E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
    1925 research outputs found

    PELATIHAN TEKNIK CHINESE METICULOUS PAINTING DALAM UPAYA PENINGKATAN DIFERENSIASI PRODUK DI BUDIMAN ART GALLERY

    Get PDF
    Sentra Lukis Jelekong telah dikenal sebagai salah satu pusat produksi seni lukis di Jawa Barat dantelah menjadi ikon Jelekong yang tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga menjadisumber penghidupan bagi banyak pelukis disana. Seiring dengan perkembangan zaman dandinamika pasar seni di Indonesia, sentra lukis Jelekong khususnya yang dirasakan oleh paraseniman di Budiman Art Gallery menghadapi tantangan dalam mempertahankan daya saingnya danmenuntut para pelukis untuk terus berinovasi dan menciptakan produk lukisan yang memiliki nilaitambah tanpa menghilangkan keunikan gaya lukis Jelekong itu sendiri. Pelatihan ChineseMeticulous Painting secara intensif menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan inovasi dandiferensiasi produk di Budiman Art Gallery. Melalui pelatihan ini, para perajin di Budiman Art Galleryakan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan baru terkait Chinese painting yang dapatdiaplikasikan dalam proses produksi. Kegiatan pelatihan dilakukan melalui beberapa tahap yaitu: 1)sosialisasi kepada pelukis, 2) pelatihan teknik Chinese Meticulous Painting, 2) penerapan teknologidigital untuk sketsa, serta 4) pendampingan dan evaluasi karya secara berkelanjutan. Melaluipelatihan ini, diharapkan dapat membuka wawasan para perajin untuk pengembangan diferensiasiproduk serta dapat membuka peluang pasar yang lebih luas, khususnya pasar Tionghoa yang adadi Indonesia. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya bertujuan untukmeningkatkan kualitas produk, tetapi juga untuk memperkuat daya saing ekonomi para perajin diSentra Lukis Jelekong, khususnya bagi komunitas Budiman Art Gallery.Kata Kunci: Chinese Meticulous Painting, Sentra Lukis, Jelekong

    PERAN KURATOR DALAM KIDS BIENNALE INDONESIA 2025: TUMBUH TANPA RASA TAKUT

    Get PDF
    Kids Biennale Indonesia 2025 dengan tema Tumbuh Tanpa Rasa Takut menghadirkan ruang bagianak-anak untuk berekspresi melalui seni tanpa tekanan norma yang membatasi kreativitas. Artikelini membahas peran kurator sebagaimana dirumuskan Suwarno Wisetrotomo dalam buku Kuratorial,Hulu Hilir Ekosistem, yang menekankan lima fungsi utama: merancang pameran, menyusun konsepkurasi, memilih seniman dan karya, merancang kegiatan pendukung, serta memproduksipengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studipustaka dan analisis dokumen primer Kids Biennale 2025, termasuk katalog dan press releaseresmi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerja kuratorial dalam konteks biennale anak tidak hanyamenitikberatkan pada seleksi karya, tetapi juga pada penciptaan ruang aman, inklusif, dan edukatif.Konsep tumbuh tanpa rasa takut diartikulasikan melalui strategi pameran yang memfasilitasikeberanian anak untuk berekspresi, kegiatan pendukung yang mengintegrasikan publik, sertaproduksi pengetahuan yang melahirkan perspektif baru mengenai posisi seni anak dalam ekosistemseni kontemporer. Simpulan artikel ini menegaskan bahwa kerja kurator dalam Kids Biennale 2025bukan sekadar operasional pameran, tetapi juga praksis ekopedagogis yang memperkuat ekosistemseni dari hulu ke hilir dengan mengutamakan keberlanjutan, partisipasi, dan kebebasan berekspresianak.Kata kunci: Kids Biennale Indonesia, Kuratorial, Pameran Anak, Medan Sen

    PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA MELALUI PELATIHAN MEMBUAT POLA DAN TEKNIK MENJAHIT PADA “KOMUNITAS KREATIF LAKSMININGRAT” DI KABUPATEN GARUT

    Get PDF
    Pemberdayaan perempuan merupakan usaha yang sistematis dan terencana untuk mencapaikesetaraan dan keadian antara laki-laki dengan perempuan di dalam kehidupan keluarga maupunmasyarakat supaya potensi yang dimiliki perempuan bisa di kembangkan. Pemberdayaan perempuanjuga merupakan salah satu hal penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat khusunya paraperempuan supaya lebih berdaya dan lebih mandiri. Kelompok sasaran pada Program PKM ini adalahIbu-Ibu rumah tangga yang bergabung pada “Komunitas Kreatif Laksminingrat”.Komunitas ini beradadalam wilayah Administratif RW 13 Desa Tanjung Kamuning Kecamatan Tarogong Kaler KabupatenGarut. Pelatihan ini memiliki tujuan untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalamkomunitas agar mendapatkan keterampilan dalam membuat pola dan teknik menjahit pakaian. Metodeyang digunakan dalam pelatihan menjahit adalah model waterfall. Metode Waterfaaldigunakan dalamPKM ini karena melakukan pendekatan secara sistematis dan berurutan dalam membangun suatusistem. Proses metode Waterfall yaitu pada pengerjaan dari suatu sistem dilakukan secara berurutanpelaksanaannya secara bertahap sehingga tidak terfokus pada tahapan tertentu. Kegiatan PKM inimemberikan dampak positif bagi peserta, Tim pelaksana dan Institusi. Kesimpulan yang dapat ditarikdari kegiatan ini adalah peserta mendapatkan pengetahuan dan keahlian membuat Pola baju danTeknik menjahit serta memiliki kempuan untuk mejahit baju sendiri yang dimulai dengan belajar caramengukur, membuat pola, menggunting serta menjahit baju.Kata Kunci: Pemberdayaan, Perempuan, Pola dan Teknik Menjahi

    The Art of Ukiyo-e from the Perspective of Hierarchical Concepts

    Get PDF
    The aims of this study are to analyze ukiyo-e art from the perspective of hierarchical concept, and to expound the influence of hierarchical concept on the development of ukiyo-e art from three aspects: production process, style characteristics and commercial cooperation. Ukiyo-e art can be called the representative of Japanese art, and its emergence and development are caused by multiple reasons. In the process of its growth and development, there are many factors affecting and restricting it. It is suitable for qualitative research because of its flexibility in looking at ukiyo-e art from a hierarchical perspective. Overall, this study will provide an invaluable source of information about ukiyo-e art. It will benefit artists, researchers, art students, and scholars interested in studying this theme and field. Keywords: Ukiyo-e; Hierarchical Concepts; woodcu

    Religiosity to Improving the Performance of Librarian

    Get PDF
    The relationship between religiosity and performance can be seen from work activities. There are five dimensions of religiosity that can be seen and assessed in everyday life namely, the dimensions of religious belief, religious practices, religious feelings, religious effects, and religious knowledge. This study aims to determine a person’s level of religiosity at work. This study uses a qualitative research method with a phenomenological approach. Data collection was carried out using field observation techniques, interviews and documentation. The informants in this study were librarians who worked in university libraries in West Sumatra. The results obtained from this study are that there are three dimensions of religiosity that affect the performance of librarians including the dimensions of religious belief, the dimensions of religious feelings and the dimensions of religious effects. Meanwhile, the two dimensions of religiosity that did not have a positive effect on the performance of librarians were the dimensions of religiosity practices and the dimensions of religiosity practices of religious knowledge. Thus it can be concluded that religiosity affects library performance.Keywords: Religious culture; performance; librarian

    Visual Communication of Mysticism of Nyi Roro Kidul Painting Collectors in Cultural Contexts

    Get PDF
    In Indonesian culture, particularly along the southern coast of Java and Bali, Nyi Roro Kidul is revered as the ruler of the South Coast (Indonesian Ocean). This legendary figure plays a significant role in shaping local traditions, and she is honoured through various rituals. Depicted as a beautiful princess, one form of veneration is through paintings of Nyi Roro Kidul, which serve as a medium for collectors to seek safety and blessings. Her devotees consider These paintings essential, fostering a market for such artwork. Collectors, driven by various motives, help perpetuate the myth. This research, using the ethnosemiotic method, aims to explore the visual and cultural significance of Nyi Roro Kidul\u27s paintings from the collectors\u27 perspective. Keywords: Mysticism; Nyi Roro Kidul Painting; Visual communication

    Malaysian Chinese\u27s Mixed Cultural Identity in Painting Works

    No full text
    Malaysia\u27s multi-ethnic social structure has led Malaysian Chinese artists to come into contact with and adapt to the cultures of different ethnic groups while maintaining their Chinese culture, resulting in a new mixed cultural identity. This study aims to analyse the visual changes and artistic language of the artists in their paintings and to understand the impact of cultural awareness on the style of expression through a qualitative study of seven works from the 1990s. The results show that Malaysian Chinese artists favoured Western artistic mediums and incorporated Chinese ink and wash elements in their works, using Chinese images and customs to reflect the local human life in Malaysia. Currently, the field is not widely researched, and the significance of this study is to provide perspectives on interpreting Chinese paintings and to enrich the research. Keywords: Malaysian Chinese; Mixed culture; Paintin

    Kurikulum Tersembunyi dalam Pendidikan Musik sebagai Strategi Pembentukan Karakter dan Pelestarian Budaya Menuju Indonesia Emas

    Get PDF
    Tulisan ini membahas peran kurikulum tersembunyi dalam pendidikan musik sebagai strategi pembentukan karakter dan pelestarian budaya menuju Indonesia Emas. Berdasarkan penelitian kualitatif dengan studi kasus di SMKN 2 Cibinong Jawa Barat jurusan musik, ditemukan bahwa aktivitas musikal seperti latihan ansambel, prakonser, dan konser rutin berkontribusi pada pembentukan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kerjasama, dan integritas secara implisit. Kajian ini memadukan teori kurikulum tersembunyi (wren & Deal & Peterson), sosiologi musik (Becker), serta pendidikan karakter berbasis budayalokal (Raden Machjar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan musik yang berakar pada nilai budaya lokal dapat menjadi instrumen strategis pembentukan karakter sekaligus pelestarian budaya nasional. Kata Kunci : kurikulum tersembunyi; pendidikan karakter; pelestarian buday

    KONDISI FAKTUAL OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN DI DESA CIKANDE KECAMATAN SAGULING KABUPATEN BANDUNG BARAT

    Get PDF
    Saguling sendiri dikenal dengan Waduk Saguling, yang merupakansalah satu waduk besar di Jawa Barat dan menjadi destinasi wisatapopuler². Desa Cikande memiliki kode pos 40768 dan merupakan salahsatu dari beberapa desa di Kecamatan Saguling.Dari fokus wilayah administrasi tersebut, pertanyaannyabagaimana kondisi Objek Pemajuan Kebudayaan di wilayah DesaCikande kecamatan Saguling Kabupaten Bandung Barat.Tulisan ini berusaha mendeskripsikan keadaan faktual kondisi dilapangan terkait dengan 10 OPK sesuai dengan ketentuan perundangundanganpemajuan kebudayaan

    TARI PERSEMBAHAN TITIS WARIS CIMAREME MENUJU PEMAJUAN KEBUDAYAAN BERBASIS PERTUNJUKAN DAN IDENTIFIKASI OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN DI DESA CIMAREME

    Get PDF
    Adat istiadat yang pernah eksis dan dijalankan oleh masyarakatDesa Cimareme yaitu Ngabungbang, sebuah tradisi membersihkandiri setiap tanggal 14 mulud, tujuan dari tradisi Ngabungbang untukmembersihkan diri dan benda pusaka. Tradisi lisan yang berkembangdiantaranya Asihan Kasemaran, Makam Keramat, dan tersebarnyamitos tidak diperbolehkan berjalan sambil menyilangkan tangan dibelakang punggung dan tidak diperbolehkan nyekar pada hari Jum’at.Adapun kesenian yang ada di masyarakat Desa Cimareme ini yaituPencak Silat (Padepokan Silat Putra Gumelar), Debus yang digelutioleh bapak Ade Anas, dan Tarian Jaipong. Dari kegiatan kesenian dantradisi lisan yang pernah ada di Desa Cimareme, yang masih hidup danberkembang sampai dengan saat ini yaitu Pencak Silat

    1,711

    full texts

    1,925

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇