E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
1925 research outputs found
Sort by
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA SUKARAME KEC. PACET KABUPATEN BANDUNG
ANALISIS SCENE FILM PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN DALAM MENCIPTAKAN PROSES IDENTIFIKASI YANG MENUNJANG DRAMATIKA FILM
ABSTRACT
Film stories are built from a combination of several actions carried out by film characters. Actions carried out by film characters can create an identification process. The identification process generally occurs in the audience when the audience feels sympathy for the main character, emotionally the audience feels what they are experiencing. One of the identification processes occurred in the film "Perempuan Berkalung Turban". The film is a research object in the research activities carried out. The research uses a qualitative method with a descriptive approach which aims to explore extensively and explain the objects and subjects of research as they are. This aims to provide a systematic picture, facts and characteristics of the object being studied accurately and obtain a conclusion from the results of the analysis. In the research process, indicators are determined to search for and assess the identification process, which then creates a description of the conclusions of the analysis results. The results of the description of the analysis process are packaged into a conclusion which is expected to increase understanding of film drama and the importance of creating an identification process in film stories. It was found that the stronger the identification process and the greater the interference, the more the film will have an interesting story to enjoy (watch).
ABSTRAK
Cerita film dibangun dari gabungan beberapa aksi yang dilakukan oleh tokoh film. Aksi yang dilakukan tokoh film dapat menciptakan proses identifikasi. Proses identifikasi umumnya terjadi pada penonton ketika penonton merasakan rasa simpati kepada tokoh utama tersebut, secara emosional penonton ikut merasakan apa yang dialami. Proses ientifikasi tersebut, salah satunya terjadi pada Film “Perempuan Berkalung Sorban”. Film tersebut sebagai objek penelitian pada kegiatan penelitian yang dilakukan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif bertujuan untuk menggali secara luas dapat memaparkan objek maupun subjek penelitian secara apa adanya, hal ini bertujuan guna memberikan gambaran sistematis, fakta dan juga karakteristik objek yang diteliti secara tepat dan mendapat suatu kesimpulan dari hasil analisis. Pada proses proses penelitian ditentukan indikator untuk mencari dan menilai proses identifikasi, yang selanjutnya membuat deskripsi kesimpulan hasil analisis. Hasil deskripsi proses analisis dikemas menjadi sebuah kesimpulan yang diharapkan dapat menambah pemahaman tentang dramatika film, pentingnya menciptakan proses identifikasi di dalam cerita film. Ditemukan fakta bahwa semakin kuat proses identifikasi dan semakin besar gangguan maka film akan semakin memiliki cerita yang menarik untuk dinikmati (ditonton)
PENGGUNAAN APLIKASI CANVA DALAM PERANCANGAN KATALOG DIGITAL INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK SENI LUKIS JELEKONG MELALUI MEDIA SOSIAL
Perancangan katalog digital interaktif untuk meningkatkan penjualan produk lukisan Jelekong melaluimedia sosial menjadi langkah signifikan dalam pemanfaatan teknologi digital guna memperluas jangkauanpemasaran seni rupa lokal. Katalog yang di desain menggunakan aplikasi desain grafis Canva inimemungkinkan pengguna yang tidak memiliki latar belakang desain profesional untuk menghasilkanmateri pemasaran visual yang menarik dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode ParticipatoryAction Research (PAR) yang melibatkan seniman lukisan Jelekong dalam setiap tahapan perancangankatalog, mulai dari perencanaan, implementasi, hingga evaluasi. Pendekatan ini menggarisbawahi semakinpentingnya pemasaran digital dalam industri seni.Proses penelitian diawali dengan pengumpulan informasi dan kebutuhan seniman terkait pemasarandigital. Kemudian, perancangan katalog dibuat secara kolaboratif dengan mempertimbangkan preferensivisual dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam lukisan Jelekong. Setelah itu, katalog diintegrasikanke dalam strategi pemasaran media sosial dengan fokus pada platform populer seperti Instagramdan Facebook.Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalog digital interaktif yang di desain dengan Canva dapatmeningkatkan keterlibatan pelanggan dan memperluas jangkauan pasar. Produk lukisan Jelekong semakindikenal luas, baik secara nasional maupun internasional. Kisah sukses ini menggarisbawahi pentingnyastrategi pemasaran digital dalam industri seni dan menyediakan peta jalan untuk usaha masa depan
PERKEMBANGAN KARAWITAN WAYANG GOLEK DI KABUPATEN GARUT
Pertunjukan Wayang Golek sampai dengan saat ini masih memiliki tempat yang cukup populer di matamasyarakat tatar Sunda, bahkan dikenal pula oleh masyarakat Indonesia maupun masyarakat Internasional.Sejak lama pertunjukan Wayang Golek menjadi bagian peristiwa budaya di masyarakat Sunda, baiksebagai bagain dari upacara ritual (ruwatan), maupun sebagai media hiburan dalam rangka pernikahan,khitanan, hajat lembur, syukuran berbagai kegiatan masyarakat; serta sebagai media ‘propaganda’ program-program pemerintah, intansi atau organisasi-organisasi tertentuMencermati pertunjukan wayanggolek, unsur karawitan yang melekat langsung dalam keterampilan seorang dalang tidak hanya aspekamardawalagu, akan tetapi melekat pula pada aspek tetekon lainnya. Aspek antawacana yaitu teknikdalang dalam membawakan sebuah dialog tidak terlepas dari unsur karawitan, karena antawacana tidakhanya untuk membedakan karakter atau besar kecilnya suara suatu tokoh wayang, akan tetapi memilikipula aturan tinggi rendahnya nada yang berdasarkan kepada frekuensi nada-nada dalam gamelan yangdigunakan dalang saat pertunjukan. Sebagai contoh: suara kesatria ladak harus berada pada nada Tuguatau nada Loloran; suara ksatria lungguh harus berada pada nada Loloran atau nada Galimer; dan lainsebagainya; bahkan terdapat tokoh-tokoh yang dalam berdialognya menggunakan lantunan melodisatau bahkan dinyanyikan. Hal ini menunjukkan bahwa karawitan adalah aspek yang harus dikuasaioleh seorang dalang, bukan lagi sebagai pendukung. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu Untuk memberikanwawasan teoretis tentang karawitan Wayang Golek kepada seniman Wayang Golek Sunda diKabupaten Garut; untuk membekali keterampilan dan pembendaharaan repertoar karawitan WayangGolek kepada para seniman di Kabupaten Garut; untuk membekali pengetahuan dan konsep kreativitasdalam ruang lingkup karawitan tradisi Wayang Golek Sunda, kepada seniman di Kabupaten Garut