Journal Lembaga Penelitian Universitas Langlangbuana
Not a member yet
927 research outputs found
Sort by
FUNGSI SAT INTELKAM DALAM UPAYA DETEKSI DINI KONFLIK HORIZONTAL ANTAR UMAT BERAGAMA DI WILAYAH HUKUM POLRESTABES BANDUNG
Perkembangan lingkungan strategis global, regional berpengaruh terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.kondisi kamtibmas yang dinamis di dalam masyarakat merupakan salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan nasional dalam rangka tercapainya tujuan nasional yang ditandai dengan terjaminnya keamanan, ketertiban dan tegaknya hukum, serta terbinanya ketenteraman yang mengandung kemampuan membina serta mengembangkan potensi dan kekuatan masyarakat dalam menangkal, mencegah dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk bentuk gangguan lainnya. Pada hakekatnya kamtibmas merupakan suatu kebutuhan hakiki setiap orang atau masyarakat yang mendambakan suasana aman dan tertib dalam tata kehidupan
PENGARUH PENGENDALIAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DASAR DI WILAYAH KERJA UNIT PELAYANAN TEKNIS DINAS PUSKESMAS BANJARAN KABUPATEN BANDUNG
Masalah dalam penelitian ini adalah Kualitas Pelayanan Kesehatan Dasar di Pusat kesehatan Masyarakat Banjaran Kota Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti merumuskannya sebagai berikut “Seberapa besar Pengaruh Pengendalian Terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan Dasar di Pusat kesehatan masyarakat Banjaran Kota Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung”. Untuk menganalisis masalah yang diteliti, peneliti mengajukan teori pengendalian dari Anthony dan Govindarajan, berdasarkan proses-proses pengendalian yaitu, pelacak (detector), penilai (assesor), dan umpan balik (effector). Sedangkan teori kualitas pelayanan digunakan dari Fitzsimmons dalam Sedarmayanti berdasarkan lima dimensi yaitu, tangible (berwujud), reliability (keandalan), responsiveness (tanggung jawab), assurance (jaminan), dan emphaty (perhatian). Metode penelitian yang digunakan adalah metode Deskriptif Analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan kesehatan dasar di Pusat kesehatan masyarakat Banjaran Kota Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung. Hasil ini dibuktikan dengan variabel pengaruh pengendalian oleh Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat Banjaran Kota Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung berdasarkan proses-proses pengendalian secara keseluruhan berada pada kondisi “cukup baik”. Demikian juga kualitas pelayanan kesehatan dasar Pusat Kesehatan Masyarakat Banjaran Kota Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung secara keseluruhan berada pada kondisi “cukup baik”
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TENTANG PENGEMBANGAN PEMANFAATAN PERAIRAN UMUM, LAHAN PERTANIAN DAN KAWASAN WADUK CIRATA
Penelitian ini dilatar belakangi oleh “Implementasi Kebijakan Tentang Pengembangan Pemanfaatan Perairan Umum, Lahan Pertanian dan Kawasan Waduk Cirata”. Berdasarkan latar belakang penelitian tersebut, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut; Implementasi Kebijakan Tentang Pengembangan Pemanfaatan Perairan Umum, Lahan Pertanian dan Kawasan Waduk Cirata serta bagaimana faktor penghambat dan faktor pendukung dalam Implementasi Kebijakan Tentang Pengembangan Pemanfaatan Perairan Umum, Lahan Pertanian dan Kawasan Waduk Cirata. Dalam Penelitian ini peneliti menguji hipotesis berdasarkan proses dan cara-cara pengendalian yang di kemukakan oleh George C. Edwards III ada empat variabel yang berpengaruh dalam implementasi kebijakan publik yaitu: Komunikasi (communications), Sumber daya (resources), sikap (disposition atau attituden) dan stukturbirokrasi (bureucratic structure) (1980:10-12). Berdasarkan teori-teori dalam kerangka penelitian, dapat merumuskan proposisi ” Implementasi Kebijakan Tentang Pengembangan Pemanfaatan Perairan Umum, Lahan Pertanian dan Kawasan Waduk Cirata’’ dapat berjalan optimal melalui komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Sumber dan teknik pengumpulan data adalah sumber data primer dan data sekunder, sedangkan pengumpulan data adalah melalui studi keperpustakaan dan studi lapangan yaitu melalui observasi, wawancara kepada informan dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan bahwa dalam implementasi yang dilakukan oleh Badan Pengelola Waduk Cirata sudah sesuai dengan prosedur kerjanya dalam mengimplementasikan kebijakan kepada pateani keramba jaring apung dan telah diatur oleh kebijakan SK Gubernur No. 41 Tahun 2002 Tentang Pengembangan Pemanfaatan Perairan Umum, Lahan Pertanian dan Kawasan Waduk Cirata.
PENGARUH PENGENDALIAN TERHADAP EFEKTIVITAS PROGRAM PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI (STUDI PADA UNIT PELAYANAN TEKNIS DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG WILAYAH TANJUNGSARI KABUPATEN SUMEDANG)
Dalam upaya meningkatkan swasembada pangan nasional sumber daya air sangat dibutuhkan untuk mengairi lahan pertanian, irigasi merupakan alternatif dalam sistem pemanfaatan air secara efisien yang sering digunakan sebagai proses pengairan lahan pertanian, agar kondisi semua areal jaringan irigasi dapat berfungsi dengan baik maka dibutuhkannya program pemeliharaan jaringan irigasi. Penyelenggaraan program pemeliharaan jaringan irigasi adalah upaya menjaga dan mengamankan jaringan irigasi agar selalu berfungsi dengan baik guna memperlancar pelaksanaan operasi dan memperhatikan kelestariannya melalui kegiatan perawatan, perbaikan, pencegahan dan pengamanan yang harus dilakukan secara terus-menerus. Oleh karena itu, dengan adanya program pemeliharaan jaringan irigasi akan meningkatkan peran dan kemandirian petani baik sebagai individu maupun sebagai kelompok yang berupa Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Mitra Cai, dalam pengelolaan jaringan irigasi dengan memperjelas wewenang, tugas, dan tanggung jawab masing-masing lembaga pengelola jaringan irigasi tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Juga dapat bermanfaat pada peningkatan produktivitas lahan pertanian, meningkatkan hasil panen, dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani
PELATIHAN DALMAS DALAM PENCEGAHAN TINDAKAN ANARKIS DI POLRES BANDUNG
Keamanan dan ketertiban masyarakat adalah situasi dan kondisi dinamis masyarakat sebagai prasyarat terselenggaranya proses pembangunan dalam rangka tercapainya tujuan nasional yang ditandai oleh terjaminnya keamanan, ketertiban dan tegaknya hukum serta terwujudnya ketentraman yang mengandung kemampuan membina serta mengembangkan potensi dan kekuatan masyarakat dalam menangkal, mencegah dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum juga bentuk-bentuk gangguan lainnya yang meresahkan masyarakat. Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) merupakan salah satu tugas pokok Polri sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yang diaktualisasikan melalui beberapa bidang tugas seperti kegiatan pre-emtif, preventif dan represif (penegakan hukum) yang semuanya dilaksanakan secara berkesinambungan oleh Polri
KONSEP e-GOVERNMENT DALAM PENINGKATAN PEMERINTAHAN
Tuntutan globalisasi menyebabkan meningkatnya tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang lebih berkualitas dan meningkatkan partisipasi aktif dalam pemberian informasi bagi masyarakat. Era paper-based administration mulai ditinggalkan dan digunakannya konsep e-government dalam pemerintahan dengan tujuan utama untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Implementasi e-government dilakukan melalui penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan instansi pemerintah khususnya instansi yang melaksanakan fungsi pelayanan publik. Tantangan yang dihadapi dalam penerapan e-government di Indonesia antara lain sumberdaya manusia yang belum memiliki kapasitas dan kapabilitas, kendala kultural (cultural barriers), organisasi pemerintahan dan infrastruktur yang belum memadai. Untuk itu, penataan pada semua kendala tersebut sangat diperlukan bahkan merupakan suatu keharusan dalam rangka menciptakan pelayanan publik yang lebih baik.
 
PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM RUMAH TANGGA SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP ASPEK SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2018
Untuk mendapatkan gambaran penggunaan TIK dalam rumah tangga serta implikasinya terhadap aspek sosial budaya masyarakat di Provinsi Jawa Barat, ada tiga aspek yang diungkap, yaitu kesejahteraan sosial, ikatan sosial dan budaya. Sifat penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dimana pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan instrumen daftar pertanyaan terhadap masyarakat yang ada di enam kabupten kota, pengambilan responden terbagi atas 24 blok sensus sesuai yang ditentukan oleh Badan Pusat Statistik, dimana masing-masing blok terbagi 12 daerah sampel rumah tangga (DSRT). Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan perangkat TIK tergolong cukup tinggi terutama penggunaan smartphone dan handphone termasuk dalam penggunaan jaringan internet oleh anggota keluarga. Penggunaan perangkat TIK telah berimplikasi terhadap sosial budaya masyarakat dalam mencakup pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, pada aspek kesejahteraan sosial telah menunjang terhadap pendidikan, pekerjaan dan pendapatan masyarakat. Pada aspek ikatan sosial berpengaruh pada ikatan keluarga, tetangga, teman sekolah, teman kerja, dan komunitas lainnya. Sedangkan pada aspek budaya juga telah berimplikasi dalam kemudahan mencari informasi terkait dengan kesopanan dalam tingkah laku dan kejujuran, sedangkan sebagian kecil lainnya tentang nilai toleransi antar umat beragama, pemahaman agama, gotong royong, nasionalisme dan wawasan kebangsaan
KONSTRUKSI MAKNA TAYANGAN FILM 5CM (STUDI SEMIOTIKA FILM 5CM PADA KELOMPOK PENCINTA ALAM MAPELLA UNIVERSITAS LANGLANGBUANA)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konstruksi makna pecinta alam dalam film 5cm. Studi semiotika tayangan 5cm pada kelompok pecinta alam Mapella Universitas Langlangbuana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan paradigma penelitian konstruktivisme, dan penelitian studi interaksi simbolik. Subyek penelitiannya adalah anggota pecinta alam Mapella Universitas Langlangbuana. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan peran serta terhadap informan, sedangkan untuk data penunjang diperoleh melalui studi dokumentasi hasil penelitian sebelumnya, dan studi literatur lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui perbincangan di ruang Mapella, Pecinta alam merupakan orang yang mencintai alam berserta isinya, seorang pecinta alam akan senantiasa menjaga dan melastirkan alam juga menjaga sesama. Dalam film 5cm lebih menekankan kepada pendakian gunung 5 sahabat, terdapat pebedaan antara seorang pecinta alam dan seorang pendaki. Walaupun mereka sama-sama pecinta alam namun kadar kecintaan yang mereka miliki tentu sangat berbeda
AGRESIVITAS GAMER ONLINE POINT BLANK (STUDI KASUS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 44 BANDUNG)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui agresivitas gamer online point blank. Studi kasus di sekolah menengah pertama negeri 44 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan paradigma penelitian konstruktivisme, dan pendekatan penelitian studi kasus. Subyek penelitiannya adalah siswa smp yang ditentukan secara purposif berdasarkan permasalahan komunikasi massa. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan peran serta terhadap informan, sedangkan untuk data penunjang diperoleh melalui studi dokumentasi hasil penelitian sebelumnya, dan studi literature lainnya, serta wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi massa bermanfaat untuk siswa berkomunikasi dengan banyak orang, maupun orang -orang sekelilingnya melalui media massa seperti media elektronik, perilaku agresif yang sering muncul di media elektronik seperti game online sangat berpengaruh kepada remaja untuk melakukan tindakan kekerasan. Bentuk -bentuk agresivitas dikenal sebagai perkelahian, me nyakiti, kemarahan, Permusuhan, dan sebagainya. Akan tetapi yang perlu diperhatikan di sini adalah bagaimana seorang guru mampu memberikan bimbingan tentang dampak dari game online kepada anak tersebut agar tidak merugikan dirinya sendiri dan merugikan ora ng lain. Game Onlin
KEGIATAN PROGRAM BUY ONE GET ONE TICKET DALAM MENINGKATKAN KETERTARIKAN PENGUNJUNG PADA TRANS STUDIO BANDUNG (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF EXTERNAL PUBLIC RELATIONS PADA OBYEK WISATA TRANS STUDIO BANDUNG)
Pe nelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan program buy one get one ticket dalam meningkatkan ketertarikan pengunjung pada Trans Studio Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan paradigma penelitian konstruktivisme. Subyek penelitiannya adalah Public Relations di Trans Studio Bandung yang ditentukan secara purposive berdasarkan permasalahan penelitian. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan peran serta terhadap informan, sed angkan untuk data penunjang diperoleh melalui studi dokumentasi hasil penelitian sebelumnya, dan studi literatur lainnya, serta wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program buy one get one ticket dapat dikatakan telah berjalan dengan baik karena dapat meningkatkan kunjungan masyarakat ke Trans Studio Bandung. Public Relations Trans Studio Bandung tidak hanya bertugas menginformasikan mengenai program buy one get one ticket saja, tetapi juga berusaha mendapatkan pemahaman dari masyarakat mengenai kegiatan apa yang telah dilakukan perusahaan, sehingga tujuan dari program tersebut yakni promosi dan meningkatkan penjualan dapat tercapai. Saran yang dapat penulis berikan adalah perusahaan perlu menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak, dan ini merupakan tugas dari seorang praktisi Public Relations . Hubungan yang baik, akan membantu untuk menciptakan opini yang positif yang akan menguntungkan perusahaan secara langsung dan tidak langsung. Selain itu, Public Relations Tr ans Studio Bandung sebaiknya melakukan perencaan strategi yang lebih matang dengan perencanaan yang efektif dan efisien dalam pelaksanaan program buy one get one ticket ini