E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
    1925 research outputs found

    RITUAL PADA KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA RANCAKALONG SUMEDANG

    Get PDF
    Pattern of actions atau pola-pola tindakan(fakta sosial) dalam ritual yang biasa dilakukan oleh masyarakatDesa Rancakalong dengan ritual yang dilakukan olehmasyarakat lain di Indonesia secara umum memang memilikiperbedaan, namun dalam prakteknya, secara naluriah (paktaidea) memiliki kesamaan dengan kebanyakan pola naluri ritualmasyarakat di Indonesia (seperti tentang keselamatan danpemenuhan tujuan individual maupun komunal denganmeminta bantuan entitas adikodrati, sehingga menjadi sistembudaya dalam bentuk gagasan yang bersifat universal)(Koentjaraningrat, 2009: 151)

    KREATIVITAS WAYANG TAVIP 3D DALAM PROSES PEMBUATAN WAYANG MENGGUNAKAN BAHAN LIMBAH BOTOL PLASTIK DAN KAIN PERCA SEBAGAI BENTUK PERTUNJUKAN SENI BERDAKWAH DI PONPES FATHUL HUDA BOJONGKASO

    Get PDF
    Pelatihan Pembuatan Wayang Tavip 3D Bahan LimbahBotol Plastik dan Kain Perca di Pondok Pesantren Fathul HudaBojongkaso Kabupaten Bandung, merupakan bagian dariprogram: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepadaMasyarakat (LPPM) DIPA ISBI Bandung tahun 2025. Kegiatanini juga merupakan implementasi dari Tri Dharma PerguruanTinggi yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyatakepada masyarakat, khususnya dalam peningkatan kapasitaskompentensi, ketrampilan guru serta anak didik dalampengayaan alat peraga wayang tavip 3D untuk pertunjukan seniberdakwah.Wayang sebagai media dakwah dikenal sejak dulu ketikapara wali songo menyebarkan agama islam di Pulau Jawa. Katadakwah pada umumnya selalu identik dengan kegiatankeislaman, khutbah, ceramah, tablik akbar dan yang lainnya.Sedangkan kata dakwah berasal dari bahasa Arab yaitu da’aa –yad’u – da’watan yang artinya mengajak atau menyeru. Dengandemikian arti “dakwah” tidak selalu berkaitan dengan kegiatankeagamaan. “Mengajak atau menyeru” dapat diaplikasikandalam dialog antar personal atau kelompok. Sumber mengajakatau menyeru bisa dari legenda, mitos, atau kisah-kisah dalamajaran agama. yang punya nilai edukasi tentang kebaikan.Dakwah pada dasarnya bisa dilakukan dengan lisan, tulisan,bahkan mungkin dengan mempergunakan perbuatan. Menurutsaifudin azhari, dakwah adalah segala aktivitas yang mengubahsuatu situasi lain yang lebih baik menurut ajaran islam

    DESAIN MOTIF BATIK IKONIK SEBAGAI PENGUATAN IDENTITAS VISUAL DALAM KONTEKS BRANDING ISBI BANDUNG

    Get PDF
    Fenomena persaingan yang semakin intensif dalam sektorpendidikan tinggi telah menggeser posisi pengembangan citraatau merek institusional dari sekadar opsi strategis menjadisuatu imperatif esensial untuk mencapai keunggulan kompetitifdan memastikan keberlanjutan jangka panjang. Dalam lanskapglobal yang kian kompetitif, branding institusional tidak lagidapat dipandang sebagai aktivitas tambahan, melainkan sebagaikomponen integral dari strategi manajerial, akademik, dankultural sebuah perguruan tinggi.Prinsip ini menjadi semakin relevan bagi institusipendidikan tinggi yang berfokus pada bidang seni dan budaya,seperti Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, yangmenghadapi tantangan ganda: pertama, mempertahankan danmeningkatkan kualitas akademik; kedua, mengartikulasikansecara konsisten identitas, filosofi, serta kontribusi khas yangmembedakan institusi ini dalam khazanah pendidikan tinggidan kebudayaan nasional. Tantangan tersebut menuntut sebuahstrategi identitas visual yang tidak hanya berperan sebagaielemen representatif, melainkan juga sebagai mediumkomunikasi simbolik yang mampu membangun citrainstitusional yang otentik, kredibel, dan berdaya saing

    Eksplorasi Artistik Makna “Eusi Kosong” dalam Usik Penca: Refleksi Moral dan Spiritualitas Melalui Karya Seni

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan makna eusi kosong dalam usik penca melalui pendekatan eksplorasi artistik. Secara filosofis, eusi kosong melambangkan keseimbangan antara kekosongan dan isi serta mengandung nilai spiritual yang mengajarkan pengendalian diri dan introspeksi. Usik Penca tidak hanya melatih bela diri, tetapi juga menjadi sarana refleksi dalam mengendalikan hawa nafsu. Melalui metode etnografi dan practice-based research, penelitian ini mengintegrasikan eksplorasi gerakan dan pengalaman kreatif dalam proses reka cipta tari. Proses kreatif ini melibatkan reinterpretasi usik penca menjadi karya tari yang menyampaikan nilai-nilai filosofis dan spiritual. Keseimbangan tradisi dan inovasi menjadi inti dalam karya ini. Tari bukan sekadar ekspresi estetis, tetapi juga sarana edukasi dan refleksi moral. Hasil akhirnya adalah sebuah karya tari yang memvisualisasikan nilai-nilai spiritual dari usik Penca, yang dirancang untuk memperkuat apresiasi terhadap penca sebagai warisan budaya tak benda serta sarana untuk memperdalam pemahaman akan pengendalian diri di tengah tantangan era globalisasi. Sekaligus menegaskan relevansi seni tradisional melalui pendekatan artistik inovatif dalam seni kontemporer.Penelitian ini menginterpretasikan makna "eusi kosong" dalam usik penca masyarakat Sunda melalui eksplorasi artistik yang bertujuan untuk mendorong apresiator mengendalikan dan melawan hawa nafsu, sebagaimana tersirat dalam usik penca. Usik penca, sebagai elemen esensial pencak silat, mengajarkan keterampilan bela diri serta menanamkan nilai pengendalian diri dan spiritualitas. Dengan pendekatan kualitatif dan metode practise-based research, penelitian ini mengeksplorasi gerakan dan pengalaman kreatif untuk menerjemahkan makna "eusi kosong" ke dalam bentuk karya tari. Konsep ini mencerminkan keseimbangan antara kekosongan dan isi dalam kehidupan, sebuah paradoks yang tercermin melalui gerakan penca. Hasil akhirnya adalah karya tari yang mengekspresikan nilai-nilai spiritual usik penca, berfungsi sebagai sarana edukasi dan refleksi moral bagi penonton, serta diharapkan berkontribusi pada pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya dan memperkuat nilai pengendalian diri di era globalisasi.   Kata kunci: eksplorasi, interpretasi,  makna  simbolik, eusi kosong, usik penca

    Museum Permainan Tradisional sebagai Media Pembelajaran Nilai-Nilai Pancasila

    Get PDF
    Learning media is an important element of the educational process. However, contemporary education tends to place less emphasis on values and character development. Most learning media are developed primarily for content delivery, with limited attention to attitudinal or character-building dimensions. Therefore, this study examines the use of traditional toy museums as a medium for learning Pancasila values. Traditional toy museums were selected for their effectiveness as learning media, especially in teaching culture and human values. This study employed a qualitative method using purposive sampling and a naturalistic approach, with visitors to the traditional toy museum as the research subjects. The research data was obtained through questionnaires, interviews, and observations. By integrating museums and traditional toys, this study aims to create a learning medium that not only delivers content but also effectively instills values. The results of this study provide a theoretical basis for positioning museums as learning media for students in both formal and non-formal contexts.Media pembelajaran merupakan elemen penting dalam proses pendidikan. Namun, pendidikan kontemporer cenderung kurang menekankan pada aspek nilai dan pengembangan karakter. Sebagian besar media pembelajaran dikembangkan terutama untuk penyampaian materi, dengan perhatian yang terbatas pada dimensi sikap atau pembentukan karakter. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji pemanfaatan museum permainan tradisional sebagai media pembelajaran nilai-nilai Pancasila. Museum permainan tradisional dipilih karena dinilai efektif sebagai media pembelajaran, khususnya dalam mengajarkan budaya dan nilainilai kemanusiaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling dan pendekatan naturalistik, dengan pengunjung museum permainan tradisional sebagai subjek penelitian. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Dengan mengintegrasikan museum dan permainan tradisional, penelitian ini bertujuan menciptakan media pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga secara efektif menanamkan nilai-nilai. Hasil penelitian ini memberikan landasan teoretis bagi pemposisian museum sebagai media pembelajaran bagi siswa, baik dalam konteks formal maupun non-formal

    Penciptaan Batik Tulis Berbasis Ornamen Dan Rumah Adat Batak, Melayu dan Nias

    Get PDF
    Minat masyarakat Indonesia terhadap pelestarian budaya peninggalan masa lampau sangatlah minim, sebab masyarakat beranggapan peninggalan budaya masa lampau sebagai sejarah. Padahal, peninggalan budaya masa lampau dapat dihidupkan kembali dengan mengolaborasikannya dalam ornamen rumah adat yang dikemas dalam elemen digital visual salah satunya yang ada di Sumatera Utara dengan batik tulis. Penelitian ini bertujuan menghasilkan batik tulis berbasis ornamen dan rumah adat Batak, Melayu, dan Nias yang dikemas dalam elemen digital visual serta penelitian ini menerapkan metode penciptaan dengan fokus kepada praktik karya seni dengan ciri dan ketentuannya. Penelitian ini menghasilkan karya batik tulis sebanyak 14 buah karya, dengan 7 karya batik tulis untuk laki-laki dan 7 karya batik gardigan untuk wanita yang kesemuanya mengacu pada elemen ornamen dan rumah adat Batak, Nias, dan Melayu yang ada di Sumatera Utara. Penelitian ini berkontribusi besar dalam upaya melestarikan budaya yang dikolaborasikan dalam seni dan elemen digital visual

    Promotion Strategy for the Film Gatotkaca by Hanung Bramantyo Using the AISAS Approach

    Get PDF
    Superhero-themed films are currently prevalent in the international film market. Satria Dewa Studio released Gatotkaca as the opening film for its franchise universe. This type of research is descriptive qualitative, with observations to analyze the promotional strategy for the Gatotkaca film using the attention, interest, search, action, and share (AISAS) marketing model. The results of this research are that promotional strategies carried out using the AISAS approach model can increase public awareness of Gatotkaca figures. The film Gatotkaca was promoted in conjunction with the branding process to complement each other and increase ticket sales for the film Gatotkaca. The branding process was carried out using the identity of the Gatotkaca character, namely the star symbol and gold color applied to the film title logo and also the costume design of the Gatotkaca character; it could increase public awareness, ticket sales and Gatotkaca film merchandise

    Stadium as a Landmark: Captain I Wayan Dipta Stadium Tour Program as a New Attraction for Sports Tourism in Bali

    Get PDF
    The Bali United Football Club\u27s Captain I Wayan Dipta Stadium Tour Program, which was initiated recently, has started attracting tourists. This program, which has been running since 2019, is particularly popular among football fans. This study aims to explore the development of the Captain I Wayan Dipta Stadium Tour using a qualitative method. Data were collected through observation and interviews and analyzed using commodification theory. The research findings conclude that the development of the Captain I Wayan Dipta Stadium Tour, which began with Bali United\u27s arrival in Bali and the renovation and beautification of the stadium, not only increased the stadium\u27s popularity but also added a new tourist attraction to Bali\u27s sports tourism. Bali\u27s tourism, which is dominated by natural and cultural attractions, has expanded to include sports tourism in the form of stadium tours

    DARI KLASIK KE KONTEMPORER: DINAMIKA PERKEMBANGAN TARI SUNDA

    Get PDF
    Perkembangan dalam dunia tari saat ini sangat pesat, terutama dalam bentuk penyajian tari. Munculnya beragam bentuk tari kreasi maupun tari kontemporer di wilayah Kota Bandung, menunjukkan perkembangan yang signifikan. Keberadaan penciptaan tari dapat bersinergi dan memberikan dampak positif dalam keilmuan seni tari, berupa proses penciptaan karya seni pertunjukan. Proses penciptaan tari di Kota Bandung khususnya dalam ruang akademisi tradisi, tanpa disadari berangkat dari bentuk kaidah Tari Sunda yang ada dalam ruang institusi menurut kurun waktu “Akademisi Seni Tari Indonesia (ASTI), Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) sampai dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung”. Tujuan penelitian ini mengungkapkan perkembangan idiom-idiom tari tradisi budaya Sunda yang direkontruksi dalam kaidah keilmuan penciptaan tari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, menggunakan teori Strukturasi A. Gidden. Dimana institusi ditempatkan sebagai agen perubahan yang melahirkan aktor-aktor yaitu seniman atau kreator tari hasil lulusan dari proses Pendidikan agen tersebut, sesuai dengan kurikulumnya. Bagaimana para aktor dapat mendominasi dan memiliki nilai otoritatif serta alokatif; Bagaimana aktor dapat melegitimasi hasil karya tarinya dan bagaimana peran agen dan aktor dalam mengsignifikansikan proses perkembangan fenomena kekaryaan tari saat ini. Hasil dari penelitian ini akan diseminarkan dengan capaian prosiding, jurnal nasional terakreditasi sinta, dan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) berupa karya tulis ringkasan penelitian

    ASRAH KONSEP GARAP PENCIPTAAN TARI KONTEMPORER

    Get PDF
    Karya tari dengan judul Asrah ini diambil dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti   pasrah. Karya ini memiliki sumber inspirasi yang berasal dari persoalan Hukum Adat yakni Hukum Cambuk yang terjadi di Daerah Istimewa Aceh. Efek psikologis penerima hukuman cambuk menjadi titik fokus penggarapan karya ini. Banyaknya pro dan kontra dalam persoalan ini cukup menarik perhatian masyarakat sekitar akan aturan Qanun dan hukum Jinayat yang terdapat di daerah Aceh.  Landasan konsep garap yang dipakai pada karya tari Asrah ini adalah sebuah teori pemikiran Jacqueline Smith tentang tari dramatik dengan metode Relasi Artistik. Karya ini digarap dengan tipe dramatik menggunakan gerak kontemporer yang dihasilkan dari  proses ekplorasi gerak dengan dinamika, irama dan gerak keseharian yang distilisasi dan didistrosikan menjadi sebuah pembaruan

    1,711

    full texts

    1,925

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇