAKAN DIMASA PANDEMIK COVID-19 : PENJELASAN KHASIAT, PENANAMAN DAN PENGOLAHAN PASCA PANEN
Saat ini diseluruh dunia masih terjadi pandemi covid-19. Penyakit yang disebabkan oleh virus dalam proses penyembuhan pada umumnya mengandalkan kekuatan pertahanan tubuh, sehingga diperlukan suatu senyawa yang dapat meningkatkan kerja sistem imun atau lebih dikenal imunostimulan. Berdasarkan hasil penelitian banyak tanaman obat yang berkhasiat sebagai imunostimulan salah satunya kumis kucing atau nama laiannya Orthosiphon aristatus. Selama ini kumis kucing terkenal dan banyak digunakan sebagai diuretik serta peluruh batu ginjal. Masyarakat belum banyak yang tahu bahwa kumis kucing memiliki potensi sebagai imunostimulan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya sosialisasi dan pelatihan potensi tanaman kumis kucing sebagai imunostimulan meliupti penjelasan khasiat, penanaman dan pengolahan pasca panen. Sosialisasi dilakukan pada paguyuban jamu manunggal kota cimahi dan umumnya pada masyarakat melalui video. Dari hasil sosialisasi, pemahaman para peserta paguyuban jamu manunggal tentang potensi tanaman kumis kucing sebelum diberikan materi dan pelatihan adalah 44 % dan sesudah diberikan materi naik menjadi 100 %. Pada kegiatan ini dilakukan pemberian bibit tanaman kumis kucing hasil kultur in vitro, bibit ini merupakan pengembangan hasil penelitian di Fakultas Farmasi UNJANI. Sosialisasi harus terus dilakukan pada skala lebih besar melalui video edukasi yang dibagikan pada media sosial
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NON-PRODUKTIF MELALUI KETERAMPILAN PEMBUATAN PRODUK SABUN CUCI PIRING DI SMP BINA DAKWAH LEUWILIANG BOGOR
Mitra yang terlibat dalam kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini adalah SMP Bina Dakwah Leuwiliang Bogor. SMP Bina Dakwah merupakan suatu lembaga non-profit yang bergerak di bidang pendidikan. Masyarakat kelompok ini kami jadikan sebagai mitra untuk diberikan keterampilan membuat sabun cuci piring dengan harapan keterampilan ini mampu mengangkat masyarakat untuk berkarya dan menjadi masyarakat yang produktif sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Pelaksanaan program ini dilakukan melalui pelatihan keterampilan pembuatan sabun cuci piring untuk skala industri rumah tangga secara detail, kontinyu dan tuntas sampai dihasilkan produk sabun cuci piring dengan kualitas yang baik. Selain itu, dilakukan pelatihan pengemasan dan pelabelan produk sabun cuci piring dalam kemasan. Pelatihan dilanjutkan dengan pembinaan serta pendampingan mitra dalam memulai membuat jaringan pemasaran ke berbagai pihak yang membutuhkan produk sabun cuci piring ini. Jenis luaran yang akan dihasilkan dari program pemberdayaan masyarakat non produktif melalui keterampilan membuat sabun cuci piring ini adalah model pemberdayaan masyarakat, mencakup terbukanya wawasan masyarakat non-produktif mengenai peluang usaha pembuatan sabun cuci piring, menghasilkan tenaga-tenaga terampil, menghasilkan produk sabun cuci piring yang berkualitas baik dan siap untuk dipasarkan dan membuka peluang untuk direkomendasikan menjadi usaha kecil mandiri yang lebih potensial sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan
INOVASI PRODUK SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA RANGGINANG DI DESA PURWOSARI
Usaha mikro rangginang Ibu Yayuk memerlukan dukungan untuk memperoleh produk rangginang yang bermutu baik, serta lebih laku dipasaran. Sebagian permasalahan produksi serta pengembangan menjadi hambatan untuk menggapai tujuan antara lain adalah adanya inovasi yang bisa dikembangkan pada rangginang. Permasalahan yang diangkat dalam bentuk metode Asset Based Community Development (ABCD) yag mengutamakan pemanfaatan aset serta kemampuan dekat, dalam pengabdian ini merupakan sedikitnya inovasi yang diangkat dalam usaha rangginang. Dari aktivitas pengabdian ini sudah dihasilkan inovasi produk rangginang yang semula tiap satu minggu sekali memproduksi 35 bungkus rangginang, setelah terdapatnya inovasi yang dituangkan dalam produk rangginang jadi 50 bungkus dalam satu minggu sekali. Salah satu rasa yang jadi unggulan produk ini adalah rasa manis, serta inovasi yang dituangkan merupakan inovasi rasa asin serta tambahan toping gula merah cair pada rangginang
PELATIHAN PENGEMASAN PRODUK PANGAN UMKM DI DESA MAJASARI, KECAMATAN CIBOGO, KABUPATEN SUBANG
Pengemasan secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu cara untuk menyampaikan barang kepada konsumen dalam keadaan terbaik dan menguntungkan. Kemasan merupakan salah satu kunci bagi UMKM dalam meningkatkan nilai jual produk. Namun demikian, kemasan menjadi kendala UMKM se-Nusantara tidak kecuali UMKM produk pangan yang berada di Desa Majasari, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang. Oleh karena itu, penyuluhan mengenai pengemasan produk sangat penting untuk dilakukan sehingga dapat meningkatkan minat beli konsumen terhadap produk tersebut. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah metode pelatihan yang terdiri dari kegiatan diskusi, presentasi, dan demonstrasi yang mencakup pemaparan jenis-jenis kemasan, pentingnya pemberian label, dan penggunaan vacuum sealer pada kemasan sederhana. Dari hasil diskusi diketahui bahwa 95% UMKM masih menggunakan kemasan yang sangat sederhana tanpa adanya label apapun termasuk nama produk. Kegiatan pengabdian ini memberikan penjelasan menyeluruh tentang pentingnya pengemasan dan pemilihan kemasan yang baik dimana materi tersebut dapat diterima dan dipahami secara utuh serta antusias oleh peserta
PENDAMPINGAN PETANI DALAM PENGEMBANGAN SISTEM PERTANIAN LEISA (LOW EXTERNAL INPUT SUSTAINABLE AGRICULTURE) DI KECAMATAN PALOLO
Kelompok tani “Idaman Rakyat” Desa Uenuni Kecamatan Palolo termasuk salah satu kelompok tani yang aktif dalam melaksanakan budidaya padi sawah. Permasalahan dalam pengembangan usaha tani padi adalah ketersediaan pupuk organik yang masih terbatas, rendahnya produktivitas padi yang dihasilkan oleh petani, adanya serangan hama dan penyakit yang selalu menyerang tanaman padi, dan manajemen organisasi kelompok tani yang masih kurang berkembang. Program pengabdian BLU bertujuan untuk mendampingi masyarakat dalam mengembangkan teknologi budidaya padi sistem LEISA agar dapat menyediakan pangan yang sehat bagi masyarakat dan keberlanjutan usaha tani. Metode yang digunakan adalah: pelatihan, praktek dan demonstrasi paket teknologi, demplot percontohan, pendampingan dan pembinaan yang dilakukan secara partisipatif. Hasil pelaksanaan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan anggota kelompok tani mitra setelah mengikuti pelatihan dan demonstrasi pembuatan kompos, pestisida rasional dan budidaya padi organik. Pelaksanaan demplot budidaya padi sistem LEISA dilakukan dengan terlebih dahulu mengaplikasikan pupuk organik yang telah dikembangkan sebelumnya sebagai pupuk dasar, kemudian dilakukan penanaman bibit padi yang sesuai good agriculture practise (GAP). Kegiatan demplot tersebut merupakan sarana bagi peserta kegiatan untuk mengadopsi teknologi yang dikembangkan selama pelaksanaan program pengabdian masyaraka
PROGRAM PENGEMBANGAN DESA MITRA: PENDAMPINGAN KELOMPOK PEMBUDIDAYA TANAMAN OBAT ASYIFA’A DALAM PELAKSANAAN KONSERVASI DAN PASCA PANEN UNTUK PENINGKATAN MUTU SIMPLISIA OBAT TRADISIONAL
Kelompok pembudidaya tanaman obat Asyifa’a Desa Pakuli Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi dikenal oleh masyarakat Sulawesi Tengah karena sudah memproduksi ramuan dari berbagai jenis tanaman obat, baik yang digunakan untuk pengobatan ataupun untuk kesegaran tubuh. Dalam membuat berbagai jenis ramuan obat tradisional, bahan tanaman obat diperoleh dari habitatnya atau pun yang dibudidayakan. Terdapat beberapa diantaranya yang tergolong langka. Tanaman yang digunakan sebagai bahan baku sebaiknya berupa tanaman budidaya.. Teknik budidaya yang baik namun tanpa disertai penanganan pasca panen yang tepat dapat menurunkan kualitas simplisia yang dihasilkan. Program pengembangan desa mitra bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada kelompok pembudidaya tanaman obat dalam pelaksanaan konservasi dan penanganan pascapanen untuk pelestarian tanaman obat dan peningkatan mutu simplisia obat tradisional. Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan program pengabdian Skim Desa Mitra ini adalah pelatihan dan pendampingan. Metode pelatihan digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam menerapkan teknologi yang disampaikan, sedangkan metode pendampingan digunakan untuk memantapkan teknologi yang diadopsi oleh peserta agar lebih mapan dan berkelanjutan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa penanaman tanaman obat di areal konservasi dan di halaman pekarangan yang sesuai dengan standar operasional prosedur untuk setiap jenis tanaman obat menghasilkan pertumbuhan yang baik sehingga bahan baku simplisia yang dipanen dapat terjamin kualitasnya. Budidaya tanaman obat di luar habitat aslinya merupakan salah satu tindakan konservasi untuk pelestarian tanaman obat
PEMANFAATAN LIMBAH SI KULEM (KULIT LEMON) SEBAGAI LILIN AROMATERAPI LEMON PADA IBU HAMIL DALAM MENGURANGI MUAL MUNTAH DIMASA PANDEMIK COVID
Sampah rumah tangga seperti kulit lemon adalah limbah yang bersifat zat organikyang biasa dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan. Penggunaan limbah seperti kulit lemon ternyata dapat dijadikan sebagai lilin aromaterapi yang bernilai jual tinggi dan bermanfaat dalam mengurangi rasa mual dan muntah yang sering dialami oleh ibu hamil. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan mengedukai ibu hamil dalam mengelola kulit lemon menjadi lilin aromaterapi lemon. Program pengabdian ini diawali sosialisasi kepada pemerintah, kepada ibu hamil serta demonstrasi dan pendampingan kepada 20 ibu hamil selama 4 minggu. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa anggota rumah tangga partisipan telah mengelola sampah kulit lemon dengan baik sehingga meningkatnya semangat dari masyarakat untuk mendampingi dalam pembuatan lilin aromaterapi