E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
    1925 research outputs found

    Idealism of Traditional Convention in Arts as a basis for developing the Creation of local identity works

    Get PDF
    This article emphasises about the importance of preserving the idealism of the past generation’s noble way of thinking about the fundamental values and meaning of life in traditional art creation. The creation of art is based on the convention of tradition idealism as a foundation of a work intended to become a local identity. Art creation begins with a process of gathering musical material through ethnographic studies. This matter related to the region of Cibingbin Sub-district, Kuningan Regency, West Java. The gathered musical material that is dugjring as the basic drum pattern that are in Dukuhbadag Village, and the dialect of Cibingbin community. The dialect will be adopted and adapted as a melodic basis and then designed as a work of art to be showcased in musical performance. Keywords: Dugjring; Kuningan; Traditional Conventions; Musical Performance

    Archipelago Dance: Indonesia\u27s Wonderful Cultural Asset

    No full text
    Indonesia is known worldwide as a country rich in Arts & Culture, particularly its captivating and unique dances, also known as Tari Nusantara. The diverse range of Nusantara dances makes it an enticing subject for researchers to delve deeper into the process of Cultural Transformation, which involves openness among the Indonesian society in accepting the presence of foreign cultures through the processes of Inculturation and Acculturation. Over time, Nusantara dances have undergone evolution in four different artistic eras, which are still evident today in their form, style, makeup, costumes, props, dance movements, and accompanying music. These four eras are: (1) Prehistoric-themed Dances; (2) Hindu-Buddhist-themed Dances; (3) Chinese-themed Dances; and (4) Islamicthemed Dances. Tari Nusantara is a wonderful cultural asset that contributes to the social capital and national pride of Indonesia. Keywords: Archipelago Dance; Indonesia Wonderful; Cultural Ase

    Jayalah Negeriku Transformasi Narasi Pertunjukan dalam Tari dan Lagu

    Get PDF
    \u27Jayalah Negeriku\u27 adalah sebuah transformasi naratif yang merayakan kecintaan pada tanah air dengan memadukan keragaman budaya, dan seni. Karya ini mempresentasikan nilai-nilai positif seperti keramahan, kepedulian, dan penghormatan terhadap perbedaan untuk menginspirasi rasa kebersamaan dan rnasionalisme. Mengeksplorasi hubungan antara kreativitas artistik dan filosofi, dengan berfokus pada peran keindahan untuk mengekspresikan rasa cinta dan kebanggaan terhadap tanah air dalam mengantisipasi kesatuan antara kebaikan, kebenaran, dan keindahan. Karya seni ‘Jayalah Negeriku’ bertujuan untuk memperkuat seni tradisional, membangkitkan rasa memiliki budaya, dan mempromosikan keindahan Indonesia melalui pertunjukan Tari Dan Musik. bentuk koreografi kinestetik tari etnik yang disajikan dalam nodel bentuk pertunjukan Video. Tahapan Eksplorasi, Improvisasi, dan Komposisi (pembentukan) dipresentasikan melalui ekpresi Gerak kinestetik etnis, rangkaian kata kata positif dengan mengelu- elukan keindahan budaya dan alam Indonesia. Kata Kunci: Jayalah negeriku, slogan nusantara bersatu, perpaduan musik dan lagu

    Strategi Manajemen Pelestarian Tradisi Perang Tomat Pascapandemi: Revitalisasi Budaya Lokal Berbasis Seni Partisipatif di Kampung Cikareumbi

    Get PDF
    Tradisi Perang Tomat di Kampung Cikareumbi merupakan warisan budaya takbenda yang kaya nilai sosial, spiritual, dan estetika. Namun, sejak pandemi COVID-19, tradisi ini tidak lagi dilaksanakan, sehingga berisiko mengalami disrupsi antargenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi manajemen pelestarian berbasis komunitas guna merevitalisasi tradisi tersebut dalam konteks pascapandemi.Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa penguatan kapasitas komunitas, pendokumentasian berbasis digital, serta kolaborasi antaraktor budaya menjadi kunci revitalisasi. Model manajemen partisipatif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan konteks sosial direkomendasikan untuk mendukung keberlanjutan tradisi. Kata kunci: manajemen budaya, pelestarian tradisi, seni partisipatif, Perang Tomat, revitalisasi komunitas

    Perkembangan Sound System Sebagai Modal Budaya dalam Seni Pertunjukan di Kota Bandung

    Get PDF
    Pada era sekarang sound system merupakan alat yang biasa digunakan oleh manusia dan bisa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi modal budaya pada masyarakat, khususnya di kota Bandung.Oleh karena itu penulis bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan sound system menjadi modal budayadalam seni pertunjukan pada masyarakat kota bandung. Sound system merupakan komponen vital dalam seni pertunjukan di Bandung. Kesesuaian antara teknologi, lokasi, serta profesionalisme operator sangatmempengaruhi keberhasilan acara. Dalam perkembangannya dan banyaknya daya tarik dari masyarakatIndonesia dalam menggeluti dunia audio sound system sehingga menciptakan berbagai profesi yang berhubungan dengan sound, mulai dari vendor sound system, sound engeenering, sound hunter, dan lain-lain. Oleh karena itu penulis bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan audio sound system sebagai modal budaya dalam seni pertunjuan di kota bandung. Kata Kunci : Sound System, Seni Pertunjukan, Musik, Kota Bandung

    Angklung: Pendidikan dan Musik Kolaboratif (2011-2024)

    Get PDF
    Penelitian inimengeksplorasi historiografi angklung dalamkonteks pendidikan dan kolaborasimusikdari tahun 2011 hingga 2024. Diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO, angklung telahbertransformasi dari alat musik ritual menjadi bagian penting dari pendidikan formal dan berbagai genre musikmodern. Studi ini menyoroti dua fase utama: pendirian Program Studi Angklung dan Musik Bambu di ISBIBandung pada tahun 2011,serta adaptasi digital dan kolaborasi lintas genre selama dan pasca-pandemi COVID-19. Dengan pendekatan historiografi, penelitian ini menganalisis bagaimana angklung beradaptasi dengan perubahan masyarakat dan kemajuan teknologi, serta kontribusinya terhadap pelestarian warisan budaya Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa angklung tidak hanya berhasil bertahan di tengah tantangan zaman,tetapi juga terus berkembang, memperkaya khazanah musik Indonesia, dan menjadi simbol ketahanan budaya. Kata Kunci: Angklung, Pendidikan, Kolaborasi Musik, Historiografi, Warisan Budaya, Adaptasi Digital

    PERAN PAGURON PENCA SILAT NAMPON MEKAR UHI PUTRA DALAM MELESTARIKAN BUDAYA DI DESA MARGAJAYA KABUPATEN BANDUNG BARAT

    Get PDF
    Desa Margajaya merupakan salah satu desa yang terletak diKecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Bataswilayah Desa Margajaya, sebelah utara berbatasan dengan DesaMekarsari, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Cimareme,sebelah barat berbatasan dengan Desa Kertajaya dan sebelah timurberbatasan dengan Desa Cilame. Desa Margajaya memiliki luas wilayahsebesar 104,22 ha wilayah yang terbagi oleh pembangunan jalantol Padalarang- Cileunyi (Padaleunyi) dan juga jalan tol Cipularang.Persentase lahan untuk kebutuhan hunian digunakan hampir setengahluas desa, sisanya digunakan untuk lahan pertanian, perkebunan,kehutanan, peternakan dan perikanan. Desa Margajaya terdiri atas3 dusun dan 16 RW dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 5.207kepala keluarga, 8.090 Laki-laki dan 7.894 perempuan

    RUWATAN NGARUMAT LEMBUR MASYARAKAT DESA NGAMPRAH MENUJU PEMAJUAN KEBUDAYAAN BERBASIS SENI PERTUNJUKAN

    Get PDF
    Ngamprah merupakan salah satu wilayah kecamatan yang beradadi Kabupaten Bandung Barat, dengan luas 3608.08 Ha. Wilayahkecamatan ini menjadi pusat dari kegiatan Pemerintahan KabupatenBandung Barat, dilintasi beberapa jalur antarkota, di antaranya; jalantol Padalarang dan rel kereta Padalarang. Bahkan di sebelah timurWilayah Kecamatan Ngamprah merupakan kawasan wisata alamLembang.Salah satu daerah yang termasuk ke dalam Kecamatan Ngamprahadalah Desa Ngamprah, dikelilingi oleh pemandangan alam yangindah, termasuk pegunungan dan sawah yang hijau. MasyarakatDesa Ngamprah mayoritas bekerja sebagai petani, pedagang, danburuh tani, sehingga mata pencahariannya banyak bergantung padasektor pertanian. Tanah subur di daerah ini mendukung berbagai jenistanaman seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan tanaman panganlainnya

    ORNAMENTASI BERKELANJUTAN: DARI TRADISIONAL KE KONTEMPORER

    Get PDF
    Ornamentasi sebagai salah satu ekspresi budaya, mempunyai peranan penting dalam menyampaikan pesan identitas dan warisan budaya. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan modernisasi, kebutuhan akan desain ornamentasi yang berkelanjutan muncul dari harapan dan keinginan untuk tetap dapat mempertahankan identitas serta budaya lokal namun tetap adaptif dengan elemen modern (Hassan, 2020). Dampak modernisasi seringkali memprioritaskan material dan desain modern yang kemudian dapat menyebabkan berkurangnya nilai budaya lokal. Dalam sebuah studi disebutkan bahwa banyak bangunan baru yang didesain dengan menggabungkan unsur-unsur arsitektur tradisional namun tanpa mempertimbangkan makna ataupun nilai-nilai budaya asli sehingga mengakibatkan hilangnya karakteristik unik yang menentukan identitas arsitektur lokal (Herliana, 2013). Integrasi antara desain arsitektur kontemporer dengan ornamentasi tradisional yang cenderung menggunakan bentuk-bentuk organik dari alam sebaiknya tidak hanya berfungsi sebagai elemen tambahan tetapi sebagai komponen fundamental dari artefak yang dibangun sehingga identitas dan simbol budayanya tetap melekat tanpa kehilangan maknanya (Daglio & Kousidi, 2023)

    BUDAYA BERBAHASA: KONTAK BAHASA, BILINGUALISME, DIGLOSIA, ALIH KODE, CAMPUR KODE, INTERFERENSI, DAN INTEGRASI

    Get PDF
    Bahasa merupakan bagian dari kebudayaan. Koentjaraningrat yang dikutip Abdul Chaer dan Leonie (1990) dalam bukunya Sosiolinguistik bahwa bahasa bagian dari kebudayaan. Jadi, hubungan antara bahasa dan kebudayaan merupakan hubungan yang subordinatif, dimana bahasa berada dibawah lingkup kebudayaan (MA, 2021). Budaya adalah bagian integral dari interaksi antara bahasa dan pikiran (MA, 2021). Rina Devianty (2017) menyebutkan jika bahasa merupakan bagian dari kebudayaan, bahkan bahasa sering juga disebutkan sebagai faktor dominan dari kebudayaan. Lebih lanjut dia menjelakan jika kebudayaandilihat dari sudut pandang ilmu bahasa adalah: 1) pengatur dan pengikat masyarakat penutur bahasa itu, 2) butir- butir dan satuan-satuan yang diperoleh manusia pemakai bahasa melalui jalur belajar atau pendidikan, 3) pola kebiasaan dan perilaku manusia, dan 4) suatu sistem komunikasi dalam masyarakat yang berperan dalam membentuk dan memelihara kesatuan, kerja sama, dan kehidupan. Dengan dasar-dasar di atas, maka, Revianty menyebutkan jika dalam kebudayaan bahasa berfungsi sebagai: 1) Sarana pengembangan kebudayaan; 2) Sarana pembinaan kebudayaan; 3) Jalur pemeliharaan dan penerus kebudayaan; 4) Jalur dan sarana inventarisasi kebudayaan. Jadi, bahasa tidak dapat dipisahkan dari kehidupan budaya manusia karena antara bahasa dan budaya ada semacam hubungan timbal-balik atau kausalitas. Bahasa merupakan salah satu hasil budaya, sedangkan budaya manusia banyak pula dipengaruhi oleh bahasa

    1,711

    full texts

    1,925

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇