Jurnal Abditani (Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu)
Not a member yet
201 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN UMKM MASYARAKAT PENGRAJIN GULA NIRA DI DESA SAMBIHARJO MELALUI PENGOLAHAN GULA NIRA MENJADI GULA CAIR
Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan sarana kegiatan pembelajaran non-formal sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan tujuan untuk mengembangkan UMKM masyarakat Desa Sambiharjo yang berprofesi sebagai pengrajin gula nira, dengan cara mengadakan edukasi dan praktek pengolahan gula nira menjadi gula cair. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan menarik partisipasi masyarakat melalui pengembangan olahan gula nira dengan inovasi baru berupa gula cair. Masyarakat Desa Sambiharjo menyambut kegiatan dengan baik melalui keikutsertaan serta aktif selama kegiatan pengolahan gula nira menjadi gula cair berlangsung. Kelompok mita berkontribusi aktif dalam membantu menyiapkan kegiatan, termasuk mengundang pembicara yang telah ahli di bidang olahan gula nira. Dampak dari kegiatan pengolahan gula nira menjadi gula cair ini adalah mampu meningkatkan minat masyarakat dalam berinovasi dan menciptakan olahan baru dari gula nira untuk meningkatkan potensi Desa Sambiharjo. Melalui kegiatan pengabdian ini, masyarakat pengrajin gula nira di Desa Sambiharjo dapat menambah wawasan mengenai pengolahan gula nira menjadi gula cair, meningkatkan peluang ekonomi Desa Sambiharjo, dan meningkatkan keterampilan dalam olahan gula nira
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN TELUR ASIN HERBAL SEBAGAI PRODUK DIVERSIFIKASI PANGAN ASAL TELUR ITIK DI DUSUN CIHATEUP KABUPATEN TASIKMALAYA
Dusun Cihateup merupakan tempat proses domestikasi ternak itik Cihateup sebagai ternak lokal khas Tasikmalaya Jawa Barat. Ketersediaan telur itik di Dusun Cihateup cukup melimpah dimana setiap harinya dapat menghasilkan lebih dari 500 butir telur. Harga jual telur itik relatif rendah yaitu sebesar Rp 2.000,00 per butirnya. Daya tahan telur itik segar yang rendah dapat ditingkatkan dengan cara diolah melalui proses diversifikasi pangan agar daya tahan telur semakin meningkat dan menghasilkan nilai jual yang tinggi. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini yaitu dengan melakukan pengolahan telur itik segar menjadi telur asin herbal untuk meningkatkan daya tahan telur, meningkatkan harga jual telur, serta menghasilkan sifat fungsional pada produk telur asin herbal untuk meningkatkan imunitas masyarakat pasca Pandemi Covid-19. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan nilai tambah dan daya tahan telur itik Cihateup, serta meningkatkan keterampilan masyarakat Dusun Cihateup dalam mengolah telur asin herbal. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan September 2022 di Dusun Cihateup, Desa Sukanagalih, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Metode pelaksanaan program terdiri atas penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pada warga masyarakat di Dusun Cihateup, anggota kelompok ternak “Kelompok Megar Bebek Cihateup”, dan anggota Badan Usaha Milik Desa “Berdikari”. Kegiatan ini mampu meningkatkan keterampilan dan pendapatan masyarakat melalui pengolahan telur asin herbal
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA DALAM PEMBUATAN KOMPOS UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN
Bertambahnya jumlah penduduk serta berkembangnya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat mengakibatkan peningkatan volume sampah yang dihasilkan. Jenis dan karakteristik sampah juga semakin beragam. Dampak yang ditimbulkan oleh sampah diantaranya adalah bau tidak sedap, lalat berterbangan, dan pencemaran lingkungan. Sampah dapat menimbulkan permasalahan apabila tidak seimbangnya antara produksi sampah dengan pengelolaannya. Untuk mengatasi timbunan sampah dapat dilakukan dengan mengolah sampah organik menjadi kompos atau pupuk organik. Kompos adalah pupuk organik yang sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas dan kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Kelompok Wanita Tani sama dengan kelompok tani yang membedakan anggotanya perempuan, yang melaksanakan usaha dibidang pertanian seperti pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam sayur, buah, pembibitan, dan juga tanaman obat serta ada juga yang ikut keladang untuk bercocok tanam. Maka diperlukan edukasi bagi kelompok wanita tani untuk dapat mengelola sampah rumah tangganya agar meminimalisir timbulan sampah dan kegiatan pembakaran di lingkungan tempat tinggalnya untuk mengurangi efek lingkungan dan kesehatan dari akibat pembakaran sampah dan menumpuknya sampah di lingkungan tempat tinggal, dan memanfaatkan kompos tersebut dalam aktivitas bercocok tanam. Kegiatan dilakukan dengan penyuluhan dan praktik pembuatan kompos bersama kelompok wanita tani Sinar Pagi, Kecamatan Lubuk Alung, Sumatera Barat. Diharapkan dari kegiatan ini kelompok wanita tani dapat mengolah limbah rumah tangga menjadi kompos secara mandiri dan beralih menggunakan pupuk organik daripada penggunaan pupuk anorganik
PRODUKSI BIBIT ANGGREK KUALITAS EKSPOR SECARA IN VITRO DI DD ORCHID NURSERY, BATU, JAWA TIMUR
Penurunan produksi anggrek di Indonesia disebabkan oleh penyediaan bibit yang rendah di tingkat petani maupun industri. Teknologi perbanyakan secara konvensional melalui kultur in vitro menggunakan benih belum mampu memenuhi permintaan bibit anggrek dalam jumlah yang besar. Teknologi perbanyakan bibit anggrek secara klonal menggunakan bioreactor dapat menghasilkan bibit klonal dalam waktu yang cepat karena meningkatkan kecepatan proliferasi sel. Pengenalan teknologi bioreactor kepada petani plasma dan industri anggrek penting dilakukan untuk mendapatkan bibit anggrek dengan kualitas ekspor. Bimbingan teknis diikuti oleh petani plasma dan karyawan DD Orchid Nursery. Kegiatan bimtek dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi tentang teknik perbanyakan bibit anggrek secara in vitro serta pengenalan teknologi bioreactor menggunakan organ vegetatif tanaman untuk produksi masal anggrek. Hasil kegiatan bimtek menunjukkan bahwa petani plasma dan karyawan DD Orchid Nursery sangat antusias pada saat demonstrasi bioreactor serta saat berdiskusi tentang penggunaan bioreactor dari skala kecil hingga besar. Aplikasi bioreactor menjadi salah satu solusi dalam memproduksi bibit anggrek secara masal dalam waktu yang singkat
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI PENGELOLAAN ABON CABAI SEBAGAI ATERNATIF PENDAPATAN DAN PENINGKATAN IMUNITAS TUBUH PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN MOKOAU, KECAMATAN KAMBU, KOTA KENDARI
Kelompok tani cabe rawit juga menghadapi permasalahan klasik dalam keseharian proses produksinya, diantaranya adalah rendahnya pendapatan di saat musim panen cabai, karakteristik cabai yang bulky dan volumnious, serta tidak berlakunya strategi harga dalam struktur pasar cabai. Sementara itu, cabai memiliki keunggulan kandungan vitamin C yang sangat bermanfaat sebagai alternatif untuk meningkatkan imunitas tubuh terutama di masa pandemi Covid 19 ini. Teknologi pengolahan cabai dipilih sebagai suatu model pemberdayaan bagi para istri petani cabai agar dapat menjadi alternatif sumber pendapatan, meningkatkan daya simpan, dan meningkatkan imunitas tubuh di masa pendemi. Metode kegiatan berupa penyuluhan, pelatihan, FGD, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Kelompok Tani Makmur Sejahtera sangat antusias dengan kegiatan ini karena optimis bahwa produk ini dapat menjadi tambahan sumber penghasilan. Mereka juga dapat memahami manfaat fungsional cabai yang kaya vitamin C sehingga dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi. Mereka telah mampu melakukan pengolahan abon cabe rawit secara mandiri, dengan dua varian rasa yaitu rasa teri dan daun jeruk. Merk dan slogan dari produk abon cabe ini telah disepakati melalui FGD. Hasil lainnya adalah telah hadirnya produk abon cabe ini di salah satu market place Kota Kendari
INOVASI USAHA SOSIS TELUR MATAHARI (SOLUR MATAHARI) YANG MEMILIKI NILAI GIZI TINGGI
Inovasi Usaha Sosis Telur Matahari (Solur Matahari) yang memiliki nilai gizi tinggi. Tujuan program kreativitas mahasiswa – kewirausahaan (PKM-K) adalah membangkitkan motivasi mahasiswa untuk berwirausaha dalam mengembangkan Usaha Sosis Telur Matahari. Metode pelaksanaan program ini adalah input, proses (produksi), output, dan evaluasi. Hasil program ini adalah input, melakukan survei pasar untuk mengetahui kondisi pasar. Selanjutnya melakukan wawancara kepada 5 mahasiswi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palopo dan 5 Siswa – Siswi di SMA Muhammadiyah Palopo. Selanjutnya adalah studi kelayakan terhadap usaha yang akan dijalankan. Tahap terakhir adalah pemilihan bahan dan penyediaan tempat serta sarana dan prasarana untuk menunjang proses produksi. Proses (produksi), proses pembuatan Sosis Telur Matahari mulai dari persiapan bahan dan alat Sampai Sosis Telur Matahari Siap untuk dipasarkan. Output, yaitu hasil Inovasi Sosis Telur Matahari yang siap dikonsumsi dan dipasarkan kepada konsumen. Yang terakhir adalah evaluasi, yaitu tahapan ini dilaksanakan pada saat produksi produk Sosis Telur Matahari telah selesai dilakukan. Pada tahap ini akan meninjau tentang kekurangan-kekurangan apa saja yang membuat konsumen tidak Berniat Membeli produk kami
PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH SISA SAYUR DAN BUAH MENJADI ECO-ENZYME
Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan terbesar saat ini. Sampah organik yang banyak dijumpai antara lain adalah sisa sayur dan buah yang terbuang dalam proses penyiapan sebelum konsumsi. Salah satu alternatif pengolahannya adalah dengan pembuatan eco-enzyme. Pembuatan produk sangat sederhana dengan mencampurkan sampah sisa sayur dan buah ini dengan air dan gula lalu difermentasikan selama tiga bulan. Kegiatan pengabdian masyarakat di SMA Santa Maria bertujuan untuk memberikan pengetahuan melalui pemaparan di kelas dan praktek langsung pengolahan sampah organik menjadi produk bermanfaat yaitu eco-enzyme. Peserta kegiatan pelatihan pembuatan eco-enzyme antusias dalam mengikuti kegiatan dan tertarik untuk mengetahui mengenai pembuatan dan pemanfaatan eco-enzyme yang mendukung program sekolah dalam pengelolaan sampah mandiri
TEKNOLOGI EFESIENSI BIAYA PRODUKSI DI GONJONG AGROFARM
Sayuran termasuk produk komoditi hortikultura yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan serat, vitamin, dan mineral masyarakat. Konsumsi sayur secara tidak langsung dapat meningkatkan imun. Hidroponik menjadi salah satu solusi sistem budidaya pada lahan yang sempit, kondisi sifat tanah yang kritis, dan musim yang tidak menentu. Gonjong Agrofarm merupakan mitra pengabdian yang termasuk pionir usaha pertanian Hidroponik yang berada di Kecamatan Harau. Permasalahan yang dihadapi oleh Gonjong Agrofarm yang kebetulan baru memulai usaha hidroponik yaitu besarnya biaya produksi terkhusus pada pengadaan media tanam, dan nutrisi. Solusi yang ditawarkan dalam mengatasi masalah ini antara lain pemanfaatan sekam padi sebagai media tanam, dan peningkatan produksi dengan pembuatan instalasi Rakit Apung yang lebih hemat dalam pemanfaatan nutrisi. Target luaran pengabdian ini adalah terciptanya efesiensi biaya produksi, dan peningkatan produksi. Metode yang diterapkan antara lain sosialisasi (penyuluhan), demonstrasi, dan pendampingan serta keterlibatan langsung mitra dalam jalannya setiap kegiatan. Hasil pelaksanaan pengabdian ini tercapainya efesiensi biaya produksi, peningkatan produksi dan antusiasnya peserta dalam menjalani kegiatan pengadian ini
PENGOLAHAN LIMBAH JERAMI PADI MENJADI BIOCHAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TANAH DI DESA TEGAL MIJIN BONDOWOSO
Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah (1) untuk mengolah limbah pertanian berupa jerami padi menjadi biochar dan (2) untuk mengetahui manfaat biochar yang dibuat bagi tanah dan pertumbuhan tanaman. Kegiatan pengabdian ini dimulai pada tanggal 21 Juli 2022 hingga 22 Agustus 2022 di Desa Tegal Mijin, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Pembuatan biochar dari jerami padi dilakukan dengan menggunakan metode pirolisis atau pembakaran dengan sedikit/tanpa oksigen. Proses pembuatan dilakukan dalam dua tahapan yaitu skala kecil dan skala besar untuk menentukan kondisi suhu dan waktu optimum pembuatan biochar. Pembuatan biochar skala kecil dilakukan pada suhu 250oC selama 3,5 jam, sedangkan untuk skala besar biochar dibuat dengan rentang suhu 150-170oC selama 3 jam. Hasil biochar yang diperoleh dilakukan analisis pengaruh biochar terhadap pertumbuhan bibit cabai. Pengamatan yang dilakukan terdiri dari 3 perlakuan yaitu penambahan biochar di atas permukaan tanah, pengadukan biochar dengan tanah, dan tanpa penambahan biochar. Data penelitian yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa penambahan biochar dengan cara disebarkan di atas permukaan tanah dapat mempercepat pertumbuhan tinggi bibit cabai secara nyata dengan pertumbuhan perharinya sebesar 0,2 – 1,0 cm. Kegiatan pengabdian ini juga dilakukan untuk mengedukasi masyarakat khususnya Desa Tegal Mijin tentang pentingnya biochar dan proses pembuatannya yang lebih ramah lingkungan dengan menggunakan metode pirolisis.
 
PENDAMPINGAN MASYARAKAT TENTANG PENANGANAN PASCA PANEN DAN MANAGEMEN USAHA PERTANIAN DI KAMPUNG BOGOR KABUPATEN MANOKWARI
Kampung Bogor di Kabupaten Manokwari Papua Barat merupakan daerah binaan Universitas Papua yang memiliki potensi pertanian teristimewa tanaman pisang dan singkong. Peruntukkan tanaman pisang dan singkong lebih banyak diperuntukkan untuk dijual dalam bentuk mentah dibandingkan dikonsumsi. Kelebihan produksi tanaman pisang dan singkong tanpa diimbangi dengan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam penanganan pasca panen menyebabkan permasalahan melimpahnya produk pertanian yang busuk dan terbuang. Situasi ini menjadi hal yang dilihat oleh tim Faperta Unipa untuk memberikan pendampingan. Tujuan pendampingan tim Faperta Unipa adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat tentang penanganan pasca panen produk pertanian, dan managemen usaha produksi pertanian. Hasil pendampingan memberikan hasil bahwa, masyarakat telah memahami proses pembuatan kripik pisang dan kripik singkong, serta bersedia untuk mencoba usaha kripik dengan melibatkan anggota keluarga untuk bekerja sama