Journal Lembaga Penelitian Universitas Langlangbuana
Not a member yet
927 research outputs found
Sort by
KEPASTIAN HUKUM DALAM PEMERIKSAAN PERKARA SECARA IN ABSENTIA TERHADAP TINDAK PIDANA DESERSI DI HUBUNGKAN DENGAN ASAS PERADILAN YANG SEDERHANA, CEPAT DAN BIAYA RINGAN
The criminal act of desertion in absentia is in accordance with Article 143 of Law Number 31 of 1997 concerning military justice which explains the examination of desertion cases in absentia in which the defendant has fled and has not been found again within 6 (six) months of being transferred to court and efforts have been made summoning 3 (three) times in a row legally, but not attending the trial without a reason can be terminated without the presence of the defendant. The problems are: How is the application of Article 143 of Law Number 31 of 1997 to desertion cases connected in absentia to the simple, fast and low cost trial principle? and what are the obstacles in the handling of cases of desertion in absentia in the Military Courts?
The approach method used by the author in this research is juridical empirical, research specification with descriptive analysis, data sources from: secondary data, primary data and tertiary data, so the analysis method is qualitative.
The results of the study show that the time limit for examining desertion cases in absentia in practice in the field is that there are differences in interpretation by military judges, some are more than six months and some are less than six months, so that there is no uniformity in legal certainty, it is necessary to have SEMA. which regulates a three-month time limit for uniform legal certainty as well as realizing simple, fast and low cost trial principles.
Keywords: Military, criminal act, desertion, in absentia, court.
 
PENGARUH RESPONSIBILITAS, EMPATI, RELIABILITAS PENGURUS TERHADAP LOYALITAS ANGGOTA KOPERASI BUMI KRESNA
The Bumi Kresna Cooperative Management as the manager in charge of providing services to members of the Bumi Kresna Cooperative in running the cooperative's economy. Services provided by the management so far are still less responsive to the needs of consumer goods and clothing needed by members. The empathy that is carried out by the management is often an obstacle and becomes a talk among members. The reliability of the management in routine service activities is often not according to the appointments or schedules. The ability to provide services that are not up to standard will have an impact on members in conducting transactions, reducing loyalty as customers which results in problematic member loyalty.
This research is focused on the Effect of responsibility, empathy, management reliability on loyalty of the Kresna Bumi cooperative members", while the aim of the study is to increase knowledge related to the effect of responsibility, empathy, and reliability of the Kresna Bumi management on members’ loyalty. within the Police Intelligence and Security Center, proving the influence of the responsibility of the Kresna Bumi cooperative management on the loyalty of members of the Kresna Bumi Koperasi, proving the influence of empathy of the Bumi Kresna Cooperative administrators on the loyalty of members of the Kresna Bumi Cooperative, and proving the effect of the reliability of the Bumi Kresna Cooperative management on the loyalty of members of the Kresna Bumi Cooperative.
The results showed that the responsibility, empathy, and reliability of the Bumi Kresna Cooperative management together have a positive effect on the loyalty of the members of the Kresna Bumi Cooperative who are in the Pusdik Intelkam environment. The management responsibility variable has a positive effect on member loyalty, the management empathy variable has a positive effect on the loyalty of members of the Bumi Kresna Cooperative, and the management reliability variable has a positive effect on the loyalty of the Kresna Bumi Koperasi members.
Keywords ; Responsibility, Empathy, Reliability and Loyalty
INSTAGRAM STORIES SEBAGAI MEDIA AKTUALISASI DIRI
Pemberitaan mengenai konflik antar individu yang dipicu oleh unggahan stories dan bahkan ada yang berujung menjadi awal sumber kejahatan semakin marak dengan semakin terbukanya individu pada ruang publik. Sehingga penelitian ini berusaha untuk menangkap motif penyebab dan motif tujuan, serta makna komunikasi dari penggunaan media instagram stories sebagai media aktualisasi diri. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sedangkan Teori yang digunakan yaitu Konsep Fenomenologi dari Alfred Schutz, yang di dukung dengan Teori Aktualisasi Diri dari Abraham Maslow. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan penelaahan dokumen, baik itu dari penelitian terdahulu yang masih terkait maupun literatur yang mendukung penelitian ini. Adapun hasil yang didapatkan penelitian ini menunjukan bahwa tingginya keingintahuan individu terhadap stories pengguna instagram lainnya, membuat individu tersebut pada akhirnya mengikuti berbagai aktivitas unggahan orang tersebut. Suasana hati pengguna instagram akan sangat berpengaruh terhadap unggahan stories pada akunnya. Stories dapat berdampak positif dan negatif pada pengguna maupun yang mengikutinya atau follower-nya. Stories juga dapat digunakan untuk membentuk citra diri pengguna, serta dapat dijadikan outlet untuk menyalurkan bakat pengguna
Tata Kelola Pemerintahan Desa
Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa memberikan tanggungjawab yang besar bagi pemerintah Desa, namun pemberian tanggungjawab yang besar tersebut tidak dibarengi dengan penyiapan sumber daya manusia yang baik, sehingga tata kelola pemerintahan yang baik dilingkungan pemerintahan Desa masih jauh dari harapan. Hal ini terlihat dari masih adanya aparat Desa yang kurang disiplin dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dan di sisi lain, pemberian otonomi Desa melahirkan praktik korupsi baru di tingkat Desa. Tulisan ini mengulas penerapan good governance dalam tata kelola pemerintahan desa setelah berlakunya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empirik, yaitu penelitian yang bersifat sosiologis yang menjawab permasalahannya melalui studi lapangan. Pendekatan dilakukan melalui pendekatan kualitatif sehingga peneliti akan mendeskripsikan dan menganalisis tentang penerapan prinsip good governance dalam tata kelola pemerintahan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip good governance telah diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa, sedangkan faktor yang menghambat pelaksanaan good governance dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa adalah partisipasi masyarakat, sumber daya manusia, dan disiplin aparat Desa. Adapun faktor pendukung penerapan good governance dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa adalah adanya kerjasama dan komunikasi.
Kata Kunci: Pemerintah Desa, tata kelola, good governanc
Sosialisasi Informasi Tanggap Bencana Daerah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk, teknik dan proses sosialisasi informasi tanggap bencana daerah di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian adalah pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi yang ditentukan secara purposive berdasarkan komunikasi publik. Proses pengumpulan data diperoleh melalui observasi objek dan wawancara mendalam, sedangkan untuk data penunjang diperoleh melalui studi dokumentasi, dan wawancara terhadap pihak yang terkait. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, menumbuhkan solidaritas antara masyarakat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sehingga tidak ada perbedaan (suku, agama, ras, dan golongan masyarakat), masyarakat menanggapi sangat baik penyuluhan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dengan trauma healing memberikan tingkat keahlian yang baik kepada masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengalami kendala anggaran dalam kegiatan sosialisasi, dan minimnya tenaga information technology (IT) untuk mengelola website BPBD Kabupaten Sukabumi.
Kata kunci: Komunikasi, Bentuk Sosialisasi, Tehnik Sosialisasi, Proses Sosialisas
Vol. 3, No. 1, September 2021
These days, there are still digital platform application development companies and clients as the owners who do not see information security as an asset that needs to be invested. This is because of the results cannot be seen directly in profits, so this is often ignored by companies. Based on primary data in a case study of a development company, most client companies are still more concerned with making applications completed on time and running smoothly. There is no attention on information security. That’s why the developed applications have many security holes or vulnerabilities that become targets for hackers. Usually the companies will only focus on information security after an incident that causes a loss. Developers who are competent on awareness of information security should give companies confidence to invest resources in the security of the developing digital platform applications. With good information security standards, application systems will become more resilient to cyber attacks. And from the development side, the development time will not dragged much and is still within limits, and ofcource the expenses will not bloat.
 
Peningkatan Penghasilan dan Pelayanan Prima Melalui Penguasaan Bahasa Inggris Bagi Pengemudi Online
Kemampuan berbahasa asing tidak hanya menjadi syarat untuk pegawai perusahaan multi- nasional tapi juga pengemudi transportasi online. Contohnya, Gojek yang sekarang ini tengah menggalakkan mahir berbahasa Inggris ke mitra pengemudi. Tim pengabdi Universitas Langlangbuana merancang sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan bahasa Inggris bagi para pengemudi online.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan ini bertujuan agar meningkatkan penghasilan dan pelayanan prima para pengemudi online melalui pengusaan bahasa Inggris. Kegiatan pelatihan yang dirancang oleh tim pengabdi Universitas Langlangbuana disambut baik dan entusias oleh koordinator pengemudi online dan juga oleh perwakilan pengemudi. Berdasarkan pengamatan dan juga setelah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk para pengemudi online, dapat ditarik simpulan bahwa: telah para pengemudi online telah memahami materi yang telah diberikan dan merasa bahwa pelatihan ini bermanfaat untuk mereka; dan para pengemudi online mendapat buku saku yang dapat mereka gunakan ketika diperluka
Peranan Komite Sekolah dalam Mendukung Proses Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah
The school committee is an independent institution that is formed and plays a role in improving the quality of services by providing consideration, direction and support for personnel, facilities and infrastructure, as well as education supervision at the education/school unit level. The purpose of the establishment of the school committee is to accommodate the participation of stakeholders/parents/community to participate in school management operations in accordance with their roles and functions, with regard to planning, implementing and evaluating school programs in a proportional manner, so that school committees can improve transparent education management. and accountable. The purpose of establishing the school committee is also intended to have a school community organization that has commitment and loyalty and cares about improving the quality of schools. The successful implementation of education is not only the responsibility of the central government, but also local governments (provinces, districts and cities), schools, parents, and the community or education stakeholders. The existence of school committees in education/school units will work effectively if there is an understanding of school committee administrators and school principals on the duties and roles of school committees as well as active participation of school committees in implementing school activity programs
Peningkatan Produktivitas, Pemasaran Digital, dan Pembukuan Sederhana Berbasis IT Usaha Konveksi di Desa Lengkong Kabupaten Bandung
This PKM aims to help people who already have a business to produce fashion products (conventions). The partner in this program is Mr. Muchlis, a convection business actor located in Lengkong village, Bandung district. The problems faced by partners are (1) The length of the process of making buttonholes and installing buttons because they do not have a special machine for making buttonholes, so that they are transferred to other parties (2) Do not understand and have an adequate bookkeeping system resulting in difficulties in recording and calculating raw materials, wages, labor, other production costs, inaccurate determination of selling prices and profit calculations as well as preparation of financial reports, (3) Marketing of products is still limited and carried out offline, even though market opportunities for products are still open. The solutions offered to business partners are (1) Procurement of buttonhole making machines, (2) Making and training of IT-based bookkeeping, and (3) Making and training of social media for digital marketing, while the output targets to be produced are publication of PKM results in ISSN national journals, and media mass electronics, activity video publications, buttonhole machines, accounting systems ansi based IT, and digital marketing media
PKM Pelaksanaan Pelayanan Lansia Melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Walet di Desa Sirnajaya Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut
Pelaksanaan kegiatan lansia melalui kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Waletdilaksanakan di wilayah Desa Kertajaya Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut, yangdalam kegiatannya melaksanakan pemeriksaan kesehatan dengan tujuannya adalahmeningkatkan kesehatan Lansia. Masalah dan hambatan yang dihadapi ibu-ibu Kader Posyandu 2 Walet di Desa Kertajaya KecamatanTarogong Kaler terutama yang menyangkut peningkatanpelayanan pada Lansia oleh para kader Posyandu dan belum optimalnya di antara para kaderPosyandu sehingga waktu luang yang ada belum dapat dilaksanakan secara optimalMasalah yang dihadapi mitra antara lain: kurangnya dana kegiatan yang tidak turun daripemerintah desa setempat setiap bulan,, kurangnya informasi kegiatan posyandu secara merata,dan belum ada pelayanan yang optimal pada lansia. Metode pendekatan yang digunakan untuk meningkatkan pelayanan Lansia di Posyandu Walet melalui pelatihan di bidang olah raga pada kader, pendampingan pengadministrasian pelaporan kegiatan Lansia setiap bulan dan penyuluhan kesehatan dari Puskesmas atau bidan setempat. Target luaran PKM dapat dipublikasikan di jurnal ilmiah cetak/elektronik nasional tidak terakreditasi. Hasil yang dirasakan oleh mitra dengan adanya pelaksanaan pelatihan, pendampinganolah raga kesehatan jasmani bagi lansia dan pembuatan laporan kegiatan lansia setiap bulansecara optimal melalui ibu-ibu Kader PKK, mitra dapat merasakan manfaat pendidikan/pengajaranmembina Lansia secara optimal dan dapat dirasakan hasilnya oleh masyarakat