E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
    1925 research outputs found

    MITOS EYANG PAPAK DI DESA CINUNUK, KECAMATAN WANARAJA, KABUPATEN GARUT

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai struktur pada mitos Eyang Papak di Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Pembahasan dalam penelitian ini berfokus pada analisis mitos perspektif teoretik strukturalisme (Claude Levi-Strauss) yang merujuk pada penafsiran atas mitem atau disebut juga ceritem. Langkah-langkah analisis mitos: penulis mencari mitem (mytheme) atau disebut juga ceritem berlanjut pada upaya menjelaskan struktur terdalamnya. Metode penelitiannya menggunakan kualitatif: studi pustaka, dokumentasi, observasi, serta wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian mengemukakan bahwa dalam mitos Eyang Papak terdapat struktur luar yang menunjukkan alur kehidupan dari Eyang Papak. Sedangkan, struktur dalam menunjukkan makna yang menjelaskan logika nalar masyarakat dalam memandang kehidupan dan kondisi sosial-budayanya. Dengan demikian, mitos Eyang bukan hanya cerita hiburan semata, tetapi di dalamnya penjelasan mengenai kondisi sosial budaya, ekonomi, ekologis, sistem kekerabatan, kepercayaan serta nilai-nilai dan falsafah hidup. Kata Kunci: Mitos, Eyang Papak, Struktur Luar, Struktur Dalam ABSTRACT This study discusses about the structure of Eyang Papak, the myth occurs in Cinunuk Village, Wanaraja District, Garut Regency. The study focuses on the myths analysis through the theoretical perspective of structuralism (Claude Levi-Strauss) which refers to the interpretation of mytheme, also known as Ceritheme. The steps used within this myth analysis: the writer pursues for the mytheme or also known as the ceritheme and it continues as an explanation endeavor to its deepest structure. The method used in this research is qualitative by collecting literature study, documentation, observation, and unstructured interviews. The result of the study suggests which in the myth of Eyang Papak there was an surface structure that shows the life flow of Eyang Papak. Meanwhile, the deep structure shows the meaning that explains the logic of society’s reasoning in viewing their life according to the socio-cultural conditions. Thus, the Eyang Papak myth is not just an entertainment story, nevertheless it includes an explanation of socio-cultural, economic, ecological conditions, kinship systems, beliefs, values and philosophy of life. Keywords: Myth, Eyang Papak, Surface Structure, Deep Structur

    Makna Simbolik Bentuk Fisik (Rupa) Rebab Sunda

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolik bentuk fsik (rupa) Rebab pada masyarakat Sunda. Makna simbol yang belum terpublikasi menjadi dasar penulisan artikel ini. wawancara yang dilakukan sebagai bahan pendukung referensi pencarian makna simbol pada Rebab Sunda. Metode penelitian yang dilakukan yakni kualitatif berdasarkan data yang diperoleh dari wawancara, studi pustaka, serta pengamatan terhadap objek melalui dokumentasi. Teori hermenutika Hans-Georg Gadamer sebagai landasan teori dalam pemaknaan bentuk fsik (rupa) Rebab Sunda yang memaknai melalui konteks pengalaman. Hasil dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa bentuk fsik Rebab Sunda secara simbolik merupakan sebuah representasi dari organ tubuh manusia simbol dari perempuan. Makna yang diambil dari pengalaman empirik, sebagai simbol bahwa mempelajari rebab membutuhkan proses mengolah rasa dengan waktu yang lama. Rebab diartikan sebagai pergantian masalah, pergantian bagian, atau pergantian keadaan, sebagai makna simbolik berhubungan dengan teknik bermain rebab yang mengalami pengulangan, hal tersebut berkaitan dengan pola primordial yang ada pada masyarakat Sunda

    Kontribusi Terapeutik dalam Pameran #Walkingwithraws di Red Raws Center

    Get PDF
    Karya fotograf bukan sekadar karya visual biasa yang hanya dipajang di sebuah dinding atau dipamerkan untuk dilihat keindahannya. Fotograf bisa digunakan dalam bidang ekonomi, sosial maupun politik. Pada sisi lain, fotograf akan selalu melihat perkembangan jamannya. Saat pandemi Covid-19, komunitas fotograf tidak bisa diam menyimpan dampak fsik maupun psikologis pandemi itu dalam diri mereka. Komunitas itu bangkit bersamasama memerangi dampak tersebut. Melalui pameran #walkingwithraws, komunitas pegiat fotograf Red Raws Center melakukan kegiatan fotograf terapeutik. Melibatkan dua puluh satu pameris, #walkingwithraws merupakan pameran fotograf terapeutik pertama di Kota Bandung pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar. Lewat pameran ini, seluruh pameris mengeksplorasi fotograf dan mengekspresikan hal yang dianggap mengganggu kesehatan mental mereka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan fotograf saat ini sudah menjadi bagian dari hidup manusia

    Trajektori Hanami sebagai Diplomasi Budaya Jepang

    Get PDF
    Diplomasi adalah sistem komunikasi internasional yang penting dan mekanisme komunikasi kolektif antar negara. Melalui diplomasi budaya, wisatawan mancanegara diharapkan tertarik untuk mengunjungi dan melihat langsung kekayaan budaya Jepang. Diplomasi budaya merupakan salah satu media representasi dan komunikasi dalam memperkenalkan kekayaan dan keragaman seni budaya Jepang. Perayaan melihat bunga setiap musim di Jepang yaitu, bunga plum pada bulan Februari, bunga iris pada awal Juni, bunga hydrangea pada akhir Juni, dan sebagainya. Perayaan besar tahunan sakura dan hanami adalah yang paling populer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analisis literatur. Hasil penelitian menggambarkan peristiwa melihat sakura di Jepang sebagai praktik diplomasi budaya Jepang. Jepang populer dengan citra sakura di tingkat internasional. Praktik hanami Jepang (melihat sakura) muncul di seluruh dunia. Hanami, mengenakan yukata dan acara budaya Jepang berkontribusi untuk mengartikulasikan diplomasi budaya Jepang di tingkat dunia. Kata kunci: hanami, sakura, Jepang, diplomasi buday

    REPRESENTASI CITRA PEREMPUAN DALAM FILM TELEVISI CRAZY NOT RICH MENTOG DI WARTEG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi citra perempuan dalam film televisi atau FTV berjudul Crazy Not Rich Mentog di Warteg yang tayang di SCTV pada tanggal 27 Januari 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisa semiologi komunikasi. Fokus penelirian ini adalah representasi citra perempuan yang terbentuk dari simbol-simbol yang terdapat pada tayangan film televisi SCTV berjudul Crazy Not Rich Mentog di Warteg yang tayang di SCTV pad atanggal 27 Januari 2019. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotika dengan pendekatan Analisis Semiotika Roland Barthes yang memiliki dua tingkat penandaan, yaitu denotasi dan konotasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perempuan harus selalu tampil sempurna dengan bentuk tubuh yang ideal. Gambaran seorang perempuan yang berani, kelas atas, dan lain sebagainya. Gambaran kecantikan yang ditampilkan bahwa citra perempuan yang terdapat dalam iklan sampo. Kata kunci: Citra, Perempuan, Film

    PENYAJIAN TARI RATU GRAENI SEBAGAI PERWUJUDAN BENTUK GARAP GUBAHAN TARI

    Get PDF
    Tari Ratu Graeni merupakan salah satu repertoar tari yang termasuk ke dalam rumpun tari Kreasi Baru karya R. Tjetje Somantri pada tahun 1949, menceritakan seorang ratu dari Kerajaan Medang Kamulan yang sedang berlatih perang untuk melawan musuhnya yaitu Prabu Gandawikalpa. Tarian ini berjenis tunggal dan berkarakter lanyap, disajikan dalam kemasan penyajian yang baru tanpa menghilangkan identitas sumbernya dengan menggunakan pendekatan metode gubahan tari yaitu merekomposisi, memadatkan, dan mengembangkan. Adapun tahapan yang dilakukan dalam proses gubahan tarian ini menggunakan tiga tahapan meliputi; eksplorasi, evaluasi, dan komposisi. Tujuan dari penyajian tari Ratu Graeni adalah mewujudkan interpretasi yang menghasilkan bentuk penyajian baru, sehingga menghasilkan nilai tambah yang lebih menarik dalam penyjiannya dan memberi kesan berbeda. Sentuhan kreativitas tersebut, dilakukan dengan cara memberikan ornamen baru, baik dari koreografi yang lebih bervariasi juga melakukan pemadatan, pengembangan, penataan ulang baik struktur, bentuk gerak, ragam gerak, serta menyelaraskannya dengan iringan dan aspek penunjang tari lainnya. Kata Kunci: Tari Ratu Graeni, R. Tjetje Somantri, Kreativitas. ABSTRACT PRESENTATION OF RATU GRAENI DANCE AS THE EMBODIMENT OF THE FORM OF DANCE COMPOSITION, December 2022. Ratu Graeni dance is one of the dance repertoires belonging to the New Creation dance family by R. Tjetje Somantri in 1949, which tells of a queen from the Medang Kamulan Kingdom who is practicing war against her enemy, namely King Gandawikalpa. This dance is of a single type and has a different character, presented in a new presentation packaging without losing the identity of the source by using a dance composition method approach, namely recomposing, condensing, and developing. The touch of creativity is carried out by providing new ornaments, both from a more varied choreography as well as condensing, developing, rearranging both the structure, the forms of movement, the variety of movements, and aligning them with accompaniment and other dance supporting aspects. Keywords: Ratu Graeni Dance, R. Tjetje Somantri, Creativity

    ANISYCHOS KARYA PENCIPTAAN TARI KONTEMPORER

    Get PDF
    Karya penciptaan tari dengan judul “ANISHYCOS” merupakan karya tari inovasi baru yang berangkat dari fenomena-fenomena sebuah sekte satanik yang marak terjadi di dunia. Karya ini menonjolkan sebuah proses kelabilan anak muda, yang rentan terkena ajakan-ajakan menyesatkan, karena fase remaja masih banyak yang belum memiliki pedoman keagamaan. Karya tari “ANISHYCOS” diangkat melalui sebuah karya tari kontemporer bertipe dramatik dengan konsep tari kelompok. Pada karya ini digarap dalam empat tahapan yaitu, eksplorasi, improvisasi, evaluasi dan pembentukan, kemudian hasil yang diperoleh karya tari ini mewujudkan ekspresi yang ingin disampaikan menurut tafsir penulis. ABSTRACT ANISYCHOS THE CREATION OF CONTEMPORARY DANCE, June 2023. The creation of dance work entitled "ANISHYCOS" is a new innovative dance work that comes from the phenomena of a satanic sect that are rife in the world. This work highlights the process of youth instability, which is vulnerable to misleading invitations, because many adolescents do not have religious guidelines. The dance work "ANISHYCOS" is elevated through a contemporary dance work of a dramatic type with the concept of group dance. This dance is worked on in four stages of the process of working method, namely: exploration, improvisation, evaluation, and formation, then the results obtained of this dance work embody the expression to be conveyed on the author\u27s interpretation. Keywords: Anishycos, Satanic, Adolescents

    PROSES KREATIF FONNA MELANIA DALAM PENCIPTAAN MOTIF "MASAGI" BATIK LOKATMALA KOTA SUKABUMI JAWA BARAT

    No full text
    The “Masagi” batik motif is the first batik motif produced by the Lokatmala batik house, created by a batik designer/craftsman named Fonna Melania. Initial and pre-designed ideas in the creation of “Masagi” motifs identify a problem or background in the creative process of creating unique and distinctive motifs. This study aims to describe (1) Fonna Melania’s creative process in creating the “Masagi” motif. (2) Fonna’s level of creativity in creating the “Masagi” motif. (3) Aesthetics of the “Masagi” motif. This research will use a qualitative descriptive method, with a theoretical approach to the psychology of art and aesthetics. Data were collected through interviews, observations and documentation and descriptive data analysis techniques through research data reduction, research data presentation and conclusion. Keywords: batik, “Masagi” motif, creative process, Fonna Melani ------------------------------------------------------------------------------------ motif batik “Masagi” merupakan motif batik pertama yang diproduksi oleh rumah batik Lokatmala, diciptakan oleh seorang desainer/pengrajin batik bernama Fonna Melania. Gagasan awal dan pradesain dalam penciptaan motif “Masagi” mengidentifikasi suatu masalah atau latar belakang dalam proses kreatif penciptaan motif yang unik dan khas. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan (1) Proses kreatif Fonna Melania dalam penciptaan motif “Masagi”. (2) Tingkat kreativitas Fonna dalam menciptakan motif “Masagi”. (3) Estetika motif “Masagi”. Penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pendekatan teori psikologi seni dan estetika. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dan teknik analisis data secara deskriptif melalui cara reduksi data penelitian, penyajian data penelitian dan penarikan kesimpulan. Kata kunci: batik, motif “Masagi”, proses kreatif, Fonna Melania

    MODEL DESAIN PRAKTIK UPCYCLING FASHION DALAM PEMANFAATAN LIMBAH PAKAIAN BEKAS

    Get PDF
    The fashion industry tends to move quickly to follow the latest fashion trends and has an impact on the large amount of clothing textile waste, both from production and from clothes. One of the efforts to minimize this impact is to extend the outdated clothes. There are more emerging Indonesian fashion brand nowadays that apply upcycle processing as one of their product development, especially in big cities such as Bandung and Jakarta. The finding of this is a model that shows upcycling process has similar stages: research idea & concept, design & production, post production, and selling, furthermore, aspects that influence the process are also being anaylised. The results of the analysis are processed into a model for the development of upcycle fashion practices where the making of this design practice model is intended so that fashion actors and also ordinary people who want to implement upcycle can adapt this practice model. Keywords: Upcycle, Design process, Second-hand clothes, Sustainable ------------------------------------------------------------------------------------ Industri fashion cenderung bergerak cepat mengikuti tren fashion terkini dan berdampak pada banyaknya limbah tekstil pakaian, baik dari produksi maupun dari pakaian yang sudah tidak terpakai. Salah satu upaya untuk meminimalisasi dampak tersebut adalah dengan memperpanjang masa pakai pakaian yang sudah usang. Semakin banyak bermunculan brand fashion Indonesia yang menerapkan proses upcycle sebagai salah satu pengembangan produknya, terutama di kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta. Temuan ini adalah model yang menunjukkan proses upcycle memiliki tahapan yang sama: riset ide & konsep, desain & produksi, pasca produksi, dan penjualan. Selain itu aspek-aspek yang mempengaruhi proses juga dianalisis. Hasil analisis diolah menjadi model pengembangan praktik fashion upcycle dimana pembuatan model praktik fashion ini dimaksudkan agar para pelaku fashion dan juga masyarakat awam yang ingin menerapkan upcycle dapat mengadaptasi model praktik ini. Kata Kunci: Upcycle, Proses desain, Pakaian second-hand, Sustainabl

    PENGEMBANGAN STILASI MOTIF WADASAN CIREBON SEBAGAI PROSES KREATIF MAHASISWA (Studi Kasus pada Mata Kuliah Studio IV Prodi Tata Rias Busana ISBI Bandung)

    Get PDF
    One of the lecturers’ efforts is to conduct research to improve the quality of learning which is carried out systematically and under control. This research is based on field analysis that shows students’ understanding of the wadasan batik motif as a traditional motif native to Cirebon which is considered very worthy of developing innovative stylization of the motif by students. This stylization development effort aims to increase students’ understanding and skills in creating innovative works of Cirebon wadasan motifs. Starting with providing material on the history of Cirebon batik and an introduction to its traditional motifs, which will be used as a Project Based Learning class action method where the lecturer acts as a facilitator who helps students in providing direct references and guiding the learning process. The method used in this research is the stylization method in exploration, design and realization. As a result of the process of presenting material in class, students focused their interest on the Cirebon wadasan form to be used as a variant of the modern style wadasan motif. Through this method, students produce four (4) wadasan motif modules which will become digital batik cloth works. Keywords: Cirebon Batik, wadasan, stylization, student creative process ------------------------------------------------------------------------------------ Salah satu upaya dosen adalah melakukan penelitian guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan secara sistematis dan terkendali. Penelitian kali ini berdasarkan analisa lapangan bahwa pemahaman mahasiswa akan motif batik wadasan sebagai motif tradisional asli Cirebon yang dinilai sangat layak dikembangkan stilasi inovasi motifnya oleh mahasiswa. Upaya pengembangan stilasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menciptakan karya inovasi motif wadasan Cirebon. Diawali dengan pemberian materi sejarah batik Cirebon dan pengenalan motif motif tradisinya, yang akan digunakan sebagai metode tindakan kelas Project Based Learning di mana dosen bertindak sebagai fasilitator yang membantu mahasiswa dalam memberikan mengarahkan referensi dan mengaping proses pembelajarannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode stilasi dalam eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Hasil dari proses pemaparan materi dikelas, mahasiswa memfokuskan ketertarikannya kepada bentuk wadasan Cirebon untuk dijadikan sebagai varian motif wadasan bergaya modern. Melalui metode tersebut mahasiswa menghasilkan empat (4) modul motif wadasan yang akan menjadi karya kain batik digital. Kata Kunci : Batik Cirebon, wadasan, stilasi, Proses Kreatif mahasisw

    1,711

    full texts

    1,925

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇