Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (Science Education Graduate Program University of Mataram)
Not a member yet
7130 research outputs found
Sort by
Pengenalan Budidaya Lebah Tanpa Sengat Pada Masyarakat Di Desa Mertak, Lombok Tengah
Desa Mertak adalah salah satu desa di Lombok Tengah yang terletak dalam Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Mayoritas masyarakat di desa ini menghasilkan hidupnya sebagai petani dan nelayan, dan beberapa di antaranya adalah peternak lebah tanpa sengat. Kegiatan peternakan lebah tanpa sengat yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Mertak belum optimal dan hanya berdasarkan pengalaman. Tujuan dari pengenalan ini adalah untuk mengajar dan menerapkan teknik peternakan lebah tanpa sengat kepada masyarakat di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Metode dari kegiatan sosial ini adalah sosialisasi dan praktek pemisahan koloni. Masyarakat mengklaim telah memperoleh pengetahuan tentang lebah tanpa sengat, yang dapat memberikan pendapatan tambahan selain pertanian dan perikanan. Harapannya adalah semakin banyak orang yang beternak lebah tanpa sengat dengan benar dan dapat memisahkan koloni, sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat.Mertak Village is one of the villages in Central Lombok located within the Mandalika Special Economic Zone. The majority of the people in this village earn their living as farmers and fishermen, and a few are stingless beekeepers. The stingless beekeeping activities conducted by the community in Mertak Village are not yet optimal and are based only on experience. The purpose of this introduction is to teach and apply stingless beekeeping techniques to the community in Mertak Village, Pujut District, Central Lombok. The methods of this charitable activity are socialization and the practice of colony separation. The community claims to have gained knowledge about stingless bees, which can provide additional income alongside farming and fishing. The hope is that more and more people will breed stingless bees properly and be able to separate colonies, thus increasing people's income
Pengembangan Komik Digital Berbasis Cerita Rakyat Putri Mandalika Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Indonesia Siswa Kelas IV SDN 42 Cakranegara
Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan komik digital berbasis cerita rakyat putri mandalika untuk meningkatkan kemampuan berbahasa indonesia siswa kelas IV SDN 42 Cakranegara yang valid dan praktis. Jenis penelitian yang digunakan adalah R&D (Research and Development). Pada penelitian ini menggunakan model Hannafin and Peck yang terdiri dari tiga fase yaitu (Assesment, Design dan Develop&Implement). Subjek dari penelitian adalah peserta didik kelas IV SDN 42 Cakranegara sedangkan objek dari penelitian ini adalah komik digital berbasis cerita rakyat putri mandalika. Teknik pengambilan data yang valid dan praktis menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Data kevalidan didapatkan dari angket ahli media dan ahli materi yang kemudian dianalisis ke data kualitatif skala likert 1-5. Media pembelajaran Monopoli Keranu dapat dikatakan valid valid apabila media pembelajaran memenuhi krieria minimal tingkat pencapaian sebesar 71% dengan kategori valid. Sedangkan media Monopoli Keranu dapat dikatakan praktis jika persntase yang diperoleh minimal 70% dengan kategori praktis. Berdasarkan hasil penelitian kelayakan media komik digital memperoleh hasil uji validasi ahli media dengan presentase sebesar 93,84% dengan kategori sangat valid dan validasi ahli materi dengan presentase sebesar 93,07% dengan kategori sangat valid kemudian uji ahli bahasa memperoleh presentase sebesar 77,05% dengan kategori sangat layak. Dan uji ahli kepraktisan dari uji kelompok besar dan kecil memperoleh prsenetase 87,67% untuk uji kelompok kecil dan uji kelompok besar sebesar 99,31% dengan kedua kategori sangat praktis. Pada uji respon guru memperoleh presentase sebesar 96% dengan kategori sangat praktis yang berarti komik digital terbukti valid dan praktis untuk meningkatkan kemampuan berbahasa indonesia siswa kelas IV SDN 42 Cakranegera. Pengembangan komik digital berbasis cerita rakyat Putri Mandalika dinyatakan sangat valid dan sangat praktis berdasarkan uji ahli dan respon pengguna, sehingga layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia siswa kelas IV SDN 42 Cakranegara
Analisis Kebutuhan Sumber Belajar Berbasis Traditional Behavior sebagai Bagian Eduwisata pada Pembelajaran Sains
penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kebutuhan pengembangan sumber belajar berbasis traditional behavior sebagai bagian dari eduwisata dalam pembelajaran sains. Sebanyak 109 mahasiswa dan 8 orang dosen jurusan MIPA terlibat sebagai responden pada penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi pelaksanaan pembelajaran, analisis keterampilan inkuiri dan penyebaran kuesioner untuk mengetahui persepsi keberlanjutan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sains telah menggunakan model pembelajaran dan sumber belajar yang inovatif dan terintegrasi dengan proses penyelidikan. Namun, beberapa aspek belum tampak dalam proses pembelajaran seperti memuat aspek keberlanjutan, integrasi dengan traditional behavior, dan menerapkan konsep eduwisata untuk memperlihatkan langsung kepada mahasiswa. Selain itu, keterampilan inkuiri belum menjadi indicator keberhasilan belajar yang diukur di akhir perkuliahan. Sejalan dengan hasil observasi, analisis keterampilan inkuiri mahasiswa belum menunjukkan nilai yang memuaskan Dimana hanya 4,59% mahasiswa dengan keterampilan inkuiri yang tinggi, sedangkan sisanya masuk kategori cukup dan rendah. Sub-keterampilan yang memiliki skor terendah ditemukan pada analisis data, mengembangkan hipotesis, dan interpretasi masalah yang terindikasi disebabkan oleh pengetahuan dan keterampilan awal yang rendah. Pengukuran persepsi mahasiswa terkait dengan keberlanjutan juga sejalan dengan hasil observasi sebelumnya. Dimensi pengetahuan terindikasi masih rendah namun sikap, perilaku, dan keinginan bertindak sudah menunjukkan persepsi yang cukup positif. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan perlunya pengembangan sumber belajar yang dapat mendukung keberlanjutan melalui traditional behavior
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Smart Apps Creator Terhadap Computational Thinking Siswa
Computational thinking siswa perlu diberdayakan dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dan diintegrasikan dengan media pembelajaran smart apps creator. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning berbantuan smart apps creator terhadap Computational thinking siswa kelas X MAN 2 Mataram. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain non-equivalent control grup design. Penelitian dilakukan di MAN 2 Mataram dengan populasi kelas X. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak berdasarkan kemampuan akademik siswa yang dilihat dari hasil pelaksanaan Placement Test sehingga didapatkan hasil kelas X-12 sebagai kelas eksperimen dan X-13 sebagai kelas kontrol. emampuan Computational thinking diukur menggunakan soal pilihan ganda dan uraian. Uji asumsi klasik menggunakan uj normalitas. uji homogenitas, dan uji linearitas. Data dianalisis dengan ANCOVA sebagai uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap Computational thinking siswa kelas X MAN 2 Mataram dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Nilai rata-rata terkoreksi kelas eksperimen yakni 75,031 lebih besar dari kelas kontrol yakni 60,688. Hasil ini menunjukkan tahapan pembelajaran problem based learning berbantuan media smart apps creator mampu menjadikan pembelajaran di kelas lebih interaktif sehingga meningkatkan kemampuan Computational thinking siswa
Pengaruh Pembelajaran Etnomatematika Berbasis Makanan Khas Daerah Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Materi Pecahan Kelas 5 SD
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah dasar, khususnya pada materi pecahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Pengaruh pembelajaran etnomatematika berbasis makanan khas daerah terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa (2) perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa antara pembelajaran etnomatematika berbasis makanan khas daerah dengan pembelajaran berbasis media video (3) keefektifan pembelajaran etnomatematika berbasis makanan khas daerah dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDN Kelapadua III, dengan sampel dua kelas yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kontrol. Teknik pengumpulan data berupa tes kemampuan pemecahan masalah. Analisis data mencakup statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, independent sample t-test, dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelas, dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Rata-rata skor N-gain kelas eksperimen sebesar 60,7% tergolong cukup efektif, sementara kelas kontrol hanya mencapai 50,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran etnomatematika terbukti kontekstual dan bermakna dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa
Sosialisasi Keterlibatan Keluarga Untuk Meningkatkan Keterampilan Personal Menstrual Hygiene di Darul Hukumaini, Jonggat
Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood during which physical, psychological, and reproductive changes occur. Menstruation is one of the reproductive changes, and family members or other knowledgeable individuals would ideally support it during this process. This community service activity was designed to educate female students about the role of family in the menstrual process and give them accurate information. This service's method began with a questionnaire, followed by a socialization session led by a speaker, and ended with a discussion. Thirty-two female students, ages sixteen to seventeen, participated in this program. Mothers were chosen by 13, 15, 21, and 13 students, respectively, as the main source of information on menstruation, menstrual hygiene, the use of sanitary pads, and the best source of menstrual education, according to the questionnaire replies. The majority of students reported using disposable sanitary pads. It is anticipated that by improving their knowledge and abilities about menstrual personal hygiene, students would contribute to the development of a healthier generation.Remaja merupakan usia peralihan dari anak-anak ke dewasa dan pada usia tersebut terjadi perubahan-perubahan secara fisik, psikis dan reproduksi. Salah satu perubahan reproduksi adalah terjadinya menstruasi. Proses ini idealnya didampingi oleh keluarga atau pihak lain yang memiliki pengetahuan akan hal tersebut. Maka tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi tentang keterlibatan keluarga pada proses menstruasi dan pemberian informasi yang tepat kepada santri. Metode yang dilakukan pada pengabdian ini adalah penggalian informasi dalam bentuk kuisioner terlebih dahulu, kemudian sosialisasi oleh narasumber dan terakhir adalah diskusi tanya jawab. Pengabdian ini dihadiri oleh 32 orang santri perempuan dengan umur 16-17 tahun. Dari kuisioner yang diberikan kepada para santri diperoleh hasil bahwa preferensi sumber informasi utama tentang kebersihan menstruasi, menstruasi, penggunaan pembalut dan pihak yang paling cocok untuk memberikan informasi dan edukasi menstruasi adalah ibu dengan jumlah 13 orang, 15 orang, 21 orang dan 13 orang secara berturut-turut. Adapun penggunaan pembalut, santri telah banyak menggunakan pembalut sekali pakai. Melalui edukasi seperti ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan santri dalam menjaga kebersihan diri ketika mestruasi sehingga terwujud generasi yang sehat
Sosialisasi Perkerasan Ramah Lingkungan di Desa Medana Kecamatan Tanjung
Pembagunan permukiman dan pusat-pusat perekonomian di Desa Medana mengalami pertumbuhan yang sangat pesat seiring dengan perkembangan kabupaten Lombok Utara sebagai kabupaten baru. Semua aspek berkembang sangat cepat seperti permukiman, pertokoan, perkantoran maupun tempat-tempat pariwisata. Berbagai kebutuhan sarana dan prasarana penunjang pertumbuhan perkotaan tersebut seperti parkir, jalan, sistem dranase, pembuangan limbah, air bersih dan telokomunikasi. Salah satu dampak dari pertumbuhan tersebut yaitu penggunaan perkerasan permukaan lahan dengan menggunakan asphlat, beton serta paving block. Penggunaaan perkerasan tersebut yang rata-rata kedap air akan menyebabkan kecilnya volume air yang masuk ke dalam tanah sehingga menyebabkan terjadinya banjir, genangan dan turunnya permukaan air tanah. Dalam upaya mengurangi permasalah tersebut sangat diperlukan adanya inovasi sistem perkerasan ramah lingkungan yang tetap memberikan konstribusi terhadap air bawah permukaan, mengurangi banjir, konservasi air serta menjaga siklus air permukaan dan bawah permukaan. Pemanfaatan sistem perkerasan grass block paving atau dengan grass block dengan pengisi material alam (batu pecah atau coral) akan dapat mengurangi terjadinya genangan atau banjir, dimana air limpasan permukaan akan masuk kedalam tanah melalui pori paving block. Sehingga dengan demikian limpasan dapat dikurangi dan air yang masuk menjadi infiltrasi akan selalu tetap dijaga. Pelaksanaan pengabdian diikuti oleh seluruh perangkat desa, masyarakat, tokoh masyarakat, karang taruna, serta mahasiswa kuliah kerja nyata Universitas Matara
Potential Bioactivity of Carrot (daucus carota L) as a Health Protector Through Antioxidant, Antibacterial, and Antifungal Activities
Carrots are one of the most popular plants in Indonesia. In addition to being a plant with a flavor favored, carrots also contain various bioactivities that can be utilized for health. This study aims to investigate the bioactivity of carrot extract, which includes antioxidant, antibacterial, and antifungal. The method used in this study is DPPH, which aims to determine antioxidant activity, and the disc diffusion method to determine antibacterial and antifungal activity. Carrot extract was obtained using the maceration method with a ratio of 1:10 using ethanol solvent 96% for the antioxidant test, while for the antibacterial and antifungal tests, acetone solvent was used. The extracted carrots yielded a yield of 10.1% (v/b). Based on the results of phytochemical screening, it is known that carrots contain flavonoids, saponins, tannins, and alkaloids, as well as functional groups indicating the presence of beta-carotene in carrots through FTIR. Carrots show weak antioxidant activity with an IC50 value of 125.944 ppm. The inhibitory activity of carrot extract during 24 hours of observation are concentration 40% (0.7 mm), 60% (0.77 mm) and 80% (0.85 mm). Meanwhile, in the antifungal test, carrot extract showed negative results at concentrations 60 and 80%, while at a concentration of 100% showed an inhibition zone of 0.835 mm.Carrot is one of the most popular plants in Indonesia. This study aims to investigate the bioactivity of carrot extract which includes antioxidant, antibacterial and antifungal properties. The method used in this research is the DPPh method which is used to determine antioxidants and dish discs to determine antibacterial and antifungal activity. Phytochemical screening and FTIR were used for characterization. The extracted carrot yielded a 10.1% (v/w) result. Based on the results of phytochemical screening, it is known that carrots contain flavonoids, saponins, tannins and alkaloids and functional groups indicating the presence of beta-carotene content in carrots. Carrots showed weak antioxidant activity and the most effective concentrations for inhibiting bacteria and fungi were 80% and 100% respectively
The Influence of Project Based Learning Model to Increase Students' Creativity in Writing Scientific Papers of Poetry
Higher education today increasingly emphasizes the development of students' creativity and critical thinking skills. The Project Based Learning (PBL) model has become an effective approach in this context. This study aims to evaluate the effectiveness of PBL to improve students' creativity in writing scientific literary poetry using archaic words. This research used an experimental method by dividing students into two groups: an experimental group using PBL and a control group using conventional methods. Data were then collected from pre-test and post-test scores of students in both groups, then analyzed using descriptive analysis and Wilcoxon and Mann-Whitney statistical tests. The results showed a significant increase in the ability to write poetry in the experimental group compared to the control group. The average post-test score of the experimental group increased from 30.35 to 32.43, while the control group experienced a decrease from 28.07 to 27.52. Statistical tests showed a significant difference between the two groups, with a Mann-Whitney U value of 214,000 and a significance of 0.000. These findings indicate that the implementation of PBL is effective to increase students' creativity and poetry writing skills. Therefore, the use of PBL as a learning strategy is highly recommended to develop students' creativity and learning outcomes in the context of higher educatio
The Development of Inquiry-Based LKPD to Enhance Critical Thinking Skills in Science learning at Elementary Schools
This research is motivated by the development of LKPD (Student Worksheet) for enhancing critical thinking skills of elementary school students. The LKPD used has not yet captured the students' attention. The LKPD has not been able to improve students' learning motivation because it does not align with their learning styles. LKPD serves as teaching material used by teachers to facilitate the delivery of content and achieve learning objectives. This study aims to develop LKPD and assess its validity using the Inquiry model to improve critical thinking skills in Science education about the conservation of natural resources in the 4th-grade class. The type of research used is research and development (R&D), employing the 4-D model. This model consists of four development stages: define, design, development, and dissemination. Based on the results of the validation of LKPD using the Inquiry model to enhance critical thinking skills, the LKPD is deemed feasible for use. The material aspect validation result was 85.41% (valid), the design aspect validation result was 86.53% (valid), and the language aspect validation result was 94.44% (very valid). Therefore, the LKPD using the Inquiry model to improve critical thinking skills is valid.Kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. LKPD yang digunakan masih belum menarik perhatian peserta didik. LKPD yang digunakan masih belum dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dikarenakan LKPD belum sesuai dengan gaya belajar peserta didik, LKPD sebagai bahan ajar yang digunakan guru untuk mempermudah menyampaikan materi guna mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengebangkan LKPD dan mengetahui Validitas LKPD menggunakan model Inkuiri untuk meningkatkan Kemampuan Berpikir kritis pada pembelajaran IPA tentang pelestarian sumber daya alam di kelas IV SD. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian dan pengembangan (R&D) yaitu menggunakan model 4-D. Model ini terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu tahap define (pendefinisian) disegn (perancangan), development (pengembangan) dan dissemination (penyebarluas). Berdasarkan hasil validasi LKPD menggunakan model Inkuiri untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dinyatakan LKPD layak digunakan hasil validasi aspek materi 85,41% valid, hasil validasi aspek disegn 86,53% valid dan validasi ahli aspek bahasa 94,44% sangat valid. Demikian LKPD menngunakan model inkuiri untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang valid dan dapat digunakan sebagai sumber belajar bagi siswa