E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
    1925 research outputs found

    INOVASI SENI WAYANG TAVIP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MUHADHOROH DI PONDOK PESANTREN FATHUL HUDA BOJONGKASO

    Get PDF
    Wayang Tavip diciptakan oleh Mohamad Tavip, Dosen Institut Seni Budaya Indonesia Bandung. Teknologidan Inovasi Wayang Tavip terletak pada medium transparan warna, tata cahaya dan modifikasikarakter wayang sesuai dengan kebutuhan. Layar khusus dan jenis lampu yang digunakan pada WayangTavip ini menjadi salah keunggulan teknologi dan inovasi Wayang Tavip. Inovasi penggunaan WayangTavip sebagai media pembelajaran Muhadhoroh di lingkungan pondok pesantren. Muhadhoroh adalahseni dakwah dengan gaya menarik dan menghibur untuk memberikan pemahaman agama kepada masyarakatsekitar. Pertunjukan Wayang Tavip sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran lingkungandan pesan keagamaan kepada masyarakat di kampung Bojongkaso. Pembuatan Wayang Tavip daribahan limbah dan non plastik transparan sebagai media pembelajaran Muhadhoroh. Manfaat dari programini melatih kreativitas, kemampuan mental, dan melatih keberanian berbicara oleh para santri didepan umum. Inovasi Seni Wayang memberi kontribusi yang positif untuk para ustads dan santri sertamasyarakat sekitar. Berdasarkan sejarah, Wayang juga salah satu media pendidikan dalam penyebaranagama Islam di pulau Jawa seperti yang dilakukan oleh para wali, seperti Sunan Kalijaga. Penelitiankarya seni ini akan dilakukan Di Pondok Pesantren Fathul Huda Bojongkaso Desa Cihanyir KabupatenBandung. Luaran dan Target program ini meningkatkan pemberdayaan para Santri Pondok pesantrenkhususnya di bidang kesenian Islam dan wayang berbasis permasalahan sosial dan lingkungan. Luaranberupa HAKI, artikel, prosiding. Target dari program ini diharapkan para Santri dapat membuat wayangTavip dan melakukan seni pertunjukan islami untuk berdakwah serta mengatasi permasalahan sosialdan lingkungan di Desa Cihanyir

    PROSES KREATIF PENCIPTAAN MOTIF TENUN GARUT DENGAN SUMBER INSPIRASI MOTIF BATIK GARUT

    Get PDF
    Tenun Garut merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai artistik tinggi. Namun,dalam perkembangan zaman, perlu adanya inovasi dalam desain motif untuk menjaga eksistensinya.Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendokumentasikan proses kreatif dalam penciptaanmotif tenun Garut yang terinspirasi dari motif batik khas Garut. Dengan metode penelitian kualitatifdan pendekatan studi kasus, penelitian ini mendeskripsikan langkah-langkah kreatif yang dilakukanoleh para peneliti tenun dalam mengadaptasi motif tradisional batik Garut ke dalam tenunan. Proses inimencakup eksplorasi elemen-elemen visual, modifikasi bentuk, dan penyatuan estetika antara dua senitekstil yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penciptaan motif tenun Garut yang mengacupada motif batik Garut tidak hanya mempertahankan identitas lokal, tetapi juga menciptakan produkyang inovatif dan relevan dengan perkembangan industri tekstil saat ini

    PERAN SANGGAR TARI TOPENG ADININGRUM DALAM UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN BUDAYA

    Get PDF
    Kesenian Tari Topeng Cirebon hingga saat ini masih dipertahankan dan dipelihara khususnya oleh paratokoh Dalang Topeng melalui sanggar-sanggar Tari Topeng yang mereka kelola. Fokus penelitian iniadalah sanggar Tari Topeng Adiningrum yang berlokasi di Desa Slangit Kecamatan Klangenan KabupatenCirebon. Permasalahan yang dirumuskan terhadap topik kajian ini adalah bagaimana peransanggar Tari Topeng Adiningrum dalam upaya peningkatan ketahanan budaya. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mendapatkan eksplanasi yang komprehensif mengenai peran sanggar Tari Topeng Adiningrumdalam upaya peningkatan ketahanan budaya. Penelitian ini menggunakan teori “Social Contract”yang dikemukakan oleh James R. Brandon. Adapun metode yang digunakan adalah metode kualitatifmelalui pendekatan deskriptif analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran sanggarTari Topeng Adiningrum dalam upaya peningkatan ketahanan budaya sangat berkaitan dengan adanyadukungan pemerintah (government support), dukungan masyarakat (community support), dan dukungankomersial (commercial support)

    SYMBOL’S MOVEMENT SEBAGAI STRATEGI RANGSANG GERAK KREATIF PADA PENCIPTAAN KOREOGRAFI

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji penggunaan Symbols Movement sebagai strategi untuk merangsang gerakkreatif dalam proses penciptaan koreografi, dengan memadukan metode eksperimen dan metode semiotika.Melalui metode eksperimen, simbol diperlakukan sebagai pemicu gerakan yang dieksplorasi secaraintuitif dan bebas oleh penari, mendorong terciptanya gerakan orisinal dan inovatif. Sementara itu,metode semiotika digunakan untuk menganalisis simbol sebagai tanda yang memiliki makna denotatifdan konotatif, sehingga dapat diterjemahkan ke dalam gerakan yang lebih komunikatif dan sarat makna.Kombinasi kedua metode ini memberikan keseimbangan antara kebebasan kreatif dan kedalaman analisissimbol, menghasilkan karya koreografi yang tidak hanya estetis secara visual. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa symbol movement dapat memperkaya eksplorasi gerak serta memberikan dimensiartistik yang lebih mendalam dalam penciptaan koreografi, baik dari segi proses kreatif penari maupunkomunikasi pesan kepada penonton

    Struktur Musik Iringan Tari Puspanjali

    Get PDF
    Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan struktur komposisi musik iringan tari Puspanjali karya I Nyoman Windha seorang maestro karawitan Bali. Tari Puspanjali yang dipergunakan sebagai tari penyambutan ciptaan NLN Swasthi Widjaja diciptakan tahun 1989, menjadikannya sebagai sebuah karya tari yang monumental. Puspanjali berasal dari kata puspa berarti bunga dan anjali berarti sebuah penghormatan, dengan kata lain Puspanjali adalah taburan bunga sebagai sebuah penghormatan. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif melalui penjabaran struktur dan bentuk musik iringan tari yang terdiri dari kawitan, pengawak, dan pekaad dengan persyaratan mungkus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung baik melihat pertunjukannya ataupun melalui video, wawancara, dan studi kepustakaan. Penciptaan tari dan iringannya sangat spontan yang keluar dari ide, gerak tari, dan melodi yang diramu dalam komposisi yang sederhana tetapi sampai saat ini karya tersebut dapat digolongkan sebagai karya monumental karena masih bertahan dan banyak dipergunakan oleh masyarakat di Bali. Penjabaran struktur musik iringan tari dilakukan melalui notasi balok yang digabungkan dengan notasi dindong. Tarian Puspanjali sangat cocok dipelajari oleh anak usia dini karena kesederhanaan gerakannya, dan musik iringan dapat dipelajari oleh para pemula usia SD karena kesederhanaan komposisi musiknya

    Regenerasi Pengrajin Gerabah Perempuan di Pundong, Kasongan, dan Bayat dalam Mempertahankan NilaiNilai Kearifan Lokal Budaya Jawa

    Get PDF
    This research discusses women traditional pottery craftsmen in Pundong, Kasongan, and Bayat who are guardians of local cultural traditions in the midst of a global cultural ecosystem that is changing rapidly. This study aims to analyze the role of women in maintaining the values of local wisdom and how they deal with the influence of globalization on their traditional pottery crafts in relation to regeneration. The method used is a qualitative method with an ethnographic approach model. Data collected included observations, interviews, and documentation in traditional pottery-making communities. Pottery craftsmen in Pundong, Kasongan, and Bayat play an important role as custodians of cultural knowledge, transmission of traditions, and innovation in pottery crafts. The expertise of traditional techniques, artistic expression, and cultural symbols is a testament to women\u27s dedication in maintaining the values of local wisdom amid the pressures of the global cultural ecosystem. The results of this study contribute to a broader understanding of the importance of cultural preservation and regeneration efforts involving gender roles in learning the nation\u27s character. Keywords: Women, Pottery Craftsman, Local Wisdom, Globa

    Terapi Musik pada Perawat untuk Menurunkan Tingkat Stres di Rumah Sakit Advent Medan

    Get PDF
    Penelitian ini mengulas salah satu alternatif metode untuk menurunkan tingkat stres pada perawat di Rumah Sakit Advent dengan melihat efektivitas dan memberikan solusi alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan perawat, baik di lingkungan kerja maupun di dalam keluarga. Selain itu, dapat memberikan rekomendasi bagi pihak rumah sakit dan manajemen perawat dalam mengimplementasikan terapi musik sebagai salah satu metode pengurangan stres pada perawat. Didasarkan pada pemahaman di atas bahwa profesi perawat adalah pekerjaan yang penuh tekanan, tuntutan fisik, emosional, dan mental yang tinggi. Rumah Sakit Advent sebagai lingkungan kerja yang sibuk dan sering kali menghadapi situasi darurat, di mana dapat menimbulkan tingkat stres yang tinggi pada para perawat. Stres yang tinggi pada perawat dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mereka, seperti kualitas tidur yang buruk, peningkatan kelelahan, penurunan kualitas pekerjaan, dan peningkatan risiko masalah kesehatan fisik dan mental. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test terhadap perawat. Hal ini dilakukan dengan tujuan dapat mendeteksi tingkat stres perawat sebelum perlakuan terapi musik dan sesudah perlakuan terapi musik. Terapi musik dianggap sebagai salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi stres. Musik memiliki efek psikofisiologis yang dapat meredakan ketegangan, menurunkan tingkat kecemasan, mengurangi tekanan darah, serta meningkatkan suasana hati dan kualitas tidur. Namun, belum banyak penelitian yang mengeksplorasi efektivitas terapi musik khususnya pada perawat di Rumah Sakit Advent. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BmT mampu menurunkan tingkat stres perawat dari kategori moderate stres menjadi relax. Dengan adanya penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan performa kinerja perawat di Rumah Sakit Advent Medan. Kata Kunci: BmT, Musik Terapi, Perawat, Stres, Rumah Sakit Adven

    Interkulturalisme dalam Tari Kontemporer: “Anak Ciganitri” Karya Alfiyanto

    Get PDF
    ABSTRAK Meskipun keragaman budaya menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan tari kontemporer, masih sedikit koreografer yang menggunakannya sebagai acuan dalam berproses dan berproduksi seni. Salah satu koreografer di Indonesia, Alfiyanto, merepresentasikan keragaman tradisi dari Sunda, Minangkabau, dan Jawa melalui tari kontemporer. “Anak Ciganitri” merupakan karya tari kontemporer yang menampilkan dimensi budaya dialogis dari berbagai etnis yang saling berkelindan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan interkulturalisme pada karya “Anak Ciganitri”. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengumpulan data melalui studi pustaka, studi lapangan, wawancara, dan observasi. Dialog pertemuan etnis yang saling berkelindan dalam karya “Anak Ciganitri” menjadi realisasi Alfiyanto dalam meningkatkan pengayaan keberagaman berdasarkan hasil dari gabungan beberapa budaya dan membangun toleransi yang bersifat aktif. Penelitian ini berpendapat bahwa interkulturalisme yang dilakukan Alfiyanto dapat memberi stimulus bagi penari dan penonton untuk mengetahui keunikan dan rasa yang dihadirkan dari etnis lain. Gagasan ini memungkinkan Alfiyanto mewujudkan solidaritas budaya dan keterbukaan terkait etnis dari tari di luar Sunda. Kata kunci: Interkulturalisme, Tari kontemporer, Alfiyanto, Anak Ciganitr

    The Habitus of the People of Tempellemahbang Village Through Rencek Media in Contemporary Art

    Get PDF
    ABSTRACT The abundant teak wood waste in the village of Tempellemahbang, Blora Regency, which is called rencek, Rencek is a Javanese term that means the remains of pieces of wood that are no longer used and are identically used as firewood,was explored through a creative process by the author and used as a medium for creating paintings. Awareness of the exploration of rencek as a medium for painting is supported by the author’s aesthetic intuition and the habitus connection between the people of Tempellemahbang Village and the writer. As for the method of creating works, namely, the author collects & formulates problems related to the topic of the habitus of the people of Tempellemahbang Village, interprets the topic of the problem that the writer stretches to make it an idea for the work, the work design process starts from the medium used to the visualization of the work form, and the execution stage and work realization. In creating this work, the author is interested in and uses references to the work of several Indonesian artists Heri Dono, Amrus Natalsya, and Masmundari. The author explores using teak wood as a medium and produces five works with the title of work, among others; (1) Si Gadis Desa, (2) Tutup Telinga dan Teriaklah, (3) Blandong Kayu, (4) Raut Ekspresi Kami. The writer, who is a native of Tempelembang Village, is intrigued and wants to voice the issue of housing inconveniences in the environment by representing it in the form of works of art. The author uses the medium of rencek wood waste originating from industry. The author is interested in all the activities, expressions and responses of the surrounding community regarding the wood industry environment which can be expressed in contemporary works of art. Through this painting, it is hoped that it will be able to become a medium of artistic expression in expressing the expression of a society that is “oppressed” by capitalists. Keywords: Rencek, Contemporary Art, Decorative, Blora Regenc

    KONSEP INTERPRETASI AWAN SEBAGAI RANGSANG VISUAL DALAM PENCIPTAAN KARYA TARI ’TITI SURYA’ DI KOTA BANDUNG

    Get PDF
    ABSTRAK Artikel ini menjelaskan tentang penciptaan karya tari kreasi baru ‘Titi Surya’ yang terinspirasi dari awan, dan dijadikan sebagai rangsang visual, serta di dalamnya diinterpretasikan tentang gambaran manusia dalam mengarungi proses kehidupan penuh dengan dinamika, bentuk apapun yang telah digariskan yang Maha Kuasa dilalui dengan sabar, tabah, tawakal, dan ikhlas diterima dengan rasa syukur. Metode kreativitas digunakan dengan melalui tahapan eksplorasi, improvisasi, evaluasi, dan komposisi, yang di dalamnya memunculkan pendekatan konsep interpretasi. Hasil dari karya tari kreasi baru ‘Titi Surya’ ini merupakan karya inovatif yang masih melekat esensi tradisinya, yang dapat disosialisasikan kepada masyarakat luas khususnya kepada generasi muda. Kata Kunci: ‘Titi Surya’, Konsep Interpretasi, Rangsang Visual Awan. ABSTRACT THE CONCEPT OF CLOUD INTERPRETATION AS VISUAL EXCITEMENT IN THE CREATION OF DANCE WORK ‘TITI SURYA’ IN BANDUNG, JUNE 2024. This article explains the creation of the new dance work \u27Titi Surya\u27 which is inspired by clouds, and is used as a visual stimulus, and there is an image of humans navigating the life process full of dynamics, various forms which have been outlined by the Almighty, being passed through patiently, steadfast, trusting, and sincerely accepted with gratitude. The creativity method is used through stages of exploration, improvisation, evaluation and composition, which rises to an interpretive concept approach. The result of this new creative dance work \u27’Titi Surya’ is an innovative work that still has the traditional essence, which can be disseminated to the wider community, especially to the younger generation. Keywords: \u27Titi Surya\u27, Interpretation Concept, Visual Stimulus Of Clouds

    1,711

    full texts

    1,925

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇