E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
1925 research outputs found
Sort by
DEGUNG KLASIK “WANCI KIWARI” PELATIHAN DEGUNG KLASIK SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PELESTARIAN SENI TRADISI SUNDA DI KAWASAN WISATA SITU SIPATAHUNAN KEC. BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK MEWUJUDKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKARAKTER, KREATIF, INOVATIF, DAN BERBUDAYA, DI DESA IBUN, KECAMATAN IBUN
ESTETIKA IBING TAYUB BALANDONGAN SEBAGAI MEDIA SENI KALANGENAN DUA LAPISAN MASYARAKAT KAUM MENAK DAN SOMAH DI SITURAJA-SUMEDANG
Ibing berasal dari kata Ngibing, mengandung pengertian tari atau menari, sedangkan kalangenan merupakankebiasaan (habit) yang dilakukan masyarakat sifatnya untuk kesenangan atau hiburan. TayubBalandongan sebagai ibing kalangenan merupakan kebiasaan ngibing dengan ronggeng yang dilakukandalam peristiwa Tayuban. Kata Balandongan merupakan arena pertunjukan Tayuban yang letaknya diluar gedung (out door) atau dapat juga diartikan bahwa Balandongan ini merupakan sebuah panggungyang terbuat dari bambu. Kaparigelan menari dalam Tayuban merupakan hal yang wajib dikuasai olehpara penayub karena mempunyai prestise tersendiri, sebagai cerminan kewibawaan serta kharismatikseorang pangibing. Untuk membedah permasalahan Tayub Balandongan di Situraja-Sumedang makapenulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan teori estetika instrumental.Keberadaan Tayub Balandongan ini menjadi cerminan bahwa Ibing Tayub Balandongan merupakanbentuk kesenian rakyat yang istimewa dikarenakan dari dua jenis tari kalangenan/pergaulan (rakyat danmenak) dapat menyatu dalam satu sajian yaitu Tayub Balandongan
MELESTARIKAN IDENTITAS BUDAYA MELALUI FOLKLOR: ANALISIS ETNOGRAFIS MASYARAKAT KUMUN DEBAI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya masyarakat Kumun Debai dalam melestarikan identitasbudaya mereka melalui folklor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan etnografi,dengan pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa folklor, dalam bentuk Kunoung (cerita rakyat), Petatah-petitih,Mantra, Tale (Lagu tradisional Kerinci) dan ritual adat memiliki peran penting dalam mempertahankandan mewariskan nilai-nilai budaya masyarakat Kumun Debai dari generasi ke generasi. Folklor tidakhanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi, refleksi identitas, dan konservasilingkungan. Masyarakat Kumun Debai masih berupaya melestarikan dan mengadaptasi folklordi Kumun Debai sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga dapat tetap relevan dan bermakna bagikehidupan mereka. Penelitian ini diharapkan dapat wawasan tentang peran penting folklor dalam mempertahankanidentitas budaya lokal di tengah globalisasi dan perubahan sosial yang cepat
DESAIN DIGITAL MOTIF NYI POHACI INSPIRASI MITOS DEWI SRI
Pada era digital saat ini, teknologi telah membawa transformasi besar dalam berbagai aspek kehidupanmanusia, terutama pada ranah seni dan desain. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan peran digitalisasidalam pengembangan pola desain, khususnya dalam proses penciptaan pola desain motif 2D yangterinspirasi oleh mitos Dewi Sri melalui aplikasi Procreate. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakandesain motif yang terinspirasi oleh mitos Dewi Sri sebagai inovasi keberagaman motif tradisional Nusantara.Artikel ini menggunakan metode penciptaan karya S.P Gustami yang terdiri dari 3 tahap yakni: 1) eksplorasi, meliputi observasi dan wawancara terkait bentuk visual Dewi Sri. 2) perancangan, perwujudangagasan visual menjadi bentuk motif utama, motif pendukung, dan motif pelengkap. 3) perwujudan,visualisasi model bentuk pattern desain motif secara detail. Temuan dan hasil, bahwa kolaborasiestetika dan teknologi memiliki peranan yang tidak hanya memperkaya keindahan estetis desain sajatetapi mampu menciptakan peluang dalam perkembangan industri seni dan desain sehingga terciptanyakombinasi harmonisasi antara tradisi artistik dan inovasi teknologi
ANALISIS SEMIOTIKA TARI TOPENG SASIKIRANA STUDIO TARI INDRAWATI LUKMAN BANDUNG
Pamindo adalah salah satu karakter yang ada dalam pertunjukan tari topeng Cirebon. Tarian ini berkarakterganjen lincah, hal tersebut terlihat dari koreografinya yang lincah dan gesit. Tarian tersebutmemiliki tradisi memanjangkan atau memendekan , menambah atau mengurangi jogedan, atau yangbiasa disebut dengan Gawe Jogedan. Struktur Tarian pada Pamindo diantaranya bagian dodoan, unggahtengah, dan deder. Pola gerak yang disajikan merupakan pola yang terstruktur. Pamindo merupakansumber inspirasi bagi Indrawati Lukman dalam membuat karya Tari Topeng Sasikirana. Sasikiranamerupakan pengembagan dari karya tari topeng pamindo. Hal yang menarik dalam karya sasikiranaini, banyaknya eksplorasi dan inovasi yang dilakukan baik dalam hal gerak, struktur gerak, iringan dankostum. Sasikirana terkesan lebih modern dari segi penyajian. Penulis akanmenggali dan mengungkapkanfungsi dan makna dari tanda-tanda yang terdapat pada tari sasikirana karya Indrawati Lukman. Penelitianini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika. Penelitian yang memusatkanpada tanda –tanda yang dibuat oleh Indrawati Lukman dalam karya tari topeng sasikirana, dikaji secaramendalam sehingga mampu membongkar realitas, fungsi dan makna dibalik karya tersebut. Penelitiankualitatif adalah jenis penelitian yang mengeksplorasi dan memahami makna disejumlah individu atausekelompok orang yang berasal dari masalah social. Penelitian kualitatif secara umum dapat digunakanuntuk penelitian tentang kehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku, konsep atau fenomena, masalahsocial, dan lain-lain. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi partisipasidan dokukarakter mentasi
EUSI-KOSONG DALAM KURUNG-KURING: EKSPLORASI KOREOGRAFI BERBASIS USIK PENCA SEBAGAI SIMBOL FILOSOFIS DALAM BUDAYA SUNDA
Karya tari ”Kurung-Kuring” merupakan eksplorasi koreografi yang mengadaptasi gerak Ibing Pencadalam konteks makna filosofis eusi-kosong. Pemaknaan eusi-kosong, yang berarti ada dan tiada merupakansimbol kehidupan yang diadopsi dari tradisi usik penca Sunda. Melalui eksplorasi koreografidan stilasi gerak, karya ini tidak hanya menampilkan estetika gerak, tetapi juga menggambarkannilai-nilai filosofis dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda. Karya ini terfokus pada penggunaanmedium gerak, yang didukung oleh musik, tata rias, busana, dan tata panggung yang dirancang untukmemperkuat makna dan suasana dalam setiap adegan. Metode artistic dengan model pactise baseresearch menjadi pilihan dalam melakukan eksplorasi gerak dan refleksi filosofis untuk menciptakansebuah karya yang memiliki makna mendalam baik secara visual maupun naratif. Dalam makalah ini,penulis memaparkan proses penciptaan, teori yang digunakan, dan analisis filosofis terhadap konsepeusi-kosong dalam budaya Sunda