Journal Lembaga Penelitian Universitas Langlangbuana
Not a member yet
927 research outputs found
Sort by
TINJAUAN MENGENAI PERKEMBANGAN KOTA DALAM PERSPEKTIF SOCIAL CAPITAL
Pembangunan perkotaan memperlihatkan kecenderungan yang kurang menguntungkan (munculnya permasalahan water supply, household waste, Industrial waste, transportation, dan urban land), sejalan dengan peningkatan manfaat ekonomi, muncul pula kesadaran yang mempertanyakan keberlanjutan sistem produksi dan juga posisi manusia di dalamnya. Keadaan ini sangat menggembirakan karena tampak mulai disadari adanya keterkaitan antar modal-modal pembangunan (man-made, natural, human, dan social capital). Umumnya studi perkotaan menunjukkan bahwa social capital merupakan obyek yang senantiasa menantang sejalan dengan manfaatnya bagi umat manusia dan pembangunan perkotaan. Upaya membangun social capital adalah cermin peningkatan equity, social cohesive, dan partisipasi masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun kerjasama dan koordinasi bersama yang kuat antarindividu dari beragam disiplin, organisasi kemasyarakatan (misalnya LSM), private sector, dan pemerintah pada tingkat lokal, regional dan nasional, sehingga membentuk sinergi dalam mendukung keberlanjutan pembangunan perkotaan
Pemberdayaan Gerakan Perempuan Membangun (GEMPUNGAN)
Pemerintah Bandung Barat membentuk organisasi khusus yang menyoroti peran perempuan dalam pembanguan yang biasa di sebut dengan istilah gerakan perempuan membangun (GEMPUNGAN), dibawah Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) organisasi ini memiliki tujuan untuk memberdayakan perempuan yang ada diwilayah Bandung Barat. Permasalahan yang muncul terkait program ini adalah pemahaman dari sumber daya manusia itu sendiri yang masih kurang, karena rata-rata anggota dari organisasi ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang minim pengetahuan tentang organisasi dan pengembangan UMKM. Pengabdian kepada masyarakat di rasa sangat perlu untuk memberdayakan organisasi GEMPUNGAN agar lebih maksimal dan berdaya, Pengabdian Kepada Masyarakat terhadap organisasi GEMPUNGAN dilakukan dengan metode Pelatihan dan Pendampingan. Luaran dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah (1) Peningkatkat kualitas organisasi Gempungan setelah terbentuknya struktur organisasi baru yang lebih baik. (2) Terciptanya Indutri rumah tangga berupa keripik pisang yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran
Peningkatan Kemampuan Memahami Isi Cerita Fiksi Pada Peserta Didik Dengan Menggunakan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Sekolah Dasar
The title of this research is Enhancing the Ability to Understand the Content of Fiction in Students Using Audio Visual Media in Indonesian Language Learning for Class IV Elementary School. The problem under study is about the results of increasing the ability to understand the contents of fiction stories in grade IV students in learning Indonesian using audio visual media. This study aims to determine the results of increased ability to understand the contents of fiction in learners using audio visual media. The theory used in this study is Joni et al. (2014) for audio visual media, and Anderson & Kathwol in Gunawan (2012) for understanding abilities. This research is quantitative descriptive. The research design used is Nonequivalent Control Group Design. This research was conducted at SDN 1 Cijeruk. The subjects in this study were class IV-A as an experimental class with 32 students and class IV-B as a control class with 32 students. Data were collected in the form of students' pretest and posttest and then analyzed with the help of SPSS software version 22 to see an increase in the ability to understand the contents of the story in students using audio-visual media. The results showed an increase in the ability to understand the contents of fiction in learners using auido visual media in Indonesian language learning in grade IV primary school
ANALISIS PREDIKSI KEBANGKRUTAN MENGGUNAKAN MODEL ALTMAN DAN MODEL ZAVGREN PADA SUBSEKTOR PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL YANG TERDAFTAR DI BEI
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prediksi kebangkrutan pada delapan perusahaan subsektor pertambangan logam dan mineral periode 2013–2017 dengan menggunakan prediksi kebangkrutan model Altman Z”-score dan model Zavgren. Penelitian ini menggunakan Uji wilcoxon signed rank test untuk mengetahui perbedaan hasil prediksi model Altman Z”-score dan model Zavgren dalam memprediksi kebangkrutan.
Hasil prediksi kebangkrutan menggunakan model Altman dan model Zavgren mengalami fluktuasi dan tidak stabil setiap tahunnya. Secara keseluruhan, model Altman Z”-score dari 40 data hasil penelitian memprediksi 17,5% pada kondisi gray zone atau kritis, lalu 27,5% mengalami financial distress atau kebangkrutan, dan 55% berada dalam kondisi non-bankruptcy atau sehat. Sedangkan model Zavgren memprediksi 55% pada kondisi gray zone atau kritis, lalu 25% mengalami financial distress atau kebangkrutan, dan 20% berada dalam kondisi non-bankruptcy atau sehat. Tingkat akurasi model Altman Z”-score adalah 60% dan tingkat akurasi pada model Zavgren hanya 50%, sehingga tingkat akurasi yang paling tinggi untuk subsektor logam dan mineral pada Bursa Efek Indonesia periode 2013 – 2017 adalah model Altman Z”-score. Melalui uji beda dengan uji Wilcoxon signed rank test, diketahui bahwa terdapat perbedaan prediksi kebangkrutan antara model Altman dengan model Zavgren pada perusahaan subsektor pertambangan logam dan mineral yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013–2017
ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI PEMBENTUKAN MINAT BERLANGGANAN DI INDUSTRI VIDEO-ON-DEMAND DI INDONESIA
Penelitian ini mengukur minat pengguna video-on-demand di Indonesia dengan menggunakan model penelitian UTAUT2 yang telah dimodifikasi, dimana peneliti menganalisis variabel Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, Facilitating Condition, Hedonic Motivation, Price Value, Habit, dan Content terhadap Behavioral Intention. Data didapat menggunakan survei online dan berhasil mengumpulkan 403 responden yang valid, dengan usia 15-60 tahun, dan telah menggunakan layanan video-on-demand, serta telah melewati masa percobaan (free trial). Seluruh data yang dikumpulkan telah memenuhi kriteria validitas dan realibilitas. Untuk menguji validitas dan realibilitas, peneliti menggunakan software SPSS versi 21. Selain itu, untuk menguji hipotesis, peneliti menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan software SmartPLS versi 3.0. Hasil pengujian membuktikan bahwa terdapat 4 faktor yang memengaruhi Behavioral Intention, yaitu Habit, Content, Performance Expectancy. Dan Effort Expectancy. Dalam variabel moderator, maka variabel Age (Usia) memengaruhi Habit terhadap Behavioral Intention, sedangkan variabel moderator Gender (Jenis Kelamin) dan Income (Pendapatan) tidak berpengaruh. Penelitian ini juga mendapatkan hasil R^2 sebesar 0,655 dan masuk pada kategori moderat
Analisis Faktor-Faktor Yang Membentuk Perubahan Minat Konsumen Dari Makanan Tradisional Menjadi Makanan Korea Di Indonesia
Masuknya Korean Wave atau Hallyu di Indonesia, membawa pengaruh bagi Indonesia dalam berbagai aspek, salah satunya yaitu pada aspek makanannya yang tumbuh dari budaya, lingkungan, geografi, dan iklim negara Korea itu sendiri. Makanan Korea sendiri sangat populer di Indonesia. Makana Korea juga dikenal sebagai makanan yang unik, sehat yang baik untuk kesehatan tubuh, dan memiliki cita rasa yang kaya. Selain itu, dengan adanya Korean Wave atau Hallyu ini, membuka peluang yang menjanjikan bagi para pelaku usaha untuk membuka restoran makanan Korea dengan menggunakan tema kebudayaan Korea pada desain restorannya. Hal inilah jugalah yang membuat masyarakat Indonesia jadi lebih tertarik dengan makanan Korea dibandingkan makanan tradisional Indonesia. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang membentuk perubahan minat konsumen dari makanan tradisional menjadi makanan Korea.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada masyarakat Indonesia yang pernah mengkonsumsi makanan Korea dengan sampel sebanyak 353 orang dan menggunakan metode nonprobability sampling dengan sub teknik sampling adalah incidental sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah Analisis Faktor Eksploratori.
Hasil penelitian dan analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat empat faktor yang membentuk perubahan minat penikmat makanan tradisional menjadi makanan Korea, yaitu faktor lokasi, produk, gaya hidup, dan harga. Masing-masing faktor diberikan nama ataupun label, yaitu Fasilitas dan Kenyamanan, Keunikan Makanan, Gaya Hidup, dan Keterjangkaun Harga.
 
PENGARUH SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE TERHADAP KUALITAS SISTEM NFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PERSEDIAAN BARANG PADA PT. KORINA NETWORKS
Penulisan penelitian ini dibuat melalui penelitian yang dilakukan di PT Korina Networks.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh System Development Life Cycle (SDLC)terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit dan Persediaan Barang pada PTKorina Networks. System Development Life Cycle (SDLC)adalah suatu metode yang digunakanuntuk membangun, memelihara dan mengganti suatu Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yangterkait siklus penjualan kredit dan persediaan barang untuk kegiatan operasional pada PT KorinaNetworks.Hasil penelitian menunjukkan bahwa System Development Life Cycle (SDLC)berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi penjualan kredit(Y1) dan persediaan barang (Y2). SDLC (X) mempengaruhi kualitas sistem informasi penjualankredit sebanyak 40%. Sedangkan, SDLC (X) mempengaruhi kualitas sistem informasi akuntansipersediaan sebanyak 17,4%
PENGARUH PROFESIONALISME DAN KOMPETENSI AUDITOR INTERNAL TERHADAP KUALITAS AUDIT
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh profesionalisme dankompetensi auditor internal terhadap kualitas audit . Populasi dalam penelitian iniadalah auditor yang bekerja pada kantor inspektorat provinsi jawa barat. Teknikpengambilan sampel yang digunakan adalah metode sampling purporsive, yangdilakukan dengan cara menyebar kuesioner secara langsung dan diperoleh sampelsebanyak 35 responden. Sedangkan pengujian yang digunakan dalam penelitiandiantara nya uji asumsi klasik, analisis linear berganda, uji t, dan uji f diolah denganmenggunakan bantuan software SPSS (Statistic and Service Solution) 23 for windows.Hasil penelitian menjukan profesionalisme berpengaruh terhadap kualitas auditsebesar 41,99%. Hal ini disebabkan karena dimensi kewajiban sosial, kemandirian,hubungan dengan sesama profesi sudah sangat baik. Kompetensi berpengaruhterhadap kualitas audit sebesar 45.42%. Hal ini disebabkan karena dimensipengetahuan berada dalam kategori sangat baik. Hasil penelitian profesionalisme dankompetensi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kualitas audit sebesar54,8%, sedangkan sebesar 53,8% dipengaruhi oleh variabel lain seperti independensi,etika, dan variabel lainnya yang tidak diteliti
PENGARUH PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN SOFTWARE-VENDITORE (PEMBAYARAN HUTANG DAGANG) TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Sistem informasi akuntansi memiliki peran yang sangat penting dalammemberikan informasi yang dibutuhkan perusahaan. Aspek terpenting sisteminformasi akuntansi adalah sistem ini berjalan dan saling mendukung dalampencapaian tujuan pengendalian internal perusahaan. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui besar pengaruh sistem pengendalian internal dan software-venditore (pembayaran hutang dagang) terhadap Kualitas SistemInformasi Akuntansi di Toserba X. Analisis data melalui analisis regresiberganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, uji asumsi klasik dan ujihipotesis. Berdasarkan hasil penelitian sistem pengendalian internal dan software-venditore berpengaruh secara signifikan. Dari uji hipotesis telshmembuktiksn bahwa sistem pengendalian internal berpengaruh terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi juga dengan Software-Venditore sangat berpengaruh terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi.
 
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA DESA TERHADAP EFEKTIVITAS PROGRAM KETAHANAN PANGAN (Studi Di Desa Cicangkanggirang Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat)
Masalah penelitian ini adalah belum optimalnya kegiatan program ketahanan pangan disebabkan karena adanya beberapa factor yaitu : Kurangnya penyuluhan dari pihak penyuluh, terbatasnya alat pertanian, lemahnya akses modal petani dan menurunya jumlah SDM petani serta rendahnya produktivitas SDM petani di wilayah Desa Cicangkanggirang Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat yang telah dipimpin serta dijalankan oleh Kepala Desa Cicangkanggirang. Dari latar belakang masalah penelitian tersebut, peneliti merumuskan masalah ”Seberapa Besar Pengaruh Kepemimpinan Kepala Desa Terhadap Efektivitas Program Ketahanan Pangan Studi di Desa Cicangkanggirang Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat”. Untuk menganalisa masalah yang diteliti, peneliti mengajukan teori Teknik-Teknik Kepemimpinan mencakup 5 (Lima) bagian yaitu Teknik Persuasif, Teknik Komunikatif, Teknik Pasilitas, Teknik Motivasi dan Teknik Teladan dari Syafe’ie (2003:41) dan cara yang terbaik untuk meneliti efektivitas yaitu Paham mengenai optimasi tujuan, Perspektif sistem dan Tekanan pada segi perilaku manusia dalam susunan organisasi dari Richard M. Steers (1985: 4-7), berdasarkan teori-teori tersebut peneliti mengajukan hipotesis “Besarnya Pengaruh Kepemimpinan Kepala Desa Terhadap Efektivitas Program Ketahanan Pangan ditentukan oleh Dimensi Teknik persuasive, teknik komunikatif, teknik pasilitas, teknik motivasi dan teknik teladan“. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey eksplanatory, dalam hal ini data informasi dikumpulkan dari populasi, kemudian hasil data dianalisis untuk mengukur pengaruh dari satu variabel terhadap variabel lain, adapun teknik pengumpulan data yang terdiri dari studi pustaka dan studi lapangan yang meliputi observasi, wawancara dan angket serta teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan sasaran populasinya yaitu perangkat Desa Cicangkanggirang dan pelaku para petani di wilayah Desa Cicangkanggirang. Teknik analisa data menggunakan teknik analisis “Rank Spearman” sementara untuk mengujian hipotesis penelitian, menggunakan Uji-T Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa Kepemimpinan berpengaruh dan signifikan terhadap Efektivitas Program Ketahanan Pangan di wilayah Desa Cicangkanggirang Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat, hasil penelitian dilapangan bahwa Kepemimpinan berada pada kondisi cukup dan efektivitas program ketahanan pangan berada pada kondisi baik. hasil tersebut dibuktikan dengan hasil pengujian hipotesis penelitian yang dihasilkan berdasarkan pengolahan data yaitu hasil nilai thitung lebih kecil dari pada hasil nilai ttabel dan nilai p-value sig lebih kecil dari nilai rata-rata, yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima, dengan demikian hipotesis yang diajukan teruji secara empirik