Journal Lembaga Penelitian Universitas Langlangbuana
Not a member yet
927 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN TERHADAP RETURN SAHAM
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh Penilaian kinerjaPerusahaan yang diukur dengan rasio PER terhadap return saham. Metode penelitian inimenggunakan metode kuantitatif. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan modelregresi. Sampel menggunakan perusahaan terbaik menurut OJK pada tahun 2013 danmengambil data perusahaan tersebut dalam kurun waktu selama 2009-2013. Hasilpenelitian ini memberikan bukti empiris bahwa kinerja perusahaan yang diproksi denganrasio PER berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return Saham.Kata kunci: Penilaian kinerja Perusahaan, PER, Return Saha
PENGARUH DESENTRALISASI DAN KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN
Desentralisasi merupakan hal yang sangat penting dalam pendelegasian keputusandalam sebuah organisasi, dimana keputusan tersebut akan mempengaruhi manajerdalam pengambilan keputusan. Pada dasarnya Ketidakpastian Lingkungan sulit untukdiprediksikan, maka diperlukan informasi yang merupakan komoditi yang sangatberguna dalam proses kegiatan perencanaan dan kontrol dalam suatu organisasisehingga menghasilkan suatu sistem informasi akuntansi manajemen yang handal.Penelitian ini bertujuan untuk mrngrtahui bagaimana desentralisasi, ketidakpastianlingkungan dan kualitas sistem informasi akuntansi manajemen pada PT. IndoneptuneNet Manufacturing serta membuktikan pengaruh Desentralisasi dan KetidakpastianLingkungan terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Populasi padapenelitian ini berjumlah 660 orang sedangkan sampel yang diambil berjumlah 40responden. Data dikumpulkan dengan kuesioner, tujuh item untuk Desentralisasi, limaitem untuk ketidakpastian Lingkungan sebagai variabel bebas dan sepuluh item untukvariabel Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen sebagai variabel terkait.Model analisis yang digunakan adalah. Hasil dari penelitian menunjukan bahwaDesentralisasi dan Ketidakpastian Lingkungan terhadap Kualitas Sistem InformasiAkuntansi Manajemen sudah cukup baik. Hasil pengujian hipotesis Desentralisasi danKetidakpastian Lingkungan berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Sistem InformasiAkuntansi Manajemen
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN TERHADAP KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh budaya organisasi terhadapkarakteristik sistem informasi akuntansi manajemen pada PT.Toyota Astra Finance CabangBandung; 2) pengaruh ketidakpastian lingkungan terhadap karakteristik sistem informasiakuntansi manajemen pada PT. Toyota Astra Finance Cabang Bandung. Hasil penelitiandiharapkan menjadi bukti bahwa model yang ditawarkan dapat menjadi solusi pemecahanmasalah pada karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen. Data yang digunakan diperoleh melalui survey dengan mendistribusikan kuisioner pada PT.Toyota Astra Finance Cabang Bandung, diolah secara statistik menggunakan SEM-PLS Metode penelitian menggunakan metode explanatory research, untuk mendapatkanjawaban mendasar sebab akibat dengan menganalisa penyebab terjadinya masalah pada karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : budaya organisasi tidak berpengaruh terhadapkarakteristik sistem informasi akuntansi manajemen dan ketidakpastian lingkunganberpengaruh terhadap karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen
SI KEBIJAKAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN TERPADU PERPUSTAKAAN DI BAPUSIPDA JAWA BARAT
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah masih rendahnyakualitas Pelayanan Perpustakaan Keliling yang dilaksanakan oleh Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Daerah Jawa Barat, dari penelitian pendahuluan masih rendahnyakualitas Pelayanan Perpustakaan Keliling dipengaruhi oleh variabel Implementasi Kebijakan. Analisis masalah penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori Implementasi Kebijakan dari Edward III dalam Winarno (2008:125-155), berdasarkan faktor-faktor Implementasi Kebijakan melalui : Komunikasi (communication), Sumber daya (resources), Dukungan/Sikap (disposition or attitude), Struktur Birokrasi (bureaucratic structure). Adapun untuk variabel Kualitas Pelayanan mengguanakan pendekatan teori Parasuraman dalam Gaspertsz (2005:37) melalui tangible (berwujud), reliability (keandalan), responciveness (tanggungjawab), assurance (jaminan) dan emphaty (perhatian). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey eksplanatif (explanatory survai method) sedangkan sumber pengumpulan datadengan menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan dengan teknik pengumpulan data mempergunakan angket, observasi, dan wawancara. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah sampel random sederhana (Simple Random Sampling). Adapun teknik analisa data yang digunakan adalah Regresi Linier Sederhana. Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan diperoleh hasil penelitian yang menunjukan adanya hubungan yang positif dan signifikan pengaruh Implementasi Kebijakan Pemerintah Daerah terhadap Kualitas Pelayanan (Studi Tentang Perpustakaan Keliling di Kota Bandung) Dengan demikian hipotesis yang diajukan di dalam penelitian ini teruji secara empirik
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN WARGA BINAAN (STUDI TENTANG OPTIMALISASI PELAYANAN PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN SUKAMISKIN KELAS IIA KOTA BANDUNG)
Berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum (UU No.12 Tahun 1995) Tentang Pemasyarakatan. Sistem pemasyarakatan disamping bertujuan mengembalikan warga binaan sebagai warga yang baik juga bertujuan untuk melindungi masyarakat terhadap kemungkinan diulanginya tindak pidana oleh warga binaan, serta merupakan pencapaian dan bagian yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila. Lembaga Pemasyarakatan masuk kedalam kategori wilayah pelayanan publik yang bersifat khusus. Meskipun bersifat khusus, kualitas pelayanan publik yang diberikan belum maksimal
KUALITAS PELAYANAN PASPOR DI KANTOR IMIGRASI KELAS 1 BANDUNG
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pelayanan paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung. Berdasarkan latar belakang penelitian, peneliti mengidentifikasi masalah sebagai berikut: Bagaimana kualitas pelayanan paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung; Faktor-faktor pendukung dan penghambat pelayanan di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung; dan Upaya yang dilakukan Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung. Pendekatan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pelayanan dari Parasuraman, Zeithaml dan Berry (2001:148) yang meliputi dimensi bukti fisik, keandalan, ketanggapan, jaminan/kepastian dan empati. Berlandaskan pada pendekatan teori tersebut, peneliti merumuskan proposisi kualitas pelayanan paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung akan optimal apabila kualitas pelayanan didasarkan kepada bukti fisik, keandalan, ketanggapan, jaminan/kepastian dan empati. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif, dengan pendekatan kualitatif, sedangkan data diperoleh melalui studi pustaka, observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kualitas Pelayanan Keimigrasian mengenai Pelayanan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung belum optimal, dikarenakan belum secara maksimal melaksanakan dimensi bukti fisik, keandalan, ketanggapan, jaminan/kepastian dan empati. Sehingga menghambat proses pelayanan paspor
KOORDINASI PENERTIBAN INSTALASI PEMBANGUNAN AIR LIMBAH PABRIK DI KAWASAN TIMUR KABUPATEN BANDUNG
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah belum efektifnya penertiban IPALpabrik di kawasan timur Kabupaten Bandung. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti menduga bahwa masalah tersebut dipengaruhi oleh variabel koordinasi. Berdasarkan permasalahan tersebut, rumusan masalah yang diajukan adalah: “Seberapa besar pengaruh koordinasi terhadap efektivitas penertiban IPALpabrik di kawasan timur Kabupaten Bandung”. Analisis masalah penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori koordinasidari Mc Farland dalam Handayaningrat (1996:124-125), berdasarkan dimensi dimensi koordinasi melalui motivasi, koordinasi melalui konsensus, koordinasi melalui pedoman kerja, koordinasi melalui forum dan koordinasi melalui konferensi. Adapun untuk variabel efektivitas digunakan pendekatan teori dari Goggin, et.al dalam Soemaryadi (2005: 111-113) yakni dimensi prosedural, tujuan, monitoring & evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey eksplanatif (explanatory survai method) sedangkan sumber pengumpulan data dengan menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan yang meliputi angket, observasi, dan wawancara. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah sampel random sederhana (Simple Random Sampling). Adapun teknik analisa data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara koordinasi terhadap efektivitas penertiban IPALpabrik di kawasan timur Kabupaten Bandung. Dengan demikian hipotesis yang diajukan di dalam penelitian ini teruji secara empirik
PERILAKU KOMUNIKASI ROL EPLAYER DI TWITTER (STUDI DRAMATURGI PADA KARAKTER BAMBAM GOT7 DI BANDUNG)
Penelitian ini menggunakan Teori Dramaturgi Erving Goffman, dan Teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan paradigma penelitian kontruktivisme, dan pendekatan penelitian studi Dramaturgi. Subyek penelitiannya adalah pemain roleplay yang menggunakan karakter Bambam GOT7 yang ditentukan secara purposive berdasarkan pertimbangan peneliti dengan tujuan tertentu. Proses pengumpulan data di peroleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan peran serta terhadap informan, sedangkan untuk data penunjang diperoleh melalui studi dokumentasi hasil penelitian sebelumnya, dan studi literatur lainnya, serta wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perilaku komunikasi roleplayer di media sosial twitter memiliki perilaku yang berbeda ketika di depan panggung ( online ) dan ketika di kehidupan belakang panggung ( offline ). Dengan karakter yang pemain gunakan, k ehidupan belakang panggung mereka tidak diekspos kedalam permainan ini. Para pemain menggunakan 2 sifat pembawaan peran yaitu In Character dan Out of character
PENGARUH TAYANGAN SIARAN TELEVISI TERHADAP PELESTARIAN BUDAYA (SURVEY EKSPLANATIF ACARA SIARAN LOKAL DI TELEVISI REPUBLIK INDONESIA (TVRI) STASIUN NUSA TENGGARA TIMUR)
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberi ruang yang memungkinkan terjadinya kontak atau komunikasi budaya, antar suku maupun dengan kebudayaan asing. Intensitas komunikasi antar budaya ini tampa di sadari telah menimbulkan pergeseran nilai -nilai budaya dan perubahan orientasi dimana kebudayaan daerah semakin ditinggalkan dan disaat yang bersamaan, penyebarluasan kebudayaan asing semakin cepat diterima masyarakat Nusa Teggara Timur. Rumusan masalah penelitian adalah “ADAKAH PENGARUH TAYANGAN TELEVISI TERHADAP PELESTARIAN BUDAYA?” (Survey Eksplanatif Acara Siaran Lokal di Televisi Republik Indonesia (TVRI) Stasiun Nusa Tenggara Timur). Identifikasi masalah adalah adakah pengaruh Variab el X yaitu Tayangan Siaran Televisi dengan sub variabel: tayangan informasi, korelasi tayangan, keberlanjutan tayangan dan tayangan hiburan terhadap Variabel Y Pelestarian Budaya dengan sub variabel: perluasan, perbedaan dan dominasi. Kerangka pemikiran yang digunakan adalah Teori Fungsionalisme (Functionalism Theory) – Robert K. Merton. Hipotesis penelitian adalah terdapat pengaruh yang signifikan tayangan informasi, korelasi tayangan, keberlanjutan tayangan dan tayangan hiburan terhadap pelestarian buday a. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan studi kepustakaan. Populasi sasaran adalah 310.573 jiwa penduduk Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur, menggunakan teknik sampling metode simple random sampling (sampling acak sederhana) seba nyak 100 jiwa. Menggunakan uji validitas dan reliabilitas dengan rancangan analisis deskriptif , Method of Successive Interval (MSI), Analisis Jalur ( Path Analysis ). Pengujian hipotesis secara simultan (keseluruhan) dan secara parsial (individual).Berdasarkan hasil pengujian hipotesis simultan (keseluruhan) bahwa F hitung > F tabel (61,40 > 2,47), sehingga sesuai dengan kriteria uji simultan adalah tolak H 0, artinya variabel tayangan siaran televisi (X) secara bersama -sama signifikan mempengaruhi variabel pe lestarian budaya (Y). Berdasarkan hasil pengujian hipotesis parsial (indivudu) bahwa tayangan siaran televisi (X) berpengaruh signifikan terhadap pelestarian budaya (Y) sebagai telah disajikan pada uji-t dengan pengaruh langsung sebesar 28,24% dan pengar uh tidak langsung sebesar 43,87% dengan total pengaruhsebesar 72,11%
KOMUNIKASI PELAYANAN FRONT OFFICE DALAM MEMBENTUK KEPUASAN PELANGGAN (STUDI KASUS DI HOTEL THE TRAVEL APARTMENT BANDUNG)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi pelayanan front office Hotel The Travel Apartment dalam meningkatkan kepuasan pelanggan. Studi kasis di Hotel The Travel Apartment Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan paradigma penelitian konstruktivisme, dan pendekatan penelitian studi kasus. Subyek pnelitiannya adalah komunikasi pelayanan front office di Hotel The Travel Apartment Bandung dan pelanggan yang ditentukan secara purposive berdasarkan permasalahan komuni kasi pelayanan. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dan pengamatan peran serta terhadap informan, sedangkan untuk data penunjang diperoleh melalui studi dokumentasi hasil penelitian sebelumnya, dan studi literature lainnya, serta wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menujukan bahwa menjaga komunikasi pelayanan didalam melayani pelanggan sangat penting untuk sebuh hotel, dimana pelayanan yang diberikan merupakan suatu kepuasan yang diberikan kepada pelanggannya. Standar pelayanan yang diberikan oleh front office di Hotel The Travel Apartment mampu memberikan kepuasan kepada pelanggannya, dari mulai keramahan, ketelitian, kejujuran dan sikap bertanggung jawab yang selalu dijaga dan ditunjukan kepada pelanggannya. Dari mulai greetin g dan pakaian yang rapih juga bisa menunjang keberhasilan dalam pelayanan. Seorang petugas front office harus selalu menggali informasi kebutuhan pelanggannya terlebih dahulu sebelum menawarkan bantuan untuk mengetahui apa yang mereka butuhkan dan ingin di penuhi agar tidak terjadi miss communication