E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
    1925 research outputs found

    INOVASI BATIK TEKNIK MALAM DINGIN PADA BUSANA MUSLIM

    Get PDF
    Seni batik pelan-pelan melintasi batas negara, membawa cerita Nusantara ke dunia. Penelitian terbaru Hao (2024) menunjukkan bagaimana keahlian membatik yang lahir di Jawa kini menjadi milik bersama banyak bangsa. Lihatlah bagaimana Malaysia memadukan motif batik dengan songketnya, atau para desainer India yang menyulapnya menjadi karya modern nan memukau. Batik memang lentur - bisa beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Catatan menarik dari arsip Museum Tekstil Jakarta (2023) mengungkap keajaiban batik: dari kain tradisional, kini ia menjelma menjadi tren fashion kekinian dan hiasan rumah modern. Yang lebih istimewa, di tengah perubahan zaman, batik tak pernah melupakan akarnya. Teknik baru seperti malam dingin terus dikembangkan, namun filosofi dan makna di balik setiap motif tetap dijaga seperti warisan berharga dari generasi ke generasi

    PASIRBIRU DALAM PERSPEKTIF OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN: SEJARAH, SOSIAL BUDAYA, EKONOMI, DAN POTENSI DESA

    Get PDF
    Desa Pasirbiru dapat ditelaah secarakomprehesif mencakup dimensi sejarah, sosial budaya,ekonomi, dan potensi desa, sehingga dapat menghasilkangambaran yang lebih utuh mengenai posisi dan kontribusinyadalam pembangunan kebudayaan tingkat lokal.Representasi objek pemajuan kebudayaan yang luas akanterlihat dari perspektif potensi budaya dalam satuan susunanpemerintahan terkecil yaitu desa. Desa bukan hanya pentingsebagai entitas administratif tetapi juga sebagai akar dariperadaban bangsa (Geertz, 1963). Cakupan tersebut digunakandalam tulisan ini dengan melihat kebudayaan dari sepuluhObjek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang meliputi tradisi lisan,manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional,teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, danolahraga tradisional

    DRAMATARI HANJUANG DI KUTAMAYA SEBAGAI ENTERTAINMENT SECTOR DALAM WISATA BUDAYA GEOTHEATER RANCAKALONG

    Get PDF
    Geotheater Rancakalong di Kabupaten Sumedang merupakansebuah inovasi ruang pertunjukan terbuka yang memadukanlanskap alam dengan ekspresi seni budaya Sunda. Lokasi inihadir di tengah berkembangnya potensi pariwisata Rancakalongyang sejak lama dikenal kaya akan tradisi serta daya tarik alamperbukitan. Secara infrastruktur, Geotheater telah ditunjang olehakses transportasi lokal, serta semakin strategis dengan adanyajalan tol Cisumdawu dan kedekatannya dengan BandaraKertajati, sehingga aksesibilitas dari luar daerah relatif mudahdijangkau (Hanim dkk., 2023). Selain itu, ragam kulinertradisional, suasana pegunungan, serta keberadaan penginapansederhana memperkaya pengalaman wisatanya. Namundemikian, sektor hiburan budaya yang seharusnya menjadipengikat utama pengalaman wisata belum sepenuhnya optimal,padahal komponen ini merupakan salah satu pendorong utamalamanya wisatawan tinggal dan kecenderungan mereka untukmerekomendasikan destinasi (Goeldner & Ritchie, 2012).Mengingat bahwa dalam kerangka ini, sektor hiburanatau entertainment memiliki posisi yang sangat strategis karenamenyediakan pengalaman yang mudah dikenali,dikomunikasikan, sekaligus dipasarkan. Seni pertunjukan,atraksi hiburan khas, dan ekspresi budaya komunal bukanhanya elemen tambahan, tetapi dapat berfungsi sebagaidiferensiasi utama yang memberi identitas unik bagi suatudestinasi sekaligus menjadi instrumen ekonomi yangmendorong daya tarik wisata dan memperkuat pelestarianbudaya (Darmawijaya dkk., 2024; Hidajat, 2025; Novianti, 2025;Siregar dkk., 2025)

    BENTUK INOVASI PEDAGOGIK GURU PAUD MELALUI PEMBELAJARAN SENI TARI

    Get PDF
    Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasipenting dalam pembentukan karakter, nilai, dan kemampuandasar manusia. Pada tahap ini, anak berada dalam masakeemasan (golden age) di mana perkembangan kognitif,emosional, sosial, dan fisik berlangsung sangat pesat. Olehkarena itu, pembelajaran di tingkat PAUD tidak hanyaberorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi lebihmenekankan pada pembentukan pengalaman belajar yangmenyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhanperkembangan anak. Dalam konteks inilah, peran guru menjadisangat krusial, bukan hanya sebagai penyampai materi, tetapisebagai fasilitator pertumbuhan dan penggerak kreativitas anak.Namun, realitas pendidikan PAUD di Indonesia masihmenghadapi sejumlah tantangan. Banyak lembaga pendidikanyang masih berorientasi pada capaian kognitif semata,sementara aspek afektif dan psikomotorik kurang mendapatporsi yang memadai. Akibatnya, proses belajar menjadi kaku,seragam, dan kurang memberi ruang bagi eksplorasi diri anak.Guru sering kali terjebak dalam rutinitas administratif,sementara dimensi artistik dan kreatif dalam pembelajaranbelum sepenuhnya dioptimalkan. Kondisi ini diperparah olehterbatasnya pelatihan yang berfokus pada inovasi pedagogik,terutama dalam konteks pendidikan seni anak usia dini(Bredekamp, 2019)

    Public History and Performing Arts in Indonesia

    Get PDF
    Public history is a movement of practitioners who love history and historians to make it easier for the public to access information. The goal is to build a collective memory with the community. Public history in the performing arts is not widely known although artists have done it. Many art communities present information about historical events packaged in the form of art. Whether it\u27s through performance arts, fine arts, recording media arts, or recitation arts. Artists interpret historical events that are published for the public. Consciously or not, the activities of artists become agents of public history built to uncover and convey a historical event. Technological developments with the presence of social media, the existence of performing arts, and public history are getting stronger. The results obtained from the observation show that performing arts can be a strategic medium for strengthening public history. Keywords: public history; collective memory; performing arts; social media

    The Beauty of Daoist Philosophy in Chinese Landscape Painting

    Get PDF
    Daoist philosophy and landscape painting are both significant cultural treasures of China, and understanding landscape painting and Daoist philosophy is crucial for comprehending Chinese art. The ideological foundation of Chinese landscape painting lies in Daoist philosophy, which permeates the developmental trajectory of landscape painting. Based on this, the article examines the beauty of Daoist philosophy in Chinese landscape painting, focusing on: The embodiment of Taoist philosophy in landscape paintings, and The beauty of Taoist philosophy elements in landscape painting. This paper provides reference for the inheritance and development of traditional Chinese landscape painting. Keywords: Taoist philosophy; Chinese landscape painting; Natura

    Gamelan Gamelan sebagai cermin identitas budaya: gamelan

    No full text
    Gamelan has a strong social and spiritual function, strengthening solidarity and reflecting the traditional values of society. The purpose of this study is to determine the function of gamelan as a cultural identity of the Javanese community in Palas Subdistrict, South Lampung Regency. The type of research used is descriptive qualitative, with data collection using in-depth interviews, observation and documentation techniques. Data analysis utilised qualitative data analysis with stages of data collection, data reduction, and conclusion drawing. The results of the study illustrate that gamelan acts as a social medium that connects generations and strengthens community social bonds. Gamelan also functions as a spiritual symbol in various traditional ceremonies and religious rituals, creating harmony and balance in the cultural identity of its owners. The local community in the Palas area plays a role through art associations by continuing to strive to preserve the gamelan tradition in a sustainable manner. In addition, efforts to preserve and pass on traditional arts and culture can be carried out in various ways, such as integrating gamelan as part of performing arts into the education curriculum through cultural arts lessons and local content, as well as holding festivals or regional cultural events so that gamelan continues to have a stage in accompanying traditional music and other performances.Gamelan memiliki fungsi sosial dan spiritual yang kuat, memperkuat solidaritas dan mencerminkan nilai-nilai tradisional masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam. Wawancara dilakukan dengan tokoh masyarakat setempat, yaitu Bapak Wito, Bapak Darsono, dan Bapak Sukadi, yang memberikan wawasan tentang makna dan fungsi gamelan dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gamelan berperan sebagai medium sosial yang menghubungkan generasi dan memperkuat ikatan komunitas. Gamelan juga berfungsi sebagai simbol spiritual, digunakan dalam berbagai upacara adat dan ritual keagamaan, yang menciptakan harmoni dan keseimbangan dalam komunitas. Pembahasan mencakup sejarah gamelan dari masa kerajaan hingga adaptasi modern, yang menunjukkan ketahanannya menghadapi globalisasi. Gamelan mampu bertahan dengan inovasi yang menggabungkan elemen musik modern tanpa kehilangan esensi tradisionalnya. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya pelestarian gamelan untuk menjaga identitas budaya dan memperkuat kohesi sosial masyarakat, serta perlunya upaya berkelanjutan agar gamelan tetap relevan dan lestari. Kata kunci: Gamelan, Budaya, Tradisi, Pelestarian Budaya. &nbsp

    Makna Pendidikan dalam Struktur Simbolis Kayon Ganesha: Sebuah Penelusuran Epistemologis dalam Konstruksi Semiotika Visual

    No full text
    This study aims to explore the educational values embodied in the visual symbolic structure of Kayon Ganesha, a creation by Enthus Susmono. The academic values represented in Kayon Ganesha are essential to be examined and utilized as a source of moral and character development for future generations. The research employs a descriptive, qualitative approach with a single-case study design. Data were collected from informants, settings, and documents through in-depth interviews, participatory observation, and content analysis. Data validity was tested using two techniques: data source triangulation and informant review. Data analysis followed a flow model consisting of data reduction, data display, and verification. The findings reveal that Kayon Ganesha consists of three structural parts, namely lower (palemahan), middle (lengkeh), and upper (pucuk), each containing symbols that represent the human journey toward ultimate truth through education. The figure of Lord Ganesha in Kayon Ganesha also comprises three parts, namely head, body, and feet, symbolizing the ideal qualities of a knowledgeable person. The implication of this study emphasizes that the educational values within Kayon Ganesha can serve as a source for character education based on local wisdom in the field of art and cultural creativity.Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna pendidikan dalam struktur visual Kayon Ganesha melalui pendekatan semiotika. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus tunggal. Sumber data berasal dari informan, tempat dan peristiwa, juga dokumen atau arsip yang dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis konten. Keabsahan data diuji menggunakan 2 (dua) teknik yaitu triangulasi sumber data dan review informan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis alir dengan prosedur reduksi data, display data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kayon Ganesha terstruktur atas simbol-simbol visual yang didalamnya terkandung filosofi makna pendidikan. Kayon Ganesha terstruktur atas 3  (tiga) bagian yaitu struktur bawah (palemahan), struktur tengah (lengkeh), dan struktur atas (pucuk) dimana masing-masing terstruktur atas bentuk/simbol dan terkandung makna. Dewa Ganesha pada Kayon Ganesha juga terdiri atas 3 (tiga) struktur yaitu struktur atas (kepala), struktur tengah (badan), dan struktur bawah  (kaki) yang didalamnya terdapat simbol dan kandungan makna

    KONSEP PENCIPTAAN TARI ‘PRAPANCA GARINI’ BERLATAR PERJUANGAN, KEGELISAHAN NYAI RADEN DEWI KONDANG HAPA

    Get PDF
    Prapanca Garini merupakan judul karya tari yang menggabungkan dua kata yaitu prapanca artinya gelisah, dan Garini adalah istri. Judul karya tari ini diartikan sebagai perjuangan Nyai Raden Dewi Kondang Hapa yang gelisah karena dipoligami. Karya tari ini digarap dalam tipe dramatik, dan untuk mewujudkanya dilakukan langkah-langkah proses kreatif menggunakan metode eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Hasilnya, terwujudnya koreografi kelompok dengan lima orang penari perempuan multi peran dalam gambaran kegelisahan Nyai Raden Dewi Kondang Hapa sebagai seorang istri yang mengalami poligami, dan diusung oleh kekuatan garap musik tari serta artistik tari meliputi penataan rias, busana, cahaya lampu dan panggung.   ABSTRACT THE CONCEPT OF CREATION OF \u27PRAPANCA GARINI\u27 DANCE BASED ON THE STRUGGLE, THE ANXIETY OF NYAI RADEN DEWI KONDANG HAPA, DECEMBER 2025. \u27Prapanca Garini\u27 is the title of a dance work that combines two words, namely Prapanca which means restless, and Garini which means wife. The title of this dance work is interpreted as the struggle of Nyai Raden Dewi Kondang Hapa who is restless because of polygamy. This dance is worked on a dramatic type, and to realize it, the creative process steps are carried out using exploration, improvisation and composition methods. The result is the realization of a group choreography with five female dancers in multiple roles in the depiction of Nyai Raden Dewi Kondang Hapa\u27s restlessness as a wife who experiences polygamy, and is carried by the power of dance music and artistic work including makeup, costume, lighting and stage arrangements.   Keywords: Prapanca Garini, The Story of Nyai Raden Dewi Kondang Hapa, Dramatic Dance

    “Masagi” Simbolisme Pertahanan Ego Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Still Life

    Get PDF
    In Sundanese culture, there is a philosphy called masagi which focuses on perfection and integration of life experience, however with shock, anxiety, and trauma, this perfectionis is difficult to achieve. To protect ego from feelings of anxiety and traumatic experience faced by humans, ego defense mechanisms emerged. Thie seven of ego defense mechanisms is a tool for humans to manage their emotions and inner shocks that are felt when triggered by one thing or another. In this thesis, the author aims to represent Sigmund Freud’s five ego defense mechanisms through symbolism of things or objects that close to human daily life as a place to reflect on one’s identity and personality. The creation methods used in this work include data collection, incubation, elimination and verification stages. Each work created contains a mask as an individual’s personal symbol. This painting is presented with a still life painting approach in a realist style using oil paint on canvas.In Sundanese culture, there is a philosphy called masagi which focuses on perfection and integration of life experience, however with shock, anxiety, and trauma, this perfectionis is difficult to achieve. To protect ego from feelings of anxiety and traumatic experience faced by humans, ego defense mechanisms emerged. Thie seven of ego defense mechanisms is a tool for humans to manage their emotions and inner shocks that are felt when triggered by one thing or another. In this thesis, the author aims to represent Sigmund Freud’s five ego defense mechanisms through symbolism of things or objects that close to human daily life as a place to reflect on one’s identity and personality. The creation methods used in this work include data collection, incubation, elimination and verification stages. Each work created contains a mask as an individual’s personal symbol. This painting is presented with a still life painting approach in a realist style using oil paint on canvas

    1,711

    full texts

    1,925

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇