E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
    1925 research outputs found

    PEMETAAN KEAHLIAN DOSEN SEBAGAI PENDORONG GAGASAN KEWIRAUSAHAAN/INKUBATOR BISNIS DI LINGKUNGAN FSRD ISBI BANDUNG

    Get PDF
    Semangat kewirausahaan dapat dibangun di lingkungan perguruan tinggi. Menumbuhkembangkan jiwakewirausahaan tersebut merupakan peran institusi yang perlu diciptakan selain dari peran utama tridarmaperguruan tinggi. Hal ini bertujuan menyiapkan sumber daya manusia yang mandiri dan berdikarisebelum terjun langsung ke masyarakat. Dosen sebagai pengajar sekaligus pendidik profesionel menjadirole model bagi mahasiswa dikampusnya. Sebagai pendidik profesional, dosen seni rupa merupakanpengajar yang memiliki pengalaman akademik dan praktis. Karya dan pengalamannya dapat menjadidasar dalam pengembangan bisnis di lingkungan kampus. Pemetaan keahlian dosen dapat menjadi pembukabagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri memulai bisnis di dunia kreatif dan membangun jiwakewirausahaan

    PERKAMPUNGAN NELAYAN ERETAN INDRAMAYU DALAM SAJIAN FOTOGRAFI DOKUMENTER

    Get PDF
    Penelitian karya bidang fotografi dengan fokus perkampungan nelayan Eretan Indramayu Jawa Barat,dalam proses penciptaan karyanya menggunakan pendekatan Practice-led Research yang dilakukanmelalui studi praktik di lapangan. Penciptaan bertujuan menyajikan realita kehidupan masyarakat nelayandengan berbagai aktivitas dan lingkungannya. Hasil karya berupa sajian visual fotografi dokumenteryang dapat menambah khazanah keilmuan, serta proses perwujudannya dapat diterapkan dalampenciptaan fotografi dokumenter lainnya. Tahapan metode penciptaan ini memakai empat tahap: (1)eksplorasi yang dapat menggambarkan suasana di perkampungan nelayan; (2) perancangan yang dihasilkandari tahapan prariset; (3) perwujudan dengan memotret dan menyusun karya fotografi; dan (4)penyajian berbentuk buku fotografi dokumenter. Target luaran penelitian ini yaitu: (1) Buku fotografidokumenter, (2)Artikel Prosiding Seminar; dan (3) Artikel Jurnal Nasional; dan (4) HKI (Hak KekayaanIntelektual). Tingkat Kesiapterapan Teknologi dalam penelitian ini level 4, berupa pembuktian konsep(Proof of Concept), dan menghasilkan produk baru, berupa karya fotografi dokumenter yang memvisualkanperkampungan nelayan

    Zero-Waste Kebaya Design: Integrating the ‘FRANGIPANI’ Method to Enhance Sustainability and Utilize Leftover Lace

    Get PDF
    ABSTRACT The kebaya, a traditional Indonesian garment, has evolved to incorporate lace fabric in its design. However, traditional cutting and sewing methods may result in fabric waste, contributing to environmental degradation. Regarding this, the study seeks to develop a zero-waste model for kebaya that utilizes leftover lace, preserving its cultural significance while reducing environmental impact. Thus, the research proposes the FRANGIPANI method, a structured approach consisting of ten systematic stages of the design process that can minimize textile waste and promote sustainability in Kebaya production. This method aims to enhance organization and implementation in the production of kebaya while respecting Indonesia’s rich cultural heritage. The primary goal of this research is to identify a more efficient pre-production system that minimizes textile waste. By focusing on sustainable practices, the research explores the potential for redesigning kebaya into a zero-waste model that utilizes leftover lace, thereby preserving its artistic value while promoting environmental sustainability. Keywords: FRANGIPANI, Kebaya, Lace, Waste, Zero Waste Patte

    Kajian Ciri dan Motif Batik Jombangan: Studi Kasus Jombang Kota Santri

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ciri motif batik Jombangan tahun 2000-2009 dan tahun 2010-2022 serta mengetahui cirinya dimana Jombang sebagai kota Santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pedekatan triangulasi. Teknik pengambilan data dengan cara observasi, FGD, literatur, dan pratik langsung. Hasil penelitian yaitu: visual batik Jombangan tahun 2000-2009 menggunakan motif Candi Arimbi. Tahun 2010-2022 menggunakan motif Ringin Contong. Adapun yang mencirikan Jombang Kota Santri belum ditemukan. Selain itu, diketahui bahwa ciri batik Jombangan dipengaruhi oleh faktor politik, ….. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi para UKM Batik Jombang dan para pembaca serta peneliti lainnya. penelitian ini hanya fokus pada ciri-ciri motifnya, bagi peneliti lain dipersilahkan untuk mengembangkan penelitian ini. Kata Kunci: Motif batik; Jombangan; Kota Santr

    IBING KALANGENAN DI KALANGAN KAUM SOMAH DALAM TAYUB BALANDONGAN

    Get PDF
    ABSTRAK Tayub balandongan sebagai ibing kalangenan yang menjadi ikon daerah Situraja Sumedang Jawa Barat. Ada dua jenis ibing tayub, diantaranya tayub menak dikenal dengan istilah tayub pendopo dan tayub somah atau tayub liar dengan istilah tayub balandongan. Tayub menak penarinya merupakan para bangsawan karena ada suatu keharusan sebagai salah satu syarat untuk menjadi seorang bangsawan yaitu terampil ibing tayub, karena tampil menari dalam peristiwa tayuban sebagai identitas sosial bagi menak. Sedangkan tayub balandongan pelakunya merupakan masyarakat biasa yang dikenal kaum somah yang meniru kebiasaan menak. Mereka memiliki anggapan bahwa bangsawan atau menak merupakan panutan bagi masyarakat sehingga pola perilaku dan kebiasannya harus ditiru, salah satunya yaitu ngibing dengan ronggeng di Balandongan. Balandongan merupakan arena pertunjukan tayuban yang letaknya di luar gedung (out door), dan peran ronggeng dalam peristiwa tayuban mempunyai daya pikat yang luar biasa sebagai roh dalam pertunjukan ibing tayub balandongan. Kata Kunci: Ibing Tayub Balandongan, Kalangenan, Ronggeng. ABSTRACT IBING KALANGENAN IN THE SOMAH IN TAYUB BALANDONGAN, JUNE 2024. Tayub Balandongan as Ibing Kalangenan which becomes the icon of Situraja Sumedang West Java. There are two types of Ibing Tayub, namely Tayub Menak known as Tayub Pendopo and Tayub Somah or Tayub Liar called as Tayub Balandongan. The dancers of Tayub Menak are noblemen because there is a necessity as one of the requirements to become noblemen, they must be skilled at Ibing Tayub, because it appeared that dancing in the Tayuban event as a social identity for Menak. Whereas in Tayub Balandongan the performers are ordinary people known as the Somah who imitate the habits of the Menak. They have assumption that nobles or Menak are role models for the community so their pattern of behavior and habits must be imitated, one of which is ngibing with ronggeng in Balandongan. Balandongan is a Tayuban performance arena which is located outside the building (out door), and the role of ronggeng in Tayuban event has an extraordinary allure as a spirit in the performance of Ibing Tayub Balandongan. Keywords: Ibing Tayub Balandongan, Kalangenan, Ronggeng

    KREATIVITAS PENCIPTAAN KARYA SENIMAN TARI DI KOTA SERANG

    Get PDF
    Penulisan Kreativitas Penciptaan Karya Seniman Tari di Kota Serang bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang proses penggarapan sebuah karya tari dalam membentuk ragam gerak dan makna yang diciptakan seniman tari di Kota Serang. Dengan menggunakan metode kualitatif penulis akan memaparkan proses kreativitas penciptaan karya tari yang dalam prosenya seniman tari mendapatkan gerak hasil dari rangsang dengar musik Terbang Gede, Patingtung, Rudat dan Seni Vokal seperti Beluk dan Sholawatan serta rangsang Kinestik, Exsplorasi dari kehidupan Budaya Islami, perairan, kelautan dan Kesultanan Surosowan, karena Kota Serang berada pada demografi perairan dan kelautan. Terlepas dari kehidupan masyarakat dan budaya Islami di Serang Banten para seniman tari selalu terinspirasi dengan menggunakan bahasa Jawa Serang dalam membuat nama ragam gerak disetiap karya tari. Salah satu dari wujud seni pertunjukan adalah seni tari yang menampilkan gerak, suara, nilai estetis dalam penampilannya perlu akan nama ragam gerak agar menjadi data yang tertulis disetiap karya tari yang diciptakan. Kata Kunci: Proses Penciptaan, Ragam Gerak, Nama gerak. ABSTRACTCREATIVITY IN CREATING WORKS OF DANCE ARTISTS IN SERANG CITY, DECEMBER 2024. This paper on Creativity in Creating Works of Dance Artists in Serang City aims to provide an explanation of the process of creating a dance work in forming a variety of movements and meanings created by dance artists in Serang City. By using qualitative methods the author would explain the creative process of creating dance works in which the dance artists obtain movement as the result of stimulation of hearing the music of Terbang Gede, Patingtung, Rudat and Vocal Arts such as Beluk and Sholawatan as well as Kinesthetic stimulus, Exploration of Islamic Cultural life, waters, marine life. and the Surosowan Sultanate, since Serang City is in the water and marine demography. Apart from social life and Islamic culture in Serang Banten, the dance artists are always inspired using the Serang Javanese language in creating the names of various movements in each dance work. One of the forms of performing arts is the dance which presents movement, sound, and aesthetic value in its performance, it requires the names of various movements so that they become written data in each dance work. Keywords: Creation Process, Variety of Movements, Names of Movements

    STRUKTUR TARI RUDAT ANGLING DHARMA DI DESA KRASAK KABUPATEN INDRAMAYU

    Get PDF
    Tari Rudat Angling Dharma di Desa Krasak merupakan satu-satunya Tari Rudat yang masih hidup dan berkembang di Kabupaten Indramayu. Gerak dalam tarian ini berasal dari pencak silat milik sesepuh Indramayu yaitu Nyi Endang Darma. Tarian ini masih mempertahankan tradisi masyarakat Indramayu melalui gerak dan kostum tarinya. Hal tersebut menjadi daya tarik untuk diteliti lebih mendalam mengenai struktur Tari Rudat Angling Dharma. Penelitian ini menggunakan landasan konsep pemikiran Y. Sumandiyo Hadi mengenai struktur tari yang terdiri atas; gerak tari, ruang tari, iringan tari, judul tari, tema tari, tipe/jenis/sifat tari, mode penyajian, jumlah penari dan jenis kelamin, rias kostum tari, tata cahaya, serta properti tari. Metode yang digunakan ialah metode penelitian kualitafif melalui pendekatan deskriptif analisis dengan menggunakan langkah-langkah pengumpulan data meliputi; observasi, wawancara, dokumentasi, triangulasi; analisis data. Hasil dari penelitian ini ialah terungkapnya struktur Tari Rudat Angling Dharma. Kata Kunci: Struktur, Tari Rudat Angling Dharma, Indramayu ABSTRACTTHE STRUCTURE OF RUDAT ANGLING DHARMA DANCE IN KRASAK VILLAGE INDRAMAYU REGENCY, DECEMBER 2024. The Rudat Angling Dharma dance in Krasak Village is the only Rudat Dance that is still alive and developing in Indramayu Regency. The movements in this dance come from pencak silat of an Indramayu elder, namely Nyi Endang Darma. This dance still maintains the traditions of Indramayu society through its dance movements and costumes. This becomes an attraction for deeper research into the structure of Rudat Angling Dharma Dance. This research uses the basic concept of Y. Sumandiyo Hadi\u27s thoughts regarding dance structure which consists of; dance movements, dance space, dance accompaniment, dance title, dance theme, dance type/kind/nature, presentation mode, the number of dancers and gender, dance costume make-up, lighting, and dance properties. The study uses a qualitative research method through a descriptive analysis approach using data collection steps including; observation, interviews, documentation, triangulation; data analysis. The result of this research is the revelation of the structure of Rudat Angling Dharma Dance. Keyword: Structure, Rudat Angling Dharma Dance, Indramayu

    Realisme dalam Teater dan Penulisan Lakon

    Get PDF
    Abstract This article is entitled “Realism in Theater and Playwriting. There are three questions that will be answered in this paper, namely: What is the reason behind the emergence of theater realism? What are the basic principles of realism theater? Who are the movers and opponents of realism theater? To answer these questions, the method used in this paper is a qualitative method, with data collection techniques through searching available literature and documents, both in the form of books and blogs or internet sites that are considered relevant for purposes of explaining theater. realism. The basic principle that gave rise to theater realism was the change in thought that occurred in Europe, with the rise of Comte\u27s positivism and Darwinian evolutionism. This change in thinking affected various aspects of life, including theater, namely with the emergence of realism theater which thought that theater should present the illusion of life on stage. Keywords: theater realism, positivism, evolutionism, illusion

    Kontinuasi Tradisi dalam Teater Modern Indonesia

    Get PDF
    Abstract Expanding appreciation for (local) traditions is nothing new in modern theater in Indonesia. The golden age of modern theater in the TIM period, is often framed by the jargon "return to tradition". Putu Wijaya, one of the exponents of the TIM generation, called this enthusiasm the emergence of a "new tradition". The specific aim of this research is to produce a study of traditional continuity strategies in current theater performance phenomena. This study will mark a more focused exploration of theater semiotics, and how the strategy of aesthetic coexistence with traditional idioms is translated through the visual codes of performances. The research applies a combination of desk-study and archives-study methods. The desk-study is focused on the theoretical aspects of the study, which will be a conceptual perspective in looking at the phenomenon of continuity of tradition in forms of modern Indonesian theater performances. Archives-study includes analysis and evaluation of theater performances that took place during Pekan Nasional Teater (PTN 2018-2019). The 2018-2019 PTN event is considered to represent the spread of Indonesian modern theater creativity, because the selection procedure for the groups performing is based on a curation process that can be accounted for objectively and conceptually. The research results show several strategies used by a number of theater groups to open up dialectical space for the continuity of tradition, namely: rearticulation of tradition, respatialization of tradition, and delimitation of tradition. Keywords: Tradition, Continuation, Theater Creativit

    “Tene Simah Kuet” Reinterpretasi Kesenian Musik Tradisional Didong Kedalam Komposisi Musik Karawitan.

    Get PDF
    “Tene Simah Kuet” is a karawitan musical composition that originates from the regum/code music element in Didong art. In Didong art, regum plays an important role as a marker for the end of the game. “Tene Simah Kuet” can be interpreted as a sign/marker that carries power in the form of changes in tempo and dynamics of a game. In this case, the artist interprets Regum in Didong art through development into rhythm and vocal forms. The work “Tene Simah Kuet” consists of a single part of the work that actualizes the regum/code of forte dynamics in the work section. “Tene Simah Kuet”  is actualized using the work material and techniques or musical terms of unison, call and response, hocketing, and dynamics. This work is worked on using a reinterpretation work approach, by making the hard dynamic regum in Didong into pillows, vocals, body percussion and wooden sticks.“Tene Simah Kuet” adalah karya komposisi musik karawitan yang bersumber dari unsur musik regum/kode dalam kesenian Didong. Dalam kesenian didong regum merupakan peran penting sebagai penanda berakhirnya permainan tersebut. “Tene Simah Kuet” dapat diartikan sebagai tanda/penanda yang membawa kekuatan dalam bentuk perubahan tempo dan dinamika sebuah permainan. Dalam hal ini pengkarya menafsirkan regum pada kesenian Didong melalui pengembangan ke dalam bentuk ritme dan vokal. Karya “Tene Simah Kuet” terdiri atas satu kesatuan bagian karya yang mengaktualisasikan regum/kode dinamika forte dalam bagian karya.“Tene Simah Kuet” akan diaktualisasikan dengan menggunakan materi garap serta teknik atau istilah musik unison, call and respons, hocketing, dan dinamika. Karya ini digarap dengan menggunakan pendekatan garap reinterpretasi, dengan menjadikan regum dinamika keras dalam Didong kedalam media bantal, vokal, body percussion dan stik kayu. Kata kunci: Tene Simah Kuet, regum, Dinamika, forte, Didong

    1,711

    full texts

    1,925

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇