E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
    1925 research outputs found

    SALAMON MARKET: PASAR MALAM DI TAMAN RUANG PUBLIK

    Get PDF
    Salah satu taman ruang public yang masih baru di lingkungan perumahan dan belum teroptimalkanpenggunaannya adalah Taman Griya Mitra di wilayah Perumahan Griya Mitra Cinunuk Cileunyi Bandung.Taman ini memiliki letak yang strategis disamping sebelah kanan dan kiri pintu gerbang masukperumahan yang melalui pintu tersebut warga perumakan lainnya mengakses jalan buat alternatif menuju tempat tinggalnya. Kondisi yang sedemikian rupa menimbulkan minat creator pelaku seniuntuk mengolah dan menambahkan nilai manfaat bagi masyarakat. Olehkarenanya PKM ISBI Bandungkali ini bertujuan untuk mengoptimalkan kebermanfaatan taman bagi lingkungan Masyarakat sekitarSebagai sebuah tawara alternatif PKM ISBI adalah menghadirkan kegiatan pasar malam dengan nuansalampion berjajar meghiasi seluruh taman yang dipadukan dengan penataan property sebagai pendukungpotensi kresi seni dan kuliner warga. Disamping itu dengan dukungan kolaborasi Lembaga Pendidikan,Institusi Pemerintahan, pengusaha (UMKM), denga warga, diharapkan akan me nyemarakkan lingkunganserta dan menggulirkan nilai ekonomi masyarakat seki tar. Pendampingan pada masyarakat melaluipendekatan pengelolaan managemen POAC serta tatacara dalam mengelola sebuah pameran dalammenyelenggarakan sebuah perhealatan pasar, diharapkan dapat mewujudkan pasar malam Salamon(Pasar Malam Nuansa Lampion) dengan baik. Luaran nyata dari kegiatan ini adalah terselenggaranyaSalamon Market adalah memberikan nilai tambah pada keberadaan taman. Bukan sekedar tempat bermainanak namun demikian menjadikan sebagai pusat kesenian warga dan juga dapat menggulirkanperekonomian warga sekirar

    MODEL REPRESENTASI NILAI LOKAL PADA MONUMEN RUANG PUBLIK SEBAGAI IDENTITAS KOTA DI JAWA BARAT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengembangkan model representasi nilai lokal dalam patung monumen ruangpublik sebagai bagian dari identitas kota di Jawa Barat. Patung monumen ruang publik dianggap pentingkarena merefleksikan nilai-nilai lokal, sejarah, dan identitas kultural masyarakat. Namun, seringkalinilai-nilai ini tidak terwakili secara akurat dalam desain dan pengelolaan patung monumennya. Penelitianini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah dan semiotik. Pendekatan sejarahmenggali konteks sejarah dan makna monumen, sementara semiotik menganalisis simbol-simbol dalamdesain patung monumen. Penelitian ini meliputi tiga tahap: Analisis monumen publik di Jawa Barat,Pengembangan model representasi nilai lokal, serta Implementasi dan evaluasi model tersebut padastudi kasus patung monumen di Kota Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sumedang dan KabupatenBogor. Hasil dari penelitian ini adalah model representasi inovatif yang memperkuat identitas kotamelalui patung monumen ruang publik, memberikan kontribusi terhadap pelestarian budaya lokal, sertamenjadi acuan bagi pengambil keputusan dan profesional dalam perencanaan patung monumen ruangpublik di Jawa Barat

    KONSEP DIGITALISASI DESAIN KARYA ANAK-ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA PRODUK FASHION HOME WEAR

    Get PDF
    Anak-anak dengan kebutuhan khusus memiliki potensi yang luar biasa dalam menciptakan hasil karyayang khas terutama dalam bidang seni rupa. Pada proses belajar anak berkebutuhan khusus di sekolahluar biasa, mereka berekspresi membuat gambar dan desain menggunakan bahasa rupa komputerisasisoftware adobe photoshop yang menjadi sarana komunikasi dan eksplorasi menyenangkan untukmengekspresikan diri dan mengembangkan kreativitas. Desain motif digital berupa garis, bentuk, danwarna merupakan gambaran karakter kepribadian masing-masing yang mempunyai keunikan tersendiriyang dapat kita amati sebagai pendekatan untuk memahami anak berkebutuhan khusus secara personaldengan baik. Fokus penelitian ini adalah pengembangan konsep desain yang diterjemahkan pada produkfashion homewear yang memiliki nilai estetis, fungsional dan material. Metode penelitian yang digunakanadalah metode kualitatif dengan pendekatan design thinking yang meliputi 1) empathise yangmerupakan tahapan awal secara personal untuk memperoleh tindakan yang tepat; 2) define, pemilihantools atau software yang membantu mewujudkan visual karya dalam bentuk desain digital; 3) ideate,tahapan menghasilkan ide berupa moodboard yang ditetapkan sebagai acuan untuk mewujudkan desainproduk homewear; 3) prototype, desain awal yang masih terlihat statis dan dapat dijadikan sebagai sampelutama yang merupakan proses kreatif sehingga dapat mengukur kesesuaian konsep dengan desainyang dirancang; dan 5) tes merupakan tahapan akhir uji coba yang dilakukan sebagai proses pemahamanbahwa dengan menggunakan software adobe photoshop mereka dapat menghasilkan motif digital yangterlihat dinamis dan sesuai dengan konsep yang dirancang pada produk fashion homewear

    PERAN INSTITUSI SENI DALAM PELESTARIAN DAN INOVASI TARI SUNDA

    Get PDF
    Tari Sunda sebagai salah satu warisan budaya memiliki nilai tradisi yang kuat. Keberadaannya di tengahperkembangan zaman dan modernisasi keberadaannya tetap harus dijaga. Upaya dalam pelestariantersebut, dengan kehadiran institusi seni yaitu ISBI Bandung sebagai agen pelestari dan pengembanganinovasi tari Sunda. Tulisan ini bertujuan untuk melihat peran institusi seni dalam pelestarian dan inovasiTari Sunda. Selain itu manfaat yang didapatkan pada tulisan ini menambah pengetahuan mengenaipemahaman pelestarian dan perkembangan Tari Sunda, dan mengetahui proses pembelajaran di institusiseni dalam mendidik mahasiswanya untuk dapat melestarikan dan berinovasi dalam perkembanganTari Sunda. ISBI Bandung mampu melestarikan seni tari tradisi Sunda dengan sistem pembelajarannyasecara konsisten mengembangkan serta memajukan nilai tradisi Sunda. Meskipun perkembanganzaman yang sudah tidak dapat dihentikan, dengan cara apapun seni tari tradisi Sunda tetap dipeliharadan dikembangkan melalui bentuk karya tari yang memiliki inovasi tetapi tanpa menghilangkan nilaiketradisiannya

    MODEL KOMUNIKASI METAMORFOSIS SPIRITUAL LUKISAN NYI RORO KIDUL

    Get PDF
    Lukisan dengan objek Nyi Roro Kidul merupakan bagian penting bagi para kolektor, sebagai media komunikasidengan sosok mitos Nyi Roro Kidul yang diyakininya. Pergeseran makna profan dari lukisanuntuk kebutuhan rasa estetik menjadi kebutuhan spiritual bersifat sakral merupakan fenomena menarik,ketika sebuah lukisan diagungkan dengan melibatkan keyakinan ruhani. Sikap spiritual pada lukisanNyi Roro Kidul merupakan budaya baru, mengingat jarang ditemukan data tulisan ilmiah yang secarakhusus membahas Lukisan Nyi Roro Kidul, sebagai bagian dari budaya kepercayaan pada mitos yangsudah lama hadir. Metamorfosis fungsi lukisan Nyi Roro Kidul terbentuk secara alami dari komunikasiantar komunikator yang berkepentingan dalam lingkaran ekosistem seni rupa. Penelitian ini bertujuanmemahami makna metamorfosis Lukisan Nyi Roro Kidul serta pembentukannya, dengan menggunakanmetode kualitatif, melalui pendekatan etno-komunikasi, yakni mencermati relasi makna komunikas

    JENIS KLASIFIKASI ALAT MUSIK ANGKLUNG TOEL SEBAGAI KAJIAN DASAR IMPLIKASINYA PADA PROSES PEMBELAJARAN MUSIK

    Get PDF
    Artikel ini mengkaji tentang jenis klasifikasi alat musik Angklung Toel implikasinya pada proses pembelajaranmusik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif untuk mengetahui ataumenggambarkan kenyataan dari kejadian yang diteliti sehingga memudahkan mendapatkan data yangobjektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Angklung Toel memiliki jenis dan seri yang berbeda-beda,meliputi Unit Angklung Toel Klasik Seri 1 dan Seri 2, Unit Angklung Toel Great Seri 1, Seri 2, dan Seri3 serta Konverter Angklung. Masing-masing jenis Angklung Toel tersebut memiliki ukuran, bentuk dancara memainkan yang berbeda-beda serta memiliki kelebihan dan kekurangannya

    Limbah Besi dalam Fotografi Kolase: Perspektif Ecoart

    Get PDF
    Limbah besi merupakan barang bekas yang sudah tidak ada nilai maupun fungsinya, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan yang lainnya. Limbah besi banyak ditemukan di berbagai tempat, ada yang masih bisa dijual Kembali, tetapi banyak juga yang sudah tidak dapat dijual atau digunakan Kembali. Limbah besi menjadi objek dalam penciptaan karya fotografi, yaitu menciptakan karya seni dengan menggunakan material limbah sehingga dapat menciptakan visual karya fotografi tiga dimensional dengan menggunakan teknik kolase. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian berbasis praktik (practice-based research), sebuah kreatifitas dengan melakukan langkah atau tindakan eksplorasi, yaitu melakukan pengamatan langsung keberbagai lokasi dan visualisasi dengan melakukan eksperimentasi dan menggunakan perspektif EcoArt. Penelitian ini menghasilkan karya fotografi dengan menggunakan barang bekas atau rongsokan sebagai fotografi kolase dengan perspektif EcoArt yang mempunyai nilai-nilai estetik. Kata kunci: limbah-besi, fotografi, kolase, dan EcoAr

    Inovasi Produk Suvenir Destinasi Wisata Kearifan Lokal Sebagai Peluang Usaha Masyarakat Adat

    Get PDF
    ABSTRAK Inovasi produk suvenir berwawasan budaya lokal masyarakat adat, memberikan peran penting untuk mempertahankan dan mewariskan juga turut mempromosikan kearifan lokal masyarakat adat ke dunia luar. Kearifan lokal ini merujuk pada nilai-nilai tradisi lokal dan filosofi yang menjadi kekuatan positif pelestarian budaya. Hal tersebut menjadi ide dalam pengembangan produk suvenir khas. Inovasi bahan, teknik, fungsi, desain, dan motif produk suvenir digali dari ikon masyarakat adat Mahmud Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat dan Masyarakat Adat Cinta Dame Batak Toba Sumatera Utara, menjadi perpaduan dua budaya, dalam upaya membuka peluang usaha baru dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat adat dan pemerintah daerahnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menambah kreatifitas yang berkelanjutan, agar produk suvenir menjadi daya tarik bernilai jual untuk kebutuhan pariwisata. Metode Kualitatif deskriptif dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data survey, wawancara, eksperimen dan produksi membuat Model produk suvenir. Hasil akhir dari penelitian ini memberikan alternative model produk khas yang melalui pengkajian dari kearifan lokal dua masyarakat adat, untuk dikembangkan berbagai usaha yang dapat meningkat kesejahteraan dan ekonomi. Kata Kunci: Inovasi Produk Suvenir, Ikon Kearifan lokal, Pariwisata, Peluang Usah

    Color Scheme Test of Color Mapping in Batang Batik Design

    Get PDF
    The use of natural dyes for batik in recent years, apart from being a trend, has also become an alternative solution to the ongoing environmental issues. For specific crafter communities, natural dyes can be a challenge that raises new obstacles due to their special treatment compared to the easier synthetic dyes. Another concern is losing the distinct character of a region\u27s batik. This research tries to mediate these challenges by retrieving the 2017 research on color mapping of three centers of batik tulis in Batang district. The mapping resulted in a distinct color scheme and how it is equivalent to natural colors. To show the possibility of using natural dyes without losing the distinct regional character, the color mapping was followed by a color schemes test. The findings of this research result in the use of natural colors whose intensity tends to be reduced compared to synthetic dyes, so the colors tend to be fainter and softer. Thus, batik with natural dyes has provided new diversification for the batik and added new skills for the crafters

    ESTETIKA IBING TAYUB BALANDONGAN DI SITURAJA-SUMEDANG

    Get PDF
    Ibing berasal dari kata Ngibing, mengandung pengertian tari atau menari, sedangkan kalangenan merupakan kebiasaan (habit) yang dilakukan masyarakat sifatnya untuk kesenangan atau hiburan. Tayub Balandongan sebagai ibing kalangenan merupakan kebiasaan ngibing dengan ronggeng yang dilakukan dalam peristiwa Tayuban. Kata balandongan merupakan arena pertunjukan tayuban yang letaknya di luar gedung (out door) atau dapat juga diartikan bahwa Balandongan ini merupakan sebuah panggung yang terbuat dari bambu. Kaparigelan menari dalam tayuban merupakan hal yang wajib dikuasai oleh para penayub karena mempunyai prestise tersendiri, sebagai cerminan kewibawaan serta kharismatik seorang pengibing. Untuk membedah permasalahan Tayub Balandongan di Situraja-Sumedang maka penulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan teori estetika instrumental. Keberadaan Tayub Balandongan ini menjadi cerminan bahwa Ibing Tayub Balandongan merupakan bentuk kesenian rakyat yang istimewa dikarenakan dari dua jenis tari kalangenan/pergaulan (rakyat dan menak) dapat menyatu dalam satu sajian yaitu Tayub Balandongan. Dari sisi lain berdampak pula pada pandangan masyarakat yang di masa lalu terdapat tingkatan derajat yang diklasifikasikan berdasarkan sistem status lapisan sosial masyarakat. Namun pada saat ini pandangan tingkatan sosial itu menjadi hilang dan menjadikan Tayub Balandongan sebuah sarana hiburan dan media silaturahmi masyarakat dari berbagai kalangan. Kata Kunci: Ibing Tayub Balandongan, Kalangenan, Tari Rakyat, Tari Menak. ABSTRACT THE AESTHETICS OF IBING TAYUB BALANDONGAN IN SITURAJA-SUMEDANG, DECEMBER 2024. Ibing comes from the word Ngibing, which means dance or dancing, while kalangenan is a habit which is done by the society for fun or entertainment. Tayub Balandongan as ibing kalangenan is the habit of ngibing with ronggeng which is carried out during the Tayuban event. The word Balandongan is a tayuban performance arena which is located outside the building (out door) or it can also be interpreted that Balandongan is a stage made of bamboo. The skill of dancing in tayuban is something that must be mastered by the dancers because it has its own prestige, as a reflection of the authority and charisma of a singer. To reveal the problems of Tayub Balandongan in Situraja-Sumedang, this writing uses a qualitative research method with an instrumental aesthetic theory approach. The existence of Tayub Balandongan is a reflection that Ibing Tayub Balandongan is a special form of folk art since the two types of Kalangenan/social dance (folk and noble) could be combined in one performance, namely Tayub Balandongan. Besides, it also has an impact on society\u27s views, where in the past there were degrees which were classified based on the social status system of society. However, at this time this view of social levels has disappeared and made Tayub Balandongan a means of entertainment and a medium for gathering people from various circles. Keywords: Ibing Tayub Balandongan, Kalangenan, Folk Dance, Menak Danc

    1,711

    full texts

    1,925

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇