E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
    1925 research outputs found

    REAK DOGDOG SEBAGAI IKON KESENIAN DESA CINUNUK KEC. CILEUNYI KAB. BANDUNG

    Get PDF

    Transformation and Cross-Cultural Furniture from Time To Time With Its Trade Strategy Examining the Development of Jepara and Malaysia Furniture in Each Development Period

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji perkembangan industri furnitur di Indonesia dan Malaysia. Furnitur dan seni ukir di Jepara memiliki sejarah yang panjang sehingga menjadikan Jepara sebagai kota seni ukir terbesar di Indonesia. Sedangkan di Malaysia, seni ukir sudah ada sejak zaman Neolitikum dengan bukti artefak berupa gerabah yang memiliki ukiran sederhana. Berbagai literatur terkait industri furnitur, secara umum hanya membahas tentang rantai nilai furnitur atau strategi penjualannya, namun yang tidak kalah penting adalah mengetahui dan mendokumentasikan perubahan yang dialami industri furnitur di Indonesia dan Malaysia sebagai bentuk pelestarian budaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan sejarah. Teknik pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara dengan para sejarawan seni ukir Jepara dan juga pakar industri mebel dari Malaysia. Terdapat 3 kategori besar yaitu dari sudut pandang sejarah, pelestarian dari segi pendidikan, dan dukungan pemerintah serta strategi perdagangan. Industri furnitur di Indonesia mampu mempertahankan eksistensinya lebih baik dibandingkan industri furnitur di Malaysia. Penelitian ini masih mempunyai kekurangan dimana hasil penelitian masih bersifat subyektif berdasarkan hasil wawancara yang diperoleh dalam waktu singkat dan hanya fokus pada bidang tertentu sebagai kajian utama. Kata kunci: industri furnitur, strategi, perdagangan, transformasi, lintas buday

    Dekonstruksi Tari Bedhaya Murbeng Rat dalam Seni Pertunjukan Tari Bedhaya

    Get PDF
    Riset ini penting untuk diungkap dan dibahas karena perubahan merupakan sebuah peristiwa yang berjalan bagai cakra manggilingan yang tidak dapat ditahan dan terjadi. Perubahan itu penting dan sangat dibutuhkan dalam menjaga, melestarikan serta mengembangkan kehidupan seni pertunjukan. Tujuan studi dekonstruksi Bedhaya Murbeng Rat dalam seni pertunjukan Bedhaya ini untuk menciptakan suatu dinamika dalam seni pertunjukan dengan mengubah seni yang monoton ke seni kreatif yang terbuka. Artikel penelitian ini mendasarkan pada penelitian kualitatif. Jenis data dan sumber data serta informasi secara dominan didapat dari: Festival Bedhayan 2023, "Catur Sagotra" 2022, Sindhenan Gaya Surakarta (2005), Bothekan Karawitan II: Garap (2009), Sejarah dan Sakralitas Tari Bedhaya Ketawang (2022, 2023). Pertunjukan Bedhaya Ketawang pada acara Jumenengan (2023). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka dan studi dokumen. Semua data yang telah dikumpulkan, diklasifikasi, diolah dan dianalisis dengan metode trianggulasi. Riset ini menemukan bahwa penelitian dekonstruksi Bedhaya Murbeng Rat dalam seni pertunjukan, menemukan kebaruan ekspresi estetik seni yang kreatif dan terbuka. Perubahannya menciptakan suatu dinamika seni pertunjukan dengan mengubah seni yang monoton ke seni kreatif yang terbuka. Untuk itu riset ini harapannya memicu peneliti berikutnya, membahas lebih tajam dan mendalam dengan penambahan dan membuka pengembangan teknik studinya. Kata kunci: dekonstruksi, seni pertunjukan, tari Bedhaya Murbeng Rat.Riset ini penting untuk diungkap dan dibahas karena perubahan merupakan sebuah peristiwa yang berjalan bagai cakra manggilingan yang tidak dapat ditahan dan terjadi. Perubahan itu penting dan sangat dibutuhkan dalam menjaga, melestarikan serta mengembangkan kehidupan seni pertunjukan. Tujuan studi dekonstruksi Bedhaya Murbeng Rat dalam seni pertunjukan Bedhaya ini untuk menciptakan suatu dinamika dalam seni pertunjukan dengan mengubah seni yang monoton ke seni kreatif yang terbuka. Artikel penelitian ini mendasarkan pada penelitian kualitatif. Jenis data dan sumber data serta informasi secara dominan didapat dari: Festival Bedhayan 2023, "Catur Sagotra" 2022, Sindhenan Gaya Surakarta (2005), Bothekan Karawitan II: Garap (2009), Sejarah dan Sakralitas Tari Bedhaya Ketawang (2022, 2023). Pertunjukan Bedhaya Ketawang pada acara Jumenengan (2023). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka dan studi dokumen. Semua data yang telah dikumpulkan, diklasifikasi, diolah dan dianalisis dengan metode trianggulasi. Riset ini menemukan bahwa penelitian dekonstruksi Bedhaya Murbeng Rat dalam seni pertunjukan, menemukan kebaruan ekspresi estetik seni yang kreatif dan terbuka. Perubahannya menciptakan suatu dinamika seni pertunjukan dengan mengubah seni yang monoton ke seni kreatif yang terbuka. Untuk itu riset ini harapannya memicu peneliti berikutnya, membahas lebih tajam dan mendalam dengan penambahan dan membuka pengembangan teknik studinya. Kata kunci: dekonstruksi, seni pertunjukan, tari Bedhaya Murbeng Rat

    ESTETIKA TARI SAMPING KEBAT KARYA NENG PEKING

    Get PDF
    Tari Samping Kebat diciptakan pada tahun 2001 oleh Neng Peking, termasuk jenis tari kontemporer. Tarian ini berlatar belakang kehidupan manusia, dimulai lahir, dewasa, hingga kematian yang berdampingan menggunakan kain samping. Ide gagasan karya tari ini berasal dari sajak samping kebat yang ditulis Godi Suwarna. Karakteristik tarian ini berbeda dengan karya tari lainnya yang diciptakan oleh Neng Peking, sebab pada Tari Samping Kebat menggunakan musik internal. Tak hanya itu tarian ini memiliki koreografi dan properti yang memuat nilai-nilai kehidupan, maka hal ini menjadi ketertarikan penulis untuk mengungkap konsep estetika pada Tari Samping Kebat. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Estetika Djelantik yang meliputi wujud, bobot dan penampilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis melalui tahap observasi, wawancara, pendokumentasian audio-visual, dan analisis data. Adapun hasil yang dicapai dalam kajian Tari Samping Kebat ini berupa konsep estetika “Ragawi” yang dimaknai dengan tubuh menjadi sumber utama dalam pertunjukan karya tari ini. Kata Kunci: Tari Kontemporer, Tari Samping Kebat, Estetika. ABSTRACTTHE AESTHETICS OF SAMPING KEBAT DANCE BY NENG PEKING, DECEMBER 2024. Samping Kebat Dance was created in 2001 by Neng Peking, including a type of contemporary dance. This dance is based on human life, starting from birth, adulthood, to death which is side by side using a samping cloth. The idea for this dance work comes from the poem samping kebat wriDen by Godi Suwarna. The characteristics of this dance are different from other dance works created by Neng Peking, because in Samping Kebat Dance using internal music. Besides, this dance has choreography and properties which contain life values, so this is the author\u27s interest to reveal the aesthetic concept of Samping Kebat Dance. This study uses Djelantik Aesthetic theory approach which includes form, volume, and appearance. This study uses a qualitative research method with a descriptive analysis approach through the steps of observation, interviews, audio-visual documentation, and data analysis. The result achieved in the study of Samping Kebat Dance is in the form of the aesthetic concept of "Ragawi” (the Body) which is interpreted as the body being the main source in the performance of this dance work. Keywords: Contemporary Dance, Samping Kebat Dance, Aesthetics

    PERANCANGAN TEKSTIL DENGAN TEKNIK MARBLING DAN BATIK TULIS UNTUK BUSANA CASUAL

    Get PDF
    This research presents an innovation in textile design for casual wear by combining marbling and batik techniques. The state of the art of the problem involves the need for unique and different casual wear, along with the increasing public interest in environmentally friendly and sustainable products. This research aims to produce interesting and unique textile designs and introduce traditional techniques such as batik tulis into casual wear. The method used is IDEO Method Cards, with the stages of Learn to learn marbling and batik tulis techniques, Look to see design inspiration, Ask to ask experts, and Try to try the techniques. The result is a casual fashion collection that is unique, artistic, and environmentally friendly. The recommendation of this research is to encourage further development in the use of traditional techniques in the modern fashion industry.This research presents an innovation in textile design for casual wear by combining marbling and batik techniques. The state of the art of the problem involves the need for unique and different casual wear, along with the increasing public interest in environmentally friendly and sustainable products. This research aims to produce interesting and unique textile designs and introduce traditional techniques such as batik tulis into casual wear. The method used is IDEO Method Cards, with the stages of Learn to learn marbling and batik tulis techniques, Look to see design inspiration, Ask to ask experts, and Try to try the techniques. The result is a casual fashion collection that is unique, artistic, and environmentally friendly. The recommendation of this research is to encourage further development in the use of traditional techniques in the modern fashion industry. Keywords: Textile Design, Sustainable, Marbling, Batik Tulis, Casual Fashion --------------------------------------------------------------------- Penelitian ini menghadirkan inovasi dalam perancangan tekstil untuk busana casual dengan menggabungkan teknik marbling dan batik tulis. State of art dari permasalahan melibatkan kebutuhan akan busana casual yang unik dan berbeda, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan desain tekstil yang menarik dan unik serta memperkenalkan teknik-teknik tradisional seperti batik tulis ke dalam busana casual. Metode yang digunakan adalah IDEO Method Cards, dengan tahapan Learn untuk mempelajari teknik-teknik marbling dan batik tulis, Look untuk melihat inspirasi desain, Ask untuk bertanya kepada para ahli, dan Try untuk mencoba teknik-teknik tersebut. Hasilnya adalah koleksi busana casual yang unik, artistik, dan ramah lingkungan. Rekomendasi dari penelitian ini adalah untuk mendorong pengembangan lebih lanjut dalam penggunaan teknik-teknik tradisional dalam industri busana modern. Kata Kunci: Perancangan Tekstil, Sustainable, Marbling, Batik Tulis, Busana Casua

    JENIS AKSENTUASI PADA MUSIK TARI KONTEMPORER: STUDI KASUS KARYA DONGAK

    Get PDF
    Penelitian berjudul Jenis Aksentuasi Pada Musik Tari Kontemporer: Studi Kasus Karya Dongak dengantujuan menganalisis jenis-jenis aksentuasi yang terdapat pada musik tari kontemporer. Penelitian inihadir karena melihat fenomena pergeseran ideologi pengkaryaan tari yang condong mengarah pada tarikontemporer. Musik sebagai pendukung paling dominan dalam karya tari pasti harus melakukan penyesuaianbaik itu formulasi, bentuk ataupun gaya agar sesuai dengan karya tari kontemporer. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian case study (studi kasus). Dalam penelitianini difokuskan pada studi kasus salah satu karya tari kontemporer berjudul Dongak. Karya dongak adalahkarya tari yang berisi tentang pengolahan esensi gerak Grandong (kesenian reak) pada saat keadaansadar maupun di bawah alam sadar yang dibuat dengan pendekatan tari kontemporer dengan tipe karyamurni. Penelitian ini menghasilkan data bahwa dalam karya dongak terdapat 69 jumlah keseluruhanaksentuasi yang dapat dibedakan menjadi 2 jenis aksentuasi. Adapun 2 jenis aksentuasi adalah jenisaksentuasi berdasarkan bentuk dan jenis aksentuasi berdasarkan fungsi. Penelitian ini memiliki urgensiyang cukup penting dan mendesak karena minimnya pembahasan dan penelitian ilmiah terkait musiktari khususnya musik tari kontemporer. Tulisan ini diharapkan mampu mengisi celah kekosongan terkaitpenelitian musik tari kontemporer dan juga bisa dijadikan acuan untuk pengkaryaan musik tari kontemporer

    PERAN MAINAN TRADISIONAL DAN MUSEUM DALAM PENDIDIKAN DI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DAN PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

    Get PDF
    Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang sedang berlaku di Indonesia saat ini. Di dalamnya dikenalkonsep Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Selama berjalannya kurikulum ini, banyak carauntuk mendukung proses dan konsepnya. Salah satunya adalah dengan menciptakan produk media pembelajaran.Penelitian ini merupakan usaha yang berlanjut dari penciptaan produk media belajara berbasismainan tradisional. Dalam perjalannya ditemukan bahwa mainan tradisional belum memiliki museum.Sedangkan selama ini diketahui bahwa museum merupakan media belajar yang selalu digunakan dalampembelajaran. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi peran museum permainantradisional untuk media pembelajaran Nilai Pancasila dalam usaha mewujudkan konsep P5. Metodedari penelitian ini adalah dengan observasi kepada pengunjung museum mainan tradisional nusantarabaik dari sudut pandang siswa sekolah, warga, maupun warga sekitar/orang tua. Dari hasil yang didapatmemperlihatkan bahwa museum mainan tradisional merupakan hal baru bagi masyarakat yang fungsinyasangat positif terutama untuk pembelajaran siswa. Ada unsur hiburan dan edukasi dari museum permainantradisional yang membuat museum mainan tradisional memiliki potensi wisata menyertainya

    TARI RATOH JAROE SEBAGAI MEDIA PENDIDIDKAN KARAKTER DI TK AL MUHAJIR MARGAHAYU RAYA KOTA BANDUNG

    Get PDF
    Tari Ratoh Jaroe merupakan salah satu tarian kreasi yang diajarkan di TK Al Muhajir sebagai bagiandari acara perayaan kenaikan atau perpindahan antar kelas. Tari Ratoh Jaroe ini diciptakan oleh YusriSaleh pada tahun 2000, kata ratoh berarti berkata atau berbincang dan jaroe berarti jari tangan tarianini menggambarkan tentang jiwa patriotisme, membangkitkan semangat para wanita Aceh yang dikenalpantang menyerah, pemberani, dan kompak satu sama lainnya. Tarian ini dipilih menjadi tema bahasandalam penelitian karena nilai-nilai yang terdapat di dalamnya dipandang tepat sebagai media pendidikankarakter bagi anak-anak pada usia dini. Melalui gerak dan syair yang bersatu padu dalam tarianRatoh Jaroe ini dapat diambil kebermanfaatanya sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak-anakdi masa mendatang. Adapu metode yang dipergunakan dalam penelitiannya yaitu metode kualitatifdengan pendekatan deskriptif analisis dengan pembahasan melalui teori Pendidikan Karakter dari Linkhonadengan tiga aspeknya, yaitu: aspek pengetahuan (Moral Knowing), Perasaan (Moral Feeling),dan Tindakan (Moral Action). Melalui media tari ini diharapkan nilai-nilai yang terkandung didalamtarian tersebut akan menjadi bagian sikap, sifat atau watak baik pada anak sehingga akan menjadi dasarpendidikan karakter yang mengena kuat pada perkembangan kehidupan di kemudian hari dan menjadianak yang dibanggakan

    PENERAPAN KONSEP APROKSIMASI DAN POST-GAZE THEATER UNTUK PENGEMBANGAN KREATIVITAS SENI TEATER BERBASIS ESTETIKA URBAN

    Get PDF
    Karya seni yang dibuat berjudul: “APROKSIMASI”, Post-Gaze Theatre. Karya ini berupa ‘associativeperformance’ yang menerapkan konsep estetika urban. Konsep estetika urban yang diterapkanmenggunakan dua sifat fenomena kota, yaitu : Sprawl dan Linkage. Sedang pendekatan kreativitas yangdiacu adalah pendekatan diffusion. Tujuan khusus dari penciptaan karya ini adalah menampilkan bentuk‘associative performance’ sebagai bentuk aproksimasi. Associative Performance adalah genre kontemporerkreativitas pertunjukan, yang lebih mengutamakan presensi fisikal pelaku, dan tidak menjadikarakter lain, selain dirinya. ‘Performer’ menunjukkan laku atas nama dirinya. Aproksimasi adalahcara mendekatkan, menghubungkan, membuat tautan berbagai realitas epistemik dari jaringan co-performer.Co-performer adalah sebutan untuk identitas sub-kultur dalam budaya urban. Indikator cirico-performer berbasis kelas sosial, komunitas dan atau kolektif profesi tertentu. Sub-kultur tersebutdisebut sebagai co-performer karena berorientasi pada ideal nilai tertentu, dan menjadikan world-viewmereka sebagi praktik budaya. Berdasarkan teori Kajian Budaya Perkotaan dari Frazier, diketahui bahwadalam praktik budaya perkotaan tercermin adanya habituasi dan inner-life setiap sub-kultur. Dalamkonteks ‘associative performance’, praktik habituasi dan elemen-elemen inner-life dari jaringan co-performeryang dilibatkan inilah yang akan diartikulasikan sebagai peristiwa pertunjukan.Konsep pertunjukan “Aproksimasi” mengajukan gagasan ‘post-gaze theater’ sebagai alternatif resepsi.Post-Gaze Theatre adalah bentuk negasi terhadap mekanisme komunikasi seni, yang mengutamakankekuatan ‘tatapan’ (gaze) sebagai jalur persepsi yang utama dan paling absah. Post-Gaze Theatre memandangperistiwa panggung bukan sebagai pusat makna. Penonton adalah bagian dari co-performerpertunjukan. Tidak ada hirarki komunikasi antara panggung dan penonton. Sebagai co-performer,penonton turut menciptakan atmosfir diffusion. Post-Gaze Theatre memperlihatkan progres peristiwadimana bagian ‘akting’ dan ‘non-akting’ saling bersambung atau disambungkan. Mengalami atmosfirdiffusion menjadi sebuah ‘kesempatan pengetahuan’ (chance of knowledge) yang dapat diinternalisasi,atau diabaikan. Bermakna atau tuna-makna menjadi dualitas status yang setara dalam realitas persitiwapost-gaze theatre

    1,711

    full texts

    1,925

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇