E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
1925 research outputs found
Sort by
Mainan Tradisional: Media Aktivitas Fisik dan Penanaman Nilai Pancasila Kepada Anak
Pendidikan adalah satu aspek yang perlu selalu berkembang dan dikembangkan untk kelangsungan hidup manusia. Pasalnya, kehidupan manusia pun selalu berkembang dan memunculkan kebutuhan dan keharusan baru seiringnya. Namun demikian, perkembangan bukan melulu mengenai membuka hal baru dan mencipta kebaruan. Kebaruan bisa tercipta dari ilmu makna zaman dahulu atau teknologi yang digunakan pada masa lampau. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan Mainan Tradisional. Faktanya, mainan tradisional bukan hanya sebuah alat hiburan anak, namun juga media pendidikan karakter anak. Lebih dari itu, karena karakteristiknya, semua mainan tradisional selalu dikaitkan dengan aktivitas fisik anak sehingga secara tidak langsung menjadi wahana anak untuk meningkatkan kemampuan fisiknya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Objek penelitian sendiri adalah anak dengan menyasar pada analisis perubahan tingkah laku anak menuju pengamalan nilai Pancasila sekaligus mengarah pada aktivitas fisik anak untuk peningkatan kesehatannya
Artistic Affordance in Virtual Reality Painting
Kemunculan Virtual Reality (VR) memungkinkan kegiatan melukis dilakukan di dunia maya,
menawarkan media seni yang unik dengan sifat yang sangat berbeda dengan media seni
konvensional. Perbedaan materialitas ini berpotensi menghasilkan alternatif media baru, sebuah
teori yang dikemukakan oleh Gibson tentang bagaimana suatu lingkungan/sistem menawarkan
alternatif berkreasi yang baru. Pada penelitian ini dilakukan eksperimen untuk mengeksplorasi
pengalaman pembuatan karya seni dalam ranah virtual menggunakan software VR-Pain. Kami
menggunakan pendekatan kualitatif heuristik yang terdiri atas keterlibatan awal, pencelupan,
inkubasi, iluminasi, penjelasan, dan sintesis kreatif. Pada proses penelitian, ditemukan bahwa
kemungkinan berkreasi dengan VR-Pain dihasilkan dari kuas virtual. Simulasi lukisan dalam
VR juga melahirkan sense of agency, yaitu rasa kontrol seniman saat menciptakan karya seni
pada lingkup virtual. Studi ini mengusulkan konsep baru keterjangkauan artistik dalam VR,
yang mengacu pada segala sesuatu di lingkungan virtual yang memengaruhi proses kreatif
dan ekspresi artistik selama pembuatan seni VR. Pemahaman terhadap kemampuan artistik
membantu mengomunikasikan fungsionalitas dan kegunaan VR ke sarana kreatif dan artistik
serta dapat meningkatkan kepuasan dan keterlibatan pengguna dalam praktik pembuatan seni.
Studi ini menunjukkan bahwa diperlukan kolaborasi antara umpan balik diperlukan pengembang,
peneliti, dan seniman untuk merancang antarmuka pengguna atau pilihan tools dalam sistem
VR yang lebih kaya sehingga akan menjadikan VR sebagai media artistik yang lebih baik.
Kata Kunci: alternatif-media-baru, lukis, rasa-kontrol, seni, virtual-realit
Pemanfaatan Ruang Publik Bagi Pengembangan Wisata Berbasis Seni Budaya Lokal
Ruang publik merupakan elemen penting dalam pengembangan pariwisata budaya, khususnya sebagai ruang bagi disajikannya atraksi seni. Dorongan pemerintah melalui UU Kepariwisataan Nomor 10 tahun 2009 dan UU Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 tahun 2017 telah mendorong sejumlah kelompok masyarakat berinisiatif dalam mengembangkan ruang publik untuk kepentingan pengembangan seni budaya lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui pariwisata budaya. Salah satunya dalah Rumah Budaya CKLT di desa Cijambe kecamatan Cikelet, Garut, yang memiliki fokus pada pendampingan dalam rekonstruksi maupun revitalisasi seni tradisi dan penyelenggaraan kegiatan budaya yang dikemas menjadi daya tarik wisata. Melalui pendekatan participatory action research (PAR), penelitian ini menekankan pentingnya aspek pemberdayaan masyarakat, dan keterlibatan masyarakat secara aktif dalam penelitian. Metode dalam pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan FGD. Community-based tourism merupakan konsep penting dalam melihat keterlibatan masyarakat dalam pengemasan paket wisata ini. Hasilnya adalah 1) pendeskripsikan potensi seni dan aktivitas budaya di desa yang dapat menjadi materi atau bahan dalam pengemasan paket seni, 2) ruang publik di Rumah Budaya CKLT didesain sedemikian rupa agar dapat memenuhi fungsi ruang atraksi seni budaya yang dapat manjadi tujuan dari kunjungan pariwisata, 3) pengemasan paket wisata seni dapat dikembangkan sebagai sarana untuk peningkatan ekonomi masyarakat
Kata kunci: ruang publik, pariwisata budaya, pengemasan seni budaya, peningkatan ekonom
Janda Dirah Sosok Perempuan dalam Tata Nilai Sosial
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebuah karya tari yang berjudul Tari “Janda Dirah”
yang merupakan karya tari kontemporer yang berakar dari sebuah prosa lirik tulisan Toeti
Heraty. Tari ini mengedepankan sisi keperempuanan dengan mengambil peran perempuan
bernama Calonarang dan Ratna Manggali sebagai seorang janda beranak satu. Peranan perempuan dalam konsepnya sangat kental dengan adanya suatu bentuk emansipasi perempuan
pada masa lampau yang dapat diteladani pada masa kini. Sosok perempuan pada zamannya berbeda, tetapi hakikatnya sama dalam berjuang mengarungi kehidupannya. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dan deskriptif analisis yang pengumpulan datanya dengan
cara observasi, dan dokumentasi. Proses penciptaan menggunakan metode eksplorasi, eksperimentasi, dan perwujudan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai sosial cerita dan karya
tari ini ada 3 hal yang dapat dipetik, yaitu nilai sosial dari Tuhan (kesederhanaan, kasih sayang
dan cinta), individu (gigih berusaha dan bekerja keras), dan masyarakat (sopan santun, dan
kemandirian).
Kata kunci: Tari Janda Dirah, Calonarang, Ratna Manggali, dan Kontempore
KREATIVITAS PAUL KUSARDY DALAM MENCIPTAKAN TARI PEMETIK TEH
ABSTRAK
Tari Pemetik Teh termasuk ke dalam genre tari kreasi baru yang diciptakan Paul Kusardy pada tahun 1961 di Sanggar Viatikara Kota Bandung. Paul merupakan sosok seniman yang memiliki daya kreativitas tinggi dan merefleksikan kepribadian Indonesia yang memiliki keberagaman etnis dan suku bangsa dalam karya tarinya. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui secara rinci gagasan kreativitas Paul Kusardy dalam menciptakan Tari Pemetik Teh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan teori kreativitas 4P Rhodes meliputi pribadi, proses, pendorong, dan produk. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan Paul Kusardy sebagai sosok yang berhasil mengembangkan gagasan kreativitas dengan melewati seluruh proses dan dorongan dalam mencipta tari, sehingga menghasilkan karya tari kreasi baru yang diterima masyarakat.
Kata Kunci: Tari Pemetik Teh, Kreasi Baru, Kreativitas, Paul Kusardy.
ABSTRACT
THE CREATIVITY OF PAUL KUSARDY IN CREATING TEA PICKER DANCE, DECEMBER 2023. Tea Picker Dance is one of new creation dances created by Paul Kusardy in 1961 at Viatikara Studio Bandung. Paul is an artist who has high creativity and reflects the personality of Indonesia which has ethnic diversity in his dance works. The aim of the research is to get detail finding of Paul Kusardy\u27s creative ideas in creating the Tea Picker Dance. This study uses qualitative research methods with the 4Ps Rhodes\u27 creativity theory approach, including person, process, press, and product. Data collection procedure was carried out through three stages, namely observation, interviews and documentation. The result of this study shows that Paul Kusardy has succeeded in developing creative ideas through the entire process and encouragement in creating dance, resulting in new creation dance which is accepted by the society.
Keywords: Tea Picker Dance, New Creation, Creativity, Paul Kusardy
Sisingaan dalam Upacara Khitanan: Tradisi dan Nilai Kultural Masyarakat Sunda
Tradisi Sisingaan dari budaya Sunda di Jawa Barat merupakan kesenian yang berfungsi sebagai hiburan dan media penyampaian nilai moral serta agama. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran dan makna Sisingaan dalam acara khitanan anak laki-laki Sunda serta bagaimana tradisi ini beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan esensi budayanya. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur, dengan pencarian sumber dari database akademik seperti Google Scholar, menggunakan kata kunci "Sisingaan Sunda" dan "Sisingaan dan khitanan". Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sisingaan adalah bagian integral dari acara khitanan, di mana anak yang akan dikhitan diarak dengan tandu berbentuk singa, diiringi musik tradisional Sunda dan tarian. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, keberanian, dan keteguhan iman yang diajarkan dalam Islam. Selain itu, praktik ziarah kubur dalam prosesi ini menunjukkan penghormatan terhadap leluhur, selaras dengan ajaran Islam mengenai pentingnya doa bagi yang telah meninggal. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya mempertahankan tradisi Sisingaan sebagai bagian dari identitas budaya dan keagamaan masyarakat Sunda. Keberlanjutan tradisi ini menunjukkan betapa pentingnya Sisingaan dalam menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi, serta perlunya adaptasi agar tetap relevan dan bermakna bagi generasi mendatang