E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
    1925 research outputs found

    REPRESENTASI PESAN MORAL DALAM FILM “THE THEORY OF EVERYTHING” (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)

    Get PDF
    ABSTRACT Film is not far from the word work of art, a film is not foreign to society by presenting entertainment, experiences, and new knowledge for the audience. The film directed by James Marsh entitled “The Theory Of Everything” is a genre film Biography, Drama, Romance which contains a lot of moral message to the first love story of Stephen Hawking’s life journey that led him to become a famous and successful physicist. The film is adapted from Jane’s 2007 book “Traveling to Infinity: My Life With Stephen”. The author aims (1) description of the meaning of Denotation in the film “The Theory Of Everything” by James Marsh (2) description of the meaning Connotation in the film “The Theory Of Everything” (3) Knowing myths in the film “The Theory Of Everything”. The theory used by the author is the theory of Roland Barthes using semiotic analysis consisting of Denotation, Connotation and Myth. The result obtained by the author are related to the representation of moral messages from Stephen Hawking in the film “The Theory Of Everything” the author finds a representation of Stephen Hawking’s life journey as a student majoring in Astrophysics by identifying the Denotation, Connotation and Myth in the scenes in the film “The Theory Of Everything” this research uses qualitative with Roland Barthes semiotic analysis approach. ABSTRAK Film tidak jauh dari kata karya seni, sebuah film bukan hal asing bagi masyarakat dengan menyajikan hiburan, pengalaman, dan pengetahuan baru bagi penonton. Film yang disutradarai oleh James Marsh berjudul “The Theory Of Everything” merupakan film bergenre Biography, Drama, Romance yang mengandung banyak tentang pesan moral hingga kisah cinta pertama dari Stephen dengan berbagai lika-liku perjalan hidup Stephen Hawking yang membawanya menjadi seorang fisikawan terkenal dan sukses. Film ini diadaptasi dari buku yang ditulis oleh Jane tahun 2007 lalu yang berjudul “Traveling to Infinity: My Life With Stephen”. Penulis bertujuan (1) deskripsi makna Denotasi dalam film “The Theory Of Everything” karya James Marsh (2) deskripsi makna Konotasi dalam film “The Theory Of Everything” (3) Mengetahui mitos dalam film “The Theory Of Everything”. Teori yang digunakan penulis adalah teori Roland Barthes dengan menggunakan analisis semiotika yang terdiri dari Denotasi, Konotasi dan Mitos. Hasil yang diperoleh penulis berkaitan dengan representasi pesan moral dari Stephen Hawking dalam film “The Theory Of Everything” penulis menemukan representasi perjalanan hidup Stephen Hawking sebagai mahasiswa jurusan Astrofisika dengan mengidentifikasi Denotasi, Konotasi dan Mitos yang ada dalam scene-scene dalam film “TheTheory Of Everything” penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes

    REJUVENATING SCRIPT FORMAT: THE USE OF EMOJI IN SCRIPTWRITING (A CASE STUDY ON "KENAPA GUE?" IN OTT VIDIO SERIES)

    Get PDF
    ABSTRACT This research explores the rejuvenation of script format through the innovative incorporation of emojis in scriptwriting. Despite their widespread use in digital communication, emojis have not been conventionally integrated into film scripts. This study aims to investigate the strategic use of emojis as visual elements to enrich communication and evoke emotions effectively in the film narrative. A key case study analyzed in this research is the Indonesian web series, "Kenapa Gue?", produced by Vidio Originals. This series dominantly capture lives on computer and smartphone screens, adeptly weaving together various digital platforms to craft a captivating mystery. Emojis play a pivotal role in "Kenapa Gue?" by visually conveying character emotions and enhancing the authenticity of dialogue. Through an in-depth examination of the impact of including emojis in scripts, this study examines the potential benefits and challenges. By conducting surveys and analyzing the case study, we explore how the creative integration of emojis fosters a more engaging and collaborative environment during production, ultimately elevating the film narrative. This research introduces a novel perspective on scriptwriting, highlighting the seamless blend of emojis with contemporary storytelling. By advocating for the inclusion of emojis as expressive tools within scripts, this study positions emojis as valuable assets in the film industry, rejuvenating the art of scriptwriting and elevating cinematic expression. In conclusion, this study bridges the gap in conventional scriptwriting practices, inspiring filmmakers and scriptwriters to harness the communicative power of emojis. Embracing emojis as an integral part of the script format unlocks exciting possibilities for invigorating storytelling in the digital age, making it a key catalyst for modern cinematic innovation. ABSTRAK Penelitian ini mengeksplorasi peremajaan format naskah dengan adanya pemakaian emoji dalam penulisan naskah. Meskipun penggunaannya luas dalam komunikasi digital, emoji belum diintegrasikan secara konvensional ke dalam naskah film. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki strategi penggunaan emoji sebagai elemen visual untuk memperkaya komunikasi dan membangkitkan emosi secara efektif dalam narasi film. Studi kasus utama yang dianalisis dalam penelitian ini adalah serial web berbahasa Indonesia, “Kenapa Gue?”, yang diproduksi oleh Vidio Originals. Serial ini secara dominan menampilkan kehidupan di layar komputer dan ponsel pintar, dengan lihai merangkai berbagai platform digital untuk menciptakan sebuah misteri yang menawan. Emoji memainkan peran penting dalam "Kenapa Gue?" dengan menyampaikan emosi karakter secara visual dan meningkatkan keaslian dialog. Melalui kajian mendalam mengenai dampak penyertaan emoji dalam skrip, penelitian ini mengkaji potensi manfaat dan tantangannya. Dengan melakukan survei dan menganalisis studi kasus, dieksplorasi bagaimana integrasi kreatif emoji menumbuhkan lingkungan yang lebih menarik dan kolaboratif selama produksi, yang pada akhirnya meningkatkan narasi film. Penelitian ini memperkenalkan perspektif baru tentang penulisan naskah, menyoroti perpaduan antara emoji dan pengisahan cerita kontemporer. Dengan menganjurkan penyertaan emoji sebagai alat ekspresi dalam naskah, penelitian ini memposisikan emoji sebagai aset berharga dalam industri film, meremajakan seni penulisan naskah, dan meningkatkan ekspresi sinematik. Kesimpulannya, penelitian ini menjembatani kesenjangan dalam praktik penulisan naskah konvensional, menginspirasi pembuat film dan penulis naskah untuk memanfaatkan kekuatan komunikatif emoji. Menggunakan emoji sebagai bagian integral dari format naskah, membuka kemungkinan menarik untuk memperkuat penyampaian cerita di era digital, menjadikannya hal utama bagi inovasi sinematik modern

    TRADISI RITUAL PENJAMASAN JIMAT DI DESA KALISALAK, KABUPATEN BANYUMAS (TAFSIR ATAS SIMBOL DAN MAKNA)

    Get PDF
    ABSTRAK Dalam penelitian ini penulis membahas mengenai simbol dan makna pada tradisi ritual Penjamasan Jimat di desa Kalisalak, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Analisis penelitian menggunakan teori interpretatif simbolik Geertz terhadap simbol dan makna pada jimat yang di jamas. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan prosesi penjamasan, simbol dan makna ritual Penjamasan Jimat, dan manfaat ritual bagi kehidupan masyarakat. Adapun manfaat penelitian ini diharapkan dapat menambah perkembangan ilmu pengetahuan khususnya pada bidang Antropologi Budaya. Manfaat praktis dari penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar tentang sejarah, simbol, serta makna upacara ritual tradisi Penjamasan Jimat dimana dapat dijadikan sebagai suatu bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan pada akhirnya bisa dipahami bahwa upacara tradisi ini adalah suatu bentuk pelestarian dan rasa menghargai pada peninggalan nenek moyang untuk tetap dijaga bersama. Hasil penelitian menemukan adanya simbol dan makna di setiap bagian baik artefak jimatnya maupun sarana rritualnya, terungkap adanya manfaat dari ritual penjamasan. Kata kunci: Penjamasan Jimat, Interpretatif Simbolik, Makna, Manfaat Bagi Masyarakat ABSTRACT In this study, the author discusses the symbols and meanings of the Penjamasan Jimat ritual tradition in the village of Kalisalak, Banyumas Regency. This research uses descriptive analytic method. The research analysis uses Geertz\u27s symbolic interpretive theory of the symbols and meanings of the amulets in the jamas. The purpose of this study is to describe the penjamasan procession, the symbol and meaning of the talisman penjamasan ritual, and the benefits of the ritual for people\u27s lives. The benefits of this research are expected to increase the development of science, especially in the field of Cultural Anthropology. The practical benefits of this research are expected to provide benefits to the surrounding community regarding the history, symbols, and meanings of the traditional ritual ceremony of the talisman penjamasan which can be used as a form of gratitude to God Almighty and in the end it can be understood that this traditional ceremony is a form of preservation. and a sense of respect for the heritage of our ancestors to be maintained together. The results of the study found that there were symbols and meanings in each part of both the talisman artefact and the ritual means, revealing the benefits of the penjamasan ritual. Keywords: Penjamasan Jimat, Interpretative Symbolic, Meaning, Benefits for Society

    MAKNA DAN SIMBOL TRADISI BROKOHAN DI DESA KLAMPISAN

    Get PDF
    ABSTRAK Di Indonesia, terdapat beragam tradisi, termasuk di antaranya adalah upacara menyambut kelahiran bayi. Seperti yang diterapkan oleh masyarakat Desa Klampisan, setiap kali ada yang baru melahirkan, mereka melaksanakan suatu tradisi yang dikenal sebagai brokohan. Penelitian ini berusaha menggali tentang tradisi brokohan yang dilakukan oleh warga Desa Klampisan sekaligus mencari makna dan simbol dalam tradisi tersebut. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Penggalian data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Teori yang dipakai dalam peneltian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Tradisi Brokohan merupakan tradisi yang masih dilestarikan di Desa Klampisan. Sebagaimana tradisi-tradisi lainya tradisi brokohan mengalami penyesuaian dengan nilai-nilai ajaran gama Islam. Tradisi Brokohan dilakuakan dengan acara doa bersama dan diakhiri dengan acara berkatan (sajian). Dan setiap sajian tersebut mengandung makna filosofis tersendiri. Di antara sajian-sajian yang disajikan dalam acara brokohan di Desa Klampisan adalah Nasi ambengan, jenang merah. Ingkung, telur dan urap-urap. Kata kunci: Brokohan; sajian; makna. ABSTRACT In Indonesia, a variety of traditions exists, one of which revolves around welcoming the birth of a newborn. As practiced by the residents of Klampisan Village, whenever someone gives birth, they engage in a customary ritual known as brokohan. This study aims to delve into the brokohan tradition, seeking to unveil the meanings and symbols embedded in this cultural practice. Qualitative research methods are employed, utilizing observation and interview techniques for data collection. The theoretical framework applied in this study draws upon Roland Barthes\u27 semiotic theory. The findings of this investigation uncover that the Brokohan Tradition continues to thrive in Klampisan Village. Similar to other traditions, the brokohan ritual has adapted to align with the values espoused by Islamic teachings. The tradition involves a collective prayer event and culminates with a berkatan (serving) ceremony, where each dish holds its own philosophical significance. Among the dishes presented during the brokohan ceremony in Klampisan Village are Nasi Ambengan, red porridge (jenang merah), Ingkung (a traditional Javanese chicken dish), eggs, and urap-urap (a Javanese salad). Keywords: Brokohan, dishes, meanings

    PELESTARIAN BUDAYA LOKAL KESENIAN GAMBANG KROMONG JALI PUTRA DI PERKAMPUNGAN BUDAYA BETAWI SETU BABAKAN JAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses pelestarian budaya lokal kesenianGambang Kromong Jali Putra di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan,Jakarta. Budaya lokalmerupakan identitas bagi daerahnya, salah satunya adalah kesenian tradisional. Kesenian tradisionalGambang Kromong ini lahir dari masyarakat Betawi melalui proses akulturasi dengan budaya Tionghoa.Perubahan zaman membuat kesenian tradisional ini terlupakan, karena generasi penerusnya lebihmenyukai kesenian modern. Maka dari itu Upaya seniman dan pemerintah dalam merawat dan melestarikanbudaya lokal khususnya kesenian tradisional Gambang Kromong harus optimal, agar tidakpunah. Tujuan dalam penelitian ini berkontriusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan di bidang senidan budaya, khsusunya kajian kesenian tradisional. Selain itu, tujuan lainnya agar dapat memotivasipara seniman dalam melestarikan dan merawat budaya lokal kesenian tradisional Gambang Kromong.Dalam penelitian kualitatif ini menggunakan metode etnografi. Teknik Pengambilan data dengan menggunakanobservasi, wawacara mendalam, dokumentasi, dan kajian pustaka

    KACAPI KAWIH WANDA ANYAR MANG KOKO SEBAGAI INSPIRASI IRINGAN MUSIK LAGU-LAGU KAWIH WANDA ANYAR

    Get PDF
    Tulisan ini menguraikan mengenai pengaruh salah satu karya Mang Koko yakni kacapi kawih wandaanyar yang dalam perkembangan eksistensinya menjadi salah satu sumber inspirasi dalam penyusunankarya seniman lain. Dengan meninjau beberapa lagu yang diciptakan oleh Amas Thamaswara, NanoS, dan Ubun Kubarsyah yang notabene merupakan para seniman besar yang di dalam karyanya terpengaruholeh garap kacapi kawih Mang Koko menggunakan pemecahan permasalahan bentuk danstruktur gending dari Suparli (2015) dan piranti garap dari Supanggah (2007), diharapkan dapat dilihatindikasi bahwa selain mang Koko produktif menciptakan karya-karya seni karawitan Sunda, jugakaryanya tersebut memberi pengaruh yang besar terhadap karya-karya seniman lain. Dengan demikianapabila hal tersebut tergambarkan, diharapkan menjadi semacam stimulus bagi seniman hari ini dalammenyusun kreativitas seni agar dapat memiliki nilai kontribusi yang lebih baik bagi perkembangandunia seni karawitan Sunda

    Koreografi Interkultural: Mengkokohkan Identitas Budaya Melalui Kolaborasi Seni Pada Bandung Isola Performing Art Festival (BIPAF)

    Get PDF
    Artikel ilmiah ini memaparkan proses penciptaan karya tari yang berbasis blended interkultural pada panggung Bandung Isola Performance Art Festival (BIPAF) dengan melibatkan koreografer dari Indonesia, Belanda, India, Malaysia dan Amerika secara virtual dan nyata. Koreografi interkultural adalah kolaborasi antara elemn-elemen seni dari budaya yang berbeda sehingga terjadinya pertukaran ide, gerak, musik dan tradisi budaya yang berbeda. Kegiatan ini merupakan bentuk seni yang menginspirasi dan menghubungkan orang dari berbagai latar belakang budaya. Metode yang digunakan adalah action research. Melalui paradigma kualitatif, metode ini digunakan untuk mendeskripsikan data secara aktual, realistik, dan sistematis dalam menciptakan karya tari kolaborasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi partisipatif, studi dokumen, diskusi kelompok terfokus, dan refleksi. Hasil penelitian adalah terciptanya koreografi baru dalam teknik penciptaan karya tari antar negara pada panggung BIPAF melalui konsep blended interkultural. Pertunjukan koreografi interkultural secara blended bermanfaat untuk para koreografer, penari, komposer, animator dan pelaku seni lainnya dalam mencipta koreografi interkultural dari proses kolaborasi dengan menciptakan kesempatan untuk berbagi pengetahuan, teknik dan pengalaman budaya yang berbeda yang tidak terpisahkan oleh ruang dan waktu

    TOPONIMI SUMENEP MADURA DALAM PERSPEKTIF TRADISI LISAN

    Get PDF
    Nusantara memiliki ribuan narasi budaya yang berharga untuk ditelusuri dan dilestarikan. Begitu pula dengan isu kerajaan Matahari yang memimpin dunia dalam komunitas Sunda, serta isu komunitas Madura. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif-etnografi dengan pendekatan interdisipliner mencakup mitologi, toponimi, semiotika, tinggalan batu purba dan bukti kebahasaan yang masih hidup di masyarakat. Metode pengumpulan data penelitian mencakup (a) metode dokumentasi, (b) metode observasi, dan (c) metode wawancara bebasmendalam. Data dianalisis dengan menggunakan analisis etnografi model Spradley dipadukan dengan analisis model alir interaktif. Memori kolektif hadir melalui mitos, bahasa, toponimi, dan lainnya yang akan digunakan peneliti untuk menemukan gambaran Madura purba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kata Sumenep berasan dari Songennep, yang secara geografis Sumenep memiliki gua-gua yang menjadi penguat kata Song/ Rong dan dataran rendah atau lembah/ ngarai pada nama awal Songennep. Sistem penamaan wilayahnya Sumenep didasarkan pada kondisi geografis dan sosio-budayanya. Adapun secara mitologis dapat disimpulkan bahwa nama Madura memiliki hubungan secara simbolik terkait dengan mitologis Raja Matahari. Madura secara linguistik merupakan gabungan kata Manu Pandu Raya yang berarti Raja Cahaya. Kata kunci: Toponimi, Madura, Mitologi, SumenepThe archipelago has thousands of valuable cultural narratives to be explored and preserved. Likewise with the issue of the sun kingdom which leads the world in the Sundanese Community. Likewise with the issue of the Madurese community. This study uses a qualitative-ethnographic design with a multi-interdisciplinary approach including mythology, toponymy, semiotics, ancient stone remains and evidence of languages that still live in society. Research data collection methods include (a) documentation method, (b) observation method, (c) in-depth interview method, and (d) focused discussion (FGD). Data were analyzed using the ethnographic analysis model of Spradley combined with an interactive flow model analysis. In a psychological perspective, the meaning of toponymy is related to the subconscious of society through the inheritance system from generation to generation. This subconscious collective memory becomes innate knowledge that tends to be instinctive. Collective memory is present through myths, language, toponymy, and others that will be used by researchers to find a picture of ancient Madura. The name Madura is symbolically related to the mythological Sun King. Madura linguistically is a combination of the words Manu Pandu Raya which means King of Light. Keywords: Toponymy, Madura, Mythology, Tourism Industry ABSTRAK Nusantara memiliki ribuan narasi budaya yang berharga untuk ditelusuri dan dilestarikan. Begitu pula dengan isu kerajaan Matahari yang memimpin dunia dalam komunitas Sunda). Begitu pula dengan isu komunitas Madura. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif-etnografi dengan pendekatan multiinterdisipliner mencakup mitologi, toponimi, semiotika, tinggalan batu purba dan bukti kebahasaan yang masih hidup di masyarakat. Metode pengumpulan data penelitian mencakup (a) metode dokumentasi, (b) metode observasi, (c) metode wawancara bebas-mendalam, dan (d) diskusi terpumpun (FGD). Data dianalisis dengan menggunakan analisis etnografi model Spradley dipadukan dengan analisis model alir interaktif. Dalam perspektif psikologi pemaknaan toponimi terkait dengan alam bawah sadar masyarakat melalui sistem pewarisan dari generasi ke generasi. Memori kolektif bawah sadar tersebut menjadi pengetahuan bawaan yang cenderung instingtif. Memori kolektif hadir melalui mitos, bahasa, toponimi, dan lainnya yang akan digunakan peneliti untuk menemukan gambaran Madura purba. Nama Madura memiliki secara simbolik terkait dengan mitologis Raja Matahari. Madura secara linguistik merupakan gabungan kata Manu Pandu Raya yang berarti Raja Cahaya. Kata kunci: Toponimi, Madura, Mitologi, Industri Wisat

    Pengembangan Potensi Atraksi Wisata Gastronomi Berkelanjutan Berbasis Masyarakat Lokal di Kampung Lembur Sawah, Kota Bogor

    Get PDF
    Kampung Lembur Sawah berlokasi di tengah Kota Bogor dan kaya akan potensi wisata gastronomi. Pengembangan berkelanjutan berbasis masyarakat lokal diperlukan untuk melengkapi atraksi wisata dan meningkatkan pengalaman wisatawan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi wisata gastronomi dan pengembangannya berdasarkan sudut pandang masyarakat lokal yang tergabung dalam Kompepar Mulyaharja sebagai pengelola. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif. Data primer diperoleh melalui observasi langsung serta wawancara dengan informan yang mewakili para pemangku kepentingan terkait pengelolaan wisata di Kampung Lembur Sawah. Data sekunder diperoleh melalui dokumen desa, artikel jurnal, dan laporan kerja terkait pengembangan wisata di Kampung Lembur Sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Lembur Sawah memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata gastronomi. Inventori gastronomi harus dilakukan pendaftaran HAKI sebagai upaya pelestarian. Kata kunci: wisata gastronomi, pariwisata berbasis masyarakat, Kampung Lembur SawahKampung Lembur Sawah is possess significant potential for gastronomic tourism. It is necessary to implement local community-based sustainable development initiatives in order to enhance tourism attractions and optimize the tourist experience. This study aims to assess the potential of gastronomic tourism and explore the possibilities for development from the perspective of local communities who are part of Kompepar Mulyaharja as managers. This research employs an exploratory qualitative methodology. Gathering main data which conducted by directly observing and interviews with informants who represented stakeholders involved in the administration of tourism in Kampung Lembur Sawah, and the secondary data was obtained from empirical data, journal articles, and fact sourced from a combination of literature. The findings indicated that Kampung Lembur Sawah have an attractive gastronomic potential. It is necessary to officially document gastronomic inventory in order to protect them as a part of an intellectual property rights preservation initiative. Keywords: gastronomic tourism, community-based tourism, Kampung Lembur Sawah

    Relevansi Ajaran Hastha Brata dalam Pertunjukan Wayang Terhadap Kepemimpinan Zaman Sekarang

    Get PDF
    ABSTRAK Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji relevansi ajaran Hastha Brata dalam pertunjukan wayang terhadap kepemimpinan zaman sekarang. Ajaran Hastha Brata bersumber dari berbagai kitab yang dipresentasikan melalui pertunjukan wayang lakon Wahyu Makutharama. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan telusur internet. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (a) kosmologi Jawa sebagai sumber pengetahuan tentang hakikat kehidupan manusia; (b) ajaran Hastha Brata dalam pertunjukan wayang lakon Wahyu Makutharama merupakan intisari ajaran kepemimpinan; dan (c) ajaran Hastha Brata memberikan landasan bagi kepemimpinan ideal di zaman sekarang. Temuan dari tulisan ini mengungkapkan bahwa ajaran Hastha Brata dalam pertunjukan wayang dapat dijadikan sebagai pondasi kepemimpinan yang kompleks untuk mewujudkan sosok pemimpin yang ideal di masa sekarang.Kata kunci: kosmologi Jawa, Hastha Brata, pertunjukan wayang, kepemimpina

    1,711

    full texts

    1,925

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇