Journal Lembaga Penelitian Universitas Langlangbuana
Not a member yet
927 research outputs found
Sort by
KAPASITAS SDM TERHADAP KINERJA PEGAWAI (Studi Pada Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Nabire)
Suatu kantor mengharapkan pegawai untuk bersedia dan mampu bekerja secara giat, tetapi juga harus memiliki kapasitas sumber daya manusia yang mampu, trampil dan kecakapan yang baik untuk mencapai tujuan organisasi. Pegawai yang kinerjanya baik, maka perilakunya diarahkan dalam bentuk bekerja dan semangat kerja tinggi, memanfaaatkan kemampuan dan keterampilannya seoptimal mungkin, hingga diperoleh suatu kinerja yang baik.
Penilaian kinerja atau penilaian prestasi kerja juga mutak dilakukan untuk melihat sejauh mana kapasitas sumber daya manusia, pemberian fasilitas kerja, serta kenyamanan lingkungan kerja kepada pegawai tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui memperoleh gambaran yang mendalam dan memberikan bukti empiris mengenai pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Fasilitas Kerja, Lingkungan Kerja, dan pengaruhnya terhadap Kinerja Pegawai. Penelitian ini mengunakan metode analisis deskriptif dan kuantitatif. Pengambilan data dalam penelitian ini mengunakan teknik random sampling, dimana jumlah pegawai Kantor Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten (BPKAD) Nabire yang berjumlah 60 orang pegawai dan diambil secara acak menjadi 52 orang pegawai yang dijadikan sebagai subjek dalam penelitian ini.
Tehnik pengumpulan data mengunakan kuesioner. Tehnik analisis mengunakan analisis jalur dan pengujian hipotesis secara parsial dan simultan dengan uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kapasitas Sumber Daya Manusia, Fasilitas Kerja, Lingkungan Kerja memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap Kinerja Pegawai. Berdasarkan hasil uji t (parsial ) dan hasil uji F (Simultan) menujukan bahwa Kapasitas Sumber Daya Manusia, Fasilitas Kerja, Lingkungan Kerja memiliki pengaruh yang signifikan dan positif, dimana lingkungan kerja memiliki pengaruh yang lebih besar di bandingkan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Fasilitas Kerja. Hal ini mejelaskan bahwa apabila Lingkugan Kerja dijaga dan didukung pula dengan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Fasilitas Kerja yang baik maka akan mampu meningkatkan Kinerja Pegawai pada Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten (BPKAD) Nabire.
Kata Kunci : Kapasitas Sumber Daya Manusia Kinerja Pegawa
Komunikasi Antarpribadi Pertemanan Virtual
Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana komunikasi antarpribadi dalam pertemanan virtual pada anggota grup whatsapp Gepe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi, intensitas komunikasi dan bentuk dukungan teman virtual dalam pertemanan virtual pada anggota grup whatsapp Gepe. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah anggota grup whatsapp Gepe yang ditentukan secara purposif berdasarkan komunikasi Antarpribadi. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam, dan pengamatan terhadap informan, sedangkan untuk data penunjang diperoleh melalui studi dokumentasi hasil penelitian sebelumnya, studi literatur lainnya, dan wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa interaksi komunikasi pertemanan virtual terjadi melalui chatting, telepon dan video call, intensitas komunikasi jarang mengingat setiap orang memiliki prioritas dan kesibukan di real life namun setidaknya sebulan sekali saling berbagi kabar satu sama lain serta bentuk dukungan teman virtual adalah perhatian sederhana yang mengesankan berupa saran dan solusi serta menghadapi masalah Bersama-sama sehingga menghasilkan loyalitas pertemanan dalam grup whatsapp.
Kata Kunci: komunikasi Antarpribadi, pertemanan virtual, whatsap
Komunikasi Pemasaran Fashion Melalui Instagram
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi pemasaran fashion melalui instagram akun @mysmoothrift_ di Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah team dari akun instagram @mysmoothrift_ yang mengelola instagram. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan wawancara pihak yang terkait. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi pemasaran fashion melalui instagram walaupun terbilang thrift tetapi produk yang dipasarkan bersih yang membuat pembeli merasa percaya untuk membeli di akun @mysmoothrift_. Melalui media instagram pencarian mudah karena pembeli bisa mendapatkan barang yang diinginkan, meski harga terbilang murah tetapi produk yang dipasarkan oleh akun @mysmoothrift_ bisa menyesuaikan trend yang ada. Transanksi aman walaupun harus mengisi data diri hal ini yang membuat pembelian nyaman. Tetapi untuk produk kemeja bisa dikatakan kurang pilihannya dan untuk cardigan produk yang paling disukai oleh pembeli itu salah satu contoh dari loyalitas pembelian produk dari akun @mysmoothrift_.
Kata Kunci: Komunikasi Pemasaran, Instagram, @mysmoothrift_
Mempersiapkan Masyarakat Desa Rancamanyar Menuju Industri 4.0
Empat puluh dua mahasiswa Universitas Langlabuana mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) tahun akademik 2021/2022 yang dilaksanakan di Desa Rancamanyar dari tanggal 12 Agustus hingga 11 September 2021. Keadaan desa Rancamanyar yang merupakan desa terpadat secara nasional, dengan kultur yang beragam, pendapatan dan penghasilan dari usaha yang beragam serta pemerintahan desa dalam transisi kepemimpinan kepala desa; dihadapkan pada situasi pandemi yang berkepanjangan. Dampaknya yang dirasakan masyarakat di desa rancamanyar : pendapatan dan penghasilan secara rata-rata berkurang, pemilihan kepala desa terkatung-katung karena pemerintahan kabupaten Bandung belum mengizinkan, kemudian kenakalan remaja berpotensi menaik karena aktifitas sekolah dengan tatap muka masih belum berjalan. Memperhatikan hal tersebut program kerja KKNM mahasiswa UNLA di desa Rancamanyar antara lain : Pendampingan kepada karang taruna untuk membuka peluang bisnis industri kreatif melalui marketing digital, memberi bantuan tenaga mahasiswa untuk menyukseskan vaksinasi dalam mendukung terselenggaranya PILKADES dalam waktu dekat, Memberikan penyuluhan tentang kesadaran hukum, serta menyampaikan promosi Kampus Universitas Langlangbuana kepada siswa jenjang SMP dan SMA dengan obrolan santai melalui media sosial dan radio RAJA FM. Setelah kegiatan KKNM ini berakhir, diharapkan desa Rancamanyar mampu mewujudkan bisnis indutri kreatif menjadi pilar indutri 4.0 di desa Rancamanayar, terselenggaranya PILKADES dengan aman dan nyaman, terciptanya masyarakat muda yang bermoral dan taat hukum serta menjadi peluang bagi UNLA sebagai salah satu pilihan bagi anak muda dalam melanjutkan studi di perguruan tinggi
Sosialisasi dan Edukasi Protokol Kesehatan Covid-19 Berbasis Masyarakat
The government has declared the Covid-19 pandemic a national disaster. Since then, various regulations related to preventing the spread of Covid-19 have been issued. The government's policy must be followed by the whole community. Policy socialization can be adopted more quickly with community participation. First, by participating in implementing the policy and second, participating in disseminating the policy. PMI as a national humanitarian institution also plays a role. Through PMI's SIBAT Team, government policies can be disseminated to the public. The Abdimas team then helped train the SIBAT team in order to increase their capacity and assist in the implementation of community-based outreach programs.
Keywords:
Capacity, Socialization, Health Protocol, SIBAT PMI
Pandemi Covid-19 dinyatakan pemerintah sebagai bencana nasional. Sejak itu berbagai peraturan terkait pencegahan penyebaran Covid-19 dikeluarkan. Kebijakan pemerintah tersebut harus diikuti oleh seluruh masyarakat. Sosialiasi kebijakan bisa lebih cepat teradopsi dengan adanya partisipasi masyarakat. Pertama, dengan ikut melaksanakan kebijakan dan kedua, ikut mensosialisasikan kebijakan. PMI sebagai lembaga kemanusiaan nasional turut berperan. Melalui Tim SIBAT PMI, kebijakan pemerintah dapat disosialisasikan kepada masyarakat. Tim Abdimas kemudian membantu melatih tim SIBAT agar dapat meningkatkan kapasitasnya dan pendampingan pelaksanaan program sosialisasi berbasis masyarakat.
Kata kunci:
Kapasitas, Sosialisasi, Protokol Kesehatan, SIBAT PM
Fasilitasi Administrasi Akte Kelahiran Keluarga Pemulung di Kelurahan Kebon Pisang Kota Bandung
Data dari BPS Kota Bandung tercatat 11% anak kota Bandung yang belum memiliki akte kelahiran dari Kantor Catatan Sipil, sebagai pemenuhan tertib administrasi penduduk. Terlebih lagi dengan terjadinya pergeseran fungsi dan tugas negara dari fungsi negara yang hanya sebagai penjaga malam ke fungsi mewujudkan kesejahteraan warga negara . Campur tangan negara yang terbuka luas tersebut mengharuskan adanya sejenis tertib peraturan hukum untuk melindungi perlakuan sewenang-wenag negara terhadap warga negara. Tertib peraturan tersebut tertuang pada kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, yang selanjutnya disingkat menjadi UU Administrasi Kependudukan. UU Administrasi Kependudukan mewajibkan setiap penduduk Indonesia untuk melaporkan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialaminya kepada instansi pelaksana dengan memenuhi persyaratan yang diperlukan dalam pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil, sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 3 UU administrasi kependudukan agar terpebuhinya tertib administrasi. Tertib administrasi dimaksudkan untuk memberikan perlindungan, pengakuan, penentuan status pribadi dan status hukum setiap peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh penduduk Indonesia dan Warga Negara Indonesia yang berada di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Beberapa keluarga pemulung Kota Bandung yang sebelumnya telah difasilitasi oleh tim pengabdian masyarakat Universitas Langlangbuana untuk menikah secara resmi dan mendapatkan beberapa hak-hak sipilnya berupa pendaftaran kependudukan guna mendapatkan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Namun kegiatan perlu ditindaklanjuti dengan memberikan legalisasi anak-anaknya untuk mendapatkan nomor Induk Anak dan Akta kelahiran terutama anak di luar perkawinan yang sah dari Dinas catatan Sipil. Metode dalam memfasilitasi kegiatan tersebut dengan melakukan advocacy keluarga pemulung untuk mendapatkan hak identitas kependudukan, pendampingan dan edukasi.
Dari hasil PKM penerbitan dan pengakuan anak yang di luar nikah, anak yang sah dan keluarga yang sampai saat ini belum terfasilitasi e-KTP padahal suket KTP sudah diterima sejak lama
Stimulasi Tumbuh Kembang Anak di Desa Dirung Koram Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas
Anak usia TK yang berusia 4-6 tahun memang termasuk dalam usia dini (early childhood) yang berusia 0-8 tahun. Anak usia dini berada dalam masa keemasan yang merupakan periode sensitif, selama masa inilah anak secara khusus mudah menerima stimulus-stimulus dari lingkungannya. Pada masa ini anak siap melakukan berbagai kegiatan dalam rangka memahami dan menguasai lingkungannya. UTelah diketahui pula bahwa usia dini merupakan masa keemasan yang patut diperhatikan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan stimulasi tumbuh kembang anak di Desa Dirung Koram Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas. Metode yang dilaksanakan dengan permainan dan pemutaran video untuk menstimulasi perkembangan anak. Dengan permainan dan pemuatan video diharapkan dapat meningkatkan stimulasi kepada anak sesuai tahap perkembangan pada aspek motorik kasar, motorik halus, bicara-bahasa dan sosislisasi-kemandirian. Tindak lanjut dari pelatihan tentang stimulasi perkembangan anak usia 4-5 tahun dengan pendampingan ibu balita, anggota keluarga atau pengasuh untuk menyebarluaskan hasil pelatihan. Pendampingan kepada ibu balita atau keluarga untuk mengevaluasi penerapan cara stimulasi yang diberikan kepada anak usia 4-5 tahun
Komunikasi Organisasi pada Implementasi Kebijakan Pengelolaan Dana Desa
Penelitian terfokus pada peran komunikasi organisasi pada implementasi kebijakan pengelolaan dana desa. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran komunikasi organisasi pada implementasi kebijakan tersebut. Untuk mengumpulkan, mengolah data, dan menarik kesimpulan dalam penelitian digunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian deskriptif ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, dan lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, dan keterkaitan antar kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan implementasi kebijakan pengelolaan dana desa di Desa Sirnagalih sudah berjalan sesuai rencana walaupun sdm pengelola tidak memiliki pendidikan yang tinggi (rata-rata lulusan SMP). Hasil lainnya menunjukkan komunikasi organisasi sangat berperan dalam proses implementasi kebijakan pengelolaan dana desa di Desa Sirnagalih, antara lain melalui strategi komunikasi yang memanfaatkan media atau saluran komunikasi seperti bimtek dan sosialisasi program.
Kata kunci: komunikasi organisasi, implementasi kebijakan, partisipasi
Realitas Remaja Hangout
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif penyebab dari remaja nongkrong di kafe Kawan Bandung dan mengetahui motif tujuan dari remaja nongkrong tersebut di kafe Kawan Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi fenomenologi kualitatif. Subyek penelitian adalah remaja yang nongkrong di kafe Kawan Bandung yang ditentukan secara purposif berdasarkan komunikasi kelompok. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam, dan observasi peneliti terhadap informan, sedangkan data penunjang didapatkan dari studi penelitian sebelumnya. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa remaja nongkrong melakukan aktivitas nongkrong tersebut bukan hanya sekedar hanya ingin berkumpul berkumpul bersama teman-teman, melainkan dari interaksi yang mereka lakukan berupa simbol bahwa dengan mereka bercerita dengan teman maka mereka mendapatkan kebutuhan yang di anggap seolah-olah hal tersebut sebagai kebutuhan yang utama namun kenyataannya hal tersebut bukan sebuah kebutuhan yang utama. Sebenarnya kebutuhannya itu terletak pada saat dimana kita berinteraksi dengan teman kemudian di kemas dan dilengkapi hal tersebut dengan nongkong di kafe Kawan Bandung.
Kata Kunci: Realitas, Remaja, Interaksi, Nongkrong
Makna Perjuangan pada Film Filosofi Kopi
Film Filosofi Kopi menunjukan opini masyarakat mengenai perjuangan dua orang sahabat berjuang untuk mempertahankan kedai kopi yang mereka cita-citakan sejak kecil. Pengorbanan yang mereka lakukan untuk melewati segala halangan dan rintangan yang datang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemaknaan pada film Filosofi Kopi dengan melihat makna denotatif, makna konotatif dan mitos.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Teori yang digunakan yaitu teori semiotika dari Roland Barthes. Objek penelitian ini adalah film Filosofi Kopi. Proses pengumpulan data diperoleh dengan teknik studi kepustakaan, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti melakukan observasi dengan menganalisis scene yang memiliki tanda semiotika. Kemudian peneliti melakukan wawancara dengan seorang pengamat dalam bidang perfilman untuk menanyai mengenai pendapat seorang pengamat tentang hasil analisis peneliti. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya makna denotatif, makna konotatif dan mitos dibalik film Filosofi Kopi. Makna denotatif ditunjukkan dengan kerja keras yang dilakukan oleh Ben dan Jody dalam berjuang mempertahankan kedai filosofi kopi. Makna konotatif pada film Filosofi Kopi adalah berupa tekad mereka sehingga mereka mampu melewati semua hambatan karena komitment yang mereka punya. Mitos pada film Filosofi Kopi adalah perjuangan Perjuangan adalah proses dalam meraih suatu tujuan dengan rela berkoban melalui halangan dan rintangan, sehingga dapat mencapai suatu titik kesuksesan.
Kata kunci: makna, perjuangan, film Filosofi Kopi, Roland Barthe