E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
1925 research outputs found
Sort by
KOROMONG SENI RITUAL KESUBURAN SEBAGAI IDENTITAS MASYARAKAT DESA SUKAHAYU RANCAKALONG - SUMEDANG
Rancakalong sebagai salah satu wilayah di KabupatenSumedang merupakan salah satu daerah yang memiliki corakkesenian yang beraneka macam, salah satunya adalah kesenianyang bersifat ritual yaitu seni koromong. Koromong adalah salahsatu jenis kesenian tradisional yang hidup dan berkembang disalah satu kampung bernama Cikubang, Desa Sukahayu,Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Kontekspenyajian terutama dari sisi fungsinya sebagai sarana upacarapenghormatan terhadap dewi padi, atau ada yang menyebutnyaDewi Sri atau Nyai Mas Pohaci Sang Hyang Sri, adapun fungsilainnya yaitu sebagai media hiburan para petani setelah selesaimenuai padi di sawah atau di huma. Pelaksanaan dalam konteksupacara biasanya dilakukan pada waktu sasaka 14 yangbertepatan dengan kelahiran Nabi Muhamad SAW, sertapelaksanan upacara dilakukan di dalam rumah
SISTEM PAMALI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA CIBUNGUR: STUDI ETNOGRAFI KEARIFAN LOKAL DI KECAMATAN RANCAKALONG KABUPATEN SUMEDANG
Desa Cibungur di Kecamatan Rancakalong, KabupatenSumedang, merupakan salah satu komunitas masyarakat Sundayang masih mempertahankan sistem pamali dalam kehidupansehari-hari. Keunikan sistem pamali di Desa Cibungur terletakpada kompleksitas aturan yang mencakup aspek temporal(waktu), spasial (ruang), sosial, dan ekologis yang salingberkaitan membentuk suatu sistem kehidupan yang harmonis.Fenomena ini menarik untuk dikaji mengingat di era globalisasidan modernisasi saat ini, banyak tradisi lokal yang mengalamierosi bahkan kepunahan akibat penetrasi nilai-nilai modernyang cenderung mengabaikan kearifan tradisional (Mahaswa &Syaja, 2025; Syakhsiyyah et al., 2025)
PELATIHAN PEMBUATAN WAYANG TAVIP 3D BAHAN LIMBAH BOTOL PLASTIK DAN KAIN PERCA SEBAGAI MEDIA PERTUNJUKAN SENI BERDAKWAH
Pelatihan Pembuatan Wayang Tavip 3D Bahan Limbah Botol Plastik dan Kain Perca sebagai MediaPertunjukan Seni Berdakwah di Pondok Pesantren Bojongkaso, telah memberikan dampak positifpada peningkatan kopentensi kepada Pondok Pesantren, guru dan para santri yang menjadi pesertapelatihan. Kegiatan pelatihan ini berhasil mencapai tujuannya pokoknya, yaitu membantu paraguru/ustad dalam mengembangkan pembelajaran muhadhoroh dengan media wayang untukmenyampaikan syiar. Faktor pendukung pokok keberhasilan pelatihan ini meliputi dukungan penuhdari Pondok Pesantren Fathul Huda dengan aktifnya para peserta pelatihan, serta kwalitas materidan metode pelatihan yang interatif dan relevan. Namun demikian kegiatan ini, peserta merasakanwaktu yang disediakan untuk pelatihan sangat terbatas atau kurang memadai untuk menggalikreatifitas dan teknik-teknik mendaur ulang bahan limbah botol plastik menjadi karya seni wayang.Berdasarkan hasil evaluasi pelatihan, di sarankan agar kegiatan pelatihan ini untuk kedepannyaperlu waktu yang lebih panjang agar peserta pelatihan mendapat pemahaman dan mendalami materiyang diberikan.Kata Kunci: pembuatan wayang tavip, media pertunjukan, seni berdakwa
HUBUNGAN RUTINITAS SERONGGA DAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI TAMBAKSARI KABUPATEN CIAMIS
Penelitian ini fokus pada pertunjukan Serongga (Senam Ronggeng Amen) dalam konteks dimensihiburan yang memadukkan unsur senam dan seni ronggeng khas Kabupaten Ciamis. Penelitiandilaksanakan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenalogis yang bertujuanuntuk menggambarkan serta menganalisis nilai pendidikan karakter dari rutinitas Serongga diTambaksari termasuk segala hal yang melatarbelakanginya dengan melakukan pendalaman melaluiobservasi langsung, wawancara, dan kajian sumber. Analisis data secara khusus mendalamifenomena wujud kemasan Serongga yang menjadi bagian penting terhadap upaya pelestarian senitradisi sekaligus upaya pengembangan. Selain dimensi kontekstual Serongga, penelitian ini jugamendalami dimensi tekstual khususnya pada unsur utama yaitu Karawitan dan Tari, yang memilikikorelasi terhadap eksistensi Senam Ronggeng Amen. Serongga selain dapat disajikan sebagaisalah satu bentuk sajian pertunjukan, siswa-siswa SD di Tambaksari telah menjadikan Seronggasebagai bagian rutinitas pagi sebelum pembelajaran dimulai. Keadaan ini membawa Serongga tidakhanya sebagai seni hiburan dan tontonan, akan tetapi Serongga bertransformasi menjadi bentuksajian baru yang mencerminkan kedisiplinan, kepekaan dan kebersamaan. Dari penjelasan tersebutpenelitian ini merumuskan eksistensi Serongga di tengah masyarakat Ciamis sebagai identitaskelokalan, serta hubungannya dengan dunia Pendidikan tingkat dasar.Kata Kunci: rutinitas Serongga, pendidikaan karakter, Siswa SD Tambaksar
HIBRIDISASI TEKNIK LUKIS TIONGKOK PADA MOTIF KERAMIK KIARACONDONG
Industri keramik Kiaracondong, yang telah berkembang sejak masa kolonial, secara historis dikenaldengan motif dan gaya yang khas. Namun, seiring berjalannya waktu, terjadi akulturasi yangsignifikan, terutama dalam penggunaan teknik lukis keramik dari Tiongkok. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis bagaimana teknik lukis Tiongkok diadaptasi dan diintegrasikan ke dalam prosesproduksi keramik Kiaracondong, serta mengidentifikasi motif-motif Tiongkok yang diadopsi dandimodifikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan perajin dan pengamatseni, serta analisis visual terhadap produk keramik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hibridisasiini bukan sekedar peniruan, melainkan sebuah proses kreatif dimana perajin menggabungkansapuan kuas dan komposisi ala Tiongkok dengan tema-tema lokal atau modern. Perpaduan ini tidakhanya menciptakan estetika baru yang unik, tetapi juga memperkuat keramik identitas Kiaracondongdengan artistik yang berbeda. Hibridisasi ini membuktikan bahwa seni keramik merupakan mediumyang dinamis dan adaptif, mampu menyerap pengaruh budaya asing untuk menciptakan inovasitanpa kehilangan jejak lokalnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebihdalam mengenai proses akulturasi seni dan nilai ekonomi yang terkandung di dalamnya.Kata kunci : Hibridasi Budaya, Keramik Kiaracondong, Lukis Tiongkok, Motif, Seni Keramik
NAVIGASI NARASI KEARIFAN LOKAL KAMPUNG ADAT JALAWASTU
Kampung adat Jalawastu merupakan kapung adat yang terletak di lereng gunung di Kabupaten Brebes,Jawa Tengah. Namun demikian, masyarakat Jalawastu bukan berbahasa Jawa, melainkan berbahasaSunda. Beragam kekhasan yang ada di Jalawastu menjadikannya didaulat sebagai salah satu destinasiwisata yang berbasis budaya lokal. Sebagai destinasi wisata, Jalawastu dihadapkan pada tantanganpengembangan nilai-nilai budaya lokal yang dapat bersaing untuk pengembangan nilai ekonomi.Tuntutan ini mendorong terjadi komodifikasi budaya yang pada akhirnya berpengaruh padabergesernya nilai budaya yang bersifat sakral menuju sifat profan. Yang bersifat filosofis akan digeserpelan-pelan pada kepentingan praktis ekonomi. Kondisi semacam ini menuntut kesadaran danpengetahuan pihak-pihak terkait mengenai kearifan lokal masyarakat Jalawastu. Navigasi narasidilakukan dengan wawancara dan pengamatan pada aktivitas masyarakat. Pengamatan menunjukkanpraktik sosial sehari-hari masyarakat dipandu oleh nilai-nilai ajaran karuhun, konsep tritangtu atautangtutigo, dan berbagai narasi kearifan lokal masyarakat. Pamali menjadi panduan perilakumasyarakat dalam kehidupan sehari-hari di Jalawastu. Nilai-nilai kehidupan tersebut menjadi panduanbagi masyarakat untuk tidak antipati terhadap pengembangan nilai ekonomi budaya lokal dengan tetapmenjaga dan merawat budaya lokal yang menghidupi mereka.Kata kunci: destinasi wisata, Jalawastu, kampung adat, kearifan lokal, narasi, pamali
Instagram as a Medium for Activating the Ruangguru Brand to Upsurge User’s Loyalty and Engagement
One example of digital technology use in the world of education is the Ruangguru application. The Ruangguru application, which can be downloaded for free via smartphone, was created by PT Ruang Raya Indonesia since 2014 to build user loyalty and engagement, always carrying out brand activation. Ruangguru is present on social media platforms and one of the platforms named Instagram is the main choice for Ruangguru. This research pays special attention to Instagram as a data source because Instagram is a media that has many modes. By observing brand activation via Instagram, which will take place in 2023, we will analyse what modes are used. It is hoped that from this observation, multimodality can be mapped on the Ruangguru brand activation Instagram that can increase user loyalty and engagement
Keywords: Brand Activation; Instagram; Multimodality; Ruanggur
Menir Moéda and His Style of Jenaka Sunda
Jenaka sunda is a type of Sundanese music, and its emergence was pioneered by a Sundanese musician, Menir Moéda, around the end of the 1930s. Menir Moéda created jenaka sunda by remodeling, transforming, and rearranging old Sundanese traditional music into new forms or even creating new songs and musical forms that fit the needs of radio programs and listeners. The popularity of Menir Moéda and the development of jenaka sunda are closely related to the music programs broadcast on the radio, including the Dutch government radio station (NIROM), the Indonesian government radio station (RRI), and the local private radio station in West Java, namely VORL. Menir Moéda has inspired many Sundanese musicians who act as preservers and successors of jenaka sunda.Keywords: Jenaka sunda; Menir Moéda; pioneer; new musical form; radi
Pertunjukan Serongga dalam Rutinitas Siswa Sekolah Dasar di Tambaksari Ciamis
Penelitian terhadap Serongga (Senam Ronggeng Amen) dalam konteks ini focus pada pertunjukan dalam dimensi hiburan yang memadukkan unsur senam dan seni ronggeng khas Kabupaten Ciamis. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pendalaman melalui observasi langsung, wawancara, dan kajian sumber. Analisis data secara khusus mendalami fenomena wujud kemasan Serongga yang menjadi bagian penting terhadap upaya pelestarian seni tradisi sekaligus upaya pengembangan. Keadaan ini membawa Serongga tidak hanya sebagai seni hiburan dan tontonan, akan tetapi Serongga bertransformasi menjadi bentuk sajian baru yang mencerminkan kebersamaan dan kekompakan (sareundeuk saigel) dan kepercayaan diri. Selain dimensi kontekstual Serongga, penelitian ini juga mendalami dimensi tekstual khususnya pada unsur utama yaitu Karawitan dan Tari, yang memiliki korelasi terhadap eksistensi Senam Ronggeng Amen. Serongga selain dapat disajikan sebagai salah satu bentuk sajian pertunjukan, siswa-siswa SD di Tambaksari telah menjadikan Serongga sebagai bagian rutinitas pagi sebelum pembelajaran dimulai. Keadaan tersebut melibatkan berbagai kalangan baik orang tua, dewasa, remaja maupun anak-anak. Dari penjelasan tersebut penelitian ini merumuskan eksistensi Serongga di tengah masyarakat Ciamis sebagai identitas kelokalan, serta hubungannya dengan dunia Pendidikan tingkat dasar.
Kata Kunci: Serongga, Rutinitas siswa, Pertunjukan, Tambaksar
Studi Etnopedagogi: Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Gerak Salancaran Pencak Silat Cimande dan Relevansinya bagi Pendidikan Kontemporer
Studi ini mengkaji nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam gerak Salancaran Pencak Silat Cimande melalui pendekatan etnopedagogi dan relevansinya bagi pendidikan kontemporer. Penelitian ini menunjukkan bahwa Salancaran bukan sekadar rangkaian teknik bela diri, melainkan representasi budaya yang memuat filosofi hidup masyarakat Sunda. Gerakannya mengekspresikan keselarasan dengan alam, semangat gotong royong, disiplin, penghormatan terhadap hierarki sosial, serta pembentukan karakter yang tangguh namun rendah hati. Nilai-nilai tersebut terinternalisasi melalui praktik gerakan, hubungan guru-murid, dan sistem pewarisan tradisional yang berlangsung secara lisan. Dengan pendekatan kualitatif dan perspektif ilmu manusia, penelitian ini menelusuri bagaimana Salancaran berperan sebagai medium pendidikan karakter holistik yang kontekstual. Temuan menunjukkan bahwa seni bela diri tradisional seperti Cimande mampu memperkuat kesadaran budaya, identitas nasional, dan kecerdasan kinestetik peserta didik. Implementasinya dalam pembelajaran berbasis budaya dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan. Oleh karena itu, warisan budaya seperti Salancaran layak dijadikan sebagai sumber nilai dalam kurikulum pendidikan Indonesia yang berorientasi pada penguatan karakter dan kearifan lokal. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian seni tradisional sebagai bagian dari strategi pendidikan yang reflektif, kontekstual, dan transformatif.
Kata Kunci: Etnopedagogi, Salancaran, Pencak Silat Cimande, Kearifan Lokal, Seni Bela Diri Tradisional