E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
1925 research outputs found
Sort by
Literacy Enhancement for Promoting the Cikareumbi Tomato War Festival as a Post-Pandemic Sundanese Cultural Tradition
This study analyzes the role of digital literacy in revitalizing the Perang Tomat (Tomato War) tradition in Cikareumbi Village during the post-pandemic period. The program employed a Participatory Action Research (PAR) methodology, engaging artists, youth, and community elders in training on digital content related to cultural branding and creative media production. Participants were trained to create cultural content with smartphones, manage social media accounts, and reinterpret digital platforms as instruments for cultural representation. Empirical evidence indicates notable enhancements in the digital capacity of the community. The Instagram insights for the newly established “Mekar Budaya Lembang” account indicate 3,299 views and 128 interactions over the course of one month, with 61.3% of viewers classified as non-followers. Furthermore, 85% of participants demonstrated proficiency in content creation, 78% acquired skills for independent media management, and 60% grasped the principles of cultural branding. The findings indicate that digital literacy enables individuals to narrate stories within their communities and enhances the visibility of Perang Tomat beyond its local context. The study concludes that digital literacy serves as both a technical skill and a cultural strategy, enhancing community agency and promoting cultural sustainability. This model of community-based digital empowerment provides a replicable framework for the promotion of intangible heritage in digitally mediated contexts
ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) SEBAGAI MITRA BELAJAR: MENDORONG INOVASI MENULIS PADA ERA DIGITAL
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan,khususnya dalam bidang kepenulisan. Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidakhanya berfungsi sebagai alat bantu teknis, tetapi juga sebagai mitra belajar yang mampu mendorongkreativitas dan inovasi menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan fungsiberbagai teknologi AI yang dapat dimanfaatkan dalam proses menulis, baik karya ilmiah maupunkreatif, di era digital. Metode kajian dilakukan melalui studi pustaka terhadap berbagai sumberliteratur terkait pemanfaatan AI dalam bidang pendidikan dan literasi. Hasil kajian menunjukkanbahwa beragam platform berbasis AI seperti ChatGPT, Grammarly, Sipebi, QuillBot, Summarizer,Turnitin, Canva, Google Translate, Mendeley, Google Scholar, Scite.ai, dan Gemini memilikikontribusi signifikan dalam mendukung proses menulis. Alat-alat tersebut berperan dalammembantu penyusunan ide, perbaikan tata bahasa, penerjemahan, pengelolaan referensi, hinggapenyusunan desain visual yang memperkaya hasil karya tulis. Dengan demikian, AI dapat menjadimitra strategis yang mempercepat, mempermudah, dan memperkaya proses kreatif menulis, selamapenggunaannya dilakukan secara kritis dan etis agar tidak mengurangi orisinalitas serta nilai-nilaiakademik karya.Kata kunci: Artificial Intelegency, Literasi Digital, Inovasi Pembelajara
KESENIAN TEREBANG BUHUN SANGKAN HURIP SEBAGAI IDENTITAS CULTURAL MASYARAKAT DUSUN ANTARA DESA TAMAN SARI KECAMATAN CIBUGEL KABUPATEN SUMEDANG
Kesenian terebang buhun Sangkan Hurip bukan hanya sekadar jenis kesenian yang terlahir dari sebuahnama instrument, melainkan simbol expresi identitas masyarakat Sunda. Seni Terebang Buhun memilikimakna yang mendalam, dan akar tradisi kuat yang diwariskan oleh system dan struktur masyarakat Sundaberdasarkan fungsinya. Seni Terebang Buhun Sangkan Hurip didirikan tahun 1920 yang sampai saat inisudah mengalami 3 generasi kepengurusan, buhun mengandung arti tua, kuno, atau purba,merepresentasikan kajian sejarah terhadap fungsi kesenian dalam peradaban kebudayaan masyarakatsunda di Kabupaten Sumedang Khususnya Cibugel dari era 1920 sampai dengan era saat ini 2025.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan diakronik dan fenomenologi, metodependekatan tersebut mengupas kajian seni pertunjukan berdasarkan fungsi serta bentuk sajian kesenianTerebang Buhun Sangkan Hurip dalam 3 periode kepemimpinan, dari mulai era Abah Warta, era AbahTahya, sampai dengan era bapak acang. Hasil penelitian ini menghasilakan bentuk pemahaman sejarahterebang Buhun yang merupakan cerminan sebuah perjalanan sejarah melalui dinamika seni pertunjukantradisional Indonesia melalui exsitensi Kesenian Terebang Buhun Sangkan Hurip Sumedang.Kata Kunci: Instrument Terebang, Dusun Antara Desa Taman Sari Cibugel Sumedang, KesenianTerebang Buhun Sangkan Hurip
HARMONI DALAM ESTETIKA KOLABORATIF
Permasalahan harmoni dalam garap kolaborasi tari Jaipongan masih menjadi kendala yang cukupsignifikan, sebab berakibat pada terganggunya keutuhan sajian struktur koreografi, karena seringkaliterjadi jeda di luar irama tari. Substansi permasalahannya adalah penguasaan teknik akrobatik yangtidak sempurna, terutama kasus ini terjadi pada tari Jaipongan kelompok putri dan tidak pernahterjadi pada tari Jaipongan ‘jalu’. Berdasarkan pencermatan terhadap permasalah tersebut, sebagaisolusinya adalah memproduksi karya tari Jaipongan putra (jalu) melalui kegiatan penelitian terapandan sekaligus mensosialisasikannya kepada masyarakat. Terkait dengan upaya tersebut, penulismelakukan kolaborasi dengan Sanggar Way Talatah Jawara Squad yang memfokuskan pada dancesport yang mengandalkan dan mengembangkan kekuatan teknik akrobatik. Tujuan penelitian inimenawarkan model tari Jaipongan jalu kolaboratif antara estetika tari jaipongan ‘jalu’ dan teknikakrobatik dengan tetap menjaga harmoni yang menghasilkan satu bentuk repertoar tari Jaiponganyang lebih atraktif, enerjik, maskulin, dan memiliki daya pesona tersendiri di luar karakteristik tariJaipongan pada umumnya..Penelitian terapan ini merupakan jawaban konkrit bagi upaya pelestariandan pengembangan jenis tarian putra (jalu). Karya tari Jaipongan ini dirancang dalam bentuk garapkelompok, dengan menampilkan 5 orang penari putra. Untuk mewujudkan tujauan danpermasalahan ini, digunakan metode participation action reseach (PAR) yang menyajikan prinsipkesinambungan (siklus) antara partisipasi, riset, dan aksi. Sejalan dengan metode tersebut, dalampenelitian ini digunakan teori estetika instrumental sebagai pisau bedah dalam mengeksplanasi hasil(produk). Adapun Hasilnya adalah dicapai harmoni pada keutuhan dan keselarasan strukturkoreografi dengan unsur iringan (pirigan) tari dan re-desain busana tari, menjadi satu kesatuanintegral dalam membangun entitas dan identitas struktur tari Dharmaning Narpati.Kata kunci: harmoni, estetika kolaborasi, jaipongan
MANIFESTASI TRADISI LISAN BUDAYA SUMEDANG DALAM LAKON PALAGAN DI KUTAMAYA
Di tengah tantangan pelestarian tradisi lisan, Wayang Orang Priangan Palagan di Kutamaya hadirsebagai model revitalisasi inovatif dengan mengangkat narasi Babad Sumedang. Penelitian inimembedah proses transformasi tradisi lisan tersebut menjadi pertunjukan yang relevan bagi audienskontemporer melalui pendekatan mixed-methods dan kerangka semiotika tripartisi Nattiez (poietic,immanent, esthesic). Hasilnya menunjukkan bahwa strategi kreatif (poietic) mengangkat babad lokalditerima sebagai pembaruan signifikan, koherensi struktur pertunjukan (immanent) berhasilmemadukan kaidah tradisi dengan elemen visual baru, sementara resepsi audiens (esthesic)memperlihatkan keterlibatan emosional sekaligus apresiasi terhadap inovasi. Temuan inimenggarisbawahi bahwa revitalisasi tradisi tidak ditentukan oleh konservasi puritan maupun inovasiradikal, melainkan keseimbangan dinamis antara otentisitas dan relevansi kontekstual, di manamakna pertunjukan senantiasa dinegosiasikan dalam interaksi antara panggung dan penonton.Kata Kunci: Wayang Orang Priangan, Tradisi Lisan, Babad Sumedang, Revitalisasi Budaya,Semiotika Pertunjukan, Resepsi Audiens
PERKEMBANGAN PENELITIAN TENTANG PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
Media merupakan alat untuk membantu guru menyampaikan materi dan siswa menerima materi.Hingga saat ini, banyak inovasi yang dilakukan untuk menciptakan media pembelajaran yangmenyesuaikan kebutuhan zaman. Tidak jarang juga peneliti memanfaatkan produk budaya untuk mediapembelajaran sebagai bagian dari menyampaikan nilai budaya yang baik bagi perkembangan karakteranak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran bagaimana media pembelajaranberbasis permainan tradisional digunakan dalam pembelajaran dan manfaatnya bagi pembelajaran itusendiri. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi dokumen. Dokumendokumenyang dikaji merupakan dokumen penelitian berbentuk jurnal, prosiding, maupun bookchapteryang memuat tentang pemanfaatan media pembelajaran berbasis permainan tradisional. Dari sekiandokumen yang dikaji, ditemukan bahwa kini permainan tradisional memegang peranan penting dalamdunia pendidikan. Bukan hanya sebagai media pembelajaran mata pelajaran, namun juga sebagaimedia pembenatuk karakter anak. Permainan tradisional pun dimodifikasi sedimikian rupa agar bisaberterima dan menyesuaikan zaman. Dengan kata lain, ada fleksibilitas dari media ini untuk digunakandalam konteks pembelajaran baik di kelas secara formal maupun di luar kelas dengan cara non formal.Kata Kunci: Permainan Tradisional; Media Pembelajaran; Pendidikan; Produk Buday
DIGITALISASI DESAIN MOTIF BATIK IKONIK INSPIRASI ELEMEN FLORA DAN FAUNA KOTA BANDUNG
Batik merupakan bagian dari warisan budaya tak-benda yang sangat berharga bagi Indonesia,namun dalam konteks perkembangan zaman terutama di era globalisasi, batik menghadapi berbagaitantangan dalam adaptasi dan inovasi. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan visualisasi motifbatik kontemporer dalam format digital dengan inspirasi yang diperoleh dari kekayaan flora danfauna ikonik Kota Bandung, yaitu bunga Patrakomala (Caesalpinia pulcherrima) dan burung Kutilang(Pycnonotus aurigaster). Metode yang digunakan adalah practice-led research (penelitian berbasispraktik) yang digagas oleh Husen Hendriyana, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Prosespenciptaan melalui empat tahapan utama: (1) Inisiasi Ide dan Studi Pustaka sebagai dasarkonseptual, (2) Eksplorasi dan eksperimen Visual untuk mengembangkan motif, (3) Perancangandan produksi Artefak Digital sebagai bentuk output kreatif, serta (4) Refleksi dan analisis kritisterhadap hasil karya yang dihasilkan untuk mengevaluasi kekuatan konsep, estetika, dan konteksbudaya yang terkandung dalam motif digital tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah serangkaianartefak desain digital motif batik yang merepresentasikan identitas visual Kota Bandung secaramodern dan inovatif. Proses ini membuktikan bahwa metodologi practice-led research merupakankerangka kerja yang efektif dalam menjembatani antara praktik kreatif dan pembentukanpengetahuan baru. Desain yang dihasilkan berhasil mengadopsi prinsip nilai estetika visual, sertamemiliki relevansi yang mendalam terhadap dinamika kontemporer dalam perkembangan zamansaat ini, sehingga memberikan kontribusi penting bagi akademisi, pelestarian budaya melalui desaindan inovasi batik dalam era digital.Kata kunci: Batik Digital, Flora Fauna Bandung, Practice-led Research, Desain Motif, Visualisasi Buday
PEDAGOGI SRL SEBAGAI STRATEGI HABITUASI KARAKTER BAGI MAHASISWA
Pendidikan tinggi tidak hanya berperan dalam menghasilkan lulusan yang unggul secara akademis,tetapi juga dalam membentuk karakter mahasiswa agar mampu berkontribusi dalam pembangunanperadaban dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu pendekatan pedagogis yang potensialuntuk mendukung proses tersebut adalah Self-Regulated Learning (SRL). SRL dapat mendorongmahasiswa untuk memiliki kemampuan merencanakan, memantau, dan mengevaluasi prosesbelajarnya secara mandiri, yang pada gilirannya membentuk habituasi karakter positif. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis relevansi pedagogi SRL di perguruan tinggi, mengeksplorasi strategiimplementasinya, serta menggali nilai-nilai karakter yang dapat diinternalisasikan melalui pedagogiSRL ini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran (kualitatif-kuantitatif)dengan teknik pengumpulan data berupa survei daring dan wawancara mendalam terhadapmahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagogi SRL merupakan salah satu strategi yangrelevan untuk diterapkan di perguruan tinggi, strategi pedagogi SRL dapat dilakukan secaraakademik dalam proses pembelajaran, maupun sebagai strategi habituasi karakter mahasiswasecara holistik, serta penelitian ini mengungkapkan bahwa ada beberapa nilai karakter yang dapatdiinternalisasikan melalui pedagogi SRL antara lain: kemandirian, tanggung jawab, percaya diri,disiplin, inisiatif, keteraturan, kerja keras, ketekunan, pengendalian diri, ketangguhan, keberanian,kritis, reflektif, jujur, adaptabilitas, komitmen, dan pembelajaran sepanjang hayat.Kata Kunci: Pedagogi, Self-Regulated Learning, Habituasi, Karakter, Mahasisw
PENGUATAN PROFESIONALISME GURU PAUD MELALUI INTEGRASI SENI TARI DALAM PEMBELAJARAN
Profesionalisme guru PAUD merupakan faktor kunci dalam mewujudkan pendidikan anak usia diniyang bermakna, holistik, dan berkelanjutan. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapijuga berperan sebagai fasilitator perkembangan kognitif, afektif, sosial, dan motorik anak. Namun, dilapangan masih banyak guru PAUD yang menghadapi keterbatasan dalam merancangpembelajaran kreatif, khususnya yang berbasis seni dan budaya lokal. Salah satu pendekataninovatif yang potensial adalah integrasi seni tari dalam pembelajaran. Tari dipandang tidak hanyasebagai hiburan, tetapi juga media pedagogis untuk menstimulasi berbagai aspek perkembangananak sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkajibagaimana integrasi seni tari dapat memperkuat profesionalisme guru PAUD, khususnya padaaspek pedagogis, afektif, dan kreativitas. Penelitian menggunakan pendekatan Participatory ActionResearch (PAR) yang dilaksanakan di TK Aryandini 3 Kota Bandung dengan melibatkan 8 guruPAUD. Tahapan penelitian meliputi identifikasi kebutuhan, pelatihan berbasis seni tari,pendampingan implementasi di kelas, serta refleksi bersama. Data dikumpulkan melalui observasi,wawancara semi terstruktur, jurnal refleksi guru, dan dokumentasi visual, kemudian dianalisisdengan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi seni tari mampumeningkatkan pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran holistik, mendorong transformasipraktik mengajar menjadi lebih kreatif dan partisipatif, serta menumbuhkan motivasi, kepercayaandiri, dan refleksi profesional. Guru juga mengembangkan inovasi berbasis budaya lokal, sepertiadaptasi tari tradisional Sunda untuk anak PAUD. Penelitian ini menawarkan model pelatihanpartisipatif yang efektif, tidak hanya untuk peningkatan kompetensi guru PAUD, tetapi juga sebagaistrategi pelestarian budaya dalam konteks pendidikan anak usia dini.Kata kunci: profesionalisme guru, PAUD, seni tari, inovasi pembelajaran, partisipati
Construction of Absurd Theatre Form with Parabolic Drama
This article explains the concept of absurdist theatre construction that combines the comic and the dramatic, with blocking adapting the performance form of Sandur Bojonegoro, and the theory of Parabolic Drama explained by Michael W Benneth. Theatre as a response to life is built to open the veil of illusion and expose the absurdity of life. The performance is designed to appear improvisational, but still well-planned, using the Meisner method. The theme used as the fundamental foundation of this show is the suicide incident in Bengkulu. This regional theme was then developed into a universal idea by adopting Harold Pinter\u27s technique.
Keywords: theatre of absurd, parabolic drama, Meisner, suicide phenomena, Sandur Bojonegor