E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
1925 research outputs found
Sort by
Peran Pendidikan Karakter dalam Mencegah Ketidakjujuran Akademik di Pendidikan Tinggi: Tijauan Systematic Literature Review
Ketidakjujuran akademik di pendidikan tinggi terus mengalami peningkatan, terutama dalam lingkungan pembelajaran daring, sementara kebijakan yang bersifat hukuman terbukti tidak efektif dalam mengatasi permasalahan ini. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan karakter sebagai strategi preventif dalam menumbuhkan integritas akademik di kalangan mahasiswa. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menelaah data dari berbagai studi akademik yang berkaitan dengan pendidikan karakter, ketidakjujuran akademik, dan integritas akademik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter ke dalam kurikulum secara signifikan mengurangi pelanggaran akademik dibandingkan dengan pendekatan hukuman. Lebih lanjut, pendidikan karakter turut berkontribusi dalam membentuk etika profesional mahasiswa di dunia kerja. Implikasi dari studi ini menekankan perlunya reformasi kebijakan akademik dengan pendekatan berbasis karakter secara holistik guna membangun budaya integritas akademik.
Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Ketidakjujuran Akademik, Integritas Akademi
PENGEMBANGAN OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA BOJONGHALEUANG
Masyarakat Desa Bojong Haleuang pada dasarnya adalahMasyarakat yang memiliki ragam objek kebudayaan yang potensialuntuk digali. Peran serta Masyarakat dalam hal ini adalah sangat vitaldalam Upaya pelestarian kepada objek-objek kebudayaan ini harusterus dilakukan di tengah gempuran arus modernisasi dan globalisasiyang melanda dunia. Upaya pelestarian dan pengembangan menuntutperan aktif para aparat desa, tokoh masyarakat, masyarakat setempatdan kaum intelektual. Tanpa keterlibatan para penjaga kebudayaan,upaya-upaya yang dilakukan tidak akan mendapatkan hasil yangmaksimal
“GEUTIH SAKEUCLAK-BUUK SALAMBAR, MOAL REK DIBIKEUN” TEATRIKALITAS PENCAK SILAT PADEPOKAN SILAT PUSAKA PUTRA GUMELAR GADOBANGKONG
Padepokan Silat Pusaka Putra Gumelar didirikan pada 1970 olehMuhamad Muchtar Supriadi (70) atau sering disapa Pak Dede. Selakupimpinan, Pak Dede hingga sekarang masih aktif berkiprah melestarikanPencak Silat yang diwariskan oleh para leluhurnya. Padepokan inimerupakan cabang dari Pusaka Putra Gumelar di Garut yang tergabungdalam PPSI. Hal menarik dari padepokan ini adalah ungkapan “GeutihSakeuclak, Buuk Salambar Moal Rek Dibikeun”. (Darah setetes, Rambutselembar tidak akan diberi) merupkan ungkapan bermakna metaforsekaligus teatrikal dalam makalangan (adu kekuatan-tanding) di arenaperlombaan Pencak Silat. Padepokan ini aktif mengikuti PasanggiriPersatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI), khususnya di KabupatenBarat. Secara regular, setiap tahunnya padepokan ini sering tampilpada acara milad (ulang tahun) desa Gadobangkong
OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN MASYARAKAT SEMI-URBAN DESA CIMERANG, KEC. PADALARANG, KAB. BANDUNG BARAT DALAM TINJAUAN FOLKLOR
Sebagai salah satu kawasan, Desa Cimerang turut ikut dalampengembangkan perekonomian melalui industri kecil dan perdagangan.Meskipun sebagian besar masyarakatnya masih menjadikan pertaniandan perkebunan sebagai mata pencaharian utama. Masyarakatsemi-urban menurut penelitian Rachmayanti & Haryanto (2021)mendeskripsikan bahwa masyarakat semi-urban merupakanmasyarakat yang tinggal di kawasan desa namun memiliki gaya hidupseperti masyarakat kota. Meskipun secara mata pencaharian sebagianbesar mereka masih fokus pada pertanian dan perkebunan yanglebih modern, serta banyak masyarakat yang sudah memulai untukmembuka industri kecil dan perdagangan. Terkadang masyarakat semiurbandi istilahkan sebagai masyarakat setengah perkotaan
KONSEP REPETISI DAN METRUM DALAM PENCIPTAAN KARYA TARI “BERMAIN DENGAN WAKTU”
Karya tari “Bermain dengan Waktu” merupakan manifestasi eksploratif yang bersumber dari nilai-nilai dan gerak dasar Pencak Silat, diolah melalui pendekatan garap kontemporer. Pemilihan pola garap ini dimaksudkan untuk memberikan ruang kebebasan ekspresi dalam proses penciptaan, sehingga memungkinkan munculnya inovasi artistik yang tetap berakar pada tradisi. Proses kreatif tersebut tidak dapat dilepaskan dari latar belakang personal pencipta sebagai pelaku sekaligus penikmat Pencak Silat, serta konsentrasi keilmuan dalam ranah tari kontemporer berbasis tradisi. Dalam konteks ini, Gibbons (2007:147) mengemukakan bahwa seni kontemporer, dengan karakteristiknya yang terbuka dan beragam, telah menjadi medium penting dalam mengartikulasikan memori budaya. Ia menekankan bahwa “meskipun seni kontemporer dengan keterbukaan dan keberagaman telah terbukti menjadi kepentingannya memori dalam budaya kontemporer. Memori dalam seni kontemporer selalu muncul dan bahkan jauh lebih banyak”. Selanjutnya, Gibbons (2007:148) juga menyatakan bahwa “ingatan pada dasarnya adalah sebuah fenomena yang tidak stabil dan bervariasi, namun demikian telah ditangkap, direpresentasikan, diuji, dan diperebutkan dalam berbagai cara dalam seni kontemporer”. Pernyataan ini menunjukkan bahwa karya seni, termasuk tari kontemporer berbasis tradisi, dapat menjadi ruang artikulasi bagi narasi ingatan kolektif dan identitas budaya yang senantiasa mengalami negosiasi makna
IDENTITAS TRADISI DI KAMPUNG ADAT KEPUTIHAN
Tradisi berasal dari Bahasa Latin yaitu tradition yang berarti diteruskan. Tradisi ini berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus, berulang-ulang dan turun-temurun. Gafur, dkk. (2021) menjelaskan bahwa tradisi adalah suatu warisan kebiasaan yang tetap terjaga dari suatu penerus ke penerus lainnya yang harus dipelihara agar tetap terjaga kelestariannya, hal ini saling berkaitan satu sama lainnya ataupun saling mempengaruhi baik dari segi pengetahuan yang berupa ide gagasan manusia sehingga hal tersebut bisa dilakukan manusia dalam aktivitas sehari-hari.Tradisi merupakan suatu hal yang tidak bisa dilepaskan dari suatu masyarakat, merupakan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat secara berulang-ulang. Masyarakat dan tradisi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Tradisi muncul seiring dengan pola laku dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat, sedangkan masyarakat merupakan subyek yang melaksanakan tradisi-tradisi yang ada. Kurniyawan dan Rahmat (2023) menjelaskan bahwa tradisi dan masyarakat merupakan dua sisi mata uang yang keduanya akan susah dipisahkan karena tradisi akan selalu ada dalam masyarakat.Juraidah (2013) memaparkan bahwa bagi setiap kelompok masyarakat pasti mempunyai tradisi-tradisi yang terbentuk atas dasar kepentingan hidup maupun tradisi yang tumbuh secara alami. Wujud dari tradisi tersebut biasanya terlihat dari perilaku pergaulan sehari-hari, sikap hidup, dan kepercayaan tertentu yang berhubungan erat dengan pencapaian tujuan-tujuan hidup suatu masyarakat
PENCAK SILAT DAN SENI PENCAK BERBASIS DIGITALISASI SEBAGAI PROSES PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF
Pencak silat, sebagai salah satu warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia, memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga identitas dan jati diri bangsa. Pelestarian pencak silat cukup krusial dilakukan. Pencak silat sebagai identitas nasional merupakan cerminan dari budaya, sejarah, dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Gerak, jurus, dan filosofi yang terkandung di dalamnya telah diwariskan dari generasi ke generasi, membentuk karakter dan jati diri bangsa. Pencak silat memiliki nilai-nilai luhur tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai seperti disiplin, kesabaran, keberanian, hormat, dan tanggung jawab (Rustiyanti dkk, 2024). Nilai-nilai ini sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda.Selain sebagai warisan budaya dan nilai-nilai luhur, pencak silat untuk kesehatan dan kebugaran. Latihan pencak silat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan Kesehatan mental (Anrilia dkk, 2023). Gerak pencak silat yang dinamis dapat meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan daya tahan tubuh. Pencak silat menyimpan banyak kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Kearifan ini mencakup pengetahuan tentang alam, pengobatan tradisional, dan filsafat hidup. Pencak silat dapat menjadi daya tarik wisata yang unik dan menarik minat wisatawan mancanegara. Dengan demikian, pencak silat dapat berkontribusi pada perkembangan ekonomi daerah. Pencak silat dapat menjadi wadah untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui latihan bersama, kita dapat membangun rasa solidaritas dan kebersamaan
CATATAN KRITIS PADA KOMPOSISI TARI ENVIROMENTAL ART: KARYA TARI RIKSASATO SEBUAH MODEL EDUKASI MASYARAKAT BERBASIS LINGKUNGAN SEBAGAI INSPIRASI KEKARYAAN
Alam beserta isinya merupakan anugerah Tuhan Yang MahaEsa yang tidak ternilai harganya. Hutan, sebagai salah satubagian vital dari ekosistem bumi, sering disebut sebagai paruparudunia karena fungsinya dalam menyerap karbon dioksida,menghasilkan oksigen, menjaga keseimbangan ekosistem,sekaligus menjadi habitat jutaan spesies flora dan fauna.Peranannya tidak hanya terbatas pada ranah ekologi, melainkanjuga menopang kehidupan sosial-ekonomi dan budayamasyarakat di sekitarnya. Namun, dalam beberapa dekadeterakhir, kondisi hutan mengalami degradasi serius. Fenomenadeforestasi yang ditandai dengan penebangan liar, alih fungsilahan untuk perkebunan atau permukiman, serta eksploitasisumber daya alam yang berlebihan, telah mengakibatkanhilangnya jutaan hektar hutan di berbagai wilayah dunia,termasuk Indonesia.Kerusakan hutan membawa dampak multidimensi. Dari sisiekologi, hutan yang dulunya lebat kini berubah menjadi lahangundul, sehingga memicu berkurangnya keanekaragamanhayati, punahnya spesies, serta munculnya bencana ekologisseperti banjir, kekeringan, dan tanah longsor. Dari sisi sosial,deforestasi menimbulkan konflik antara manusia dan satwa liarkarena berkurangnya habitat serta sumber pangan alami.Hewan-hewan yang kehilangan ruang hidup terpaksa mendekatke pemukiman penduduk untuk mencari makanan, sehinggameningkatkan potensi interaksi negatif bahkan tragedi.Sementara dari sisi budaya, hutan yang hilang berartiterputusnya tradisi dan kearifan lokal yang selama ini berakarkuat pada relasi harmonis antara manusia dan alam
INOVASI KONTEMPORER DALAM SENI PERTUNJUKAN: TEKNOLOGI MAPPING DAN HOLOGRAPHIC PADA TARI KOLOSAL KESAH CAHAYA
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji penerapan teknologi projection mapping dan holographic dalam pertunjukan tari kolosal Kesah Cahaya serta kontribusinya terhadap pembentukan estetika pertunjukan kontemporer. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan observasi partisipatif, data dikumpulkan melalui pengamatan proses kreatif serta dokumentasi pertunjukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi teknologi visual digital memperluas ruang representasi panggung dan memperkuat penyampaian narasi melalui efek visual yang imersif. Visualization mapping membantu membangun transisi suasana dan struktur dramaturgi, sedangkan holografi menghadirkan elemen simbolik yang memperkaya imajinasi visual penonton. Kolaborasi teknologi dan koreografi tersebut menciptakan karakter visual yang dinamis serta menunjukkan kecenderungan estetis seni pertunjukan kontemporer. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan inovasi digital memiliki peran strategis dalam pengembangan karya tari kolosal di era modern
Saxophone dalam Upacara Pernikahan Adat Batak Toba di Kota Medan: Harmoni Tradisi dan Modernitas
The authors aim to discuss the role of the saxophone in the presentation of Toba Batak traditional music in the city of Medan. The development of traditional music ensembles using the saxophone instrument is very rapid. This is caused by the large number of songs used that are popular music. The use of the saxophone instrument is growing rapidly in wedding customs and death ceremonies in the traditional music of the Toba Batak community as a carrier of melodies and \u27bunga-bunga\u27. Usually, at Toba Batak traditional wedding parties, the function of the saxophone can be varied. There is the main melody carrier, carrying a collection of notes that resemble variations (flowers) and harmony with the various instruments used in the ensemble. The method used in this research is a descriptive qualitative method in which researchers conduct observations and unstructured interviews to obtain valid information. The research results show that the saxophone plays a role as power in the Toba Batak gondang ensemble for each song played. Especially when giving ulos to the bride and groom.Tujuan penulis membahas tentang peran saxophone dalam pemyajian musik adat Batak Toba di kota Medan. Perkembangan ansambel musik tradisi yang di dalamnya menggunakan alat musik instrument saxophone sangat pesat. Hal ini diakibatkan oleh banyaknya lagu-lagu yang digunakan lebih kepada musik popular. Adapun penggunaan instrumen saxophone sangat berkembang pesat pada adat pernikahan dan upacara kematian pada musik adat masyarakat Batak Toba Sebagai pembawa melodi dan ‘bunga-bunga’. Biasanya dipesta adat pernikahan adat Batak Toba fungsi saxophone bisa beragam. Ada sebagai pembawa melodi utama, membawa kumpulan nada-nada yang menyerupai variasi (bunga-bunga) dan harmoni dengan berbagai alat yang digunakan dalam ansambel tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptip dimana peneliti melakukan observasi dan wawancara tidak terstruktur untuk mendapatkan informasi yang valid. Hasil daripada penelitian adalah instrument saxophone memiliki peran sebagai power di dalam ansambel gondang Batak Toba untuk setiap lagu-lagu yang dimainkan. Khususnya pada saat memeberikan ulos kepada pengantin