Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BPPKI) Bandung: Jurnal Elektronik
Not a member yet
185 research outputs found
Sort by
Sandiaga Uno dalam Konstruksi Media
Framing media atas figur politik akan sangat menentukan tingkat penerimaan publik. Framing juga terjadi terhadap Sandiaga Uno, salah satu figur politik muda Indonesia yang saat ini cukup populer terutama di media sosial. Salah satu framing atas Sandiaga Uno dilakukan oleh Kompas.com. Kajian ini mencoba mengulas framing pemberitaan Kompas.com atas Sandiaga Uno yang diwacanakan akan kembali menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta pasca kekalahan Sandiaga Uno bersama pasangannya, Prabowo Subianto, dalam pemilihan presiden 21 Mei 2019 lalu. Melalui pendekatan kualitatif berbasis analisis framing model Entman, hasil analisis menunjukkan konstruksi pemberitaan Kompas.com atas wacana Sandiaga Uno yang akan kembali menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta tidak jelas sumber beritanya dan cenderung negatif
Tanggapan Masyarakat tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 11 Tahun 2008
Persepsi pengguna internet terhadap UU ITE berbeda-beda, tergantung dari: pengetahuan dan pemahaman, sikap serta motivasinya. Hal ini memainkan peran penting dalam proses pelaksanaan UU ITE, karena memengaruhi efektivitas dari undang-undang itu sendiri. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sedangkan lokasi penelitian di 14 daerah Kab./Kota yang ada di Jawa Barat dan Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna internet sebagian besar telah mengetahui adanya UU ITE, namun sebagian besar dari responden tidak memahami. Sikap responden terhadap UU ITE, sebagian besar menerima kehadiran UU itu. Sementara motivasi pengguna internet mengetahui UU ITE karena senang berinternet dan merasa perlu mengetahui dan memahaminya sehingga mereka mengetahui apa yang diperbolehkan dan apa yang dilarang UU ITE. Karena itu disarankan agar Pemerintah Daerah atau Dinas terkait segera melaksanakan penyebaran informasi tentang UU ITE dengan berbagai cara: seperti melalui media cetak, elektronik dan tatap muka, serta bisa melalui sosialisasi. Kepada para pengguna dan pengelola internet diharapkan mampu memahami apa yang menjadi hak dan kewajibannya sesuai dengan UU ITE. Serta kepada para Penggagas amandemen UU ITE diharapkan mampu mengamandemen sesuai dengan tuntutan semua pihak
Kesadaran dan Partisipasi Politik Pemilih Pemula dalam Menghadapi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kendari Tahun 2012
Tujuan penelitian ini adalah meningkatan kesadaran dan partisipasi politik pemilih pemula terhadap Siswa/Siswi SMA/SMK/MA Negeri dan Swasta se-Kota Kendari. Melalui pendekatan teknik komunikasi pendidikan politik secara persuasif sebagai upaya meningkatkan kesadaran responden pemilih pemula akan pentingnya memilih dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Kendari Tahun 2012 yang akan datang. Hal tersebut menjadi lebih penting karena responden (pemilih pemula) adalah para aktor yang akan menggerakkan jaringan kehidupan masyarakat luas sehingga terjadi gerakan memilih dengan kesadaran dan partisipasi politik secara bertanggung jawab. Artinya, kesadaran dan peningkatan partisipasi politik dari masyarakat akan menjamin munculnya kehidupan politik yang aman dan demokratis. Pemilih pemula memiliki peran yang sangat besar dalam hal mengurangi tingkat apatisme politik dalam Pemilukada secara langsung ini
Audit Komunikasi Organisasi Layanan Akademik di IAIN Bengkulu
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi komunikasi layanan akademik di IAIN Bengkulu. Metode penelitian digunakan deskriptif kualitatif studi kasus menggunakan pendekatan dan model audit komunikasi. Audit komunikasi layanan akademik di IAIN Bengkulu fokus pada evaluasi arah aliran komunikasi serta bentuk penyebaran dan media yang dipakai. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Ada 12 informan penelitian dari bagian akademik, kemudian data dianalisis untuk evaluasi audit komunikasi. Arah aliran informasi layanan akademik terjadi secara formal melalui komunikasi vertikal arah aliran informasi berlangusung secara diadik mengalir dari kepala bagian hingga staf akademik dan sebaliknya, secara horizontal dalam level yang sama dan lintas saluran orang yang berada dalam struktur yang berbeda, dan informal melalui selentingan. Arah aliran informasi sudah berlangsung lancar meskipun masih ditemukan kendala adanya kurang percaya diri sebagian kasubbag dan staf sebagai penyampai informasi. Bentuk penyebaran pesan layanan akademik terjadi secara serentak dan berurutan, secara serentak distribusi informasi layanan akademik dan pemilihan media komunikasi cukup efektif, namun secara berurutan melalui media tulisan dan belum efektif. Hasil penelitian ini setidaknya berkontribusi dalam kajian bidang komunikasi organisasi khususnya model audit komunikasi pada model evaluasi komunikasi
Kekerasan Simbolik dalam Film “Dilan 1990” dan “Dilan 1991”
“Dilan 1990” merupakan film yang diangkat dari novel karya Pidi Baiq, yang berjudul “Dilan: Dia adalah Dilanku 1990”. Masuk pada awal tahun 2019, film “Dilan 1991”, yang merupakan sekuel dari “Dilan 1990” pun rilis. Film tersebut sangat terkenal dengan sisi keromantisannya, akan tetapi, di balik keromantisan tersebut terdapat banyak juga polemik yang terjadi di masyarakat berkaitan dengan adegan-adegan kekerasan yang terjadi di dalam film tersebut. Penulis tertarik untuk meneliti kekerasan simbolik pada film “Dilan 1990” dan “Dilan 1991”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja bentuk kekerasan simbolik yang terdapat dalam film “Dilan 1990” dan “Dilan 1991”. Untuk mencapai tujuan peneliti ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis Roland Barthes, yaitu makna konotasi dan denotasi. Hasil penelitian menunjukkan bentuk kekerasan simbolik yang terdapat dalam film “Dilan 1990” dan “Dilan 1991”, yaitu (1) Kekerasan simbolik dalam bentuk bahasa atau ucapan; (2) Kekerasan simbolik dalam bentuk dominasi kekuasaan; (3) Kekerasan simbolik dalam bentuk tatapan
Personal Branding Ria Ricis pada Media Sosial Instagram
Perkembangan teknologi digital telah membuat perubahan besar pada banyak bidang, termasuk bidang pemasaran. Media digital dan internet menawarkan cara penyimpanan baru, menginformasikan, melibatkan, menjual, mempelajari serta menyediakan layanan kepada pelanggan dengan versi yang baru. Begitupun dengan salah satu konsep dalam komunikasi pemasaran yaitu personal branding. Personal branding adalah proses terencana orang dalam upaya memasarkan diri dengan menunjukkan keunggulan kompetitifnya. Proses ini meliputi fase membangun identitas merek, mengembangkan dengan mengomunikasikan merek dan mengevaluasi merek gambar untuk memenuhi tujuan pribadi dan profesional. Kemudian untuk mengefektifkan dan mengefisiensikan pembentukan personal branding, perlu melibatkan pemasaran digital dalam platform media sosial. Artikel ini membahas bagaimana membangun personal branding yang benar pada media sosial dengan studi kasus analisis seseorang yang sukses dalam membangun personal branding-nya yaitu Ria Ricis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan kombinasi meta-analisis literatur dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penting merencanakan personal branding dan media sosial dapat digunakan untuk membangun personal branding yang efektif yang mampu mengefisienkan usaha serta lebih mudah untuk menjangkau audiens dalam jumlah yang banyak
Jaringan Komunikasi "Inovasi Beras Sehat"
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran adanya peranan, klik, dan struktur jaringan komunikasi “Inovasi Beras Sehat” di Desa Sudimoro dan Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis deskriptif, pemilihan lokasi dilakukan secara purposif, teknik penarikan sampel menggunakan intact sampling system (sensus), dan analisis data dilakukan dengan analisis sosiometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Total peranan di Desa Sudimoro dan Desa Daleman terdiri dari: opinion leader, bridge, neglectee, dan cosmopolite; (2) Klik yang terdapat di Desa Sudimoro sebanyak 17 klik dan di Desa Daleman sebanyak 21 klik. Klik merupakan kelompok kecil yang terbentuk dalam jaringan komunikasi; (3) Pola jaringan komunikasi di Desa Sudimoro dan Desa Daleman adalah pola semua saluran dan pola roda. Nilai kepadatan (density) di Desa Sudimoro sebesar 0,121 dan di Desa Daleman sebesar 0,127. Diameter jaringan komunikasi yang terbentuk di Desa Sudimoro dan Desa Daleman memiliki nilai yang sama yaitu 5. Nilai derajat keterhubungan (connectedness) di Desa Sudimoro sebesar 41,8% dan di Desa Daleman sebesar 88,9%.
Dinamika Komunikasi dan Kerukunan Hidup Antarumat Beragama
Keberagaman etnis dan agama di satu sisi menambah khazanah budaya bangsa Indonesia, tetapi di sisi lain memiliki potensi konflik yang luar biasa. Potensi konflik antar kelompok etnis dan agama di masyarakat saat ini masih cukup terbuka di berbagai wilayah nusantara termasuk di Kota Sukabumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) dinamika komunikasi antar umat beragama, dan hambatan-hambatan komunikasi yang menyertainya, (2) manajemen komunikasi pemuka agama dan pola-pola komunikasi yang dikembangkan, (3) sikap dan perilaku sosial yang dapat menimbulkan konflik, (4) persaingan kepentingan antar kelompok keagamaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan tradisi fenomenologis, yaitu berusaha memahami fenomena-fenomena komunikasi antar umat beragama yang kemudian dikonstruksi secara faktual sebagaimana aslinya. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara terbuka dan observasi langsung serta observasi partisipatorif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dinamika komunikasi antar umat beragama selalu mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu. (2) Manajemen komunikasi ini terdiri atas dua konteks komunikasi. Pengelolaan kesan ini meliputi pengelolaan kesan verbal dan nonverbal. (3) Sikap dan perilaku sosial yang dimiliki penganut agama meliputi sikap positif dan negatif. (4) Persaingan antar kelompok keagamaan terdiri atas: persaingan dalam penyebaran agama, persaingan dalam bidang pendidikan, persaingan politik, dan persaingan ekonomi
Studi Literasi Informasi pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) Tenaga Pendidik
Penelitian “Studi literasi informasi (information literacy) PNS Tenaga Pendidik”, secara umum bertujuan untuk melakukan pemetaan tingkat literasi informasi (information literacy) tenaga pendidik di lingkungan PNS di Provinsi Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka-Belitung dan DKI Jakarta. Penentuan sampel penelitian menggunakan teknik sampel proporsional berstrata (Stratified Proportional Simple Random Sampling), jumlah sampel penelitian ditetapkan quota sejumlah 400. Hasil penelitian memperlihatkan, tingkat literasi informasi (information literacy) tenaga pendidik di lingkungan PNS di Provinsi Jambi sudah baik namun masih perlu mendapat perhatian pada kemampuan yang menyangkut publishing literacy, di Provinsi Babel dan Provinsi DKI Jakarta sudah baik, sedangkan di Provinsi Bengkulu masih kurang terutama pada kemampuan publishing literacy, resource literacy, dan critical literacy