E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
1925 research outputs found
Sort by
Kotekan Technique As An Idea For The Creative Process In Music Creation
The creative process in the creation of musical works is a multifaceted journey that begins with the acquisition of ideas or inspirations. These ideas are transformed into musical concepts, which are then meticulously developed into compositions that are played using a variety of instruments, each representing the unique vision of the creator or composer. This transformation reaches its conclusion in the realisation of the compositions in the form of live performances, which may be experienced as both audio-visual experiences and music recordings. It is also noteworthy that this creative process has the additional function of serving educational purposes. Such activities have the potential to encourage collective action and community engagement, thereby strengthening social solidarity among participants. This research employs an interpretative qualitative methodology, drawing upon literature studies, audio-visual sources, and the empirical experiences of the researcher as both a musician and educator in the field of music. This interpretative approach entails a meticulous examination of selected and organized data through the triangulation of multiple sources. The interpretative phase is enhanced by a synthesis of creative processes and theoretical frameworks, thereby facilitating a comprehensive understanding of the complex relationship between musical creation and its cultural implications. This study illuminates the significance of the creative process in both individual and communal contexts, demonstrating its capacity to shape musical identity and foster social connections
KARAKTERISTIK SOUND PADA MUSIK TERAPI UNTUK ADHD DEWASA
Isu esehatan mental adalah kekhawatiran yang memengaruhi manusia sepanjang hayat. ADHD merupakan
gangguan pada struktur otak dan neurotransmitter yang memengaruhi dopamin pada frontal cortex.
Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang mengalami kendala dalam bekerjasama dengan lingkungan
sosialnya. Kesulitan bekerjasama inilah yang selanjutnya dapat memantik stress dan berujung pada masalah
mental berat. Metode terapi musik pada orang dengan ADHD masih tergolong langka, meski sudah banyak
penelitian yang mendukungnya. Penelitian ini berusaha untuk melacak karakteristik bunyi dari musik terapi
untuk ADHD dewasa yang tersebar di platform Youtube. Metode yang digunakan adalah mix method
dengan metode sampling. Sample musik dianalisa dengan software Sonarwork4, Spektrum Meter pada
Studio One 5 dan Ayaic CoS 6. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa musik terapi memiliki karakter
spektrum, pola ritmik, alur melodi, tata suara yang berbeda dengan lagu industri.
Kata Kunci: ADHD, karakteristik, bunyi, musik terap
TIGA GAYA KETUK TILU DI TATAR SUNDA
Ketuk Tilu di Bandung Barat tepatnya di Kampung Pasir Haur Desa Bojong Koneng, Kecamatan
Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, sejak tahun 1985 sudah jarang manggung lagi karena tidak ada yang
mengundang di tempat hajatan atau selamatan pernikahan, khitanan anak maupun hiburan hajatan lainnya.
Vakumnya panjak Ketuk Tilu tidak manggung atau dipertunjukan oleh karena pada saat itu munculnya tari
jaipongan, sehingga kesenian tersebut tergeser popularitasnya, bahkan tersisihkan karena dianggap tidak
menarik bagi kalangan kaum generasi muda. Ketuk Tilu dianggap sudah ketinggalan zaman, maka para
panjak maupun ronggeng akhirnya mencari aktivitas lain untuk menyambung sumber penghasilan
hidupnya di kesenian lain yang masih digemari oleh masyarakat, sehingga para pelaku kesenian Ketuk Tilu
vakum dengan sendirinya. Salah satu upaya untuk mencoba menghidupkan kembali tari Ketuk Tilu yaitu
melalui revitalisasi dengan cara menampilkan kembali gerak tari Ketuk Tilu beserta lagu-lagunya, serta
memodifikasi penampilan secara keseluruhan seperti koreografi, karawitan, dan kostumnya. Tujuan
penelitian ini untuk menghidupkan kembali Tari Ketuk tilu dengan cara merevitalisasi agar kembali hidup
dan disenangi oleh masyarakat serta dapat menjadi mata pencaharian bagi para seniman pendukungnya.
Sudut pandang yang digunakan dalam penelitian ini yaitu revitalisasi. Metode yang digunakan adalah
metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif analisis, dengan teknik pengumpulan data berupa studi
pustaka, observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menjadi
insfirasi dan memotivasi masyarakat untuk berkreasi secara langsung menata tari ketuk tilu secara utuh.
Kata Kunci: revitalisasi, tari ketuk til
PROSES KREATIF PENCIPTAAN KARYA PUBLIC FURNITURE MEMORIAL ART UNTUK EMMERIL KAHN MUMTADZT
Karya seni publik dalam bentuk furniture memorial art telah menjadi sarana yang penting dalam merayakan
dan memperingati tokoh-tokoh berpengaruh dalam masyarakat. Penelitian ini menggambarkan proses
kreatif dalam menciptakan karya furniture memorial art yang diperuntukkan untuk Emmerial Kahn
Mumtadzt, seorang tokoh muda putra Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk menjelaskan bagaimana proses kreatif ini dapat menghasilkan karya seni publik yang
mengesankan dan bermakna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen
dengan pendekatan design thinking. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan seniman yang terlibat
dalam penciptaan karya furniture memorial art ini, observasi selama proses pembuatan, serta analisis
tulisan-tulisan ilmiah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan design thinking untuk
memahami perjalanan proses kreatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses kreatif dalam
menciptakan karya furniture memorial art untuk Emmerial Kahn Mumtadzt melibatkan beberapa tahap di
antaranya empathize, define, ideate, prototype and test yang menghasilkan karya bentuk furniture memorial
art tiga dimensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa proses kreatif dalam menciptakan karya
furniture memorial art. Karya seni publik seperti ini memiliki potensi untuk menginspirasi dan
mempersatukan masyarakat, sambil tetap memperingati dan menghormati tokoh yang diabadikan. Dengan
demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana kreativitas dapat
digunakan untuk tujuan yang bermakna dalam seni publik.
Kata kunci: Karya Seni, Seni Publik, Memorial Art, Limbah, Busa PE Foa
POTENSI SENI TARAWANGSA DI DESA BANDASARI SEBAGAI PELUANG PENUNJANG PENGEMBANGAN WISATA DI KAB. BANDUNG
EKSPLORASI PENGOLAHAN NATURAL PIGMENT BUNGA KENIKIR DAN PENGAPLIKASIANNYA PADA BERBAGAI MEDIA BERBASIS BAHAN ALAMI
MODIFIKASI TRADISI RITUAL LARUNG SEBAGAI MODEL PENGEMBANGAN KONTEN PARIWISATA BUDAYA BERBASIS RELIGI DAN SENI DI WADUK JATIGEDE KABUPATEN SUMEDANG
Tulisan ini merupakan perasan dari hasil penelitian yang mengangkat tema tentang peristiwa budayaberbasis religi dan seni, yang tersaji pada pelaksanaan tradisi ritual Larung Jati Gede di KabupatenSumedang. Pembahasannya meliputi; aspek kesejarahan ritual Larung dan aspek-aspek pembentuknya,struktur pelaksanaan ritual Larung, unsur-unsur pendukung ritual, dan model pengkemasan ritualPenelitian ini menggunakan metode Deskriptif Analisis dengan cara mengumpulkan sejumlah data darisumber-sumber terkait, lalu dianalisis dan diinterpretasi dengan pendekatan konsep Modivikasi Budayadalam perhelatan tradisi ritual Larung. Pembahasan utama dititik beratkan kepada struktur pelaksanaanritual Larung, yaitu pra ritual, pelaksanaan ritual dan pasca ritual. Adapun aspek kajian lainnya sebagaitemuan dari hasil penelitian adalah sebagai berikut; pengekemasan seni pertunjukan sebagai pendukungritual Larung, prosesi Ziarah kubur ke makam leluhur di lahan relokasi makam sebagai bagian dari rangkaianritual larung, penataan artistik di area ritual Larung sebagai daya tarik ritual larung format baru,tari Umbul sebagai ikon ritual Larung, menghadirkan stan-stan ekonomi keratif masyarakat setempat sebagaikonten pariwisata budaya berbasis religi dan seni,dan penyajian Lawung Budaya Kasumedangan