Jurnal Abditani (Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu)
Not a member yet
    201 research outputs found

    PELATIHAN PEMBUATAN PGPR UNTUK BAHAN PENGAYA BIOCHAR SEBAGAI MEDIA TUMBUH BIBIT KAKAO DI DESA SIDOMULYO, KABUPATEN TANGGAMUS

    Full text link
    Plant growth promoting bacteria (PGPR) merupakan sekumpulan mikroba bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dan sebagai bahan pengaya biochar untuk bahan media tanam. Di Desa Sidomulyo mayoritas bekerja sebagai petani perkebunan diantaranya kakao. Bibit kakao diusahakan sendiri oleh petani dengan metode stek. Kualitas bibit kakao dapat ditingkatkan dengan menggunakan media tanam yang tepat misalnya memanfaatkan PGPR dan biochar. PGPR berasal dari sumberdaya hayati lokal seperti akar bambu, sedangkan biochar berasal dari sekam padi. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan metode ceramah, praktik pembuatan PGPR, dan demplot. Perlakuan yang digunakan sebagai demoplot antara lain: Kontrol, aplikasi PGPR, Biochar, dan kombinasi PGPR-biochar. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali ulangan sehingga didapatkan 12 unit percobaan. Variabel yang diamati antara lain tinggi tanaman dan pH media tanam. Kegiatan dilaksanaan 22 Agustus 2022, dengan jumlah peserta sebanyak 15 petani. Hasil evaluasi pretest dan postest menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai PGPR dari 13% menjadi 80%. Monitoring hasil pembuatan PGPR dinyatakan berhasil dengan indikator produk berbau seperti tape setelah 14 hari fermentasi. Hasil demplot menunjukkan bahwa perkembangan tinggi tanaman pada perlakuan biochar lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Nilai pH tanah pada perlakuan aplikasi biochar lebih baik dibandingkan perlakuan yang lainny

    PELATIHAN PEMBUATAN MIE BASAH DARI TEPUNG JAMUR SAWIT

    Full text link
    Pemanfaatan jamur sawit oleh masyarakat Sanggau, khususnya di Desa Sungai Mawang sebatas sebagai sayur yang dimasak secara langsung, karena jamur ini tidak tahan lama untuk disimpan dalam waktu yang lama. Untuk itu perlu dilakukan pelatihan pada masyarakat agar jamur ini dapat dijadikan sebagai bahan olahan pangan lainnya. Salah satu cara yang diterapkan pada program ini adalah pembuatan jamur sawit menjadi tepung. Tepung jamur sawit ini bisa disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama dan dapat diolah kembali menjadi olahan pangan lainnya. Berdasarkan penelitian Popang dkk (2016) tepung jamur sawit memiliki kandungan protein rata-rata 33,47%, serat kasar rata-rata 6,61%, dan karbohidrat 39,93%. Melihat kandungan gizi yang cukup baik pada tepung jamur sawit dan tingginya potensi jamur sawit yang ada di Kabupaten Sanggau, maka perlu dilakukan program ini agar masyarakat mendapatkan tambahan keterampilan dalam pengolahan jamur dari limbah sawit agar dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama dan dapat diolah kembali menjadi olahan pangan, salah satunya mie basah.

    PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN RUMAH DALAM MENUNJANG KETAHANAN PANGAN DI KELURAHAN LIBUO KECAMATAN PAGUAT KABUPATEN POHUWATO

    Full text link
    Kelurahan Libuo merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Paguat. Sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani yang memiliki halaman atau pekarangan rumah namun hanya sebagian kecil yang memanfaatkannya untuk ditanami tanaman berupa tanaman campuran (multi komoditas). Kelurahan Libuo memiliki masalah dan kendala terkait tidak adanya bantuan berupa pupuk, bibit tanaman dan pestisida, sehingga hal ini membuat masyarakat kurang bergairah untuk menanam, Penulis beserta mahasiswa KKN Tematik melakukan pemetaan lahan dengan bantuan perangkat lunak GIS.  Setelah mengetahui lahan yang potensial dan memiliki prospek selanjutnya dilakukan pembuatan alat komposter yang melibatkan masyarakat dan mahasiswa peserta KKN Tematik. Keterlibatan masyarakat petani dan mahasiswa peserta KKN Tematik dapat menggugah kembali minat masyarakat untuk bercocok tanam dalam menunjang ketahanan pangan

    MODEL PENGEMBANGAN USAHA PADA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGOLAH GULA AREN MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN GULA AREN DI DESA LAMONDAPE KECAMATAN POLINGGONA KABUPATEN KOLAKA

    Full text link
    Potensi ekonomi produktiv di Desa Lamondape ditopang oleh kehadiran kelompok usaha ekonomi salah satunya adalah kelompok usaha gula Aren ‘Guren Lamondape’ merupakan mitra kelompok produktif secara ekonomi. Aktifitas produksi gula aren pada kelompok usaha bahan baku pembuatan gula aren tersedia pada masing-masing anggota kelompok usaha. Pembuatan gula aren membuka peluang usaha yang menjanjikan keuntungan dan layak untuk dikembangkan jika, dikelola dengan baik dan terus-menerus secara profesional serta didukung dengan teknologi pengolahan dan teknologi pemasarannya. Permasalahan kelompok pengolah gula aren yaitu pada bidang produksi dan pemasaran. Kegiatan pemberdayaan Kosabangsa melakukan pelatihan dan pendampingan terkait model pengembangan usaha melalui diversifikasi produk. Hal ini dapat memberikan dampak peningkatan ketrampilan dan pengetahuan tentang upaya memberikan nilai tambah produk gula aren yaitu membuat gula semut aren. Sehaingga keberlanjutan dari kegaitan ini dapat berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku usaha gula aren sebagai pengembangan Produk Unggulan Desa (PUD) khususnya untuk komoditi aren dan produk olahan gula aren

    PKM PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI SANGURARA DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN POTENSI LOKAL DAN KEMANDIRIAN PETANI DI DESA TULO KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI

    Full text link
    Ketersediaan potensi lokal di desa sering kali tidak termanfaatkan dengan baik. Desa Tulo di kabupaten Sigi memiliki potensi lokal yang cukup melimpah yang dapat dijadikan pupuk organik dan pestisida nabati. Lewat PKM pemberdayaan kelompok tani Sangurara dengan penerapan teknologi tepat guna sebagai upaya pengembangan potensi lokal dan kemandirian petani di desa Tulo kabupaten Sigi, memberikan pemahaman dan keterampilan kepada petani mitra dalam memanfaatkan limbah pertanian dan kotoran ternak menjadi pupuk yang bernilai ekonomi serta memanfaatkan tanaman-tanaman potensial disekitar mitra untuk dijadikan pestisida nabati, serta keterampilan membuat Mikroorganisme Lokal (MOL) sebagai bioaktivator dalam pembuatan pupuk organik. Pendekatan digunakan adalah metode PRA (Participatory Rural Appraisal) dengan melibatkan mitra secara menyeluruh mulai dari studi awal, pelatihan dan bimbingan teknis serta demplot untuk meningkatkan keterampilan membuat pupuk organik dan pestisida nabati. Selain itu mitra juga dibekali keterampilan dalam pembuatan formulasi MOL. Ceramah, diskusi, tanya jawab untuk materi dasar tentang pemanfaatan limbah pertanian, jenis-jenis pupuk, pestisida nabati, manfaat mikroorganisme lokal (Trichoderma), dampak samping penggunaan pupuk dan pestisida sintetis dan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan. Hasil telah dicapai adalah 1. Adanya peningkatan pemahaman petani mitra kelompok tani Sangurara terkait pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan 2. Terjadi peningkatan keterampilan membuat pupuk organik padat dan cair dari limbah pertanian dan kotoran ternak serta pestisida nabati dari tanaman disekitar mitra tani. 3. Terjadi peningkatan keterampilan membuat formula berbahan mikroba lokal (MOL) yang dimiliki oleh kelompok mitra tani, dan  4. Tersedia pupuk organik padat dan cair serta pestisida nabati berbagai ukuran kemasan dan kualitas yang baik di tingkat petani mitra.   &nbsp

    PENGENALAN BUDIDAYA MAGGOT PADA PETERNAK SAPI DI DESA SUMBERSARI, LOA KULU KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR

    Full text link
    Maggot atau awam mengenal dengan larva lalat tentara hitam/Black Soldier Fly (BSF), akhir-akhir ini menjadi primadona masyarakat. Budidaya maggot sangat mudah, dengan hanya menggunakan substrat limbah organik atau berupa limbah dari peternakan hewan misalnya kotoran sapi, budidaya maggot sudah dapat dilakukan. Namun demikian, bagi sebagian kelompok masyarakat, khususnya peternak sapi di wilayah Desa Sumbersari, Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pengetahuan mengenai budidaya maggot dengan memanfaatkan kotoran sapi sebagai substrat belum pernah diketahui. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan budidaya maggot kepada anggota peternak sapi di desa Sumbersari, Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Kegiatan diikuti oleh 15 orang peternak sapi yang merupakan mitra dari PT Berkah Salama Jaya, Sentral Penggemukan Sapi. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga tahap yaitu perencanaan, persiapan dan pelaksanaan. Metode pelaksanaan dilakukan dengan ceramah, praktek dan diskusi. Hasil pengabdian ini ada beberapa peserta yang memulai budidaya maggot untuk mengoptimalkan peternakan sapi yang telah ada. Dengan kegiatan ini maka peternak sapi di wilayah desa Sumbersari, Loa Kulu, Kutai Kartanegara, mendapatkan pengetahuan baru mengenai budidaya maggot dan prospek untuk meningkatkan ekonomi masyarakat

    DIVERSIFIKASI PRODUK DAN PENINGKATAN PEMASARAN MELALUI PERUBAHAN KEMASAN PADA UKM KRIPIK ASBAL

    Full text link
    UKM Kripik Asbal merupakan salah satu UKM yang mengolah buah pisang tanduk menjadi beberapa jenis kripik dengan berbagai varians rasa. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah lokasi yang tidak memadai untuk produksi maupun pemasaran, mitra bahan baku yang terbatas, dan strategi pemasaran yang kurang tepat di masa pandemi covid, sehingga pendapatan menurun. Tujuan program pengabdian ini adalah untuk pengembangan teknologi produksi guna menghasilkan varian produk kripik pisang tanduk yang berkualitas, dan strategi pengembangan jaringan pemasaran produk di UKM Kripik Asbal. Hasil akhir dari program ini adalah UKM Kripik Asbal menjadi salah satu UKM yang tahan terhadap krisis, memiliki sumberdaya manusia yang terlatih (inovatif), dan mandiri secara finansial. Hasil yang telah dicapai dalam pengabdian ini adalah dengan perbaikan kualitas hasil produksi olahan kripik pisang tanduk yang dipasarkan, melalui perubahan kemasan yang lebih baik, sekaligus strategi promosi melalui kemasan dan media online serta menambah varian rasa baru yaitu pedas manis. Beberapa tahapan pengabdian yang telah dilakukan, seperti penyuluhan atau transfer ilmu pengetahuan seperti pengetahuan terkait promosi, kemasan, dan variasi rasa produk, pelatihan pembuatan desain kemasan dan pembuatan variasi rasa baru pada kripik pisang yaitu rasa pedas manis

    PENDAMPINGAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DALAM UPAYA MENCAPAI SDG ZERO HUNGER DI DESA CILEUNYI KULON KABUPATEN BANDUNG

    Full text link
    Sustainable Development Goals (SDGs) number 2 is "zero hunger," among the targets mentioned in the SDGs document are stunting prevention and sustainable agriculture. One of the causes of stunting is the lack of nutrition, especially foods that contain iron and zinc, which come from green vegetables. The community service carried out by the Team of the International Relations Study Program at Padjadjaran University integrates these targets by encouraging the village residents to process organic waste as fertilizer and grow vegetables organically. The community service carried out in the RW 22 Cileunyi Kulon Village in the form of assistance and consultation for the village residents so that they are consistent in processing organic waste and growing vegetables that are sources of iron and zinc. In this activity, the team conducted interviews and dialogue with the village residents (who had previously received education on processing organic waste and tools for organic farming) to evaluate their activities so far. Thus, the method used is PRA (Participatory Rural Appraisal), in which the team acts as a facilitator, and residents carry out the activities independently. The findings from this assistance are that consistent residents have strong motivation regarding the benefits of processing organic waste and growing organic vegetables

    PEMBERDAYAAN PETANI LOKAL MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI DESA RAHABITE

    Full text link
    Desa Rahabite yang terletak di Kabupaten Kolaka merupakan wilayah prioritas Program Kosabangsa tahun 2023. Permasalah utama petani yakni langkah dan mahalnya pupuk anorganik serta minimnya pengetahuan petani dalam memproduksi pupuk organik secara mandiri. Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Rahabite dengan mitra sasaran yaitu anggota Kelompok Tani Mekar Jaya. Metode Pelaksanaan yaitu Penyuluhan pupuk organik, Praktik pelatihan dan demonstrasi pembuatan pupuk organik. Hasil Pengabdian Masyarakat ini yaitu para petani mampu mengetahui dan melakukan seluruh tahapan pembuatan pupuk organik meliputi Persiapan alat dan bahan, Penyusunan bahan secara berlapis, Pencampuran, Fermentasi dan Finalisasi Produk

    PEMANFAATAN HUTAN MANGROVE SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN ALTERNATIF BAGI MASYARAKAT PESISIR DI DESA SUKAKERTA KARAWANG

    Full text link
    Keberadaan hutan mangrove penting secara ekologis, karena pendukung rantai pangan di areanya, melindungi pantai dari angin kencang, abrasi/erosi dan tsunami. Disamping manfaat ekologis, mangrove juga bermanfaat scara ekonomi. Fungsi ekonomis adalah sebagai penghasil kayu untuk bahan baku dan bahan bangunan dan bahan makanan, selain itu biota yang hidup di ekosistem mangrove juga memiliki nilai ekonomi jika diolah secara tepat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di usun Tengkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang yang belum begitu mengenal pemanfaatan buah mangrove dan hasil alam sehingga memiliki eonomi tinggidan meningktakan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan  bertujuan Meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat melalui KUB tentang cara mengolah buah mangrove dan biota di ekosistem menjadi berbagai produk sebagai alternatif pendapatan tambahan.. masyarakat yang mengikuti kegiatan ini adalah masyarakat yang tergabung dalam KUB Kreasi Alam Bahari. Metode pelaksanaan kegiatan melalui Demonstrasi dan Pelatihan pembuatan kopi dari buh mangrove, dan varian produk Ikan Talang-talang yang dikembangkan menjadi keripik kulit, nuget dan baso Ikan Talang-talang. Proses evalusi dilakukan dengan mewawancarai beberapa warga untuk dimintai keterangan dan kesan terhadap kegiatan yang telah dilakuakan. Masyarakat khususnya yang mengikuti kegiatan sangat merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut. Kerena mereka dapat menambah keterampilan dalam pengolahan buah mangrove dan ikan Talang-talang yang menjadi olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi

    190

    full texts

    201

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Abditani (Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇