Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BPPKI) Bandung: Jurnal Elektronik
Not a member yet
    185 research outputs found

    Teenagers Self Concept From Divorce Family

    Get PDF
    Remaja sebagai anggota keluarga yang ikut menjadi bagian dari perceraian masih minim untuk diangkat dalam penelitian-penelitian di bidang komunikasi antarpribadi.  Penelitian tersebut lebih memfokuskan pada pengaruh serta dampak dari perceraian.  Sedangkan tujuan penulis melakukan penelitian ini untuk menggambarkan pengalaman remaja dari keluarga bercerai. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif yang berjumlah sepuluh remaja dari keluarga bercerai. Mereka diambil secara purposive sampling.  Teknik pengumpulan data memakai teknik observasi dan wawancara mendalam untuk menggali data dari informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman remaja berada dalam keluarga bercerai adalah masa sulit. Pengalaman menjadi remaja terlantar dikomunikasikan secara verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal remaja tercerahkan adalah bahasa motivatif dan keterbukaan. Sedangkan secara non verbal yaitu mengikuti nasihat, penuh kenyamanan, dan penampilan positif. Mereka menjadi remaja-remaja yang memiliki nilai kebaikan dalam konsep diri religius, independen, futuristik, dan maturitas.Being an adolescent as a family member from parental divorce is still lackingtobe appointedon aresearch topic, and mostly focused on the influence or impact of divorce. The researcher wants to explore adolescents’ experiences from divorce families. The study was conducted using qualitativeresearchmethods through observation and in-depth interviewwith descriptive case study on tenadolescentsfromdivorcefamilies. While the respondents weretaken bysnowball samplingandpurposivesampling. The results showed thatadolescents have difficult experiencesto be in divorcefamily.  The adolescent experience of being displaced communicated verbally and nonverbally. The verbal communication is the language of motivation adolescents enlightened and openness. While the non verbal, they follow parents advices, full of comfort, and positive appearance. Theybecome adolescents whohavevirtueinreligiousity, independence, futuristic and maturity self-concept.

    Reality Construction of News Release on Local Television

    Get PDF
    Penelitian “Konstruksi Realitas Siaran Berita Pada Televisi Lokal”, secara umum bertujuan untuk mengetahui realitas jurnalis dan media televisi dalam pemberitaan televisi lokal. Penelitian ini bersifat deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam kepada informan kunci (key person), yaitu pemimpin redaksi, koordinator liputan, presenter warta, finance dan human resource development dan master of ceremony room ATV Sukabumi. Hasil penelitian diketahui bahwa untuk menayangkan suatu berita di televisi lokal diperlukan peliputan dari wartawan atau jurnalis. Sebelum siaran berita disiarkan selalu mendapat edit dari wartawan sebagai peliput berita, koordinator liputan, dan pemimpin redaksi sebagai penjabaran dari filtering wartawan peliputan dan pimpinan redaksi sebagai pemilik media televisi lokal. Karena itu siaran berita televisi lokal tidak bisa terhindar dari unsur subjektif para jurnalis dan pemilik media yang merupakan bagian dari konstruksi.The research generally aims to know the reality of journalists and television media in local television news. This is a descriptive study through a qualitative approach. Techniques of data collection are done through observation, in-depth interviews with key informants (key person), which is leading people in the editorial, the coordinator of the coverage, presenter of news, finance and human resource development and master of ceremony room ATV Sukabumi. The survey results revealed that to serve a local television news  required reporting from journalists. Before the news broadcast gets edit of journalists, the coordinator of the coverage and the editor in chief as the elaboration of filtering journalist and chief editor of coverage as the owner of a local television media. So that, a local television news broadcast can not avoid the subjective element of the journalists and media owners who are part of the construction

    Public Attitudes Toward Presidential Candidate Debate on 2014 Presidential Elections in RCTI

    Get PDF
    Kampanye debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di televisi Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) yang diikuti oleh dua pasangan yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK) adalah untuk memaparkan visi dan misi pemerintahan mendatang, sehingga masyarakat bisa menentukan sikap politik secara berimbang dan objektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cara survei, tentang bagaimana sikap masyarakat terhadap kampanye debat  capres pada Pilpres 2014 di RCTI. Tujuannya adalah untuk mengetahui sikap masyarakat terhadap  acara kampanye yang dilakukan pada acara debat capres di RCTI. Lokasi penelitian di Kabupaten Sumedang dengan mengambil sampel 60 orang berpedoman pada rumus Tarro Yamane. Hasil penelitian menunjukkan aspek pemahaman dan aspek ketertarikan masyarakat pada kampanye ini tergolong sangat baik, tetapi tidak diikuti dengan aspek kesadaran dan  perilaku dalam mendukung salah satu capres, hal ini karena pesan-pesan komunikasi yang disampaikan sudah termediasi oleh faktor-faktor kelompok dan interpersonal yang menyertainya.President and vice president candidates debate campaign on   Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) station followed by two couples is to explain the vision and mission of the next government, so that the public can determine balanced and objective political attitudes. This study uses a quantitative approach by means of surveys. The goal is to determine public attitudes toward campaign events conducted at the presidential debate on RCTI. Sample size is 60 respondents chosen by Yamane sampling that located in Sumedang. The results show that respondents’ understanding and interest in this campaign is very good, but not followed by aspects of consciousness and behavior in support of the candidate. It happened because the communication messages are delivered has been mediated by group and interpersonal factors

    Rules of Communication Interaction Basiacuang Oral Tradition in Traditional Marriage Malay Kampar Riau

    Get PDF
    Tradisi lisan basiacuang dalam upacara adat perkawinan pada masyarakat tutur Melayu Kampar di Desa Kuok, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau  merupakan bagian adat dan tradisi yang diwarisi secara turun temurun dari nenek moyang terdahulu. Tradisi ini berbentuk pertunjukan dan berfungsi sosial dalam masyarakat Melayu Kampar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kaidah interaksi komunikasi tradisi lisan basiacuang pada Upacara Adat Perkawinan Melayu Kampar Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kaidah linguistik, kaidah interaksi sosial, dan kaidah budaya dalam pertunjukan tradisi lisan basiacuang pada upacara perkawinan adat Melayu Kampar. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa  kaidah linguistik tradisi lisan basiacuang mengutamakan keindahan pemakaian bahasa yang disampaikan penutur. Kaidah interaksi sosial pada tuturan dalam tradisi basiacuang berhasil atau tidaknya tergantung dari keahlian dan kefasihan penutur dalam menerapkan nilai-nilai dalam basiacuang. Kaidah budaya dalam basiacuang dimana setiap tuturan berisi tentang ungkapan petatah-petitih dan juga pantun yang memunyai makna filosofi, nilai-nilai, dan norma-norma dalam kehidupan masyarakat Melayu Kampar.Basiacuang verbal tradition in the traditional marriage ceremony in the Kampar Malay speech community in Kuok village, Kuok Subdistrict, Kampar District in Riau province, is a part of the customs and traditions inherited from ancestors. This tradition is organized as a performance, and it has a social function in the Kampar Malay community. The problem in this research is how the rules of communicative interaction of basiacuang verbal tradition in the Malay Riau marriage ceremony. This study is purposed to determine the linguistic rules, interaction rules, and cultural norms in performance of basiacuang verbal tradition in the traditional marriage ceremony of Malay Kampar custom. The method used is a qualitative method to ethnography approach of communication. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results of this study showed that the linguistic rules of Basiacuang verbal tradition prioritize the beauty of language usage that conveyed by the speaker. Whether the interaction rules of speech in basiacuang tradition, success or fail depending on the ability and the fluency of the speaker in applying the value. Culture rules in basiacuang is in which every utterance contains of proverbs and rhymes that have a philosophical meaning, values and norms in the Kampar Malay life community

    Ahok in Virtual News

    Get PDF
    Informasi membanjiri media di setiap penjuru masyarakat. Situs berita sebagai salah satu sumber informasi saat ini sudah banyak jumlahnya. Namun apakah semua informasi ini layak untuk dipercaya sepenuhnya. Melalui analisis isi kuantitatif peneliti mencoba membedah salah satu situs berita berlandaskan agama (Islam garis keras), VOA-Islam, dalam memberitakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang notabene merupakan keturunan Tionghoa non Muslim. Dengan pendekatan objektivitas dari Jurgen Westerstahl (1983) ditemukan fakta bahwa berita yang disajikan VOA-Islam tidak mengandung unsur keberimbangan, bahkan sebagian besar bertendensi negatif, memojokkan Ahok sebagai tokoh penting di DKI Jakarta. Padahal dari dimensi relevansi, persentase berita dari VOA-Islam yang memiliki signifikansi memengaruhi aktivitas hidup masyarakat dan kedekatan topik dengan masyarakat cukup tinggi. Ditambah lagi dengan tingginya persentase jumlah berita yang bermuatan isu SARA, semakin mengawatirkan karena dapat memicu perpecahan bangsa.Every society is flooded by Information in the Internet era. News sites as one of the sources of information are now numerous. However, do these bits of information worth to be trusted fully? Through quantitative content analysis, the researcher tried to examine one of the news sites based on religion (Islamic hardliners), VOA-Islam, in reporting Basuki Tjahaja Purnama a.k.a Ahok, which incidentally is a non-Muslim Chinese descent. Using Jurgen Westerstahl’s objectivity approach (1983), found the fact that the news presented by VOA-Islam does not contain elements of balance, even most of it shows a negative tendency, cornered Ahok as a central figure in DKI Jakarta. In fact, from the dimensions of relevance, the percentage of news from VOA-Islam, which has a significant effect to the activity of community life and proximity to the topic of the public, are quite high. In addition to the large amount of news that contains racial issues, it becomes worrisome because it could lead to the disintegration of the nation

    Journalist Perception of Activities Journalism Investigation

    Get PDF
    Liputan investigasi merupakan produk kerja jurnalis yang berkaitan dengan kepentingan publik serta mengandung informasi yang tidak akan terungkap tanpa usaha seorang jurnalis. Bentuk pelaporan investigatif orisinal mengungkap dan mendokumentasikan berbagai aktivitas subjek, yang sebelumnya tidak diketahui oleh publik. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi wartawan terhadap aktivitas jurnalistik investigasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi wartawan terhadap aktivitas jurnalistik investigasi. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 20 orang wartawan dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampel. Hasil penelitian menunjukkan para wartawan  memahami secara normatif dan praktis tentang jurnalistik dan aktivitasnya. Para wartawan pernah melakukan kegiatan jurnalistik investigasi. Tidak semua wartawan  menyukai kegiatan jurnalistik investigasi. Para wartawan termotivasi melakukan kegiatan jurnalistik investigasi karena mendapat dukungan dari perusahaan penerbitan tempatnya bekerja dan merasa puas dalam melakukan aktivitasnya.Investigative reporting is a journalist working product related to the public interest and contain information that will not be revealed without the efforts of a journalist. Form of original investigative reporting exposing and documenting the various activities subject, previously unknown to the public. The problem in this research is how the perception of journalists on the descriptive with a sample of 20 journalists with the sampling technique is total sample. The results showed reporters normative and practical understanding of journalism and its activities. The reporters have ever been conducting a  journalistic investigation. Not all reporters like investigative journalism activities. The journalists motivated conduct investigative journalism because it has the support of companies publishing original work place and feel satisfied with their activities

    Fishermen's Opinion on Public Information Access

    Get PDF
    Nelayan merupakan salah satu komunitas yang menggantungkan kehidupannya dari mencari ikan di laut. Saat ini masih banyak nelayan Indonesia yang miskin. Rendahnya akses informasi dan pendidikan nelayan menjadi salah satu penyebab kemiskinan tersebut. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah sejauhmana opini nelayan tentang akses informasi publik?. Tujuan penelitian ini adalah ingin menganalisis opini nelayan tentang akses informasi publik. Populasi penelitian adalah nelayan di Kabupaten Karawang, pengambilan sampel lokasi di tingkat kecamatan dilakukan dengan cara acak sederhana, pengambilan sampel responden untuk tiap kecamatan dilakukan secara  proportional sampling, jumlah sampel secara menyeluruh ditetapkan berdasarkan rumus Tarro Yamane. Hasil penelitian menunjukkan akses responden terhadap informasi publik tergantung pada media interpersonal. Opini responden tentang akses informasi publik terhadap media interpersonal pada dimensi keyakinan, dimensi penilaian ,dan dimensi kecenderungan perilaku pada umumnya adalah positif.Fishermen are one of the communities who cling their life on fishing. Currently there are many poor fishermen in Indonesia. One of the causes of their poverty is a lack of access to information and education for the fishermen. Thereby, this study was focused on describing to what extent does the fishermen opinion regarding their access to public information? The purpose of this study is to analyze the fishermen opinion on public information access. In collecting the data, fishermen from Karawang regency were selected as the population and the location sampling at the district level was conducted by simple random sampling. Then, a proportional sampling were conducted to select the respondents in each district. Furthermore, the overall sample size is determined based on the Tarro Yamane formula. The results of the study show that the respondent access to public information was depended on interpersonal media.The respondents had a positive opinion towards the access to public information in sense of confidence indicators, assessment indicators, and the indicators of behavioral tendencies

    Cyberstalking on Twitter @triomacan2000 at Election 2014

    Get PDF
    Penggunaan twitter ini tidak hanya membuka ruang akan kebebasan berekspresi dan berpendapat. Namun juga melahirkan fenomena baru yaitu cyberstalking (bullying). Aksi bullying (kekerasan/mengintimidasi) kini juga terjadi di dunia maya. Orang bebas melakukan kekerasan dan mengintimidasi pihak lain tanpa rasa bersalah baik menggunakan akun pribadi, institusi maupun anonim. Apalagi pada saat pemilihan umum. Aksi ini makin marak dan tidak terkendali. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang fenomena cyberstalking di twitter pada Pemilu 2014 yang dilakukan akun @TrioMacan2000. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi kualitatif dengan unit analisis adalah seluruh isi pesan (tweet) pada akun @TrioMacan2000 selama masa kampanye terbuka Pemilu Legislatif 16 Maret – 5 April 2014. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sebagian besar tweet juga gambar yang diposting di akun @TrioMacan2000 sepanjang masa kampanye pileg, masuk dalam seluruh kategori cyberstalking yang diteliti, yaitu keinginan untuk menyakiti; ketidakseimbangan kekuatan postingan; pengulangan atau repetisi; serta kesenangan yang dirasa oleh pelaku.The use of Twitter is open up the space for freedom of expression and opinion. But also raised a new phenomenon called cyberstalking (bullying). Acts of bullying (violence/intimidation) are also occur in cyberspace. People are free to commit violence and intimidate others without  either use a personal account, institutional and anonymous. Especially when  the Election arrives. This action is more intense uncontrolled. This study was carried out to get an overview of the phenomenon of cyberstalking on Twitter in 2014 elections that carried the account @ TrioMacan2000. The method used is a qualitative content analysis of the unit of analysis is the whole message (tweet) on account @ TrioMacan2000 during the legislative election campaign period opens March 16 to April 5, 2014. The study concluded that most of the tweets are also pictures posted on the account @ TrioMacan2000 throughout the campaign period of election legislation, cyberstalking entered in all categories studied, namely the desire to hurt; post power imbalance; repetition, as well as the pleasure that is felt by the perpetrators

    Leadership Communications of Prabowo Subianto in Facebook Fanpage

    Get PDF
    Kehadiran media sosial memudahkan setiap orang untuk berkomunikasi dengan konstituennya. Media sosial tidak terhalangi oleh persoalan ruang dan waktu. Sehingga setiap orang bisa berkomunikasi dengan siapapun dan di manapun. Tak terkecuali bagi (calon) pemimpin. Sebagai pemimpin, Prabowo Subianto membuka saluran komunikasi melalui media facebook dan twitter. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian adalah bagaimana komunikasi yang dilakukan oleh Prabowo Subianto. Menggunakan metode penelitan analisis naratif, penulis meneliti teks pernyataan Prabowo Subianto tanggal 17 Agustus 2014 menjelang pelantikan presiden periode 2014-2019. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pola berkomunikasi Prabowo Subianto yang dianalisis berdasarkan pernyataan-pernyatannya dalam menyikapi situasi politik selalu berpijak kepada UUD 1945 serta keutuhan bangsa (NKRI). Sedangkan dalam menarasikan sebuah peristiwa kebangsaan Prabowo Subianto juga sangat menekankan bagaimana kepentingan bangsa harus diutamakan dari kepentingan individu dan golongan. Sehingga, kekecewaan yang bersumber dari situasi emosional kelompok menjadi tidak berarti dibandingkan kepentingan dalam menjaga keutuhan bangsa.Social media presence allows every person to communicate with the others. It was not deterred by the problems of space and time. So that every person can communicate with anyone, anywhere. No exception for (candidate) leaders. As a leader, Prabowo open channels of communication through the medium of Facebook and Twitter. The problem of this study is how communication is done by Prabowo. Using narrative analysis research methods, the author examines the text Prabowo statement (August 17, 2014) ahead of the Presidential inauguration period 2014-2019. From the conclusion, that the way of communicating Prabowo analyzed based on the statements in response to the political situation always adheres to the 1945 Constitution and the integrity of the nation. While in narrating a national event Prabowo also emphasizes how the interests of the nation must take precedence over the interests of individuals and groups. Thus, the disappointment that comes from an emotional situation becomes a meaningless group than in the interests of preserving the integrity of the nation

    Political Behavior of Women's Voter of Mojokerto City on Legislative Election 2014

    Get PDF
    Kehadiran demokratisasi dan peran media massa berdampak terhadap perilaku pemilih perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskritif kuantitatif dengan tujuan mengidentifikasi peran lembaga sosialisasi dan media informasi pada Pemilu Legislatif 2014, dan mengetahui preferensi pemilih perempuan dalam menentukan pilihan politiknya serta mengetahui terpaan media massa dan daya tarik iklan politik parpol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga sosialisasi dan media informasi pada Pemilu Legislatif 2014 berperan dalam memberikan sosialisasi dan pengenalan kandidat kepada pemilih. Preferensi pemilih perempuan dalam menentukan pilihan politiknya dari sisi sosiologis lebih banyak memertimbangkan latar belakang agama, organisasi profesi, asal daerah, informasi dari keluarga, dan intelektualitas kandidat. Dari sisi psikologis, kebanyakan perempuan cenderung memertimbangkan kedekatan emosional, kesamaan parpol, integritas, dan minat yang sama. Preferensi politik dari pertimbangan rasional cenderung kepada persoalan pengalaman dan keberhasilan kandidat dalam memimpin organisasi baik itu lokal maupun nasional, intelektualitas dan kualitas kandidat, isu-isu kampanye, visi dan misi, program kerja, kredibilitas, memunyai komitmen, kepribadian, gaya hidup sederhana, performa kinerja yang baik, kapabilitas yang bagus, kinerja/citra partai bersih, dan kedekatan dengan rakyat kecil.The presence of democratization and the role of the mass media have an impact on the behavior of women voters. This research used a descriptive quantitative approach with the aim to identifying the role of institutions of socialization and media information on the legislative elections 2014, and to know the preferences of women’s voter in determining their political choice and to know the exposure of mass media and the appeal of political advertising from political parties. The results indicate that the institution of socialization and information media on the legislative elections 2014 was instrumental in disseminating information and introduce the candidates to the voters. The preferences of women’s voter in determining their political choices from the sociological side is more considering the religious background, professional organizations, origin of place, family information, and intellectuality of the candidates. From the psychological side, most women tend to consider the emotional closeness, similarity of political parties, the integrity, the same interest. The political preferences of rational considerations tend to the issue of the candidate experience and success in leading the organization, whether it locally or nationally, intellectuality and the quality of candidates, campaign issues, vision and mission, programs, credibility, commitment, personality, modest, good performance, good capability, clean image and performance, and closeness with ordinary people.

    138

    full texts

    185

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BPPKI) Bandung: Jurnal Elektronik
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇