Jurnal Abditani (Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu)
Not a member yet
201 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN TENUN KAIN DONGGALA MELALUI DIVERSIFIKASI PEWARNAAN ALAMI UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN DI DESA SALUBOMBA
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) bekerja sama dengan kelompok masyarakat lokal. Kegiatan PKM yang dilaksanakan di Desa Salubomba, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, berfokus pada pengembangan usaha tenun kain Donggala melalui penggunaan pewarna alami. Program ini dimulai dengan tahap persiapan berupa sosialisasi kepada mitra dan tokoh masyarakat, yang melibatkan 20 peserta. Dalam tahap pelaksanaan, dilakukan pelatihan teknis kepada 10 penenun kain Donggala yang sebelumnya terhambat oleh keterbatasan modal. Pelatihan ini mencakup pewarnaan benang menggunakan bahan pewarna alami seperti daun jambu, sabut kelapa, dan akar bakau, serta fiksasi warna dengan kapur sirih, tawas, dan tunjung. Hasil pewarnaan menunjukkan variasi warna yang dihasilkan oleh kombinasi bahan pewarna dan mordan. Program ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan para penenun melalui pemberian bahan tenun sebanyak tiga kali produksi sebagai modal awal. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan keberlanjutan usaha tenun kain Donggala dapat terwujud, meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat
PELATIHAN PEMBUATAN MAKANAN BERBAHAN BAKU UMBUT ROTAN KEPADA SPPER GKE KANAAN KOTA PALANGKA RAYA
Perempuan memegang peranan penting dalam ketahanan pangan sehingga Seksi Pelayanan Perempuan (SPPer) Jemaat GKE Kanaan yang merupakan salah satu kelompok perempuan yang menjadi target kegiatan pengabdian ini. Kegiatan Pengabdian bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dalam pembuatan makanan berbahan baku umbut rotan menjadi stik dan bolu dan membuka peluang wirausaha dengan menghasilkan produk khas yang mempunyai nilai jual sehingga bisa dipasarkan. Metode kegiatan yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan dan pendampingan secara langsung kepada khalayak sasaran. Metode evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara wawancara, membuat dan atau membagikan kuesioner dan dokumentasi untuk mengetahui indikator keberhasilan yang telah ditentukan. Berdasarkan data uji hedonik pada stik umbut rotan menunjukkan nilai rata-rata untuk rasa, rupa, warna, aroma dan tekstur masing-masing adalah 7,58±0,84, 7,44±0,81, 7,67±0,79, 7,44±0,88 dan 7,89±0,86. Sedangkan untuk bolu umbut rotan menunjukkan nilai rata-rata untuk rasa, rupa, warna, aroma dan tekstur masing-masing adalah 8,19±0,70, 7,56±0,91, 8,0±0,68, 7,78±0,96 dan 8,0±0,99. Uji hedonik juga menunjukkan bahwa bolu umbut rotan lebih disukai panelis dibandingkan stik umbut rotan. Meningkatnya keterampilan membuat makanan berbahan baku umbut rotan dari anggota SPPer GKE Kanaan Palangka Raya yang dibuktikan dengan berhasilnya mereka membuat stik dan bolu umbut rotan secara mandiri. Produk olahan stik dan bolu umbut rotan dapat diterima oleh kousumen/masyarakat, yang dibuktikan dari nilai skore hasil uji hedonik yang tergolong tinggi untuk pengenalan awal suatu produk. Selain itu, produk stik umbut rotan berhasil dijual langsung pada saat pelatihan berlangsung. Inovasi olahan makanan berbahan baku lokal umbut rotan dapat dijadikan peluang usaha olahan makanan khas kota Palangka Raya atau kota lainnya di Kalimantan Tengah
PELATIHAN BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN SECARA VERTIKULTUR UNTUK KELOMPOK TANI WANITA DESA TANJUNG AGUNG KABUPATEN SELUMA PROPINSI BENGKULU
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada ibu-ibu kelompok tani di Desa Tanjung Agung Kabupaten Seluma Propinsi Bengkulu tentang budidaya tanaman sayuran secara vertikultur dengan memanfaatkan botol bekas sebagai wadah media tanam. Berlatar belakang dari kurang minatnya masyarakat desa terhadap pemanfaatan lahan pekarangan rumahnya untuk ditanamai tanaman baik bunga maupun sayuran. Dengan sistem penanaman sayuran secara vertikultur selain dapat memperindah pekarangan rumah juga dapat dgunakan untuk kebutuhan konsumsi sayuran sehari-hari. Metode pelaksanaan pengabdian berupa penyuluhan tentang budidaya tanaman sayuran secara vertikultur di pekarangan rumah serta mengadakan pelatihan pembuatan wadah media tanam dari botol bekas kepada ibu-ibu kelompok tani mitra pengabdian. Hasil dari pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat tentang budidaya tanaman sayuran secara vertikal dan pengetahuan tentang manfaat botol bekas yang tadinya dianggap sampah dapat dimanfaatkan kembali sebagai wadah media tanam
PEMANFAATAN BINTARO SEBAGAI PESTISIDA ALAMI UNTUK MENGURANGI HAMA TIKUS PADA USAHA TANI
Di Indonesia masalah yang sering dihadapi oleh petani adalah maslah Hama Tanama. Hama Tanaman merupakan serangga maupun binatang yang aktifitasnya menimbulkan kerusakan pada tanaman sehingga mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi terganggu dan berdampak pada kerugian secara ekonomis. Pembasmian hama tanaman ini bisa dilakukan dengan memberikan pestisida alami atau pestisida yang terbuat dari zat-zat kimia lainnya. Pengabdian masyarakat ini dilakukan Di Desa Pekik Nyaring Kabupaten Bengkulu Tengah. Pengabdian ini bertujuan agar masyarakat di Desa Pekik Nyaring Kabupaten Bengkulu Tengah dapat mengetahui seberapa besar manfaat buah bintaro dalam membasmi hama pada tanaman padi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode yang berinteraksi secara langsung kepada petani dan masyarakat setempat, serta memberikan edukasi kepada masyarakat melalui seminar yang di adakan di Desa Pekik Nyaring. Hasil dari pelatihan ini adalah masyarakat di Desa Pekik Nyaring sangat terbantu atas adanya pengabdian masyarakat ini dan pengetahuan yang didapat bisa diterapkan di dalam pembasmian hama oleh petani di desa tersebut, selain itu pelatihan ini memberikan wawasan dan manfaat yang berguna untuk perkembangan tanaman padi yang akan datang
AKUAPONIK SISTEM KINCIR UNTUK BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DI DESA GUNUNG PRING KECAMATAN MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG
Desa Gunung Pring Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang merupakan salah satu desa yang memiliki keterbatasan lahan, sebagian masyarakat belum mendapatkan informasi maupun pelatihan terkait inovasi pertanian. Tim pengabdian memberikan solusi berupa akuaponik sistem kincir sebagai alternatif teknik budidaya tanaman khususnya sayuran dan ikan. Kegiatan pengabdian meliputi penyuluhan budidaya tanaman sayuran, pembuatan dan pemasangan kincir, serta penyuluhan perawatan kincir. Keuntungan dari akuaponik sistem kincir yaitu masyarakat dapat memanen tanaman dan ikan yang waktu bersamaan. Respon kelompok PKK 1 dari 2 Dusun Sabrang sangat antusias dalam hal pengenalan teknologi akuaponik sistem kincir. Alat tersebut diharapkan dapat bertahan lama dan dapat dipakai bertahun-tahun hingga belasan tahun karena terbuat dari pipa holo dan lampu sehingga menambah nilai estetika. Sistem Akuaponik kincir ini dapat menghemat air, menghemat lahan, serta memberikan sirkulasi pada air dalam kolam dan tanaman. Akuaponik sistem kincir hasil pengabdian ini diharapkan menjadi inovasi teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat
IMPLEMENTASI PHT: PENGGUNAAN AGENS BIOLOGIS BURUNG HANTU PUTIH UNTUK PENGENDALIAN HAMA TIKUS DI DESA PULOMULYA KECAMATAN LEMAHABANG KABUPATEN KARAWANG
The rat pest Rattus argentiventer is a severe problem in Karawang, it harms by damaging rice plants. Farmers do not have enough knowledge about how to deal with the pest. The partners in this activity are the Pulomulya Village Farmer Group, Lemahabang, with approximately 30 members. This community service provides knowledge about natural enemy conservation through planting refugia plants that can attract natural enemies and become a shelter for predators and parasitoids. As a result, farmers are able to conserve natural enemies by planting refugia around rice fields, and farmers are able to make artificial barn owl nests (rubuha) to control rat pests as an effort to implement Biointensive IPM. Farmer groups and communities have learned how to make rubuha and the required tools and materials. After the installation of the rubuha, Tyto alba barn owls came naturally and nested inside. This service allows farmers to use the biological agent Tyto alba and reduce the impact of using synthetic pesticides. With the successful use of these rubuha, the local government provided funding for a program to install 15 rubuha in 2023. The more rubuha installed, the better the natural rat control in Pulomulya Village. This innovation is an environmentally friendly solution to the rat problem in the area
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN DAGING ITIK MELALUI INOVASI TEKNOLOGI MENJADI PANGAN SIAP SAJI DI KELURAHAN LAYANA KOTA PALU
Pangan siap saji merupakan istilah makanan yang dapat disiapkan dengan cepat dan tidak perlu menunggu proses pemasakan yang lama. Makanan tersebut secara umum mudah didapatkan dan tersedia di supermarket, restoran dan sejenisnya, atau usaha jasaboga. Permasalahan yang dihadapi adalah bahan pangan tersebut sudah tersimpan lama di prizer yang secara otomatis menggunakan bahan pengawet. Bahan tersebut yang berbahaya bagi tubuh apabila dalam jangka waktu yang lama dikonsumsi oleh anak-anak. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memperkenalkan kepada masyarakat inovasi teknologi tentang diversifikasi produk olahan daging itik menjadi pangan siap saji yang langsung bisa dikonsumsi dengan tidak menggunakan bahan pengawet dan dapat disimpan dalam bentuk beku di frizer. Metode yang digunakan adalah pendidikan dan pelatihan yang dilakukan sebagai usaha untuk meningkatkan skill Sumber Daya Manusia (SDM). Jenis pangan siap saji yang diproduksi adalah nugget dan sempol berbahan dasar daging itik. Tahapan pelaksanaan yaitu memperkenalkan peralatan dan bahan yang digunakan, proses pengolahan daging itik sebagai bahan dasar, pencampuran bahan lain sesuai produk target yang dibuat yaitu nugget dan sempol, yang selanjutnya dilakukan uji kesukaan (organoleptik) dari produk yang dihasilkan, dengan menggunakan panelis dari peserta pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sasaran (peserta pelatihan) dapat mengadopsi inovasi yang telah diberikan dan 100% menyukai produk olahan daging itik dalam bentuk nugget dan sempol. Peserta pelatihan dari tingkat kelurahan dan ibu-ibu PKK sangat antusias dalam mengikuti kegiatan diversifikasi produk olahan daging itik menjadi pangan siap saji (nugget dan sempol) dan berharap kegiatan yang sama dilakukan secara terprogram di Kelurahan Layana. Kesimpulan dari hasil kegiatan pengabdian ini bahwa masyarakat sasaran dapat melakukan pengolahan diversifikasi produk daging itik menjadi pangan siap saji nugget dan sempol dan inovasi teknologi dari perguruan tinggi mendapat respon yang baik dari mitra sasaran
ISOLASI DAN PRODUKSI MANDIRI BIOPESTISIDA TRICHODERMA DARI PERAKARAN TANAMAN BAMBU
Mikroba yang berasal dari akar tanaman bambu memiliki potensi sebagai agen hayati yang dapat dimanfaatkan sebagai biopestisida, baik sebagai biofungisida. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada kelompok tani sayuran di Desa Tanea Kacamatan Konda kabupaten Konawe Selatan agar dapat dengan mudah dan murah membuat biopestisida yang ramah lingkungan dengan mengisolasi dan memproduksi secara mandiri yang dapat digunakan dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Penggunaan biopestisida sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia dapat menghemat biaya usaha tani. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah diskusi interaktif dan pelatihan langsung tentang teknik isolasi agens hayati menggunakan media nasi, serta produksi biopestisida pada limbah pertanian. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan petani mengenai mikroba agens hayati yang bermanfaat sebagai bahan pembuatan biopestisida meningkat 92%, termasuk pengetahuan mengenai jamur Trichoderma yang diisolasi dari akar tanaman bambu. Petani dapat mandiri dalam pembuatan biopestisida pada limbah pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa petani terampil dalam melakukan proses isolasi dan perbanyakan inokulum biopestida pada substrat limbah sabut kelapa dengan tingkat keberhasilan mencapai 95%
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA TANJUNG PERING DENGAN MEMANFAATKAN BATANG PISANG SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN KOMPOS
Masyarakat Desa Tanjung Pering tidak memiliki usaha ternak ayam, sehingga kebutuhan pupuk organik kotoran ayam yang dibutuhkan untuk bertanam sayuran dipasok dari luar desa dengan harga yang cukup tinggi, akibatnya biaya produksi sangat tinggi. Disisi lain di Desa Tanjung Pering banyak terdapat tanaman pisang. Faktor-faktor tersebut menimbulkan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat desa sebagai mitra yaitu 1] Mitra tidak memiliki sumber pupuk organik, dan 2] Belum ada pembinaan yang berkesinambungan cara membuat pupuk organik berbahan dasar tanaman dan aplikasinya pada budi daya sayuran. Tujuan kegiatan adalah melatih masyarakat tani di Desa Tanjung Pering untuk mampu membuat pupuk organik berbahan tanaman seperti batang pisang, sehingga dapat menyediakan sendiri pupuk organik. Manfaat kegiatan adalah 1] Masyarakat memahami cara membuat pupuk organik berbahan dasar batang pisang, 2] Masyarakat mampu mengaplikasikan pupuk organik berbahan tanaman pada budidaya Sayuran dan 3] Dapat mengurangi biaya produksi. Hasil kegiatan yang telah dilakukan masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan pengabdian pelatihan pembuatan kompos, dan hasil percobaan penggunaan kompos batang pisang sebagai campuran media tanam menunjukkan bahwa campuran media tanam yang tepat dari tanah, pupuk kendang dan kompos menghasilkan pertumbuhan beberapa tanaman sayuran yang lebih baik
BIMBINGAN TEKNIS PERBAIKAN KESUBURAN TANAH DAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR BONGGOL PISANG SERTA APLIKASINYA PADA BUDIDAYA TANAMAN SAWI ORGANIK DI PEKARANGAN
Komplek Perumahan Kendari Permai merupakan salah satu komplek perumahan terbesar di Kota Kendari Sulawesi Tenggara yang dibangun pada awal tahun 1990-an. Masyarakat di komplek perumahan ini pada umumnya telah memanfaatkan lahan pekarangan mereka namun tanaman yang dibudidayakan didominasi oleh tanaman hias dan tanaman buah-buahan. Pemanfaatan pekarangan sebenarnya dapat berupa budidaya tanaman sayuran seperti sawi sehingga pekarangan lebih bermanfaat dalam menunjang ketahanan pangan keluarga. Namun secara umum kesuburan tanah di komplek tersebut tergolong rendah sehingga untuk mendapatkan produksi yang optimal dan sehat dalam proses budidaya tanaman diperlukan perbaikan kesuburan tanahnya dan aplikasi pupuk organik melalui daun. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan teknis tentang : (1) Pemanfaatan pupuk organik kotoran kambing dan ayam sebagai media tanam yang bertujuan untuk perbaikan kesuburan tanah, (2) Pembuatan dan aplikasi pupuk organik cair bonggol pisang melalui daun pada budidaya tanaman sawi dalam pot, dan (3) Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang efek negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan pupuk an-organik yang berlebihan dan dalam kurun waktu yang panjang. Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan yang masih kosong dengan menanam tanaman sawi dalam pot dengan memanfaatkan kotoran kambing dan ayam sebagai media tanam dan membuat pupuk organik cair dari bonggol pisang yang diaplikasikan melalui daun. Dengan diterapkannya teknologi tersebut diharapkan dapat mengurangi pengeluaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sayur keluarga dan secara ekonomi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat apabila dikelola dengan serius. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan metode ceramah/diskusi, demonstrasi plot dan pembimbingan. Demonstrasi plot dilakukan dengan melibatkan masyarakat sasaran. Selama kegiatan pengabdian kepada masyarakat berlangsung, masyarakat sangat berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya peserta yang bertanya sekitar budidaya sawi dalam pot dengan pemanfaatan POC dari bonggol pisang. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat kelompok sasaran sangat membutuhkan bimbingan dan pendampingan dalam optimalisasi pemanfaatan pekarangan sehingga diperoleh keuntungan baik untuk pemenuhan keluarga maupun untuk salah satu peluang bisnis.
Kata kunci: bonggol pisang, kesuburan tanah, pupuk organik cair, saw