Jurnal Abditani (Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu)
Not a member yet
201 research outputs found
Sort by
TOKO ONLINE “WARUNG DESA” UNTUK PETANI DI DESA CINOYONG KECAMATAN CARITA KABUPATEN PANDEGLANG-BANTEN
This goal is to facilitate the marketing media of agricultural products. Partners and locations of activities carried out on farmers in Cinoyong Village, Carita District, Pandeglang-Banten Regency. The implementation technique is carried out through the practice of making online stores, socializing and training on the operation of online stores. The approach methods used include the Community development Model, Participatory Rural Appraisal (PRA) Model, Educational, and Persuasive. The result of this community activity is the creation of an e-commerce or online shop www.warungdesaku.com which has been published and can be accessed by the wider community. The online shop that has been built is then socialized and held training for partners. So that partners understand how e-commerce works. the marketing mechanism through the online shop www.warungdesaku.com still uses a special administrator. Administrator is a bridge for farmers and buyers. Some of the products that have been marketed through www.warungdesaku.com are various taro chips, cassava chips, noni fruit, melinjo chips. It is hoped that this online store will provide benefits for farmers
TRANSFER TEKNOLOGI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BIOSAKA UNTUK BUDIDAYA SAYUR PEKARANGAN DI DESA PAL IX, KABUPATEN KUBU RAYA
Penerapan PKM ini bertujuan untuk pemberdayaan petani dalam upaya pembuatan biosaka dari rerumputan segar di sekitar lahan pertanian, bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah Alluvial untuk budidaya sayuran buah, sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian di Desa Pal 9, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan PKM ini berlangsung selama 4 bulan dimulai dari kegiatan persiapan, Pelatihan kegiatan inti PKM yaitu pembuatan biosaka dari . pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap program- program yang telah dilakukan oleh tim dosen. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hambatan/kesulitan yang dihadapi selama proses kegiatan, dan kemudian didiskusikan untuk diselesaikan. Diharapkan setelah kegiatan PKM ini selesai, petani sayur mampu membuat pupuk organic Biosaka dari bahan organic disekitar lahan pertanian, sehingga membantu menyuburkan tanah pertanian.
PENGEMBANGAN PEMASARAN MELALUI TEKNIK LABELING DAN PACKAGING PADA PRODUK UMKM DESA NGROTO KISMANTORO WONOGIRI
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi terbesar dalam pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia. Oleh karena itu, keberadaan UMKM perlu mendapatkan perhatian lebih mengingat perannya dalam perekonomian negara. Keberhasilan UMKM ditentukan oleh banyak hal, salah satunya adalah pelabelan dan pengemasan. Kemasan memiliki peran sebagai pelindung produk dari kerusakan, sedangkan pelabelan berfungsi untuk memperluas jangkauan pasar. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan para pelaku UMKM melalui pelatihan pelabelan pada kemasan di Ngroto, Wonogiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) yang mengutamakan pemanfaatan aset dan potensi yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat. Dalam hal ini, kelompok masyarakat yang dimaksud adalah seluruh produsen UMKM yang ada di Ngroto. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Agustus - September 2023 yang dapat dirinci dalam lima tahap, yaitu tahap inkulturasi, discovery, design, define, dan reflection. Selain memperluas pemahaman para pelaku UMKM tentang urgensi pelabelan dan pengemasan, kegiatan pengabdian masyarakat ini juga telah menghasilkan beberapa label produk UMKM
PENYIAPAN SARANA PRODUKSI DAN BAHAN PENGENDALI ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN BERBASIS IPTEK RAMAH LINGKUNGAN UNTUK KEBERLANGSUNGAN USAHATANI BAWANG MERAH DAN PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT
Usahatani bawang merah yang menjadi icon kelompok tani “Usaha Bersama” di UPT Bulupountu Jaya Sulawesi Tengah disebabkan karena bawang merah yang dihasilkan merupakan bahan baku bawang goreng pada usaha industri kecil masyarakat. Dalam berusaha tani, anggota kelompok tani Usaha Bersama masih mengandalkan penggunaan sarana produksi berbahan baku kimia sintesis seperti pupuk anorganik untuk kesuburan lahan dan pestisida untuk pengendalian OPT. Program Pemberdayaan Masyarakat (PBM) bertujuan untuk mendampingi masyarakat dalam menyediakan sarana produksi dan bahan pengendali hama dan penyakit yang ramah lingkungan berbahan baku sumberdaya lokal yang diperlukan dalam pengembangan bawang merah. Metode yang diterapkan untuk mencapai tujuan tersebut adalah pelatihan kepada kelompok tani mitra, pembimbingan dan pendampingan. Pada akhir kegiatan dilaksanakan demplot aplikasi saprodi yang dikembangkan dalam kegiatan pelatihan. Hasil yang diperoleh, yaitu anggota kelompok tani mitra “usaha bersama” dapat mengembangkan pupuk organik cair, PGPR, dan pestisida nabati yang ditelah dilatihkan kepada masyarakat. Demplot aplikasi ketiga bahan tersebut pada lahan pertanaman bawang merah menunjukkan perbedaan pertumbuhan tanaman bawang merah yang diaplikasi dengan PGPR dan pupuk organik cair dibandingkan dengan tanpa aplikasi. Penggunaan pestisida nabati untuk pengendalian hama ulat bawang, dapat menekan tingkat serangan hama tersebut. Petani dapat melaksanakan SL-PHT di lahan demplot dengan dipandu oleh tim pelaksana pengabdia
PELATIHAN AKLIMATISASI ANGGREK BOTOLAN ASAL KULTUR JARINGAN KE SEEDLING POT DENGAN METODE SUNGKUP DI DESA PUNGGUR KECIL KABUPATEN KUBU RAYA
Desa Punggur Kecil kecamatan Sungai Kakap merupakan salah satu desa yang terletak di pinggiran hutan. Salah satu potensi yang ada di hutan Desa Punggur Kecil adalah banyak tumbuh aneka ragam anggrek species yang keberadaannya sudah hampir punah. Kelompok ibu-ibu Dasa Wisma Melati yang menjadi mitra pada kegiatan ini mempunyai kebiasaan mengambil tanaman anggrek di dalam hutan kemudian menjualnya dalam bentuk ikatan atau karungan untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra tersebut adalah 1) Komunitas anggrek alam di hutan hampir punah seiring dengan makin maraknya kebakaran hutan di musim kemarau, 2) Masyarakat belum mengerti bagaimana caranya melestarikan anggrek alam tersebut karena keterbatasan sumber daya manusia. Hasil kuisioner sebagai bentuk evaluasi proses pelatihan menunjukkan bahwa peserta setelah pelatihan agak memahami materi sebanyak 5% , paham 80% dan sangat paham 15% dan tidak ada yang kurang paham dan tidak paham. Dari khalayak sasaran peserta pelatihan menunjukkan bahawa 30% peserta menjawab akan berlanjut, 70 peserta menyatakan niat untuk mencoba dan tidak ada yang mempunyai keinginan tidak melanjutkan kegiatan ini
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELURAHAN BUNUT KABUPATEN SANGGAU MELALUI PELATIHAN TEPUNG TEBU TELUR MENJADI OLAHAN PANGAN
Tanaman yang cukup potensial pada sektor pertanian di Kelurahan Bunut adalah tanaman tebu telur. Masyarakat belum mengetahui bahwa tanaman tebu telur ini bisa dibuat menjadi beraneka olahan pangan yang bisa menjadi nilai tambah usaha di bidang pertanian. Tebu telur ini dapat dibuat menjadi tepung yang kemudian bisa dibuat menjadi aneka olahan pangan. Kondisi mitra saat ini adalah kurangnya pengetahuan dalam pengolahan tebu telur menjadi olahan pangan lain selain hanya dimanfaatkan sebagai sayur. Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Bunut Kabupaten Sanggau adalah sebagai bentuk penerapan inovasi teknologi dalam pengolahan tebu telur yang lebih tahan lama dan menjadi bentuk olahan pangan lain, sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan tebu telur, serta memberikan pelatihan dalam penggunaan alat produksi, pengemasan serta cara pemasaran produk. Metode yang dipakai dalam mencapai tujuan PKM yaitu memberikan pelatihan agar mitra memperoleh informasi, pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan serta pengemasan produk agar lebih menarik. Hasil yang didapat dari pengolahan tebu telur berupa tepung tebu telur yang selanjutnya dibuat menjadi produk kerupuk dan brownies. Kesimpulan dari kegiatan PKM ini masyarakat bisa menerapkan inovasi teknologi pengolahan tebu telur menjadi produk kerupuk dan brownies sebagai sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengolahan serta pengemasan produk yang lebih menarik.
Kata kunci: tebu telur; kerupuk; brownie
PENERAPAN ALAT PENGENDALI SEMI-OTOMASI POMPA AIR PADA SISTEM PENGAIRAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA WONOREJO
Sawah di Desa Wonorejo merupakan sawah tadah hujan dimana petani mengandalkan air hujan untuk bercocok tanam. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa petani mengebor sumur di ladang mereka, dan menggunakan pompa submersible untuk mengangkat air ke sawah. Sebelum kegiatan pengabdian masyarakat ini, pengoperasian pompa submersible dikontrol secara manual. Cara pengoperasian ini memiliki kelemahan dimana sering terjadi pengairan yang berlebihan yang dapat merusak komoditas pertanian, pemborosan tenaga, dan pemborosan waktu. Pengabdian masyarakat ini menawarkan solusi dengan menyediakan perangkat pensaklaran semi otomatis yang akan membantu mengatasi masalah tersebut. Perangkat yang terpasang menggantikan alat switching manual sederhana, di mana beberapa sudah dalam kondisi keamanan yang kurang. Perangkat ini dilengkapi dengan timer yang dapat digunakan untuk mengontrol pompa secara otomatis sesuai keinginan, komponen proteksi beban lebih, dan dilengkapi dengan lampu indikator yang menunjukkan tiga kondisi yaitu pompa hidup, pompa mati, dan terjadinya gangguan pada operasi pompa. Evaluasi pada evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan semua mitra yang terlibat dalam kegiatan ini, mengapresiasi kegiatan ini, dan ingin dilanjutkan di masa yang akan datang
PENGENALAN PUPUK HAYATI PADA MEDIA TANAM SAYURAN DI DESA JAMBUGEULIS KECAMATAN CIGANDAMEKAR KABUPATEN KUNINGAN
Kondisi lingkungan saat ini banyak yang rusak dan tercemar, demikian pula kondisi tanah sebagai media tanam tanaman budidaya. Tanah pertanian banyak mengalami kerusakan baik secara fisik kimia maupun biologi sehingga mengurangi kemampuannya dalam mendukung pertumbuhan tanaman sehingga produksi tanaman semakin menurun dan sangat tergantung dengan pupuk kimia unutuk meningkatkan produksinya. Penelitian yang dilakukan di Laboraturium silvikultur fakultas kehutanan universitas Kuningan berupaya memproduksi pupuk hayati berupa Fungi mikoriza artbuskula berasal dari Taman Nasional Gunung Ceremai untuk dikembangkan menjadi pupuk hayati. oleh sebab itu perlu adanya pengenalan dan penyebarluasan kepada masyarakat tentang fungsi dan bentuk pupuk hayati secara umum, walaupun pada prakteknya mikoriza yang digunakan sementara adalah mikoriza yang dijual oleh lembaga penelitian lain. Dengan pengenalan ini diharapkan peningkatan kesadartahuan masyarakat tentang pentingnya penggunaan pupuk hayati ini untuk menggantikan peran pupuk kimia. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK yang berjalan beriringan dan mendukung program pemerintah Kabupaten Kuningan untuk pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk dibudidayakan sayur-mayur sebagai bentuk upaya ketahanan pangan keluarga. kegiaatan yang dilakukan meliputi penyuluhan, praktek pembuatan media tanaman dan cara penggunaan pupuk hayati secara langsung
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI KOTORAN SAPI
Pemberdayaan kelompok tani dengan sasaran Kelompok Tani Cemerlang Desa Panca Mulya, Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang melalui skema Bina Desa dengan mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani Cemerlang yang berada di Desa Panca Mulya, kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin antara lain masih rendahnya ketrampilan petani dalam membuat pupuk organik cair denga bahan baku kotoran sapi serta terjadinya kelangkaan pupuk anorganik. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjawab permasalahan kelompok tani tersebut yaitu dengan kegiatan pelatihan pemanfaatan kotoran sapi sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik cair. Pupuk organik cair memanfaatkan sumber daya alam sekitar karena bahan baku yang digunakan relatif banyak di desa tersebut. Dengan adanya kegiatan pemberdayaan kelompok tani ini, anggota kelompok tani Cemerlang Desa Panca Mulya menjadi lebih terampil dan mampu membuat pupuk organik cair
MENINGKATKAN SEKTOR PERIKANAN BERKELANJUTAN UNTUK MENYONGSONG PEMBANGUNAN EKONOMI DESA LIANG ULU
Budidaya perikanan atau perikanan budidaya adalah kegiatan memproduksi biaota (organisme) akuatik (air) untuk mendapatkan keuntungan. Sektor perikanan memiliki peran penting dalam perkembangan suatu perekonomian desa, nelayan dan pembudidaya memilki peran lebih dalam hal tersebut karena jika banyak masyarakat yang membudiyakan ikan maka sektor perikanan akan berkembang dan berhubungan erat dengan perkembangan desa mulai dari sektor ekonomi, pemberdayaan masyarakat, hingga pembangunan desa. Maka tujuan akhir dari sosialisasi ini adalah untuk menumbuhkan minat masyarakat untuk membudidayakan ikan baik secara langsung di sungai maupun dengan sistem perikanan darat