Jurnal Abditani (Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu)
Not a member yet
201 research outputs found
Sort by
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK SEBAGAI UPAYA KEMANDIRIAN PETANI TERHADAP PUPUK
Pupuk merupakan kebutuhan primer suatu tanaman untuk pertumbuhan dan produktivitasnya. Kebiasaan penggunaan pupuk anorganik memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan pengurangan subsidi terhadap pupuk sehingga perlu kemandirian petani untuk memproduksi sendiri pupuk organik. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membimbing dan melatih petani untuk terampil dalam pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati sehingga tidak bergantung pada pupuk dan pestisida yang dibeli di pasaran. Kegiatan dilaksanakan dengan metode pelatihan dimana peserta melaksanakan seluruh proses dalam pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati. Bahan-bahan yang digunakan adalah bahan organik yang mudah diperoleh dan terdapat di wilayah setempat. Pada kegiatan ini dihasilkan pupuk organik (kompos dan pupuk organik cair) dan pestisida nabati. Peserta dapat menyebutkan bahan-bahan yang digunakan dan cara pembuatannya
PENGGUNAAN LIMBAH AIR PERASAN JERUK KUNCI MENJADI SABUN CUCI PIRING
Tujuan PKM ini untuk mengetahui tentang Penggunaan Limbah Air Perasan Jeruk Kunci Menjadi Sabun Cuci Piring. Model PKM yang digunakan dalam bentuk eksperimen, dilakukan melalui proses pemberian treatment tertentu terhadap subjek pengabdian yang kemudian diamati dampaknya. Selain itu perlakuan terhadap subjek penelitian guna membangkitkan sesuatu kejadian atau keadaan yang akan diteliti dan dampaknya.
Hasil eksperimen menunjukkan, pemanfaatan limbah air perasan jeruk kunci menjadi sabun cuci piring sangat efektif, ekonomis dan ramah lingkungan. Produk ini terbuat dari bahan yang aman untuk digunakan sebagai sabun cuci piring. Selain itu keunggulan dari produk ini adalah hasil cuci piring dan perabotan rumah tangga lainnya lebih bersih dan keset sehingga tidak mudah terjatuh saat habis dicuci.
Brand hasil inovasi mahasiswa tentang pemanfaatan limbah perasan jeruk kunci menjadi bahan untuk mencuci piring adalah “Sabun Jeruk Kunci” atau SAJUCI. Sabun cuci piring hasil inovasi bersama dengan mahasiswa diharapkan dapat mengurangi limbah perasan jeruk bagi petani setempat. Penggunaan limbah tersebut memberikan pengetahuan bagi masyarakat lokal tentang penggunaan sumber daya alam ramah lingkungan. Sabun cuci piring ini memiliki kandungan zat asam yang bisa mengangkat noda di piring dan alat perabotan dapur lainnya. Oleh karena itu, sabun SAJUCI sangat baik dan bermanfaat bagi keluarga yang sering memasak dan mengandung banyak lemak.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGOLAH PANGAN LOKAL SAGU MELALUI PENINGKATAN PRODUKSI, HIGIENITAS DAN PEMASARAN DI KELURAHAN WOITOMBO KECAMATAN MOWEWE KABUPATEN KOLAKA TIMUR
Potensi tanaman sagu yang belum dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat, karena keterbatasan pengetahuan, keterampilan, dan teknologi. Permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Sumaku Ndabeta terletak pada bidang produksi dan bidang pemasaran, sedangkan permasalahan yang dialami oleh Kelompok Dasawisma terletak pada bidang manajemen dan pendidikan terkait ilmu pengetahun untuk memanfaatkan potensi pangan lokasl sagu yang memiliki peluang usaha. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menerapkan hasil-hasil riset dari tim pendamping dan tim pelaksana, yang dapat memberikan solusi terhadap permasalahan pemanfaatan potensi sumberdaya alam sagu tersebut. Hasil riset yang akan diterapkan kepada mitra sasaran pertama adalah hasil rekayasa teknologi berupa rumah produksi sagu skala kecil, mesin penggiling dan pemeras sagu, pembuatan sumur bor dan penyediaan wadah sebagai sumber air yang digunakan dalam proses pengolahan sagu secara higienis, dan ilmpu pengetahuan terkait pemasaran. Hasil riset yang akan diterapkan kepada mitra sasaran kedua adalah teknologi inovasi diversifikasi produk yaitu pembuatan biskuit sagu, dan ilmu pengetahuan terkait strategi pemasaran. Solusi terhadap permasalahan mitra yang diberikan dengan pendekatan holistik berbasis riset multidisplin yaitu dengan melakukan pelatihan dan bimbingan teknis. Hasil dari kegiatan ini yaitu terjadinya peningkatan produktivitas dan pendapatan kelompok masyarakat yang telah produktif dan menjadikan kelompok masyarakat yang non produktif menjadi produktif, khususnya dari sisi ekonomi
PENDAMPINGAN MASYARAKAT KECAMATAN RUMBAI BARAT PEKANBARU DALAM PEMBUATAN PESTISIDA NABATI EKSTRAK DAUN PEPAYA
Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman yang dibudidayakan oleh petani Kelurahan Maharani masih dilakukan secara anorganik dengan menggunakan pestisida kimia. Padahal Kelurahan Maharani memliki potensi dalam pengembangan pestisida ramah lingkungan yang berasal dari salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat setempat yaitu tanaman pepaya. Pemanfaatan daun pepaya sebagai pestisida nabati disebabkan karena getah daun pepaya mengandung kelompok enzim sistein protease seperti papain dan kimopapain serta menghasilkan senyawa-senyawa golongan alkaloid, terpenoid, flavonoid dan asam amino nonprotein yang sangat beracun bagi serangga pemakan tumbuhan. Kinerja pestisida nabati dari daun pepaya ini secara menyeluruh dapat mencegah lebih banyak terjadi pencemaran lingkungan akibat pemakaian pestisida kimiawi. Selain itu, penggunaan ekstrak daun papaya sebagai pestisida nabati juga dapat mengurangi dampak negatif dari penggunaan pestisida kimiawi, yaitu hama akan resisten terhadap sintetis, munculnya residu pestisida, dan kontaminasi ke dalam tubuh manusia/binatang yang mengkonsumsi/memakan pestisida kimia. Oleh karena itu pengabdian ini dilakukan untuk mendampingi petani dalam pembuatan pestisida nabati dari ekstrak daun papaya dan aplikasi pada tanaman. Model pendekatan pengabdian yang dilakukan yaitu model pendekatan Participatory Rural Appraisal, persuasif dan edukatif. Berdasarkan pengabdian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani tentang manfaat ekstrak daun papaya sebagai pestisida nabati serta dalam pembuatan pestisida nabati dari ekstrak daun papaya. Melalui pengabdian ini mampu mendorong masyarakat Kelurahan Maharani dalam melakukan pertanian ramah lingkungan
FASILITASI BANTUAN USAHA EKONOMI KREATIF KELOMPOK MASYARAKAT BINAAN DI PULAU NAIN, TAMAN NASIONAL BUNAKEN
Pemberdayaan masyarakat di desa daerah penyangga termasuk salah satu upaya pembangunan berbasis konservasi. Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif merupakan alternatif bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi lokalnya. Pulau Nain merupakan pulau terjauh dalam kawasan TN Bunaken yang hanya dapat diakses menggunakan jalur laut dari daratan utama Sulawesi Utara. Keterbatasan akses ini perlu didukung dengan adanya pembangunan infrastruktur baik transportasi, listrik, bangunan air, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Keterbatasan ekonomi memiliki dampak serius terhadap masa depan keberadaan taman nasional yaitu tingkat pendidikan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan konservasi. Menyadari berbagai hal diatas, Balai TN Bunaken menyalurkan berbagai macam bantuan untuk pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat melalui kelompok binaan yang ada di seluruh wilayah pengelolaan tingkat tapak (resort). Kelompok yang sudah didampingi sebelumnya dalam jangka waktu yang cukup, kemudian akan dilakukan uji kelayakan dan kesiapan dalam hal penerimaan bantuan. Pelaksanaan kegiatan fasilitasi dan pemberian bantuan usaha ekonomi kreatif kepada kelompok masyarakat desa binaan di Pulau Nain dilakukan secara berkesinambungan. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pengambilan data dan pendampingan kelompok. Kelompok Sinar Bahari Nain benar adanya sudah terfasilitasi menerima bantuan untuk stimulus permodalan usaha ekonomi kreatif. Pendampingan kelompok masyarakat perlu dilakukan rutin dan melekat setelah pemberian bantuan serta diawasi dalam penggunaannya
PENERAPAN TEKNOLOGI MITIGASI IKLIM KOLABORASI SEKTOR PERTANIAN DAN KEHUTANAN GUNA REALISASI PROGRAM KETAHANAN PANGAN DI KAWASAN TELUK TOMINI
Target penurunan emisi GRK Indonesia dengan kemampuan sendiri pada Updated NDC (UNDC) sebesar 29% meningkat ke 31,89% pada ENDC, sedangkan target dengan dukungan internasional pada UNDC sebesar 41% meningkat ke 43,20% pada ENDC. Upaya mitigasi difokuskan pada sektor pertanian dan kehutanan sebagai sumber mekanisme carbon sink, pencegahan deforestasi dan degdrasi hutan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian KKN MBKM di desa Bintalahe Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango Propinsi Gorontalo berlangsung pada bulan Mei hingga Agustus 2023. Jumlah mahasiswa yang terlibat berjumlah 11 mahasiswa dari program studi Agroteknologi Faperta UNG dibawah bimbingan 3 dosen pembimbing lapangan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini berupa pelatihan yang bersifat partisipatif kegiatannya berupa penyuluhan, pelatihan, dan bimbingan teknis. Bentuk program yang dilaksanakan meliputi program mitigasi iklim sektor pertanian berupa kegiatan pembuatan biopori dan biopestisida. Program mitigasi iklim sektor kehutanan berupa kegiatan agroforestri. Hasil yang dicapai berupa teknik biopori yang dilaksanakan bermanfaat bagi kondisi lingkungan setempat dengan indikasi minimnya genangan air serta tanah di pekarangan petani tidak mudah mengalami kekeringan. Biopestisida yang dihasilkan mampu dibuat secara mandiri oleh masyarakat karena bahan baku yang mudah diperoleh serta teknik pembuatan maupun aplikasi ke tanaman bisa diaplikasikan secara langsung. Sistem agroforestri ketapang dan cabe mampu meningkatkan potensi hasil cabe walaupun dengan skala rumah tangga yang ke depannya untuk kebutuhan lumbung hidup masyarakat setempat. Terselenggaranya aksi mitigasi iklim di sektor pertanian dan kehutanan di desa Bintalahe ini menjadi standar untuk pengembangan kegiatan aksi mitigasi iklim tingkat tapa
PENDAMPINGAN UMKM SAMBAL KEMASAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN EKONOMI KREATIF PADA MEDIA SOSIAL
Kreativitas adalah sebuah kemampuan untuk mengembangkan ide dan konsep baru. Setiap bisnis maupaun usaha memerluka sebuah kretivitas dalam pelaksanannya. Inovasi dan kreasi terus di kembangkan agar bisnis yang dijalani tidak tertinggal zaman. Terlebih lagi dengan adanya perkembangan pada media sosial yang semakin pesat. Ini menyebabkan perputaran trend hingga menyebabkan banyaknya pilihan yang menjadi alasan utama mengapa ide kreatif dibutuhkan. Dengan menganalisa perubahan kebiasaan inilah, para UMKM harus siap mendekati target pasar mereka melalui media-media baru tersebut. Dengan membantu para UMKM dalam menghadapi persaingan bisnis pada media sosial seperti melakukan beberapa pendampingan dasar mengenai pemasaran produk melalui sosial media instagram dan perbaikan pengemasan produk yang sesuai dengan standar pengiriman menjadi tujuan utama dari diadakannya penelitian ini. Metode yang digunakan penulis dalam melaksanakan kegiatan, terdiri dari tiga rangkaian yaitu analisis, proses, dan hasil. Secara keseluruhan, pengabdian yang dilakukan penulis kepada salah satu UMKM dengan produk sambal botol bernama Sambeland yang berada di Desa Pepe, Sedati, Sidoarjo bernama Sambeland berjalan dengan baik. Hasil yang didapatkan dari pengabdian adalah peningkatan brand awareness dari Sambeland melalui pembuatan instagram dan melakukan foto produk yang lebih menarik konsumen. juga pengemasan produk yang lebih aman untuk pengiriman jarak jauh
STRATEGI MENANAM SAYURAN DENGAN METODE HIDROPONIK DALAM MENINGKATKAN EKONOMI DI DESA SESANDAN WANASARI TABANAN
Hidroponik merupakan salah satu metode menanam tanpa menggunakan media tanah melainkan memanfaatkan air yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan hara pada nutrisi tanaman. Pada tahap awal pengabdian masyarakat ditemukan bahwa masalah terbesar masyarakat di desa sesandan wanasari tabanan yaitu mengenai perekonomia sejak kondisi pandemic dan saat ingin bercocok tanam para masyarakat di desa setempat tidak memiliki lahan yang luas. Berdasarkan hasil observasi metode kegiatan yang dilakukan yaitu melakukan sosialisasi secara offline dan online, melakukan wawancara terkait pelatihan edukasi pembuatan sayuran kangkung dengan metode hidroponik, serta melakukan pengamatan selama kurang lebih 45 hari. Hasil kegiatan pelatihan pembuatan sayuran kangkung dengan metode hidroponik memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemhaman masyarakat dan manfaat yang dirasakan yaitu meningkat nya penghasilan masyaraat desa setempat, bisa menanam sayuran di rumah, hasilnya pun segar dan bernutrisi, serta setelah dijual banyak diminati
INOVASI ES KRIM BERBASIS JAMUR TIRAM DI UMKM “HAIDAR” (KELOMPOK WANITA TANI JAYA MAKMUR) KABUPATEN SEMARANG
Kelompok Wanita Tani Jaya Makmur yang berada di Desa Susukan, Ungaran, Kabupaten Semarang merupakan kelompok di bawah binaan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah yang berfokus pada budidaya jamur tiram. Salah satu anggota kelompok telah mengolah jamur tiram menjadi berbagai produk olahan pangan dengan nama UMKM “HAIDAR”. Untuk terus meningkatkan inovasi produk, dalam kegitan ini, dilakukan pelatihan pembuatan produk es krim jamur tiram dalam bentuk cup dan juga stick, pengemasan serta uji nilai gizi. Hasil uji kesukaan menunjukkan produk ini memiliki tingkat penerimaan yang baik terhadap tekstur, rasa dan daya terima secara keseluruhan. Untuk nilai gizi, produk es krim jamur tiram dalam bentuk cup memiliki nilai kadar air sebesar 71,95%, kadar abu sebesar 0,98%, kadar lemak sebesar 1,09%, kadar protein sebesar 7,98% serta kadar karbohidrat sebesar 18,00%. Sedangkan es krim dalam bentuk stick memiliki nilai yang sedikit lebih rendah yaitu 7,82% untuk protein, 1,07% untuk kadar lemak serta 15,98% untuk kadar karbohidrat. Produk inovasi ini diharapkan tidak hanya untuk menambah keragaman produk olahan pangan UMKM “HAIDAR” tetapi juga meningkatkan tingkat produksi budidaya jamur tiram bagi Kelompok Wanita Tani Jaya Makmur
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KOLABORATIF BERSAMA KOMUNITAS ECO ENZYME NUSANTARA MELALUI PEMBUATAN ECO ENZYME SEBAGAI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK
Indonesia adalah satu negara terpadat di dunia. Jumlah penduduk yang besar akan mempengaruhi jumlah sampah. Sampah adalah sisa limbah dari produk dan barang yang sudah tidak terpakai lagi, tetapi dapat didaur ulang menjadi barang berharga. Sampah organik adalah sampah yang dihasilkan dari sisa organisme yang dapat dengan mudah terurai secara alami tanpa proses campur tangan manusia. Tujuan dari pengabdian ini adalah pengelolaan sampah organik yang lebih efektif yaitu dengan membuatnya menjadi Eco Enzyme. Hal ini dengan melakukan pembuatan Eco Enzyme di Desa Wringin Agung Kabupaten Jember yang bertujuan mengurangi sampah dapur dan menjadikannya pupuk tanaman dan obat PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Metode pemberdayaan yang dilakukan dalam pembuatan Eco Enzyme ini yaitu sosialisasi, demonstrasi dan pendampingan. Hasil pemberdayaan yang dilakukan menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Wringin Agung Kabupaten Jember dalam pengolahan sampah organik menjadi Eco Enzyme sangat bermanfaat sekali khususnya dalam mengurangi resiko negatif dari sampah dan sebagai upaya pencegahan dalam penyebaran penyakit PMK (Penyakit Mulut dan Kuku)