E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
1925 research outputs found
Sort by
KONTRIBUSI PEREMPUAN DALAM PENGEMBANGAN PERTUNJUKAN MUSIK ANGKLUNG: SEBUAH ANALISIS TERHADAP PERAN AKTIF DAN KREATIVITASNYA
Penelitian ini mencoba mengeksplorasi bagaimana kontribusi perempuan dalam pertunjukan musik angklung,khususnya berkaitan dengan konteks budaya Sunda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdengan pendekatan etnografi, bertujuan untuk memahami fenomena pertunjukan musik angklungdalam konteks sosial, budaya, dan pendidikan masyarakat Sunda. Hasil penelitian menyimpulkan Perempuanmempunyai peranan penting dalam perkembangan kebudayaan sejak zaman prasejarah hinggazaman modern. Mereka adalah pemelihara tradisi, perajin, penjaga budaya lokal dan agen perubahansosial. Selain itu, perempuan memainkan peran penting dalam pendidikan, melestarikan pengetahuan tradisionaldan memperluas budaya melalui teknologi digital. Dalam mengembangkan ekonomi berbasisbudaya, perempuan juga berkontribusi dalam memperkuat perekonomian lokal. Meskipun peran perempuanberbeda-beda tergantung pada latar belakang budaya mereka, kontribusi mereka sangat pentingdalam pelestarian dan pengayaan warisan budaya umat manusia. Perempuan dalam pertunjukan musikangklung memainkan peran multifungsi, antara lain berkontribusi pada upaya terpadu dalam pendidikanmelalui musik, tetapi tetap terus memperjuangkan kesetaraan gender, memperkuat kekuasaan, dan menjunjungtinggi nilai-nilai tradisional masyarakat Sunda
ANALISIS PERBANDINGAN DIALEK BAHASA SUNDA DI JAWA BARAT (KAJIAN LINGUISTIK SINKRONIS)
Penelitian ini membahas mengenai perbandingan pemakaian dialek Bahasa Sunda di Jawa Barat. Objekpenelitian berupa pemakaian dialek bahasa Sunda dengan wilayah persebaran di Jawa Barat, yaituterbagi ke dalam wilayah Jawa Barat bagian utara (Dialek Bogor), Selatan (Bandung, Garut, Sumedang,Tasik), Tengah Timur (Majalengka, Indramayu, Cirebon), Timur Laut (Kuningan), dan Tenggara (Ciamis).Urgensi penelitian ini yaitu memperkaya khazanah pengetahuan mengenai perbandingan dialekbahasa Sunda yang dipakai di wilayah di Jawa Barat. Hal tersebut merupakan kekayaan kebudayaan –dalam hal ini bahasa— di Nusantara. Fenomena banyaknya kosakata yang berbeda untuk menunjukkansatu makna dalam bahasa Sunda menjadi hal yang menarik untuk diteliti. Metode yang dipakai dalampenelitian ini yaitu metode kualitatif dengan Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara,dan kajian pustaka. Observasi dilakukan ke objek-objek penelitian yaitu Bogor, Indramayu, Kuningan,dan Ciamis. Selain itu, dilakukan wawancara terhadap beberapa narasumber mulai dari narasumberpakar dialek bahasa Sunda, sampai narasumber masyarakat pemakai bahasa Sunda di masing-masingobjek penelitian. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan perbandingan pemakaian dialek bahasa SundaPriangan dengan dialek lain yang tersebar di wilayah-wilayah di Jawa Barat dan menginventarisasipemakaian kosakata bahasa Sunda dalam kosakata dasar Swadesh. Pada penelitian ini menghasilkantemuan yaitu terdapat beberapa kosakata yang berbeda antara bahasa Sunda Priangan dengan bahasaSunda dialek Bogor, Indramayu, Kuningan, dan Ciamis. Adapun yang paling terlihat perbedaannyaadalah Dialek Indramayu
KOLABORASI POTENSI DAN KHASANAH SENI PERTUNJUKAN KABUPATEN BANDUNG BARAT (KBB) DALAM MENYONGSONG ISBI BANDUNG MENUJU INSTITUSI BADAN LAYANAN UMUM (BLU)
Kabupaten Bandung Barat memiliki banyak objek wisata yang sangat potensial, terdapat tidak kurangdari 64 objek pariwisata yang berlokasi di KBB. Bandung Barat juga memiliki kekayaan seni dan budayayang beragam, mencakup seni tradisional, modern, dan kontemporer, dari data disbudpar tahun2023 terdapat 359 Padepokan Seni, 88 Sanggar Seni dan 47 Komunitas Seni. Kolaborasi antara LembagaPendidikan seni, seniman, komunitas seni, pemerintah dan pelaku usaha pariwisata menjadi kunciuntuk mengoptimalkan potensi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis berbagaibentuk kolaborasi yang dapat dilakukan, oleh ISBI Bandung serta berdampak positif terhadap pengembanganseni, budaya dan pariwisata di daerah KBB
KOMPARASI TANGGA NADA MUSIK SUNDA DAN TANGGA NADA MUSIK BARAT: STUDI KASUS PADA LARAS DEGUNG DAN SUSUNAN NADA DO-MI-FA-SOL-SI-DO’
Persoalan mengenai perbedaan antara laras degung dan susunan nada do-mi-fa-sol-si-do’ dalam tangganada musik Barat masih menjadi topik perdebatan yang intens di kalangan seniman dan akademisikarawitan Sunda. Beberapa seniman dan akademisi karawitan Sunda berpendapat bahwa, meskipunnada-nada dalam laras degung dan tangga nada musik Barat terdengar serupa, tetapi interval nada padakedua tangga nada tersebut sebenarnya berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jawabanatas pertanyaan tentang seberapa besar persentase kemiripan antara laras degung dan susunan nadado-mi-fa-sol-si-do’ dalam tangga nada musik Barat. Penelitian ini menggunakan metode perbandinganinterval menyeluruh dari Kusumadinata, dan persentase kemiripan dihitung dengan metode statistikaChi Kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiripan antara tangga nada musik Barat dan larasdegung dari rakitan laras salendro 15 nada hanya sebesar 89,05%, sementara dengan laras degung darirakitan laras salendro 17 nada kemiripannya hanya 82,5%. Hasil ini mendukung pandangan para senimandan akademisi karawitan Sunda bahwa ada perbedaan signifikan antara laras degung dan tangganada musik Barat
PELATIHAN PEMBUATAN PAPAN PINTAR TEMA PROFESI DENGAN APLIKASI KAIN PERCA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK TENAGA PENGAJAR ANAK USIA DINI DI TK BHAKTI BUNDA DI KABUPATEN BANDUNG JAWA BARAT
Pengabdian kepada masyarakat ini mengarah kepada pengembangan media pembelajaran bagi tenagapengajar anak usia dini (4 sd 6 tahun ). Pengabdian ini berlokasi di TK Bhakti Bunda Jl. PasirluhurRT. 01 RW. 11 Kel. Padasuka Kec. Cimenyan Kabupaten Bandung Jawa Barat. Target peserta pelatihanmencakup para tenaga pengajar TK Bhakti Bunda, Media pembelajaran yang akan dikembangkanmelalui penggunaan atau pembuatan papan pintar dari aplikasi kain perca yang belum pernah dikembangkandi sekolah TK Bhakti Bunda. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat menambah wawasanpara pengajar terkait media pembelajaran Anak Usia Dini dan untuk meningkatkan kreativitas anakusia dini. Kegiatan pelatihan ini dilakukan dalam beberapa tahap, diantaranya: tahapan awal atau pengumpulandata mengenai situasi sekolah Tk Bhakti Bunda, keadaan sekolah dan bagaimana kondisimedia pembelajaran para siswa yang berada di Tk Bhakti Bunda. Selanjutnya tim pengusul melakukanseminar sebagai bentuk pengenalan boneka puppet dan kain perca dan workshop atau pelatihan dengantarget yang diharapkan para pengajar Tk Bhakti Bunda mampu menghasilkan media pembelajaranbaru, dan berkontribusi pada pengalian dan pengembangan pemanfaatan perca kain dengan tujuanmengurangi sampah kain
Citra Preman Sopan dalam Sinetron Berjudul Preman Pensiun 4 di RCTI
Melihat citra lain dari sosok preman yang ditampilkan dalam sinetron Preman Pensiun
Samsoedi dalam Pengembangan Karya Sastra Anak Melalui Novel Babalik Pikir
Pemahaman bahwa setiap karya tidak ada yang benar-benar mandiri. Kemudian pengetahuan untuk mengkaji bahwa setiap karya selalu mempunyai karya sastra lain sebagai landasan dalam penciptaan. Pembahasan ini mengungkap adanya bentuk-bentuk hipogram yang terdapat dalam novel BP melalui analisis struktur teks cerita berupa unsur alur, latar, tokoh, dan tema dengan karya sastra yang melatarbelakanginya yaitu novel CBT, CBM dan CSD. Dalam penciptaannya novel BP memiliki keterkaitan dengan realitas sosial, budaya dan unsur kesejarahannya. Keterkaitan tersebut menjadikan BP memiliki fungsi dan makna mengenai inovasinya terhadap unsur-unsur yang ada. Penegasian terhadaprealitas sosial mengenai pendidikan pada awal abad ke-20 di Bandung serta penegasian terhadap segala perbuatan buruk, sikap menerima setiap konsekuensi dari setiap perbuatan. Bentuk penegasan terhadap sastra anak sebagai media yang ideal untuk pendidikan, pembentukan, dan pengembangan karakter anak serta untuk menyampaikan pesan moral mengenai setiap tindakan akan mendapatkan konsekuensi.Kata Kunci: Samsoedi, Novel Anak, Intertekstua
ESTETIKA INTERIOR RUMAH JAWA DALAM ALIH FUNGSI RUMAH JAWA MENJADI RESTORAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya rumah Jawa yang dibongkar dan digunakan kembali menjadi bangunan restoran. Rumah Jawa sebagai rumah tempat tinggal masyarakat Jawa yang penuh makna filosofis dan simbolis diubah menjadi tempat makan dan minum yang bersifat publik. Penggunaan rumah Jawa menjadi restoran banyak mengabaikan fungsi, makna, dan penataan interiornya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perubahan estetika interior rumah Jawa dalam alih fungsi menjadi restoran yang disebabkan karena adanya perubahan budaya masyarakat pendukungnya. Untuk mencapai tujuan digunakan penelitian kualitatif interpretatif dengan pendekatan estetika. Hasil penelitian adalah alih fungsi rumah Jawa baik berbentuk joglo maupun limasan lebih didasarkan pada pemenuhan selera penggunanya, baik selera pengunjung maupun selera pemilik yang dimaksudkan sebagai daya pikat bagi pengunjung. Etika budaya dan tradisi sudah mulai dihilangkan. Orang hanya melihat bentuk rupa yang indah sebagai daya tarik saja. Selera estetis hanya didasarkan pada permukaan benda, tanpa melihat nilai filosofis dan maknanya dibalik benda indah itu sendiri. Perubahan ini akan menyebabkan adanya perubahan estetika, yaitu dari estetika Jawa menjadi estetika selera
Otoritas Estetik pada Pertunjukan Tari Dolalak di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
The Dolalak dance in Purworejo Regency is interesting to observe because it has developed with a creative appearance. At first Dolalak was presented by male dancers who seemed dashing, but with the presence of female dancers Dolalak appeared coquettish or cool. This happens because of the aesthetic authority exercised by the artists, both the composing artists and the performers. The purpose of this study was to identify and analyze the authority associated with the aesthetic touch performed by a dance leader and choreographer for the Dolalak dance, namely Melania Sinaring Putri. This research is a qualitative research used to look at the cultural phenomena of the Dolalak dance performance with a social approach that uses the theory of authority, the theory of work on, and the theory of dance creation. Data collection was carried out by way of literature study and interviews. The results of this study can be concluded that Dolalak is currently experiencing quite encouraging developments because of the creative touch of the artists as the owners.
Keywords: Dolalak, authority, aesthetics, and work on
MUTE: Duet Bahasa Isyarat dalam Komposisi Kontemporer
Mute merupakan sebuah penelitian karya komposisi musik yang memiliki ide dan konsep
dituangkan dalam sebuah skor musik. Mute merupakan karya komposisi yang dilatarbelakangi
genre musik kontemporer menggunakan tangga nada diatonik (tangga nada D Mayor) dan
pentatonik (G-B-C-D-As). Karya tersebut merupakan duet melalui tutur bahasa dan digital
piano dimana pemainnya menggunakan teknik tone cluster dan pointilism dengan staccato
yang dikaitkan sebagai bahasa isyarat. Konsep karya Mute terletak pada permainan tutur bahasa
melalui aksen bicara sebagai bahasa isyarat yang menggambarkan rasa marah, sedih, kesal dan
dipadukan dengan bunyi suara detak jam dinding. Komposer juga sebagai peneliti melakukan
berbagai percobaan-percobaan untuk menghasilkan sebuah karya komposisi dengan melakukan
metode kualitatif, practice-based, practice-led dan ethnographic. Kekuatan pada karya tersebut
adalah bagaimana menghubungkaitkan ide ke dalam konsep dan menjadi sebuah karya baru
yang dapat dipergunakan oleh khalayak ramai sebagai literatur. Karya komposisi Mute sudah
dipertunjukkan di konser North Sumatera Festival in Collaboration With World Music di kota
Medan, Sumatera Utara dan sudah terdaftar secara HAKI.
Kata Kunci: Tutur Bahasa, Piano Digital, Musik kontemporer, Karya Komposis