Jurnal Abditani (Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu)
Not a member yet
201 research outputs found
Sort by
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK BUNGA ROSELLA DALAM MEWUJUDKAN SINERGITAS SEKTOR PERTANIAN DAN PARIWISATA DI DESA WISATA DESA BAHA, MENGWI
Bunga rosella dipercaya memiliki manfaat kesehatan yang sangat luas baik untuk pangan dan kesehatan, sehingga potensi diversifikasi rosela cukup besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rosella mengandung 24% antioksidan dan 51% antosianin. Adanya antioksidan, sel-sel radikal bebas yang merusak inti sel dapat dihilangkan, itu sebabnya rosella memiliki efek antikanker. Warna merah pada bunga rosella disebabkan oleh kandungan antosianin. Adanya antioksidan rosella seperti gossipetin, antosianin, dan glukosida hibiscin memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit degeneratif seperti Jantung Koroner, Kanker, Diabetes Melitus, dan Katarak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas produk olahan Bunga Rosella melalui penambahan varian produk rosella dan pengemasan. Jumlah kelompok tani yang mengikuti kegiatan pengabdian ini sebanyak 25 orang. Metode pelaksanaan kegiatan melalui percontohan atau Demplot Budidaya Rosella dan Pelatihan pembuatan varian produk Rosella. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pretest dan post tes. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kegiatan ini mendapat respon yang sangat baik, terbukti dengan keaktifan kelompok tani dalam mengikuti seluruh kegiatan pengabdian ini
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM PENGOLAHAN LIMBAH SABUT KELAPA MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMI DI DESA SIKARA
Kelapa (Coconut) adalah salah satu potensi unggulan Desa Sikara yang merupakan tanaman industri karena semua bagian dapat diolah menjadi produk yang ekonomi. Potensi tersebut maka tumbuh kelompok usaha pembuatan minyak kelapa dan pengolahan kopra. Usaha pembuatan minyak ini sempat berhenti pada saat gempa tahun sejak akhir 2018, namun mulai berkembang kembali sejak akhir 2020 dimasa covid 19. Pembuatan minyak kelapa dan pengolahan kopra ini menghasilkan limbah sabut kelapa yang cukup banyak dalam 3 bulan mencapai kurang lebih 1-3 ton. Hal ini merupakan masalah yang dihadapi kelompok mitra karena belum ada pengolahan limbah sabut kelapa sehingga merusak sanitasi lingkungan. Salah satu tujuan dari kegiatan PKM ini adalah mengembangkan kelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan sosial. Untuk mewujudkan hal tersebut ada beberapa pendekatan yang digunakan diantaranya Participatory Technology Development (PTD), Dalam pelaksanaan kegiatan metode yang dikembangkan meliputi penyuluhan (sosialisasi) dan pelatihan yang meliputi pelatihan teknis dan pelatihan non teknis. Pelatihan teknis orientasinya proses pembuatan produk, sedangkan pelatihan non teknis orientasinya adalah pemasaran produk, manajemen wirausaha, penguatan kelembagan. Sabut kelapa diolah atau dicacah dengan menggunakan Teknologi tepat guna yang menghasilkan tiga produk yang meliputi: serat sabut kelapa yang panjang dibuat untuk sapu sabut kelapa, serat pendek dibuat untuk pot bunga, serta sabut sabut kelapa dibuat untuk pupuk organik padat. Dengan sentuhan PKM ini limbah sabut kelapa dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pasca gempa di masa pandemic covid 19 di desa Sikara
PEMBERDAYAAN BUAH TIN DI DESA CIDADAP KABUPATEN TASIKMALAYA
Tanaman buah tin (Ficus carica ) merupakan jenis tanaman termasuk famili moraceae memiliki keistimewaan dalam Al-Qur’an dan kaya akan manfaat serta banyak berkembang di wilayah Asia Barat dan Indonesia. Di negara kita sendiri banyak dikembangkan salah satunya di Desa Ciwidey, Kabupaten Bandung. Namun, masih belum banyak pembudidayaan buah tin dalam skala rumah tangga yang dapat membantu dari segi perekonomian di Jawa Barat. Berdasarkan hasil wawancara tentang buah tin dengan warga Desa Cidadap Kabupaten Tasikmalaya sangat tertarik dengan budidayanya karena adanya kondisi pandemik ini pendapatan yang berkaitan dengan sektor wisata dan tangkapan ikan berkurang Pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan, memberikan informasi, dan membudidayakan buah tin di daerah Pesisir Pantai berlokasi di Desa Cidadap, Kabupaten Tasikmalaya..Pengabdian melalui tahapan diskusi dengan petani buah tin, memilih bibit unggul, melakukan pembinaan serta pemberdayaan tanaman buah tin. Untuk mengetahui keterlibatan dan pengetahuan warga tentang buah digunakan angket dan lembar wawancara. Dari angket rata-rata nilai sebelum kegiatan 25,45% warga sebagian mengetahui tentang buah tin dan setelah kegiatan budi daya buah tin ini naik menjadi 77,93% yang berarti hampir seluruhnya memahami cara budi daya buah tin. Dengan adanya kegiatan pemberdayaan pengetahuan budi daya buah tin ini diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian warga Desa Cidadap Kabupaten Tasikmalaya
PEMANFAATAN PGPR SEBAGAI SOLUSI KELANGKAAN PUPUK SUBSIDI DI KELOMPOK TANI JARI LAING, DESA BANGKA JONG
Ketersediaan pupuk organik bersubsidi menjadi salah satu kunci keberhasilan pertanian organik. Perkembangan pertanian dewasa ini lebih mengutamakan kesehatan dan keamanan serta keberlanjutan usaha tani yang ramah lingkungan. Dampak kelangkaan pupuk bersubsidi tidak hanya kepada produksi hasil tanaman yang menurun atau secara kualitas tidak terjamin tetapi juga berdampak pada ekonomi masayarakat miskin yang membutuhkan pupuk bersubsidi dalam usaha budidaya tanaman miliknya. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kertampilan petani dalam memproduksi pupuk hayati sebagai jawaban atas masalah kelangkaan pupuk organik bersubsidi yang setiap tahun dialami kelompok tani Jari Laing. Melalui pemanfaatan agen hayati Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang diproduksi sendiri dapat dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk bersubsidi dari pemerintah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu berupa penyuluhan tentang manfaat PGPR, pelatihan dan pendampingan pembuatan PGPR kepada semua anggota kelompok tani Jari Laing. Hasil dari kegiatan ini adalah mitra dapat memperoleh pengetahuan tambahan tentang manfaat PGPR bagi tanaman. Secara praktis, mitra mampu memproduksi PGPR dalam jumlah yang banyak secara mandiri dengan biaya yang murah tanpa dibatasi ruang dan waktu dalam memproduksinya. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, dosen dan mitra berpartisipasi aktif sehingga berdampak langsung kepada peningkatan kemampuan petani dalam memproduksi PGPR.
 
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA METODE EMBER TUMPUK MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR DAN PADAT
Sampah rumah tangga adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari zat organik dan zat anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan, 70% dari produk sampah rumah tangga adalah sampah organik yang masi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk baik cair maupun padat, jika diolah lebih lanjut. Rumah tangga sebagai produsen sampah, sepatutnya bertanggung jawab terhadap sampah yang diproduksi Penanganan sampah yang baik dimulai dari sumber sampah itu sendiri, sumber sampah rumah tangga di kelolah oleah anggota rumah tangga sebagai bentuk tanggung jawab anggota rumah tangga terhadap sampahnya. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan Mengedukasi masyarakat cara mengelolah sampah organik menjadi POC (Pupuk Organik Cair dan padat ) dengan metode ember tumpuk. Program ini di awali dengan sosialisasi kepada Pemerintah, Kepada mahasiswa peserta KKN-PPM, kepada masyarakat serta demontrasi dan pendampingan kepada masyarakat partisipan masing masing 10 KK setiap kelurahan di 4 kelurahan selama 1,5 bulan. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa anggota rumah tangga partisipan telah mengelelolah sampahnya dengan baik, menghasilkan POC, dan padat tetapi belum diaplikasikan pada tanaman, meningkatnya semangat dari masyarakat untuk didampingi dalam pembuatan komposter ember tumpuk
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI BUDIDAYA LEBAH MADU BERBASIS KELAPA UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT PASCA GEMPA DI DESA SALUBOMBA
Sasaran kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah masyarakat kelompok tani kelapa yang menerima dampak langsung gempa seperti kerusakan tempat tinggal, kehilangan mata pencaharian dll di desa Salumbomba, Kab. Donggala. Tujuan kegiatan ini adalah membangun kelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi yang berkeinginan untuk berwirausaha. Program ini merupakan program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada tanaman kelapa sebagai sumber pakan lebah madu. program ini mempunyai manfaat ganda yaitu dapat menghasilkan madu serta meningkatkan produksi buah kelapa. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan PKM meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan yang terdiri dari sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan teknis dan non teknis serta tahap pendampingan pasca pelatihan. Selama kegiatan PKM berlangsung tingkat partisipasi kelompok mitra mencapai 100 %. Pelaksanaan kegiatan PKM berlangsung sesuai rencana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Hasil kegiatan bermanfaat bagi kelompok mitra yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya ternak lebah madu. Kelompok mitra dapat membuat kotak jebakan dan memelihara koloni secara mandiri
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA DAN PENINGKATAN POTENSI AGRIBISNIS CABE JAWA
Tanaman cabe jawa memiliki beberapa aktivitas farmakologis salah satunya meningkatkan libido dan mengatasi gangguan kesuburan pada pria (infertilitas). Cabe jawa di Indonesia banyak diproduksi dari Jawa Timur terutama daerah Madura, namun masih banyak daerah lain yang secara ekologis cocok untuk pengembangan budidaya tanaman obat cabe jawa, termasuk di daerah Gunung Kidul. Permintaan pengiriman cabe jawa baik skala nasional maupun internasional dari tahun ke tahun semakin meningkat sedangkan sentra produksi cabe jawa di Indonesia masih sedikit, oleh karena itu perlu dibuat sentra produksi baru di berbagai wilayah salah satunya di daerah Yogyakarta. Program budidaya cabe jawa di Desa Kemadang, Tanjung Sari, Kabupaten Gunung Kidul. Yogyakarta melalui penyuluhan budidaya dan pemanfaatan tanaman cabe jawa, sosialisasi dan praktek langsung teknik pembibitan tanaman cabe jawa serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan
PENINGKATAN NILAI EKONOMI ANGGUR HITAM DESA BANJAR, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG MELALUI MINUMAN OLAHAN
Desa Banjar yang terletak di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng-Bali merupakan desa penghasil anggur hitam yang sudah terkenal di seluruh daerah Bali bahkan luar Bali. Namun, para petani anggur kerap mengalami kerugian dikarenakan dalam bertani anggur harus berjuang melawan musim, modal, pemasaran, serta tengkulak. Petani juga masih menerapkan pemasaran secara konvensional, sehingga buah anggur hitam harus terjual secara cepat agar terhindar dari kebusukan. Untuk menghindari kerugian yang mungkin terjadi, terdapat solusi yang dapat dilakukan oleh petani seperti halnya mengubah strategi pemasaran anggur hitam. Selain dinikmati secara langsung, nyatanya anggur hitam yang memiliki berbagai manfaat bisa diolah kembali menjadi beragam jenis produk dan salah satu contohnya adalah minuman. Dengan dilakukan pengolahan serta pengemasan menarik, maka dapat meningkatkan nilai ekonomi dari buah anggur hitam itu sendiri dan dapat memberikan keuntungan bagi petani. Agar menjadi solusi untuk terhindar dari kerugian dan alternatif menambah keuntungan yang efektif, diperlukan peran pemerintah atau pejabat desa seperti halnya dengan memberikan fasilitas pelatihan kepada seluruh petani anggur di Desa Banjar
PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA PETANI DI MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI PENGELOLAAN KEUANGAN TERPADU DI DESA KASIA, GORONTALO UTARA
Objek yang menjadi target utama dalam peningkatan sistem pengelolaan keuangan terpadu yaitu kelompok petani dan nelayan serta masyarakat umum yang berada di Desa Kasia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan pelaksanaan pengelolaan keuangan pada keluarga petani. Identifikasi masalah pada kegiatan ini adalah : (1) Sebagian besar peserta masih beranggapan bahwa kegiatan tersebut untuk memberikan bantuan modal (2) Partisipasi peserta dalam bertanya sangat kurang, sehingga sangat sulit untuk mengetahui dan mengukur apakah materi dapat diterima dengan baik oleh peserta (3) Masih banyak peserta yang tidak bisa berhitung (4) Masyarakat masih bingung dalam prosedur menabung di bank dan (5) Sebagian besar ibu rumah tanggga keluarga petani dan nelayan kurang aktif dalam berusaha karena menunggu modal yang diberikan dari pemerintah. Berdasarkan hal tersebut maka pemateri memberikan tips dalam melakukan pengelolaan keuangan keluarga petani antara lain cara mengelola keuangan yang terbatas, melakukan saving, memberikan nilai tambah terhadap hasil pertanian dan perikanan, mendahulukan kebutuhan daripada keinginan serta mengelola aset agar dapat optimal. Hasil yang dicapai pada kegiatan pengabdian pada masyarakat di Desa Kasia yaitu : (1) 90 persen peserta memahami materi yang disampaikan pemateri dengan baik (2) 70 persen peserta mampu mengaplikasikan, (3) 50 persen peserta mampu mengimplemntasikan secara berkelanjutan
INOVASI PEMPEK SUTRA BERBAHAN BAKU IKAN GASTOR SEBAGAI PELUANG USAHA DI KAMPUNG SUMBERMULYA DISTRIK KURIK KABUPATEN MERAUKE
Ikan Gabus atau Ikan Gastor merupakan jenis ikan air tawar dari genus Channa (Jangkaru, 1999) yang terdapat pada perairan dangkal, seperti sungai dan rawa dengan kedalaman 40cm dan menyukai tempat yang gelap, berlumpur, berarus tenang, atau wilayah bebatuan untuk bersenbunyi. Ikan gastor sering dikaji dalam beberapa penelitian karena memiliki kandungan protein yang sangat tinggi dibandingkan dengan ikan air tawar jenis lainnya terutama protein. ikan gabus sangat kaya akan sumber albumin, salah satu jenis protein penting yang sangat baik digunakan bagi penderita hipoalbumin (rendah albumin) dan penyembuhan luka pasca operasi maupun luka bakar, mempercepat proses penyembuhan pasca melahirkan atau pasca khitanan anak laki-laki. Selain itu ikan gastor juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pempek. Kampung Sumber Mulya merupakan salah satu Kampung di Distrik Kurik Kabupaten Merauke yang mana pada tahun 2017 di definitifkan sebagai desa peduli gambut oleh Badan Restorasi Gambut (BRG). Pemanfaatan, pengembangan serta pengolahan ikan gastor masih belum optimal dilakukan. Para warga kurang mengetahui kandungan yang ada dalam ikan gastor. Mereka hanya mengolah sesuai yang mereka ketahui sebelumnya, sehingga tidak ada kemajuan baik dari sektor ekonomi dan kreativitas dari masyarakat itu sendiri. Tidak ada pengembangan dari ikan gator yang sebenarnya mengandung banyak manfaat dan dapat dijadikan makanan baru yang lebih bernilai ekonomis tinggi. Dengan menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan pembuatan pempek sutra berbahan dasar ikan gastor diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman ibu-ibu terhadap pemberdayaan dan pengolahan ikan gastor untuk meningkatkan ekonomi. Mitra dari pengabdian ini adalah kelompok ibu-ibu PKK Kampung Sumbermulya Hasil dari kegiatan ini adalah Masyarakat dalam hal ini kelompok ibu-ibu PPK telah dapat membuat olahan makanan pempek sutra khas Palembang berbahan ikan gastor. Masyarakat cendrung menyukai rasa dari hasil olahan ikan gastor menjadi pempek sutra. Selain itu, terdapat juga peningkatan pengetahuan peserta pelatihan terlihat dari hasil pre-test dan post-test. Untuk pengetahuan mengenai kandungan gizi yaitu 58% meningkat menjadi 80%, pada pengetahuan dalam keseimbangan ekosistem yaitu dari 51% meningkat menjadi 72% dan untuk pengetahuan mengenai peluang usaha meningkat dari 38% meningkat menjadi 63%. Hasil pengabdian ini penting karena diharapkan kelompok masyrakat ini dapat menyebarkan informasi dan keterampilan yg telah dimilikinya pada masyarakat lain, dan menjadikan kegiatan ini sebagai peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan keluarg