E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
1925 research outputs found
Sort by
EKSISTENSI SANGGAR TARI BALI ASMARANDANA DALAM PELATIHAN TARI BALI DI KOTA BANDUNG
Perkembangan zaman yang semakin meningkat, secara tidak langsung akan mempengaruhieksistensi Sanggar Tari Bali (STB) di kota Bandung. Sanggar tari Bali adalah suatu wadah organisasinonformal yang menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan pementasan tari Bali di Bandung dansekitarnya. Adapun beberapa Sanggar tari Bali yang hidup dan berkembang yaitu diantaranya :Keluarga Kesenian Bali (KKB) Gita Saraswati, STB Sekar Tampaksiring, STB Gelanggang Taruna,STB PT. Telkom Bandung, STB Purantara Cimahi, STB Asmarandana, dan STB Dewi Anggraeni.Kehidupan sanggar-sanggar tari Bali di Bandung terlihat memiliki fungsi atau peranan yang sangatmajemuk. Di samping sebagai sarana pendidikan para generasi muda dalam hal kesenian Bali,sanggar-sanggar yang berkembang di Bandung dan sekitarnya juga berperan untuk kegiatan upcarakeagamaan (Agama Hindu). Seperti kita ketahui, hampir tidak ada suatu upacara keagaam (AgamaHindu) yang tidak menghadirkan kesenian baik tari maupun karawitan. Maka demikian, fungsi sertaperanan sanggar tari Bali yang ada di Bandung masih marginal. Upaya pengembangan pelestariansanggar tari Bali di Bandung bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan eksistensi sebuahsanggar minoritas yang berkembang dalam ruang lingkup daerah Kota Bandung. Dalam menjagaeksistensinya STB Asmarandana membuat agenda kegiatan yang dilakukan agar keberadaanyatetap terjaga. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif danteori eksistensi yakni, eksistensi estetis, etis, dan religius dari Soren Kierkegard.Kata kunci: Eksistensi, Tari Bali, Sanggar Tari, STB Asmarandan
STRATEGI PEMBELAJARAN PENULISAN KARYA SENI UNTUK MENDUKUNG TUGAS AKHIR MAHASISWA DI PRODI ANGKLUNG DAN MUSIK BAMBU
Mata kuliah Penulisan Karya Seni memiliki peran penting dalam mendukung penyusunan TugasAkhir mahasiswa Program Studi Angklung dan Musik Bambu. Penelitian ini menggunakan studipustaka, survei skala Likert, dan wawancara dengan pengajar seni. Hasil penelitian menunjukkanrelevansi mata kuliah dengan Tugas Akhir sangat tinggi (4,6), namun pemahaman konsepmahasiswa masih sedang (3,8) dan integrasi lintas mata kuliah memperoleh skor tertinggi (4,7).Kendala utama terletak pada literasi akademik dan kesulitan menghubungkan teori dengan praktik.Oleh karena itu, strategi yang direkomendasikan adalah penerapan Project-Based Learning denganpendekatan Outcome-Based Education (OBE) serta penguatan integrasi lintas mata kuliah melaluiperbaikan kurikulum. Dengan demikian, mata kuliah ini dapat menjadi pilar utama peningkatankualitas akademik dan artistik Tugas Akhir mahasiswa.Kata kunci: Penulisan Karya Seni, Angklung dan Musik Bambu, Tugas Akhir, PjBL, OB
DANCE FILM RIKSASATO
Penelitian artistik ini bertujuan menciptakan sebuah karya tari dalam bentuk dance film berjudulRiksasato yang mengangkat isu ekologis terkait deforestasi, keterpurukan satwa, dan konflik denganmanusia. Permasalahan kerusakan hutan diangkat sebagai gagasan utama, mengingat dampaknyayang serius terhadap hilangnya keanekaragaman hayati dan ancaman bagi keberlangsungan hidupmanusia. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, eksplorasigerak, improvisasi, serta komposisi. Melalui tahapan ini, lahirlah sebuah karya tari berbasis film yangmenggabungkan unsur tari, teaterikal, tata rias fantasi, busana karakter, musik pengiring, dansinematografi sebagai kesatuan dramaturgi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Riksasato berhasilmenghadirkan narasi dramatik yang kuat. Alur film dimulai dari penebangan hutan, kelaparan satwa,konflik antarhewan, hingga pertarungan dengan manusia, yang berujung pada kemenangan hewandan kemunculan mafia hutan sebagai simbol kapitalisme yang merusak. Transformasi tubuh penarimenjadi representasi satwa diwujudkan melalui eksplorasi gerak stilisasi, didukung rias dengan facepaint dan latex untuk membentuk karakter, serta busana yang mempertegas identitas tokoh. Karyaini tidak hanya menekankan aspek estetis, tetapi juga fungsi edukatif, yakni menggugah kesadaranakan pentingnya pelestarian lingkungan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa dancefilm dapat berfungsi sebagai medium artistik sekaligus sarana kritik sosial-ekologis yang relevandengan kondisi masyarakat kontemporer. Selain itu, karya ini juga dapat dipahami sebagai bagiandari praktik environmental art yang menggunakan seni sebagai refleksi sekaligus perlawananterhadap krisis ekologis global.Kata Kunci: Dance Film, Riksasato, Ekologi, Tari, Kritik Sosial, Environmental Ar
PERAN BRANDING DALAM UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI KERAJINAN ANYAMAN TASIKMALAYA
Kerajinan anyaman Tasikmalaya merupakan warisan budaya dan potensi ekonomi lokal yang tengahmenghadapi tantangan eksistensi, seperti persaingan dengan produk industri modern, pergeseranselera konsumen, dan lemahnya positioning di pasar. Penelitian ini berangkat dari asumsi bahwapendekatan branding yang strategis bukan hanya sebagai alat pemasaran, tetapi sebagai kunci untukmempertahankan keberlanjutan dan eksistensi kerajinan tersebut. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis dan mengidentifikasi peran strategis branding dalam upaya mempertahankan eksistensikerajinan anyaman Tasikmalaya, dengan fokus pada pembangunan brand awareness dan brandidentity. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Datadikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengrajin anyaman, observasi, dan studidokumentasi terhadap materi pemasaran. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa brandingmemainkan peran multidimensi dalam mempertahankan eksistensi kerajinan anyaman Tasikmalaya,yaitu: 1) Sebagai pembangun identitas dan diferensiasi melalui penekanan pada nilai-nilai kearifanlokal; dan 2) Sebagai jembatan komunikasi naratif yang menghubungkan nilai budaya dan cerita di balikproduk kepada konsumen modern. Hasil dari penelitian ini merekomendasikan perlunya programpendampingan untuk penguatan kapasitas branding digital bagi para pengrajin.Kata Kunci: Branding, Eksistensi, Kearifan Lokal, Anyaman, Tasikmalaya
PANDANGAN IMAN SOLEH DALAM PENYUTRADARAAN TEATER BEDOL DESA: ODE TANAH II
Pertunjukan teater adalah hasil akhir dari proses pembuatan karya sastra yang berupa naskah drama.Selama penggarapan, naskah drama mengalami proses transformasi interpretatif sesuai denganpandangan penyutradaraan. Sehingga ide dalam naskah drama pun bertransformasi di dalampertunjukannya sesuai dengan ide pandangan penyutradaraan. Begitu pula yang terjadi padapertunjukan Teater Bedol Desa: Ode Tanah II di tahun 2023. Pertunjukkan tersebut adalah sebuahpertunjukan teater kontemporer yang disutradarai oleh Iman Soleh dan diproduksi oleh KomunitasCelah Celah Langit (CCL) yang mengusung tema kritik sosial terhadap berbagai bentuk modernisasi.Iman Soleh menggarap pertunjukan ini dengan menggunakan konsep penggarapan naskah kolaboratifyang terhimpun dari gagasan tiap pemainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskanbagaimana pandangan Iman Soleh dalam menyutradarai pertunjukan Teater Bedol Desa: Ode TanahII yang didasari oleh naskah kolaboratif. Penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif analitikkualitatif dengan kerangka teori utama sosiologi sastra oleh Damono (2010) untuk melihat pengaruhkonteks sosiologis antara teks dengan penyutradaraan dalam pertunjukan Teater Bedol Desa: OdeTanah II. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pertunjukan Teater Bedol Desa: OdeTanah II yang disutradarai oleh Iman Soleh mengutamakan tema kritik sosial masyarakat tradisionalterhadap modernisasi. Selain itu, kritik sosial ini pun terlihat dalam keputusan estetika Iman Solehselaku sutradara yang menggunakan perangkat alamiah seperti bambu dan gabah sebagai propertipertunjukan.Kata kunci: Bedol Desa, naskah kolaboratif, sosiologi sastr
Soleh Adi Pramono: A Malangese Mask Puppet Dalang (1951-Present)
The Malangese Mask Puppet art has given birth to a number of famous dalangs and artists, including Mbah Reni from Polowijen and Mbah Karimun from Kedungmonggo, whose invaluable contributions to the development and sustainability of the traditional art are not to be questioned. Soleh Adi Pramono from Gladahdowo, manager of Padepokan (Art Center) Mangun Dharmo, is also a dalang who continues the life-long project of his predecessors, namely to preserve the Malangese Mask Puppet art. This article discusses Soleh as a figure and his philosophical view about the uger, mengku, and megeng, the processes involved in the making of puppet masks. Masks play a central role in the Malangese mask puppet art, but very few studies have discussed the philosophical aspect of the making of puppet masks. The study is based on the data obtained by an interview with Soleh Adi Pramono on 8 February 2019 at Padepokan Mangun Dharmo.
Keywords: Malangese Mask Puppet; Puppeter; and Soleh Adi Pramon
Optimization of the Thousand Stairs Destination in Cibiru Wetan Village Cileunyi District, Bandung Regency
The Tourism Destination program in Bandung Regency aims to develop fifty tourist villages by 2023. Villages are vital for cultural resilience, as they can preserve and develop culture. Cibiru Wetan Village, selected by the Tourism Village Association (ASIDEWI), has chosen Tangga Seribu as its primary destination. After social mapping, efforts to optimize Tangga Seribu include infrastructure improvements, aesthetic enhancements, and the addition of traditional games. The destination must meet the five A\u27s: accessibility, accommodation, attractions, activities, and amenity. Ethnomethodology is used to understand the community’s mindset, behavior, and perception of tourism, while the participatory method engages the community directly in village development. This program empowers the local community and strengthens tourism as a key economic driver, aligning with local government goals.
Keywords: Tourism destination; Optimisation; Potential; Tangga Seribu; Participator
The Meaning of Social Interaction in Tauh Dance Jambi Society: A Performing Arts Perspective
The Tauh dance of the Jambi community, as a performance art rich in meaning, reflects the social interactions and daily life of its people. This article analyzes the meaning of social interactions in the Tauh dance through a literature study. Its distinctive movements, musical rhythms, and visual elements serve as a medium for communicating the values and social norms of the Jambi community. The research concludes that the Tauh dance is not merely entertainment, but a profound artistic narrative that depicts life, resistance against colonizers, and the collective values of the Jambi community.
Keywords: Tauh dance; jambi community; performing art
Decoding the Viral Video Phenomenon: A Bibliometric Review of Marketing Strategies (2011-2021)
This study reports on the bibliometric analysis of scrutinized scholarly works from 2011 to 2021, utilizing data derived from the Web of Science (WoS) and Scopus databases. A total of 2542 pertinent publications have been identified and analyzed to understand their characteristics and citation patterns using recognized bibliometric indicators. The findings from a comprehensive bibliometric analysis on the utilization of video virality as a critical marketing tool, with a focus on advertising and marketing. The findings highlight a noticeable surge in publication trends during the COVID-19 pandemic, underscoring the increasing relevance of viral videos in contemporary marketing strategies. Visualization techniques have been employed to generate a word cloud from author-generated and additional keywords, shedding light on the thematic focus of the existing literature. A Sankey diagram further elucidates less prominent topics, predicting their potential prominence in future research endeavors. Building on these insights, the paper posits recommendations for future research. These include expanding the geographic scope to incorporate underrepresented regions, delving deeper into consumer engagement and interaction with viral video content, and conducting a thorough analysis of the elements that contribute to a video’s virality. Additionally, the paper encourages collaborative research efforts across countries, explores the psychological, sociological, and cultural impacts of viral content, examines the influence of global events on viral marketing, and anticipates the implications of technological advancements on viral content
Keywords: Bibliometric; Viral video; Advertising; e-WOM, Content analysis; Marketing
Rampak Genteng Sebagai Media Pembelajaran Interdisipliner
Artikel ini meneliti potensi rampak genteng sebagai media pembelajaran interdisipliner yang mengintegrasikan dimensi seni, sejarah, dan pendidikan karakter dalam kerangka implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap siswa jenjang SMP dan SMA di Kabupaten Majalengka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam aktivitas rampak genteng tidak hanya memberikan pengalaman estetik, tetapi juga berkontribusi secara signifikan terhadap pengembangan keterampilan sosial- emosional serta penguatan identitas budaya lokal. Integrasi rampak genteng dalam pembelajaran tematik dan program penguatan profil pelajar Pancasila terbukti efektif dalam mendorong kolaborasi antar pendidik dan memperkaya praktik pembelajaran berbasis kearifan lokal. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan adanya pelatihan profesional bagi guru, dukungan institusional dari pihak sekolah dan pemerintah daerah, serta perlunya studi lanjutan untuk mengkaji dampak jangka panjang terhadap pembentukan karakter dan capaian akademik peserta didik.
Kata Kunci : rampak genteng, pembelajaran interdisipliner, Kurikulum Merdeka, karakter, budaya loca