E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
    1925 research outputs found

    NILAI FILOSOFIS TRADISI NYADRAN KALI DI DESA KANDRI SEMARANG

    Get PDF

    MENGUNGKAP PERSOALAN GENDER DALAM DUNIA SENI TARI

    Get PDF

    BENJANG GULAT SEBAGAI POTENSI DESTINASI WISATA DESA CILENGKRANG KABUPATEN BANDUNG

    Get PDF

    PERKEMBANGAN TABUHAN KACAPI INDUNG TEMBANG SUNDA CIANJURAN: KAJIAN TENTANG TEKNIK KAITANNYA DENGAN PENCAPAIAN KUALITAS TABUHAN

    Get PDF
    Penelitian ini berdasar pada asumsi bahwa ada tiga variable yang terkait dengan estetika (keindahan)dan pengembangan tabuhan kacapi indung yakni: “teknik”, “progres”, dan “mutu.” Ketiga hal ini satusama lain memiliki kaitan erat yang saling memengaruhi. Misalnya, mutu berdasar pada progres, danprogres berdasar pada teknik. Teknik itu sendiri dapat dikelompokkan ke dalam tiga bagian, yaitu teknikmembunyikan dawai kacapi; teknik garap komposisi; dan teknik rekayasa. Progress merupakan hasildari kemampuan “teknik” yang dimiliki oleh seorang pemain kacapi indung berdasarkan pada pengalaman,keterampilan, ketekunan, dan daya ungkap ekspresinya. Sementara itu, mutu berkait dengankeindahan estetik dalam permainan kacapi indung sebagai akibat dari terjadinya progress dari seorangpemain kacapi indung yang telah menguasai berbagai teknik, baik teknik membunyikan dawai kacapi,teknik garap komposisi, maupun teknik rekayasa. Utuk menjelaskan permasalahan ini, penulis akanmenganalisis berbagai teknik tabuhan kecapi indung dengan menggunakan teori gaya Bruno Nettle yangterdiri atas tiga pendekatan, yaitu: pendekatan sistematis, pendekatan intuitif, dan pendekatan selektif.Hasil pembahasan dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mutu dan estetika permainan kacapiindung dalam mengiringi lagu-lagu Tembang Sunda Cianjuran bergantung pada kemampuan “teknik”dan “progress” yang dimiliki oleh seorang pemain kacapi indung yang didasari oleh pengalaman, keterampilan,kepekaan, ekspresi, dan konsistensi dari profesinya sebagai seorang pemain kacapi indungdalam Tembang Sunda Cianjuran

    MUSIK TRADISI NUSANTARA SEBAGAI SUMBER KREATIVITAS DALAM PENCIPTAAN KOMPOSISI WORLD MUSIC: SMARA TANTRA

    Get PDF
    Musik tradisi Nusantara satu sisi dipandang sebagai sesuatu yang kuno dan tidak relevan lagi dengangemerlap panggung musik modern. Namun berbeda bagi kelompok musik Smara Tantra yang justrumenjadikannya sebagai sumber kreativitas dalam penciptaan komposisi world music. Penelitian inimenggunakan model kualitatif dengan pendekatan etnomusikologi dan teori Garap. Berdasarkan penelitianyang dilakukan diketahui Smara Tantra berupaya menampilkan keragaman budaya dan sekaligusmemberi corak berbeda pada ruang penciptaan komposisi world music di Surakarta

    KAJIAN RELASI TOPONIMI DAN EKOLOGI KAWASAN CIKAMUNING DESA BOJONGKONENG KECAMATAN NGAMPRAH KABUPATEN BANDUNG BARAT

    Get PDF
    Dalam ilmu linguistik, terdapat istilah onomastika, sebagai pisau bedah dalam menyelidiki asal usul,bentuk, dan makna nama diri, terutama nama orang dan tempat. Onomastika sendiri memiliki cabangilmu yang disebut toponimi, khusus untuk menyelidiki nama tempat. Pola penamaan tempatdi wilayah kebudayaan Sunda, khususnya dalam administrasi Jawa Barat, memiliki pola keterikaitanyang erat antara nama tempat dengan konsep ekologi atau lingkungan. Keterpengaruhan manusia olehlingkungannya ini bersifat dalam pandangan deterministik, satu arah dan pasti. Pengaruh atau secaraumum korelasi antara ekologi dan toponimi dalam kebudayaan Sunda memiliki kecenderungan yangkuat di mana nama tempat selalu memiliki tautan makna/definisi dengan konsep alam dan lingkunganhidup. Demikian pula di wilayah wilayah Bandung Barat, khususnya di Kecamatan Ngamprah, desaBojongkoneng, di mana ditemui sebuah kawasan bernama Cikamuning yang memiliki hubungan eratdengan penamaan secara ekologis. Kajian relasi toponimi ekologi ini, memfokuskan diri pada persoalantersebut, dengan menggunakan pendekatan tafsir nama secara paradigmatik –hubungannya dengannama-nama lain dalam level makna yang sama—, dalam rentang waktu interaktif (sinkroni – diakroni),dengan menekankan pendapat ahli dan peneliti (etik) dan pendapat masyarakat yang diteliti (emik; nativepoint of view). Dalam batasan lokus dan sudut pandang tersebut di atas, penelitian ini mendalamipenamaan tersebut sehubungannya dengan keadaan ekologi di kawasan desa Bojongkoneng

    STRATEGI KOMUNIKASI DALAM MENATA WILAYAH DI KAMPUNG KUTA CIAMIS

    Get PDF
    Kampung Kuta adalah salah satu dari masyarakat adat yang masih memegang teguh aturan adat khas.Kampung adat Kuta telah ada sejak ribuan tahun yang lalu dan masih eksis sampai sekarang. Pada tahun2019, pemerintah daerah provinsi Jawa Barat memprogramkan pembangunan insfrastuktur dan penataandi kawasan perbatasan tak terkecuali kampung Kuta. Hal ini berdampak pada masyarakat KampungKuta harus menyesuaikan diri dengan rencana pembangunan tersebut tetapi tidak boleh meninggalkanaturan adat yang dimiliki. Atas dasar itulah penelitian ini dilakukan untuk melihat strategi komunikasipenataan wilayah berbasis lingkungan di Kampung Kuta. Tujuan penelitian ini adalah mengoptimalkanstrategi komunikasi penataan wilayah berbasis lingkungan di Kampung Kuta. Penelitian ini menggunakanmetode etnografi dan pendekatan komunikasi kultural. Diawali menghimpun data pustaka daribuku, artikel, berita, dan laporan penelitian, dilengkapi data lapangan diperoleh melalui observasi, partisipasi,wawancara mendalam dengan responden terpilih yakni ketua adat, ketua bidang perencanaan danpengembangan, serta perwakilan generasi muda. hasil dari penelitian ini adalah ada beberapa strategiyang diambil pengelola kampung adat kuta untuk penataan wilayah antara lain: Dibentuk struktur organisasikomunitas budaya adat kampung kuta (pemisahan antara adat dan komunitas); Pengurusan LegalitasMHA Kuta; pengembangan berdasarkan SDGs; sinergitas sesepuh dengan generasi muda (pandubudaya); prioritas pengembangan komunitas ada

    PENGGUNAAN NATURAL PIGMENT PADA SENI LUKIS BERTEMA BUNGA MELATI

    Get PDF
    Bunga telah menjadi bagian tradisi Indonesia sejak zaman dahulu. Tradisi penggunaan bunga sebagaisimbolisasi dan pemkanaan atau ritual tradisi di Indonesia digunakan di berbagai wilayah Indonesia,termasuk di Jawa Barat seperti tingkeban, larung laut, upacara kematian, nyekar, khitanan, ziarah kubur,hiburan rakyat, dan lain sebagainya. Dalam bidang seni rupa modern, bunga dijadikan sebagai objekdalam melukis. Selain itu, kurikulum sekolah, sanggar, dan perguruan tinggi kebanyakan menggunakankurikulum Barat dengan konten, media, dan teknik yang modern. penelitian ini dilakukan untuk menciptakankarya seni lukis terutama pada media kertas dan kaca menggunakan pewarna alam. Adapunfokus tema yang diangkat adalah mengenai tradisi bunga 7 rupa dalam budaya Sunda secara umum,khususnya bunga melati. Pada penelitian ini, digunakan metode penelitian kualitatif. Langkah-langkahpenciptaan dapat dibagi kedalam tiga tahapan pokok yaitu; tahapan pertama, berupa pencarian ide ataugagasan; tahapan kedua, berupa pendalaman atau pematangan ide atau gagasan tersebut; tahapan ketiga,yaitu tahapan terakhir berupa perwujudan karya seni rupanya. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapatmenambah khasanah seni rupa Indonesia dalam segi media, sekaligus memberikan pemahaman padakhalayak luas mengenai tradisi bunga 7 rupa di Jawa Barat khususnya prihal bunga melati

    1,711

    full texts

    1,925

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇