E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
1925 research outputs found
Sort by
Analysis of the Effect of DJ Transition Techniques on Discotheque Visitor Behavior: A Case Study of Entrainment at Panic Paradise Club
The phenomenon of trance that occurs when watching music performances, especially traditional music in Indonesia, is common and is often associated with the supernatural, beliefs, and other mystical aspects. However, scientific research has provided an explanation for this phenomenon. Entrainment, a condition in which the body of a living being is synchronized with the music’s emitting source (oscillator), is the scientific explanation for the phenomenon. This research focuses on how music in nightspots (discos) can make listeners reach the entrainment phase. The entrainment phase can be achieved if the beat of the music is stable when perceived by the listener. The researcher hypothesized that music transition techniques are very influential to achieve the entrainment phase. In addition, the individual and collective behavior of participants can influence other discotheque visitors. This research uses a qualitative method with a grounded theory approach. Data were collected through field observations with a number of participants in two trials. The first test (pre-test) was conducted with music from a disc jockey who was less proficient in transition techniques, while the second test (post-test) was conducted under the opposite conditions. The results showed that the participants were able to achieve the third phase of entrainment and affect other visitors collectively, which was not the case in the pre-test. This shows that entrainment can be achieved with effective music transition techniques from a disc jockey, and an individual’s entrainment state can influence other discotheque patrons both individually and collectively. The successfully achieved entrainment phenomenon is also able to explain the phenomenon of trance influenced by music
REALITAS BUDAYA BERBAHASA MASYARAKAT SUNDA: ANTARA BAHASA NASIONAL DAN BAHASA DAERAH
Realitas budaya berbahasa masyarakat Sunda yang dinamis menyebabkan eksistensi bahasa daerah yang
ada di wilayah ini menarik untuk diteliti. Masyarakat Sunda yang dikenal ramah (someah), menjungjung
tinggi keberadaan tamu, dan terbuka pada perubahan membuat pengaruh dari luar cepat masuk dan
terserap. Ketiga hal ini turut berpengaruh terhadap budaya berbahasa masyarakat Sunda secara umum.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Realitas budaya berbahasa masyarakat Sunda; 2) Tingkat
kebanggaan dan kepenguasaan bahasa daerah di masayarakat Sunda. Penelitian ini dilakukan secara
deskriftip kuantitatif. Data diperoleh melalui angket, observasi. Adapun hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa sebanyak 53,9 persen dari 162 responden menggunakan bahasa campur, IndonesiaSunda, untuk kepentigan berkomunikasi sehari-hari. Dari tingkat kebanggaan, 95,1 persen responden
merasa bangga terhadap bahasa daerah yang mereka miliki dengan kepenguasaan berada dalam rentang
70-90 persen. Dari hasil data di atas dapat diambil kesimpulan jika realitas budaya berbahasa masyarakat
Sunda terpengaruh oleh eksistensi bahasa Indonesia yang cukup kuat dalam berbagai bidang aspek
kehidupan.
Kata Kunci: Budaya, Bahasa, Masayarakat Sund
MENGIDENTIFIKASI WACANA KOTA SEBAGAI KANDUNGAN LATEN GAGASAN ESTETIKA URBAN
Each city is a collection of life and buildings, which has its own personality. Each city has a state of mind,
a personality, has a certain mood or sentiment, which reflects the \u27personality\u27 of the city. Firstly, this has
to do with the constellation of buildings; with the shape of the buildings, infrastructure and superstructure
of each city. Second, the \u27personality\u27 of a city has to do with the way its residents live their lives in the city,
with their culture and habits. Assuming that each city has a distinctive state of mind or personality, these
urban experiences might be considered the \u27feeling structure\u27 of the city. The city\u27s \u27feeling structure\u27 must
be understood as a processual area, in a state of in-making; it can also be something that is artificial,
contradictory, mobile, changing and constantly changing. Viewed from the perspective of urban cultural
studies, aesthetic expression can be understood as a way of embodying urban \u27feeling structures\u27, which
are revealed through the exploration of various cultural phenomena and imagination. From this position,
the meaning of \u27urban aesthetics\u27 can become the second face of the reality of the city itself, as a space of
transition, vulnerability and uncertainty.The working method of \u27urban aesthetics\u27 is essentially a method
of disalienation, a way of trying to reclaim living space from its concealment, which has produced the effect
of alienating the conceptualized space. Placing “art as a function of urban disalienation” means reuniting
aesthetics with urban phenomena. This is what the exploration of the idea of \u27urban aesthetics\u27 offers.
Keywords: city \u27personality\u27, city \u27feeling structure\u27, disalienation metho
PENGEMBANGAN KONSEP DAN PEMBUATAN DESAIN MOTIF DIGITAL KARYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SLB PANGUDI LUHUR JAKARTA BARAT
Setiap anak memiliki potensi kreatif yang dapat dikembangkan sepanjang hayatnya, tak terkecuali pada
anak-anak berkebutuhan khusus. Dukungan dan pola asuh yang tepat dalam penanganan anak berkebutuhan
khusus akan menumbuhkan potensi dan bakat kreatif yang dapat berkembang secara optimal serta
menghasilkan karya seni yang lebih hebat dari anak normal pada umumnya. Salah satu hasil karya seni
berupa gambar yang diciptakan anak berkebutuhan khusus merupakan media komunikasi dengan tujuan
memberikan pengalaman atau pesan yang dapat memengaruhi perasaan, pikiran, dan pandangan hidup.
Fokus penelitian ini adalah bagaimana menciptakan karya seni fashion dalam desain produk berdasarkan
pengembangan kreativitas bahasa rupa anak berkebutuhan khusus dari gambar yang mereka ciptakan
dengan teknik digital. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan
design thinking, meliputi tahap; 1) Empathise, untuk mendapatkan pemahaman empatik tentang masalah
yang akan diselesaikan. 2) Define, menganalisis pengamatan untuk menentukan masalah inti yang telah
diidentifikasi. 3) Ideate, mengidentifikasi solusi baru dan mencari cara alternatif untuk memecahkan
masalah. 4) Prototype, menghasilkan sejumlah versi produk dalam fitur spesifik untuk diimplementasikan.
5) Test, menguji produk lengkap untuk mendefinisikan kembali dan menginformasi pemahaman sedalam
mungkin terhadap produk dan penggunanya. Diharapkan penelitian ini dapat menambah khazanah
keberagaman karya desain, khususnya pada bidang fashion terutama dalam melakukan pengembangan
desain produk sebagai upaya mengangkat nilai seni dan kreativitas anak-anak berkebutuhan khusus dalam
berkarya.
Kata Kunci: Anak Berkebutuhan Khusus, Pengembangan Konsep, Motif, Desain, Digita
STUDI KELAYAKAN PENGUNAAN CLO3D PADA PRODI TATA RIAS DAN BUSANA INSTITUT SENI BUDAYA INDONESIA BANDUNG DENGAN METODE TELOS
Saat ini kondisi pembelajaran di era modern masih sering digunakan dalam bentuk pemberian informasi
dan jarang menggunakan teknologi yang ada, sehingga hal tersebut sudah tidak sesuai dengan
perkembangan zaman. Teknologi digital 3D dalam bidang fesyen telah memasuki tren era masa kini dalam
industri 5.0. Dengan teknologi desain fesyen digital 3D, perancang mampu menghadirkan desain yang
hidup, mampu merepresentasikan kain dengan baik dan visualisasi gaya busana menyerupai aslinya.
Teknologi ini juga dapat memberikan efisiensi penggunaan biaya serta mengurangi limbah tekstil dalam
proses perancangan awal. Berbagai platform teknologi terkini hadir termasuk diantaranya perangkat lunak
CLO3D. CLO3D merupakan perangkat lunak khusus fesyen yang dapat mengakomodir aktifitas pemilihan
material, pembuatan desain 3D, pengerjaan pola, proses jahit, review visual, pembuatan sampel, fashion
show hingga pemasaran. Melihat pada perkembangan tersebut, studi kelayakan perlu dilakukan untuk
menganalisis potensi keberhasilan penggunaan teknologi desain fesyen digital 3D dengan menggunakan
CLO3D dalam proses pembelajaran di Prodi Tata Rias dan Busana ISBI Bandung. Terdapat lima kriteria
uji kelayakan berdasarkan metode TELOS yang akan digunakan dalam penelitian ini, yaitu: teknik,
ekonomi, hukum, operasional, dan jadwal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan
penggunaan CLO3D sebagai salah satu pilihan penggunaan teknologi pembelajaran dalam pembelajaran
desain fesyen yang variatif, inovatif dan sesuai dengan perkembangan ekonomi digital pada era industri
5.0.
Kata kunci : 3D desain, CLO3D, fesyen digital, teknologi pembelajaran, TELO
TAHAPAN KERJA DAN PENDOKUMENTASIAN LAGU CIANJURAN KE DALAM NOTASI MUSIK
This article is a small part taken from the research report "Inventory and Documentation of Cianjuran
Songs in the Form of Musical Notation, as a Preliminary Study of Cianjuran Musical Aesthetics" to fulfill
one of the research outputs, namely the proceedings of the 2023 DIPA ISBI Bandung research results. In
this article, we discuss the work stages and stages of documenting Cianjuran songs into musical notation
which is equipped with a template for writing musical notation for Cianjuran songs in the form of mamaos,
as part of an effort to color the discourse on research methods and techniques, the results of which are
expected to increase literacy on research methods and techniques in the future, especially literacy on
research methods and techniques in the field of Sundanese musical arts.
Keywords: Stage, Work, Documentation, Cianjuran Songs, Musical Notation
PEMANFAATAN BUDAYA MASYARAKAT LADANG DALAM SEJARAH KERAJAAN KENDAN UNTUK PENGEMBANGAN POTENSI DESA WISATA DI DESA CITAMAN KECAMATAN NAGREG KABUPATEN BANDUNG
Desa Citaman berada di wilayah yang memiliki cerita kesejarahan kuno, yakni Kerajaan Kendan yang
berkembang sekitar abad ke-6. Hal ini dibuktikan dengan peninggalan Kerajaan Kendan berupa
artefak, di antaranya situs Makam Resiguru yang dipercaya sebagai Raja Pertama di Kerajaan Kendan.
Masyarakat Desa Citaman masih mengikuti ajaran-ajaran kehidupan sebagaimana dicontohkan Raja
Kendan terdahulu seperti memelihara kualitas padi dan menjaga kesucian mata air yang menyokong
semua aktivitas di Desa Citaman. Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai budaya lama
dalam sejarah Kerajaan Kendan dan mengkontekstualisasikannya dalam kehidupan masa kini sebagai
potensi wisata di Desa Citaman Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung. Penelitian ini memberikan
sumbangan baru dari sisi aplikasi teoritis bagi pengembangan penelitian antropologi, terkait
kontekstualisasi nilai-nilai budaya lama dalam kehidupan kekinian dalam konteks pariwisata. Metode
yang digunakan dalampenelitian ini adalah adalah metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan
etnografi. Data-data penelitian diambil melalui observasi, wawancara, kajian pustaka dan studi
dokumentasi.
Kata kunci: Potensi_budaya; Sejarah_budaya; Desa_wisata; Kerajaan_kendan;Desa_Citama
WRITTEN CLOTHING ARTWEAR INSPIRASI PRABANGSA
Written clothing adalah istilah dari Roland Barthes untuk menyebut jenis busana yang dideskripsikan
seperti di majalah dan media cetak lainnya. Dalam konteks penciptaan busana berbasis riset, istilah ini bisa
digunakan untuk menarasikan produk hasil riset sesuai kaidah akademis. Penarasian ini cukup mendasar
karena nilai karya seni akademis bukan hanya pada wujud benda seninya, namun juga pada narasi akademis
yang menjelaskan kaitan wujud benda seni dengan konsep yang ada di balik wujud tersebut. Terkait dengan
hal tersebut tulisan ini berupaya menerapkan konsep written clothing dalam menarasikan artwear yang
dikonstruksi dengan inspirasi prabangsa yakni tiga binatang mitologis yang mewujud dalam satu kesatuan
bentuk di kereta Singabarong Keraton Kasepuhan Cirebon. Tujuannya untuk memberikan alternatif model
deskripsi mendalam dari produk penciptaan karya seni. Hasil dari upaya ini adalah model written clothing
yang diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan model deskripsi karya seni berbasis riset.
Kata kunci: wriiten clothing, artwear, prabangs
STILASI MOTIF WADASAN CIREBON SEBAGAI PROSES KREATIF MAHASISWA (STUDI KASUS PADA MATAKULIAH STUDIO IV PRODI TATA RIAS BUSANA ISBI BANDUNG)
Penelitian kali ini berdasarkan analisa lapangan bahwa pemahaman mahasiswa akan motif batik wadasan
sebagai motif tradisional asli Cirebon yang dinilai sangat layak dikembangkan stilasi inovasi motifnya oleh
mahasiswa. Upaya pengembangan stilasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan
mahasiswa dalam menciptakan karya inovasi motif wadasan Cirebon. Diawali dengan pemberian materi
sejarah batik Cirebon dan pengenalan motif motif tradisinya, yang akan digunakan sebagai metode tindakan
kelas Project Based Learning di mana dosen bertindak sebagai fasilitator yang membantu mahasiswa
dalam memberikan mengarahkan referensi dan mengaping proses pembelajarannya. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode stilasi dalam eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Hasil
dari proses pemaparan materi dikelas, mahasiswa memfokuskan ketertarikannya kepada bentuk wadasan
Cirebon untuk dijadikan sebagai varian motif wadasan bergaya modern. Melalui metode tersebut
mahasiswa menghasilkan empat (4) modul motif wadasan yang akan menjadi karya kain batik digital.
Kata Kunci : Batik Cirebon, wadasan, stilasi, Proses Kreatif mahasisw