E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
1925 research outputs found
Sort by
Transformation of the Seven Seas Characters from The Little Mermaid into Carnival Costume Design
This costume design project aims to present an imaginative visual interpretation of the Seven Seas characters from The Little Mermaid, while highlighting the potential of fantasy narratives as a source of inspiration in costume design development. The primary inspiration is drawn from the book The Little Mermaid: Guide to Merfolk, which details the unique characteristics of each character and the seas they originate from. Carnival costumes were chosen as the medium of expression due to their fusion of aesthetic, cultural, and imaginative elements. The main issue addressed in this study is how to interpret the Seven Seas characters into costume designs that can effectively represent both the visual identity and narrative value of each character through the adaptation of diverse elements such as color, texture, and silhouette. The creative method refers to the concept by S.P. Gustami, which comprises three stages: (1) exploration, involving literature review and character analysis; (2) design development, which includes ideation and sketch creation; and (3) realization, presented in the form of visual costume design renderings. The outcome of this design process consists of seven carnival costume designs that visually and narratively represent the Seven Seas characters. This work is expected to contribute to the development of fantasy-based costume design and serve as a reference for future conceptual fashion design projects.
Landasan Panjang dalam Kesenian Rabano Canduang
Rabano adalah jenis kesenian tradisional yang berasal dari Sumatera Barat, khususnya dalam budaya Minangkabau. Kesenian ini melibatkan pertunjukan tari dan musik, seringkali dengan tema yang mencerminkan kehidupan sehari-hari, adat, dan nilai-nilai masyarakat. Kesenian Rabano Canduang merupakan salah satu bentuk seni tradisional yang berkembang di nagari Canduang jorong gantiang koto tuo kabupaten agam Sumatera Barat. Sebagai bagian dari warisan budaya Minangkabau, Rabano Canduang menggabungkan elemen musik, menciptakan pengalaman yang unik dan mendalam bagi penonton. Kesenian ini biasanya dipentaskan dalam berbagai acara adat dan perayaan, dengan penekanan pada nilai-nilai kebersamaan, keindahan, dan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aspek-aspek estetika, makna simbolik dan peran sosial dari rabano canduang
 
MENYAPA WINA DENGAN BUDAYA INDONESIA, MENGENALKAN MUSIK KOLINTANG DALAM PESTA RAKYAT PERINGATAN KEMERDEKAAN RI KE-78 DI WINA, AUSTRIA
Wina, ibu kota Austria, merupakan salah satu pusat kegiatan musik klasik dunia. Kota ini terkenal sebagai rumah bagi banyak komponis terkenal, termasuk Wolfgang Amadeus Mozart, Ludwig van Beethoven, dan Johann Strauss II. Musik klasik masih menjadi bagian penting dari budaya Wina, dengan konser-konser, opera, dan pertunjukan musik klasik yang sering diadakan di berbagai tempat, seperti Musikverein dan Opera Negara Wina.Selain musik klasik, Wina juga memiliki tradisi musik rakyat yang kaya. Musik folk Austria sering dipertunjukkan dalam festival-festival musik dan acara-acara tradisional. Instrumen-instrumen tradisional seperti Schrammelmusik, Zither, dan Alpenhorn sering digunakan dalam musik rakyat Austria
PENATAAN WILAYAH BERBASIS LINGKUNGAN DI KAMPUNG KUTA CIAMIS
Pada tahun 2019, pemerintah daerah provinsi Jawa Barat melakukan akselerasi pembangunan wilayah perbatasan salah satunya Kampung Kuta (https://bappeda.jabarprov.go.id/kampung-adat-kuta-komitmen-pemdaprov-jabar-akselerasi-pembangunan-di-wilayah-perbatasan/). Akselerasi tersebut disikapi secara positif oleh kampung Kuta untuk menata kawasan dan mempersiapkan diri karena akan dikembangkan ke arah pariwisata budaya. Masyarakat Kampung Kuta menyiasati dengan merencanakan pembangunan pemukiman dan fasilitas umum di daerah Kuta yang tetap memperhatikan alam sekitar dan aturan adat. Kampung Kuta ini merupakan Kampung adat yang tergolong terbuka terhadap perubahan zaman tanpa melanggar aturan adat yang ada. Pembangunan-pembangunan di Kampung adat Kuta terlihat dalam beberapa penataan pemukiman warga yang ditata, pembangunan masjid yang modern, hingga pembangunan toilet warga dengan bahan material modern yang tidak melanggar aturan adat. Hal ini sesuai dengan slogan hidup yang selalu dijaga keberlanjutan antar generasi di Kampung Kuta yakni “leuweung ruksak, cai beak, manusa balangsak” (hutan rusak, air habis, manusia sengsara) (Hilman, Iman dan Nandang Hendriawan, 2018). Tentu tidak mudah dalam mengkomunikasikan perubahan mindset masyarakat dalam penataan wilayah ke arah modernisasi tanpa melanggar aturan adat. Strategi komunikasi kampung Kuta ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal dan menjadi suatu aturan atau norma yang mengikat dan mengatur kehidupan masyarakat (Hilman dan Imam, 2014). Strategi komunikasi yang dilakukan antar masyarakat Kuta maupun dengan pihak luar seperti pemerintah daerah hingga pendatang menjadi salah satu bahasan menarik yang akan menggambarkan bagaimana usaha masyarakat kuta untuk menjembatani antara modernitas dengan tetap memegang teguh aturan adat.Penelitian ini dilakuka
TEATER DAN ALONE TOGETHER: EFEK SAMPING DIGITALISASI
Ekosistem teknologi digital memaksakan segala lini sosial mengalami digitalisasi. Termasuk di antaranya kesenian, tentunya teater pun tak luput dari sentuhan digitalisasi. Namun, sebaiknya dalam konteks digitalisasi pertunjukan teater di masa kini dan masa depan, ada beberapa hal yang sepertinya boleh disentuh dengan digitalisasi dan teknologi secanggih apapun. Juga ada beberapa hal yang sebaiknya tetap berada di posisinya.Apa yang bisa ditambahkan pada pertunjukan? Tentu, unsur-unsur pendukung pertunjukan. Sejumlah pertunjukan teater terbaru telah melibatkan teknologi canggih yang begitu besar dampaknya. Teknologi tersebut mampu membuka lebih banyak peluang artistik dan strategi dramaturgi baru untuk sebuah pertunjukan teater. Teater Koma misalnya, melibatkan efek buatan yang menjadikan imajinasi penontonnya menjadi lebih hidup. Ada banyak pertunjukan teater yang digelar akhir-akhir ini melakukan hal serupa, melibatkan layar besar, efek artifisial, dan penerapan teknologi lainnya untuk menjadikan pertunjukan teater semakin menarik untuk disaksikan. Penulis dan rekan-rekan juga menggarap pertunjukan bertajuk Ruwat Bumi: Endapan Ingatan di gelaran International Culture and Art Space (ICAS) di ISBI Bandung yang melibatkan paduan pertunjukan teater dengan teknologi visual
Simbol Komunikasi Pada Tari Salonreng dalam Ritual Ajjaga Masyarakat Gowa
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan fenomena Tari Salonreng sebagai sistem simbol budaya masyarakat Gowa. Pelaksanaan tari Salonreng dalam upacara ritual yang dilakukan turun temurun berhubungan dengan hewan persembahan yang mengandung simbol dan makna. Penelitian ini bertujuan menganalisis simbol dan makna yang terkandung di dalam tari Salonreng dengan menggunakan teori simbol seni oleh Sumandiyo Hadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yang tergolong penelitian kualitatif dengan menggunakan data dari studi pustaka, observasi partisipan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Salonreng masih dipertahankan oleh masyarakat Gowa, yang diyakini sebagai simbol kesuburan, status sosial dan media untuk mendapatkan kasannangngang pakmai (ketenangan jiwa). Tari Salonreng yang disajikan bersamaan dengan kerbau persembahan, diyakini sebagai sarana komunikasi antara pemilik hajat dengan Tuhan, arwah leluhur, dan masyarakat. Tari Salonreng sebagai bentuk penyerahan diri secara totalitas untuk mendapatkan kebahagiaan dalam hidup. Tari Salonreng sebagai simbol budaya terkait dengan konsep sulapa’ appa’ sebagai pedoman Masyarakat Makassar
Kesenian Berokan Indramayu: Asal-Usul, Makna Simbolik, dan Fungsi
Berokan merupakan salah satu kesenian yang terdapat di Indramayu, Jawa Barat. Kesenian ini berupa pertunjukan seorang dalang yang mengenakan kostum seperti binatang macan atau singa. Kesenian Berokan memiliki latar sejarah, fungsi, dan makna simbolik yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan asal-usul, makna simbolik, dan fungsi kesenian Berokan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data penelitian ini berupa hasil wawancara mendalam dengan informan dan studi pustaka. Narasumber dalam penelitian ini yaitu budayawan Indramayu, seniman Berokan, dan data berasal dari buku-buku yang memuat informasi mengenai kesenian Berokan. Teknik pengambilan sampel menggunakan snowballsampling dan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dan analisis dokumen. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk fisik dan prosesi dalam kesenian Berokan seperti bentuk ekor, bentuk wajah dan tingkah lucunya, sesajian, bahan kostum, prosesi lempar bantal, dan hubungan antara dalang dan Berokan memiliki makna yang selaras dengan nilai-nilai kebudayaan di Indramayu. Kesenian Berokan juga memiliki fungsi religius, fungsi didaktis, dan fungsi sosial.
Dramaturgi Kesenian Indang Solok Di Kanagarian Jawi-Jawi Kabupaten Solok Propinsi Sumatera Barat
Penelitian Representasi Identitas Kolektif melalui Kesenian Indang Solok: Kajian Dramaturgi di Jawi-Jawi, Sumatra Barat bertujuan untuk melakukan identifikasi dan mendeskripsikan latar belakang historis serta perkembangan kesenian Indang di Kanagarian Jawi-Jawi. Selain itu, penelitian ini mengkaji fungsi dan makna kesenian Indang dalam kehidupan masyarakat serta menganalisis struktur pertunjukan yang membentuk kesenian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tekstual lagu Indang Solok berkaitan dengan teks pantun dan musik vokal, berisi tentang curahan perasaan. Analisis terhadap kesenian Indang Solok menunjukkan karakteristik yang kuat dan beragam, mencakup tema-tema yang mencerminkan propaganda pembangunan pemerintah, olahraga, keindahan alam, budaya Minangkabau, adat istiadat, serta pesan-pesan religius dalam konteks Islam. Teks lagu Indang Solok mengandung nilainilai kearifan lokal yang mendalam yang mencerminkan identitas budaya masyarakat Minangkabau, khususnya di Kabupaten Solok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnomusikologi dengan pendekatan kualitatif, yang berfokus pada pendalaman kualitas data dari narasumber melalui deskriptif-analitis.Penelitian Representasi Identitas Kolektif melalui Kesenian Indang Solok: Kajian Dramaturgi di Jawi-Jawi, Sumatra Barat bertujuan untuk melakukan identifikasi dan mendeskripsikan latar belakang historis serta perkembangan kesenian Indang di Kanagarian Jawi-Jawi. Selain itu, penelitian ini mengkaji fungsi dan makna kesenian Indang dalam kehidupan masyarakat serta menganalisis struktur pertunjukan yang membentuk kesenian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tekstual lagu Indang Solok berkaitan dengan teks pantun dan musik vokal, berisi tentang curahan perasaan. Analisis terhadap kesenian Indang Solok menunjukkan karakteristik yang kuat dan beragam, mencakup tema-tema yang mencerminkan propaganda pembangunan pemerintah, olahraga, keindahan alam, budaya Minangkabau, adat istiadat, serta pesan-pesan religius dalam konteks Islam. Teks lagu Indang Solok mengandung nilainilai kearifan lokal yang mendalam yang mencerminkan identitas budaya masyarakat Minangkabau, khususnya di Kabupaten Solok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnomusikologi dengan pendekatan kualitatif, yang berfokus pada pendalaman kualitas data dari narasumber melalui deskriptif-analitis
NASIONALISME DALAM ERA GLOBALISASI: TANTANGAN DAN POTENSI
Abstrak: Globalisasi merupakan fenomena yang telah mengubah dunia dengan cepat. Indonesia, dengan keragaman budayanya, telah merasakan dampak positif dan negatif globalisasi. Jurnal ini menganalisis pengaruh globalisasi terhadap identitas nasional Indonesia. Globalisasi membawa perkembangan teknologi, pertumbuhan ekonomi, dan peluang internasional, tetapi juga membawa resiko penggeseran budaya lokal dan nilai-nilai tradisional. Jurnal ini juga membahas upaya untuk mempertahankan eksistensi kebudayaan daerah di Indonesia melalui peran pemimpin visioner dan penanaman karakter nasionalisme pada generasi muda. Identitas nasional Indonesia terbentuk dari berbagai unsur yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi, dan jurnal ini memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai pengaruh globalisasi terhadap identitas nasional Indonesia. Jurnal ini memberikan gambaran tentang bagaimana globalisasi mempengaruhi budaya bangsa Indonesia dan bagaimana cara menyikapinya untuk mempertahankan eksistensi kebudayaan daerah di Indonesia.
Kata kunci: Globalisasi, Identitas Nasional, Budaya
Abstract: Globalization is a phenomenon that has changed the world rapidly. Indonesia, with its cultural diversity, has felt the positive and negative impacts of globalization. This journal analyzes the influence of globalization on Indonesia\u27s national identity. Globalization brings technological development, economic growth, and international opportunities, but it also brings the risk of displacement of local culture and traditional values. This journal also discusses efforts to maintain the existence of regional culture in Indonesia through the role of visionary leaders and instilling the character of nationalism in the younger generation. Indonesia\u27s national identity is formed from various elements that interact and influence each other, and this journal provides a deeper understanding of the influence of globalization on Indonesia\u27s national identity. This journal provides an overview of how globalization affects the culture of the Indonesian nation and how to respond to it to maintain the existence of regional culture in Indonesia.
Keywords: Globalization, National Identity, Cultur
PENGARUH GLOBALISASI ATAS PEWARISAN BUDAYA SENI TERBANG BUHUN DI MAJALAYA KECAMATAN PASEH KABUPATEN BANDUNG
Abstrak: Penelitian ini memfokuskan pengaruh globalisasi terhadap pewarisan budaya di Majalaya Kecamatan Paseh. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pewarisan budaya dan pengaruh globalisasi apa saja yang terdapat pada Seni Terbang Buhun dengan analisis pengaruh globalisasi dan pewarisan budaya. Menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan permasalahan secara menyeluruh dengan teknik pengumpulan data yang berupa observasi, studi Pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perubahan sosial William F Ougburn dan Pewarisan budaya J Berry untuk menganalisis Seni Terbang Buhun. Hasil peneltian bahwa perubahan yang terjadi dalam Seni Terbang Buhun dalam kebudayaan material serta immaterial dan pewarisan budaya dilakukan melalui tiga pola yaitu, pewarisan tegak, pewarisan datar dan pewarisan miring. Namun dalam pewarisan budaya terdapat kendala dalam penerusan budaya ke genarasi selanjutnya.
Kata kunci: pewarisan budaya, globalisasi, seni terbang buhun. Abstract: This study focuses on the influence of globalization on cultural inheritance in Majalaya, Paseh District. The purpose of this study is to explain the cultural inheritance and the effects of globalization on Seni Terbang Buhun by analyzing the effects of globalization and cultural inheritance. Using qualitative research methods to describe the problem thoroughly with data collection techniques in the form of observation, literature study, interviews, and documentation. The theory used in this research is William F Ougburn\u27s social change and J Berry\u27s cultural inheritance to analyze Seni Terbang Buhun. The results of the research show that the changes that occur in Seni Terbang Buhun in material and immaterial culture and cultural inheritance are carried out through three patterns, namely, upright inheritance, flat inheritance and oblique inheritance. However, in cultural inheritance there are obstacles in transmitting culture to the next generation.
Keyword: heritage,globalitation, Seni Terbang Buhun