E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
    1925 research outputs found

    TRANSFORMASI TEATER: INTEGRASI MULTIMEDIA MENINGKATKAN PENGALAMAN PENONTON

    Get PDF
    Dalam era digital yang semakin dinamis, teater sebagai salah satu bentuk seni pertunjukan yang telah mengalami transformasi yang signifikan. Dengan hadirnya teknologi multimedia, teater telah mengintegrasikan elemen-elemen multimedia seperti gambar, suara, dan video ke dalam pertunjukan, menciptakan pengalaman teater yang lebih interaktif dan dinamis. Integrasi elemen multimedia seperti gambar, suara, dan video ke dalam pertunjukan teater telah menjadi trend yang signifikan di era modern, mencerminkan dinamika transformasi seni pertunjukan di era digital (Kim & Park, 2023). Integrasi multimedia dalam teater telah membuka peluang bagi seniman untuk mengekspresikan kreativitasnya secara lebih luas dan menarik perhatian penonton dengan cara yang lebih efektif. Dalam beberapa tahun terakhir, teater telah mengalami transformasi yang signifikan dengan adanya penggunaan teknologi multimedia. Dengan demikian, teater tidak hanya menjadi sebuah pertunjukan yang hanya terbatas pada adegan dan dialog, tetapi juga menjadi sebuah pengalaman yang lebih kompleks dan interaktif. Penggunaan multimedia dalam teater telah membuka peluang bagi seniman untuk mengekspresikan kreativitasnya secara lebih luas dan menarik perhatian penonton dengan cara yang lebih efektif

    INTEGRASI DIGITALISASI DESAIN ORNAMEN DALAM PRODUK FASHION SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN DESAIN BUDAYA BERKELANJUTAN

    Get PDF
    Digitalisasi desain motif pada produk aksesori fashion menjadi salah satu inovasi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga berperan dalam pelestarian budaya dan keberlanjutan seni. Dengan memanfaatkan teknologi digital, desainer dapat menciptakan motif yang kompleks dan beragam, serta mempermudah proses reproduksi dan distribusi desain tersebut (Albahi, 2024).Industri fashion merupakan salah satu sektor kreatif yang terus berkembang dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Namun, di balik pertumbuhannya, industri ini juga menghadapi tantangan terkait keberlanjutan, terutama dalam hal limbah produksi dan pelestarian budaya lokal. Digitalisasi desain motif pada produk aksesori fashion muncul sebagai solusi inovatif yang tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi tetapi juga mendukung strategi seni berkelanjutan. Melalui digitalisasi, desainer memiliki peluang untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam desain modern, sehingga menghasilkan produk yang tidak hanya estetis, tetapi juga mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan. Pendekatan ini memungkinkan terwujudnya inovasi desain yang kontekstual dan bertanggung jawab secara sosial serta ekologis (Wulandari, 2021). Dengan mengadopsi teknologi digital dalam proses perancangan, nilai-nilai kearifan lokal dapat dikemas ulang dalam bentuk visual yang adaptif terhadap tren global, namun tetap mempertahankan identitas budaya (Sari M. N., 2020)

    AI SEBAGAI MITRA BELAJAR: INOVASI DAN TANTANGAN DALAM MENULIS DI ERA DIGITAL

    Get PDF
    Di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat,kecerdasan buatan atau artificial intellegece (AI) telah menjadibagian integral dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dibidang pendidikan. Menurut Healey (Zebua & dkk, 2023) AIadalah teknologi berbasis sistem komputer yangmemungkinkan memiliki kemampuan untuk melakukankegiatan manusia yang membutuhkan intelegensi. Kehadiran AItidak lagi terbatas pada proses otomatisasi atau analisis data,melainkan telah merambah ke dalam ranah kreatif sepertimenulis. Sebagai mitra belajar, AI menawarkan pendekatan baruyang interaktif dan personal, memungkinkan pelajar untukmengembangkan kemampuan literasi mereka dengan cara yanglebih menarik dan efisien. Kecerdasan buatan sendirididefinisikan sebagai (Sulistyowati, 2021): 1) Sistem yangberpikir seperti manusia (Acting Humanly); 2) Sistem berpikirlayaknya manusia (thinking humanly); 3) Sistem berpikir rasional(think rationally); 4) Sistem bertindak rasional (act rationally)

    EKSPLORASI INSTRUMEN MUSIK BAMBU: SEBUAH UPAYA MENELUSURI POTENSI DAN HARAPAN DI TENGAH TERBATASNYA KOMPOSER

    Get PDF
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnyateknologi informasi telah memberikan dampak yang signifikanterhadap eksistensi kesenian tradisional. Akibatnya, sebagianbesar kesenian tradisional semakin tersisih, bahkan ada yangsama sekali tidak mendapat perhatian, baik dari para pelakusendiri, pemerintah, maupun dari masyarakat pendukungnya(Budi, 2017). Fenomena tersebut tampak muncul pada kasusinstrumen suling diungkap Hidayatullah, bahwa Suling sebagaialat musik, merupakan bagian sebagai pelengkap dari sebuahkesenian. Namun demikian, saat ini suling belum mendapatperhatian secara serius dari kalangan seniman khususnya parapraktisi seni atau seniman Sunda (Hidayatulloh, 2024)Jawa Barat memiliki keberagaman jenis musik, terutamamusik tradisional yang berkembang dan tersebar di wilayahmasyarakat agraris. Sebagian besar di antaranya didominasioleh penggunaan instrumen bambu. Instrumen musik bambumemiliki peran yang sangat penting dalam kesenian dan budayaIndonesia, dengan contoh terkenal seperti angklung, suling,celempung, atau Karinding. Namun demikian, meskipunAngklung telah mendapatkan pengakuan internasional setelahdimasukkan dalam UNESCO’s Representative List of IntangibleCultural Heritage of Humanity, instrumen bambu lainnya belumbanyak mendapatkan perhatian yang sepadan

    ALTERNATIF MODEL PEMBELAJAN SELF-REGULATED LEARNING (SRL) SEBAGAI BENTUK UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA PERGGURUAN TINGGI SENI DAN BUDAYA

    Get PDF
    Institut Seni Budaya Indonesia Bandung merupakan salahsatu perguruan tinggi di Indonesia dengan fokusmenyelenggarakan pendidikan tinggi di bidang seni danbudaya, sudah sepatutnya mahasiswa yang berada pada InstitutSeni Budaya Indonesia Bandung tersebut menjadi subyekpendidikan tinggi seni dan budaya, serta mengembangkanprestasi akademik dan non akademik di bidang seni dan budayatersebut. Hal ini sesuai dengan visi Institut Seni BudayaIndonesia Bandung, yaitu: “ISBI Bandung menjadi institusiPendidikan Tinggi Seni Budaya yang berjati diri, berkualitas,dan berdaya saing dalam skala lokal, nasional, dan global”.Demi terwujudnya visi tersebut, Institut Seni Budaya IndonesiaBandung menyusun misi sebagai berikut: 1) MenyelenggarakanTridarma Perguruan Tinggi di bidang seni budaya yangmemperkokoh karakter budaya bangsa; 2) Memberdayakan senibudaya secara kreatif dan inovatif; 3) Membangun sumber dayamanusia unggul dan kompetitif; serta 4) Menjalin kerjasama senibudaya dalam tingkat lokal dan global

    Destination Branding Desa Wisata Yehembang Kangin Kabupaten Jembrana–Bali

    Get PDF
    Desa Wisata Yehembang Kangin merupakan salah satu desa di wilayah Kabupaten Jembrana yang terdiri dari lima banjar dengan potensi yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi dan wilayah Desa Wisata Yehembang Kangin serta mengevaluasi kesesuaian konsep destination branding dengan pengelolaan destinasi berbasis pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemetaan potensi dilakukan berdasarkan komponen desa wisata, seperti daya tarik wisata, fasilitas pendukung, aksesibilitas, dan kelembagaan, serta aspek lingkungan hidup yang mencakup keberlanjutan ekosistem, pengelolaan sumber daya alam, dan keselarasan budaya dengan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Yehembang Kangin memiliki potensi utama berupa keunikan daya tarik budaya, panorama alam, serta potensi agrowisata yang terintegrasi dengan kehidupan masyarakat lokal. Konsep destination branding yang diterapkan telah berhasil mendukung identitas desa wisata ini melalui pemberdayaan masyarakat, promosi nilai lokal, dan pengelolaan berbasis partisipasi komunitas, sehingga menciptakan identitas yang kuat dan berdaya saing sebagai destinasi wisata.Desa Wisata Yehembang Kangin merupakan salah satu desa yang terdapat diwilayah Kabupaten Jembrana yang memiliki lima banjar dengan potensi yang berbeda. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui pemetaan potensi dan wilayah yang ada didesa wisata Yehembang Kangin serta konsep destination branding apakah sudah sesuai dengan pengelolaan destinasi berdasarkan pemberdayaan masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif model studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi Pustaka. Data dianalisis secara interaktif melalui redukasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan desa wisata Yehembang Kangin memiliki beragam potensi untuk dikembangkan namun ada permasalahan yang menghambat. Hambatan tersebut terungkap dari aspek pemetaan berdasarkan komponen desa wisata dan aspek komponen lingkungan hidup. Aspek-aspek tersebut saling terkait dan berpengaruh langsung terhadap potensi utama yang ingin ditonjolkkan pada desa wisata, sehingga mampu menjadi sebuah pilar destination branding

    IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA TARI RATOH JAROE DI TK ISLAM AL MUHAJIR (Penerapan Seni Tari dalam Pengetahuan, Perasaan dan Tindakan)

    Get PDF
    Penerapan pendidikan karakter di TK Islam Al Muhajir salah satunya melalui pembelajaran tari Ratoh Jaroe. Permasalahan yang dihadapi jika pendidikan karakter anak tidak dipersiapkan dari usia dini, dampaknya ke depan mengkhawatirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan karakter anak di TK Islam Al Muhajir yang diterapkan melalui pembelajaran tari Ratoh Jaroe seperti gerakan, stuktur tari, busana, makna, musik, syair yang dibawakan dalam menari. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Teori pendidikan karakter yang digunakan mengacu pada aspek Pengetahuan (Moral Knowing), Perasaan (Moral Feeling), dan Tindakan (Moral Action). Hasil penelitian ini adanya implementasi pendidikan karakter yang optimal melalui pembelajaran tari Ratoh Jaroe sehingga perubahan perilaku anak lebih terbentuk ke arah yang lebih baik dalam melestarikan nilai-nilai budaya, menanamkan nilai-nilai pendidikan dan nilai-nilai moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Pengetahuan, Perasaan, Tindakan, Tari Ratoh Jaroe. ABSTRACTTHE IMPLEMENTATION OF CHARACTER EDUCATION ON RATOH JAROE DANCE IN AL MUHAJIR ISLAMIC KINDERGARTEN (THE APPLICATION OF DANCE ART IN KNOWLEDGE, FEELING, AND ACTION), DECEMBER 2024. One of the applications of character education in Al Muhajir Islamic Kindergarten is through learning Ratoh Jaroe dance. The problem faced when children\u27s character education is not prepared from their early age, the impact in the future will be worrying. This research aims to find out how children\u27s character education is implemented in Al Muhajir Islamic Kindergarten which is applied through Ratoh Jaroe dance learning such as movements, dance structures, costume, meaning, music, and poetry performed in dancing. The research uses qualitative method with a descriptive analysis approach. The character education theory which is used refers to the aspects of Knowledge (Moral Knowing), Feelings (Moral Feeling), and Action (Moral Action). The result of this research is the implementation of optimal character education through learning Ratoh Jaroe dance so that changes in children\u27s behavior are formed in a better direction in preserving cultural values, instilling educational values and moral values that can be applied in daily life. Keywords: Character Education, Knowledge, Feeling, Action, Ratoh Jaroe Dance

    Analisis Teknik Permainan Gitar Elektrik Mateus Asato pada Lagu How Deep Is Your Love: Analysis of Mateus Asato\u27s Electric Guitar Playing Technique on the Song How Deep Is Your Love

    No full text
    The purpose of this study is to analyze the electric guitar techniques used by Mateus Asato in his version of How Deep Is Your Love. This research uses a qualitative descriptive method, with the researcher as the primary instrument, supported by tools such as an electric guitar, a laptop, Sibelius software, and YouTube. Data were collected through direct observation of Mateus Asato’s performance videos on YouTube and through document analysis, including scores and video recordings of his interpretation of the song.The results reveal that Mateus Asato uses a variety of distinctive electric guitar techniques, including hybrid picking, slide, bending, vibrato, legato, hammer-on and pull-off, chord melody, palm muting, and artificial harmonics, combined with expressive dynamics and articulation. These techniques contribute to a performance that is emotionally rich and musically nuanced, demonstrating a high level of technical skill and interpretative depth. The findings are expected to serve as a valuable reference for guitarists looking to expand their technical skills and deepen their understanding of artistic expression in song interpretation.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik permainan gitar elektrik Mateus Asato pada lagu How Deep Is Your Love. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan penulis sebagai instrumen utama, serta didukung oleh instrumen pendukung seperti gitar elektrik, laptop, sibelius dan youtube. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap video Mateus Asato yang tersedia di youtube dan studi dokumen berupa partitur dan rekaman video Mateus Asato saat memainkan lagu How Deep Is Your Love. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mateus Asato menggunakan beragam teknik permainan gitar elektrik yang khas, seperti hybrid picking, slide, bending, vibrato, legato, hammer-on dan pull-off, chord melody, palm muting dan artificial harmonics, serta penggunaan dinamika dan ekspresi yang tinggi. Teknik-teknik tersebut membentuk karakter permainan yang emosional dan musikal, serta menunjukkan tingkat keterampilan teknis dan interpretatif yang tinggi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi gitaris dalam memperkaya teknik bermain serta memahami pendekatan artistik dalam interpretasi lagu

    ANALISIS NARASI DAN VISUAL DALAM FILM "LIKE AND SHARE" MELALUI TEORI PSIKOLOGI GESTALT

    Get PDF
    This article examines the film "Like and Share," directed by Gina S. Noer, using Gestalt psychology principles. The research employs a qualitative approach through narrative and visual analysis. The film "Like and Share" serves as the primary data source for this study. Additional data sources include interviews with the director or screenwriter, the script, and relevant film critiques and reviews. The study found that the film "Like and Share" applies Gestalt principles, including the Principle of Wholeness (Holism), Law of Similarity, Law of Proximity, Law of Continuity, Law of Closure, Law of Figure-Ground, Law of Symmetry, and Law of Connectedness. Analysis results in the narrative aspect include the development of 1) Characters through similarity and continuity; 2) Separation of Figure and Ground in the Narrative; 3) Connectedness in the Plot. Furthermore, in the visual aspect, it utilizes 1) Application of the Law of Similarity in Visuals; Continuity in Cinematography Techniques; Use of Figure-Ground in Visual Composition

    Representation of Alpha Woman in Korean Series (Roland barthes Semiotics Analysis on Pachinko Season 1 Series)

    Get PDF
    Korean dramas are not merely artistic works without meaning or purpose. They serve as a medium to depict social realities through storytelling and visual art. One of Korean dramas that reflects the social realities of Korea is Pachinko, set in the 1930s when patriarchal culture and the low status of women were still prevalent. The purpose of this study is to explore how the representation of alpha woman is depicted in Pachinko. The study adopts a qualitative approach, utilizing Roland Barthes’ semiotic analysis method to interpret the signs within the drama through three levels of analysis: denotation, connotation, and myth. The researcher selected three episodes from the eight-episode series (episodes 3, 4, and 5) for a detailed analysis of scenes referencing alpha woman characteristics. The findings of this research reveal various ways in which Pachinko portrays alpha woman. The study highlights the courage, independence, and resilience of woman characters. This research recommends that future Korean dramas continue to feature alpha women characters to inspire gender equality. Additionally, future studies could explore similar representations in different cultural contexts to provide comparative analyses, enriching the understanding of gender representation across cultures

    1,711

    full texts

    1,925

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇